Ciuman pertama

Alan mengernyit menempelkan telapak tangan nya ke dahi Farrel " Apa kau sehat..Ada apa denganmu"

Farrel mendengus dan menepis tangan Alan.

" Cx... cepat berikan!

" Waw ..ada apa tuan muda" seru Alan dengan nada meledek.

" Apa kau sudah mengambil keputusan kali ini"

" Sudah cepat sana pergi, jangan mengganggu ku" tukas Farrel.

Alanpun memberikan berkas berkas yang diperlukan oleh Farrel, memperhatikan perubahan pada diri Farrel yang cukup melegakan.

" Akhirnya beban ku berkurang" Batinnya.

Diam diam merogoh ponselnya yang berada disaku dan tentu saja mengirimkan pesan singkat pada Arya yang berada diruangannya.

" Ayahmu harus tau ini" batinnya

" Apa cinta dapat merubah seseorang secepat ini" ujarnya lagi

" Cx..kau ini tidak akan mengerti, makanya cari jodoh sana " ujar Farrel.

"Bagaimana bisa cari jodoh, tiap hari hanya berada dikantor ini menunggu tuan muda tumbuh dewasa" ucap Alan terkekeh.

" Cih ..alasan " Farrel melempar pulpen ke arah Alan, namun dengan sigap Alan menangkapnya.

" Bilang saja kau tidak laku"..ujar Farrel

" Sombong sekali, padahal kau saja baru sekarang merasakan cinta itupun masih gak jelas" sahut Alan.

" Sialan, bilang saja kau iri padaku" Farrel terkekeh.

Sesaat kemudian adu mulut antara keduanya terhenti oleh suara dering ponsel Farrel.

"Aayyh..kenapa bisa lupa"

" Hem..tolong ke kantor saja.

" Yaa terimakasih"

tut..telf terputus

Farrel menghela nafasnya, dia baru ingat hari ini sudah seminggu sejak motornya Metta dia titipkan. Dan itu artinya tidak ada lagi kesempatannya untuk mengantar bahkan menjemput lagi Metta, karena sudah tentu Metta akan memakai Motornya lagi.

Alan yang sedari tadi memperhatikan raut wajah Farrel sudah berubah.

" Cx apalagi sekarang..? jangan bilang kau patah hati"

" Hari ini motor nya kakak akan diantarkan kesini" ujar Farrel lirih tubuh nya seakan melemah.

" Kalo gitu kau rusakin lagi saja motornya beres" ucap Alan dengan tangan yang dia gerakan kedepan lalu mundur dengan cepat.

" Kau gila..Kau kira kakak sebodoh itu akan percaya begitu saja " sahut Farrel dengan membulatkan kedua bola mata nya ke arah Alan.

" Terserah..kau fikirkan sendiri! Aku keluar dulu" Ucap Alan berlalu dari ruangannya.

Farrel pun menyambar ponselnya diatas meja hendak keluar dari ruangannya. Namun saat itu juga pintu terbuka.

" Ayah..." seru Farrel

" Hai nak..wah tumben sekali anak ayah berada disini "

" Apa ada masalah"

" Tidak yah..Ayah tenang saja Alan mengaturnya dengan baik, jadi aku tidak kerepotan" ucap Farrel dengan memperlihatkan deretan gigi putihnya yang rapi.

Farrel pun membicarakan semua tentang pekerjaannya, hingga dia melupakan tujuan nya memberitahu Metta tentang motornya.

Terlihat sang Ayah tersenyum melihat beberapa berkas yang telah terselesaikan dengan baik oleh Farrel. Meski Arya sebenarnya sudah tau semua siapa lagi kalau bukan Alan yang memberitahunya.

" Wah bunda harus tau ini Ael..anak kesayangannya ternyata sekarang sudah bisa bersikap dewasa" ujar Arya bangga meski dia tau bahwa sang istri justru akan merasa sedih. Dimata Ayu, Farrel tetap menjadi anak kecil.

Dan sepertinya kita akan secepatnya mengadakan pengumuman resmi tentang presdir kita" lanjut Arya.

Dia meraaa senang karena keinginannya selama ini tercapai sudah.

" Ayah gak usah berlebihan deh"

" Nanti bunda malah heboh," tukas Farrel.

" Dan masalah pengumuman resminya nanti saja jika Ael sudah benar benar siap, Ael tidak ingin mengecewakan Ayah, dan juga mendiang Kakek."

" Jadi berikan Ael kesempatan untuk lebih banyak belajar yah, dan Ayah jangan melupakan Dewan Direksi. Mereka pasti akan menentang karena Aku terbilang sangat muda dan juga tampan begini"

Ucap Farrel menyentuh dagunya dengan percaya diri.

Arya mengangguk menepuk bahu Ael, kedua bola matanya terlihat berkaca kaca, tak dapat dipungkiri anak nya kini sudah mulai berfikir dewasa.

" Tentang Dewan Direksi kamu tenang saja, Mereka nanti bisa menilai kinerja kamu Ael".

Pembicaraan mereka pun terhenti ketika sekretaris Arya menyusulnya dan memberitahukan bahwa sudah waktunya Arya segera pergi.

🍁🍁

" Sha kita ke kantin ayoo " tukas Dinda dengan menyenggol lengan Metta yang tengah Fokus dengan komputernya.

" Hah..emang udah jam makan siang " Metta melirik jam tangan nya.

Dinda mendengus, lalu sesaat kemudian mencebikkan bibirnya.

" Cx loe emang gak punya alarm alami apa?"

Metta mengalihkan pandangan ke arah Dinda, terlihat dahinya mengkerut.

" Alarm alami apaan loe ada ada aja"

Dinda kali ini mendecak, pasalnya dia sudah sangat lapar.

" Ogeb banget sii, itu perut loe emang gak keroncongan apa!"

" Haahah..oh perut keroncongan kagak ngerasain gue" sahut Metta kembali fokus dengan komputernya.

" Cx...emang yang ada di otak loe cuma kerjaan doank" cibir Dinda

" Daripada loe yang dipikiran cuma makan doank" Metta tak kalah mencibir.

" Ayo buruan gue udah laper banget ini," Ujar Dinda

" loe duluan aja deh yaa, ini gue harus selesaikan dulu kerjaan! ditungguin nih sama pak bas"

" Emang harus sekarang?"

" hem..katanya Presdir kita yang minta" tukas Metta yang tetap Fokus dilayar komputernya.

" Pak Alan yang ganteng bak oppa oppa korea itu"

Metta mengerdikan bahunya

" Memang ada yang lain.?"

"Ah hati gue meleleh kalo ngeliat dia, cuma sayang gak pernah kesini " ucap Dinda sambil memegang dadanya.

Sementara Metta yang tengah Fokus menggerakan jari jari nya di keybord tak memperdulikan Dinda.

" Gue duluan deh yaa, loe entar nyusul" ujar Dinda dengan berlalu

Metta mengangkat jari telunjuk dan ibujari yang direkatkan hingga membentuk huruf O.

Setelah selesai mengantarkan berkas yang diminta Pak Bas, Metta berjalan menuju Kantin menyusul Dinda.

Hingga disebuah lorong Metta bertemu dengan Farrel. Metta mengernyit

" Sedang apa dia disini"

" Ngapain dia disini" Metta bermonolog.

Farrel yang melihat Metta berjalan pun tersenyum, menutupi rasa gugup

" Ah harusnya aku menunggunya diluar" batin nya.

Jarak mereka semakin mendekat, dengan pertanyaan didalam hatinya masing masing. Metta yang merasa heran pada Farrel, dan Farrel yang merasa belum siap ketahuan.

" Kakak.."

"Kamu ngapain kesini" ucap Metta dengan terperangah.

" A..aku mencari Kakak" ujar Farrel

" Mencari ku..ada apa? kenapa gak meneleponku"

" Aku ingin mengajak kakak kesuatu tempat, dan jangan menolak" ujar Farrel mengangkat jari telunjuknya ke atas.

"Cx kau ini, Cepat katakan jangan membuang waktuku" sahut Metta kesal.

" Aku akan mengatakannya tapi setelah itu Kakak harus ikut denganku.

" Iyaa baiklah, cepat katakan ada apa ?" tukas Metta

" Ikutlah denganku.." Farrel membawa tangan Metta dalam genggaman nya, menariknya berjalan keluar. Sedangkan Metta tidak bisa menolak,

Tiba di sebuah taman yang tidak terlalu ramai, Metta duduk di kursi taman

" Ayo cepat katakan " ucap Metta tak sabar.

" Nih minum dulu yaa, setelah itu aku akan ceritakan.

Farrel memberikan paperbag pada Metta. Namun Metta enggan melihatnya apalagi membukanya.

Metta mendengus, pasalnya kenapa harus bertele tele jika ingin mengatakan sesuatu, kenap tak langsung saja begitu bertemu, kenapa harus ini dulu, itu dulu, kenapa harus pergi kesatu tempat dulu. " Ahk bikin repot saja" Metta bermonolog.

" Motor kakak sudah selesai, sore ini akan aku antar ke kantor kakak" ucap Farrel tiba tiba.

Raut wajah Metta berbinar, menelengkupkan kedua tangan nya dan menarik bibir nya melengkung.

" Benarkah, ah kenapa gak bilang dari tadi" Metta mencibik kan bibirnya.

" Yaa sudah kalo gitu aku harus pergi" ujar Metta berdiri, Namun Farrel menahannya dengan cepat, menarik tangan Metta hingga terhenti.

" Kakak ini, Kakak sudah berjanji akan mengikutiku bukan" tukas Farrel

" Tapi aku benar benar harus pergi" sahut Metta

Pasalnya Metta lupa kalo dinda sahabat sedang menunggunya di kantin.

" Lain kali saja bagaimana?" Tanya Metta hendak melangkah,

" Kakak," Farrel memegang lengan Metta.

" Aku lapar, temani aku makan dulu yaa."

Metta menoleh ke arah Farrel dan kembali duduk.

" Cx ..ya sudah kita makan dulu" ujar Metta

Metta membuka paperbag yang belum sempat dia buka itu, tiba tiba tercengang melihat isinya.

Coffee yang sama, rasanya pun sama dengan Coffee kiriman entah siapa.

" ini..."

" Apa kamu juga yang mengirimkannya?"

Farrel mengangguk dan menaikan sudut bibirnya keatas

" Yaa dan kakak tidak pernah menerimanya."

" Yaa karena aku tidak tau siapa yang ngirim, gak jelas" jawab Metta dengan ketus.

Farrel hanya tersenyum

" Please jangan terlalu manis begini, jantungku rasanya mulai terganggu" batin Metta.

" Sudah ayoo, kita pergi makan "

Mereka berjalan ke arah cafe yang dekat dari sana.

" Kakak mau makan apa" tanya Farrel dengan lembut

" Terserah saja, bukankah aku harus mengikutimu" ketus Metta

" Bahkan untuk mengatakan perihal motor aja harus pergi sejauh ini"

" Kasih coffee aja harus ribet"

" Benar benar gak tak habis fikir"

Metta mendengus dengan kasar.

" Satu lagi masalah driver online, kau bahkan berbohong padaku"

" Kau bukan driver online kan"

Farrel tersenyum kala melihat Metta terus menggerutu, bibirnya tipisnya terlihat menekuk dan mengerucut.

" Aku tidak berbohong, aku juga tidak mengaku . kakak yang mengambil kesimpulan sendirii kan" ucap Farrel mengedikkan bahu.

" Man...."

Cup..

Metta terbelakak, Manik hitamnya membulat sempurna. Ketika bibir Farrel menempel tepat berada dibibirnya, rasa hangat benda kenyal itu menjalar keseluruh tubuh.

deg..

Ciuman itu cukup lama, meski hanya menempel saja, Hatinya berdetak dengan kencang, gelanyar aneh kembali dirasakannya, hingga ujung kaki hingga berkumpul disatu titik. Sebagai perempuan dewasa tubuhnya meminta lebih dari sekedar menempel saja. Metta terhanyut.

" Ah bego" Batinnya

Metta mendorong tubuh Farrel hingga mundur kembali ke tempatnya.

" Itu karena Kakak sangat cerewet" ujar Farrel.

Entah apa yang dirasakan Farrel, yang pasti hatinya sungguh senang, ribuan kupu kupu menggelitik didalam perutnya.

Terpopuler

Comments

guest1053527528

guest1053527528

mantap..mantap memang harus begitu 🤭

2022-07-14

1

Bzaa

Bzaa

aih aihhh farrel main nyosor ajaa😄

2022-07-04

0

AR Althafunisa

AR Althafunisa

emang klo seneng dan bahagia jatuh cinta kaya ada kupu-kupu diperut ya, kaya gmn sih rasanya 🤣

2022-03-06

2

lihat semua
Episodes
1 1.Dasar Bocah
2 2.Dasar bocah 2
3 3.Gara gara Mini konser
4 4.Bengong loe
5 Tulang punggung ( Bukan, dia Manekin)
6 Rel..kereta api?
7 7. Stadium Akhir
8 8. Kopi ?? siapa..
9 Akhirnya Bertemu
10 Berikan Alamat Rumah Kakak
11 Hanya memanggil saja
12 12. Sumber Kebahagian
13 13.Driver gak tau diri
14 14.Nyaris bertemu
15 15. Tentang kita ( Faiz Dinandra)
16 16.Mengaku kekasih( Faiz Dinandra 2)
17 Ayoo Buka bajumu
18 Tempat Rahasia
19 Dapet Berondong donk
20 Ciuman pertama
21 kakak, tunggu aku!
22 Couple Helm
23 Dua adik sudah cukup
24 Alan Alfiansyah
25 Rencana Alan
26 Rencana Alan 2
27 Es Batu
28 Dasar tidak Peka..
29 Marahnya Farrel ( kejadian tak terduga)
30 Rapuh ( Jangan pergi)
31 Apa semalam kita?
32 Hentikan aku atau tuntaskan sampai selesai.
33 Salah memilih lawan ( Astaga, mimpi)
34 Rubah kecil ( Tasya Kirani )
35 Bolehkah aku cemburu?
36 Panggil dia Kekasihnya Farrel
37 Kencan??( Ungkapan Hati)
38 Si pengganggu..Metta(Sha) bukan Ta(Sya)
39 Apa kita jadian?
40 Baru saja jadian..
41 Pajak jadian
42 Panggil aku Calon kakak ipar ( Pajak jadian 2)
43 Keresahan Andra
44 Aku memang beruntung
45 Kejadian di salon
46 Salah lagi, kalah lagi
47 Rubah kecil datang lagi ( Restu)
48 Restu 2
49 Hanya Kamu
50 Gantungan inisial
51 FlashBack On
52 Kembali bekerja
53 Berdamailah dengan masa lalu
54 Biasakan diri
55 Doa sahabat
56 Cacing kepanasan
57 Pemilik rasa ( Kecewa)
58 Pemilik rasa 2
59 Penyebab semua masalah
60 Kesalahpahaman lagi(Penyesalan Tasya)
61 You are my Hero
62 Prasangka
63 Mauku kamu
64 Gak minta tapi gak nolak
65 Ngapel pacar( Misi kenangan)
66 Misi Kenangan( kereta Api)
67 Misi Kenangan (Kereta Api 2)
68 Misi Kenangan 3
69 Bandung (Hadiah dari Hati)
70 1 Love You Just the way u are
71 Perpisahan VS Pertemuan
72 Penyesalan Faiz
73 Foto keluarga
74 Pantas Bahagia
75 Doraemon
76 Peringatan kematian(Tabur bunga)
77 Dipecat secara tidak hormat
78 Muak
79 Terungkap
80 Rapat Direksi
81 Yes, i'do
82 Backstreet lagi
83 Penculikan
84 Menculik Rasa
85 Janji Bastian
86 Rumah sakit
87 Pacar Over Protective
88 Kepala Divisi baru
89 Kepala Divisi baru 2( Hampir meledak)
90 Titik terendah seorang Faiz
91 Belajar belanja
92 Itu....anu!
93 Rencana Ayah
94 Rencana Ayah 2
95 Rencana Ayah 3( Bernegosiasi)
96 Bernegosiasi 2
97 Let's Fight together
98 Kakak, menurutlah!
99 Gedung Utama
100 Hasil akhir(Menjelang peresmian)
101 Kerja sama keluarga
102 Bahagia tidak?
103 Kedatangan Dinda
104 Perasaan seorang ibu
105 kunjungan mendadak.
106 Kunjungan mendadak 2
107 Kunjungan mendadak 3(Kekhawatiran Ibu)
108 Tidak akan!
109 Salah faham
110 Drama
111 Sama- sama Egois
112 Lepaskan!
113 Sayang, lihatlah aku
114 Makan malam
115 Saran Bunda menyesatkan
116 Saran Bunda menyesatkan 2
117 Saran Bunda oke juga
118 Urusan yang tertunda
119 Aksi Tiwi
120 Aksi Tiwi 2 ( Gagal)
121 Siapa dia
122 Cemas
123 Shock...
124 Aku ingin melihatnya
125 Membuat khawatir
126 Modus orang sakit
127 Suster cinta
128 Suster cinta 2
129 Album Foto
130 Aib berponi
131 Tuan bercelana merah
132 Posesif manja
133 Penguping
134 Obrolan Tiga perempuan
135 Cinta dan Cita
136 Cinta dan Cita 2 (Chef gemulai)
137 Mimisan
138 Tiga hari lagi
139 Sama-sama kepala dua
140 Calon tunangan
141 Resah tanpa kabar
142 Aku melihat semuanya
143 Kebodohan apa?
144 Ayo mengumpat lagi.
145 Password ponsel
146 Selamat 20 tahun El, ( Doble pesta)
147 Doble pesta 2
148 latihan
149 Kejarlah cita mu
150 kejarlah cita mu 2
151 Gosip tetangga
152 Gosip tetangga 2
153 Gosip Tetangga 3
154 Gadis berambut merah
155 Murah hanya pada...
156 Akhirnya
157 Terlalu jujur
158 Doni Vs Tiwi
159 Doni Vs Tiwi 2
160 My cherry
161 Teman lama
162 Perdebatan di mobil
163 Seorang kakak
164 Seorang kakak 2
165 Seorang kakak 3
166 Temani aku
167 Obat paling manjur
168 Obat manjur 2
169 Sebentar lagi
170 Sebentar lagi 2
171 locked by you, only you
172 I Love You Like Crazy
173 Don't cry baby
174 Don't cry baby (2)
175 Jewelry eternity
176 Jewelry eternity 2
177 Perfect future wife
178 Cari penyakit
179 Cari penyakit 2
180 Masalah diantara rencana bahagia
181 Masalah diantara rencana bahagia2
182 Masalah diantara rencana bahagia 3
183 Masalah diantara rencana bahagia4
184 Masalah diantara rencana bahagia5
185 Masalah terurai bebas
186 Astaga
187 Astaga 2
188 Ada apa dengan Andra
189 Suddenly a bride
190 Suddenly a bride 2
191 Pesta resepsi
192 Royal Suite Room for MP
193 Royal Suite Room for MP2
194 Royal Suite Room for MP3
195 Royal Suite Room for MP4
196 Surprise lagi
197 Dia tidak akan berhenti
198 Doni terjebak permainannya
199 Temui aku malam ini, atau....
200 Eric Vs Doni
201 She is my wife
202 She is my wife 2
203 Aku takut jatuh
204 Terakhir melihatmu
205 Semua akan baik-baik saja
206 Hari Terakhir di negara B
207 Hari Terakhir di negara B 2
208 Kembali pulang
209 Perdebatan pertama setelah menikah
210 Gak bisa nanti ...
211 Menginap di rumah mertua
212 Menginap di rumah mertua2
213 Lebih penting dari ujian negara
214 Bukan hal penting
215 Mengantar Nissa
216 Mengantar Nissa 2(Semakin penasaran)
217 Aku tidak akan merebutmu, tapi...
218 Jamuan makan
219 Jamuan makan 2
220 Welcome home my beloved wife
221 Welcome home my beloved wife 2
222 Undangan makan malam
223 Undangan makan malam 2
224 Obsesi Chaira
225 Farrel, KELUAR KAU!
226 Membuatku menginginkannya.
227 Fikir saja sendiri
228 Biar Tahu Rasa
229 Kakak galak, tapi aku suka
230 Kakak!!!
231 Kakak luar biasa ..Naughty wife
232 Pengumuman.
233 Semakin manja
234 Bodoh kau Doni
235 Papah Doni
236 Bertemu Nissa
237 Keraguan Doni
238 Keraguan Doni 2
239 Ada ada saja
240 Gara-gara obat gatal
241 Manja luar biasa
242 Penyakit yang tidak ada obat
243 Bahagia Vs sedih
244 Tiwi Kritis
245 Menemui ibu Tiwi
246 Calon Papa ngidam
247 Bersenang-senang
248 Gejala ibu hamil
249 Kondisi Tiwi
250 Terlambat mengenalmu
251 Ini kenyataan, bukan mimpi
252 Ini kenyataan bukan mimpi 2
253 Ke sekolah Andra
254 Hadiah untuk Andra
255 Kak Doni ngapain?
256 Kak Doni ngapain 2
257 Saranghae...
258 Jangan suka nyosor, nanti khilaf
259 Katanya
260 Penggerebekkan
261 Kantor polisi
262 Akhirnya pulang
263 Ibu ter-the best
264 Papa El gak jelas
265 Sampai kapan
266 Amarah Farrel
267 Lakukanlah
268 Pillow talk
269 Rasanya semakin enak
270 Bisa jadi Jodoh
271 Jangan khawatir
272 Jangan ikut campur
273 Ibu hamil semakin berani
274 Manisnya mengalahkan gula
275 Masih tidak percaya.
276 Tidak boleh dapet yang baik?
277 Doni ternyata takut setan
278 Tia vs Doni ( Kecanduan Farrel)
279 Ruanganku atau Lobby
280 F&M Empire
281 Tia VS Nissa
282 Masih Suasana Peresmian
283 Kakak yang semakin manja
284 Wanita jadi-jadian
285 Story Telling Papa El
286 Perasaan Doni
287 Perjanjian (Tia & Doni)
288 Sikap Tia menyebalkan
289 Hadiah Doni
290 Mengatakan semuanya
291 Tidak ada gunanya marah
292 Akhir bahagia
293 Terima kasih
294 Promo novel baru "Istri Sewaan"
Episodes

Updated 294 Episodes

1
1.Dasar Bocah
2
2.Dasar bocah 2
3
3.Gara gara Mini konser
4
4.Bengong loe
5
Tulang punggung ( Bukan, dia Manekin)
6
Rel..kereta api?
7
7. Stadium Akhir
8
8. Kopi ?? siapa..
9
Akhirnya Bertemu
10
Berikan Alamat Rumah Kakak
11
Hanya memanggil saja
12
12. Sumber Kebahagian
13
13.Driver gak tau diri
14
14.Nyaris bertemu
15
15. Tentang kita ( Faiz Dinandra)
16
16.Mengaku kekasih( Faiz Dinandra 2)
17
Ayoo Buka bajumu
18
Tempat Rahasia
19
Dapet Berondong donk
20
Ciuman pertama
21
kakak, tunggu aku!
22
Couple Helm
23
Dua adik sudah cukup
24
Alan Alfiansyah
25
Rencana Alan
26
Rencana Alan 2
27
Es Batu
28
Dasar tidak Peka..
29
Marahnya Farrel ( kejadian tak terduga)
30
Rapuh ( Jangan pergi)
31
Apa semalam kita?
32
Hentikan aku atau tuntaskan sampai selesai.
33
Salah memilih lawan ( Astaga, mimpi)
34
Rubah kecil ( Tasya Kirani )
35
Bolehkah aku cemburu?
36
Panggil dia Kekasihnya Farrel
37
Kencan??( Ungkapan Hati)
38
Si pengganggu..Metta(Sha) bukan Ta(Sya)
39
Apa kita jadian?
40
Baru saja jadian..
41
Pajak jadian
42
Panggil aku Calon kakak ipar ( Pajak jadian 2)
43
Keresahan Andra
44
Aku memang beruntung
45
Kejadian di salon
46
Salah lagi, kalah lagi
47
Rubah kecil datang lagi ( Restu)
48
Restu 2
49
Hanya Kamu
50
Gantungan inisial
51
FlashBack On
52
Kembali bekerja
53
Berdamailah dengan masa lalu
54
Biasakan diri
55
Doa sahabat
56
Cacing kepanasan
57
Pemilik rasa ( Kecewa)
58
Pemilik rasa 2
59
Penyebab semua masalah
60
Kesalahpahaman lagi(Penyesalan Tasya)
61
You are my Hero
62
Prasangka
63
Mauku kamu
64
Gak minta tapi gak nolak
65
Ngapel pacar( Misi kenangan)
66
Misi Kenangan( kereta Api)
67
Misi Kenangan (Kereta Api 2)
68
Misi Kenangan 3
69
Bandung (Hadiah dari Hati)
70
1 Love You Just the way u are
71
Perpisahan VS Pertemuan
72
Penyesalan Faiz
73
Foto keluarga
74
Pantas Bahagia
75
Doraemon
76
Peringatan kematian(Tabur bunga)
77
Dipecat secara tidak hormat
78
Muak
79
Terungkap
80
Rapat Direksi
81
Yes, i'do
82
Backstreet lagi
83
Penculikan
84
Menculik Rasa
85
Janji Bastian
86
Rumah sakit
87
Pacar Over Protective
88
Kepala Divisi baru
89
Kepala Divisi baru 2( Hampir meledak)
90
Titik terendah seorang Faiz
91
Belajar belanja
92
Itu....anu!
93
Rencana Ayah
94
Rencana Ayah 2
95
Rencana Ayah 3( Bernegosiasi)
96
Bernegosiasi 2
97
Let's Fight together
98
Kakak, menurutlah!
99
Gedung Utama
100
Hasil akhir(Menjelang peresmian)
101
Kerja sama keluarga
102
Bahagia tidak?
103
Kedatangan Dinda
104
Perasaan seorang ibu
105
kunjungan mendadak.
106
Kunjungan mendadak 2
107
Kunjungan mendadak 3(Kekhawatiran Ibu)
108
Tidak akan!
109
Salah faham
110
Drama
111
Sama- sama Egois
112
Lepaskan!
113
Sayang, lihatlah aku
114
Makan malam
115
Saran Bunda menyesatkan
116
Saran Bunda menyesatkan 2
117
Saran Bunda oke juga
118
Urusan yang tertunda
119
Aksi Tiwi
120
Aksi Tiwi 2 ( Gagal)
121
Siapa dia
122
Cemas
123
Shock...
124
Aku ingin melihatnya
125
Membuat khawatir
126
Modus orang sakit
127
Suster cinta
128
Suster cinta 2
129
Album Foto
130
Aib berponi
131
Tuan bercelana merah
132
Posesif manja
133
Penguping
134
Obrolan Tiga perempuan
135
Cinta dan Cita
136
Cinta dan Cita 2 (Chef gemulai)
137
Mimisan
138
Tiga hari lagi
139
Sama-sama kepala dua
140
Calon tunangan
141
Resah tanpa kabar
142
Aku melihat semuanya
143
Kebodohan apa?
144
Ayo mengumpat lagi.
145
Password ponsel
146
Selamat 20 tahun El, ( Doble pesta)
147
Doble pesta 2
148
latihan
149
Kejarlah cita mu
150
kejarlah cita mu 2
151
Gosip tetangga
152
Gosip tetangga 2
153
Gosip Tetangga 3
154
Gadis berambut merah
155
Murah hanya pada...
156
Akhirnya
157
Terlalu jujur
158
Doni Vs Tiwi
159
Doni Vs Tiwi 2
160
My cherry
161
Teman lama
162
Perdebatan di mobil
163
Seorang kakak
164
Seorang kakak 2
165
Seorang kakak 3
166
Temani aku
167
Obat paling manjur
168
Obat manjur 2
169
Sebentar lagi
170
Sebentar lagi 2
171
locked by you, only you
172
I Love You Like Crazy
173
Don't cry baby
174
Don't cry baby (2)
175
Jewelry eternity
176
Jewelry eternity 2
177
Perfect future wife
178
Cari penyakit
179
Cari penyakit 2
180
Masalah diantara rencana bahagia
181
Masalah diantara rencana bahagia2
182
Masalah diantara rencana bahagia 3
183
Masalah diantara rencana bahagia4
184
Masalah diantara rencana bahagia5
185
Masalah terurai bebas
186
Astaga
187
Astaga 2
188
Ada apa dengan Andra
189
Suddenly a bride
190
Suddenly a bride 2
191
Pesta resepsi
192
Royal Suite Room for MP
193
Royal Suite Room for MP2
194
Royal Suite Room for MP3
195
Royal Suite Room for MP4
196
Surprise lagi
197
Dia tidak akan berhenti
198
Doni terjebak permainannya
199
Temui aku malam ini, atau....
200
Eric Vs Doni
201
She is my wife
202
She is my wife 2
203
Aku takut jatuh
204
Terakhir melihatmu
205
Semua akan baik-baik saja
206
Hari Terakhir di negara B
207
Hari Terakhir di negara B 2
208
Kembali pulang
209
Perdebatan pertama setelah menikah
210
Gak bisa nanti ...
211
Menginap di rumah mertua
212
Menginap di rumah mertua2
213
Lebih penting dari ujian negara
214
Bukan hal penting
215
Mengantar Nissa
216
Mengantar Nissa 2(Semakin penasaran)
217
Aku tidak akan merebutmu, tapi...
218
Jamuan makan
219
Jamuan makan 2
220
Welcome home my beloved wife
221
Welcome home my beloved wife 2
222
Undangan makan malam
223
Undangan makan malam 2
224
Obsesi Chaira
225
Farrel, KELUAR KAU!
226
Membuatku menginginkannya.
227
Fikir saja sendiri
228
Biar Tahu Rasa
229
Kakak galak, tapi aku suka
230
Kakak!!!
231
Kakak luar biasa ..Naughty wife
232
Pengumuman.
233
Semakin manja
234
Bodoh kau Doni
235
Papah Doni
236
Bertemu Nissa
237
Keraguan Doni
238
Keraguan Doni 2
239
Ada ada saja
240
Gara-gara obat gatal
241
Manja luar biasa
242
Penyakit yang tidak ada obat
243
Bahagia Vs sedih
244
Tiwi Kritis
245
Menemui ibu Tiwi
246
Calon Papa ngidam
247
Bersenang-senang
248
Gejala ibu hamil
249
Kondisi Tiwi
250
Terlambat mengenalmu
251
Ini kenyataan, bukan mimpi
252
Ini kenyataan bukan mimpi 2
253
Ke sekolah Andra
254
Hadiah untuk Andra
255
Kak Doni ngapain?
256
Kak Doni ngapain 2
257
Saranghae...
258
Jangan suka nyosor, nanti khilaf
259
Katanya
260
Penggerebekkan
261
Kantor polisi
262
Akhirnya pulang
263
Ibu ter-the best
264
Papa El gak jelas
265
Sampai kapan
266
Amarah Farrel
267
Lakukanlah
268
Pillow talk
269
Rasanya semakin enak
270
Bisa jadi Jodoh
271
Jangan khawatir
272
Jangan ikut campur
273
Ibu hamil semakin berani
274
Manisnya mengalahkan gula
275
Masih tidak percaya.
276
Tidak boleh dapet yang baik?
277
Doni ternyata takut setan
278
Tia vs Doni ( Kecanduan Farrel)
279
Ruanganku atau Lobby
280
F&M Empire
281
Tia VS Nissa
282
Masih Suasana Peresmian
283
Kakak yang semakin manja
284
Wanita jadi-jadian
285
Story Telling Papa El
286
Perasaan Doni
287
Perjanjian (Tia & Doni)
288
Sikap Tia menyebalkan
289
Hadiah Doni
290
Mengatakan semuanya
291
Tidak ada gunanya marah
292
Akhir bahagia
293
Terima kasih
294
Promo novel baru "Istri Sewaan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!