Bikin malu saja, astaga kenapa gue jadi ogeb gini sejak ketemu sama dia" batin Metta.
Farrel menarik bibirnya keatas saat Metta mengerjapkan manik hitamnya.
" Jadi Kakak ingin kita makan dulu atau jalan jalan dulu?"
" PULANG.."
Metta menjawab dengan marah, setelah mengatakan alamat rumah nya pada Farrel, Metta kembali keposisi semula.
Farrel melalukan mobilnya.
" Kakak galak sekali, jangan salahkan aku kalo aku akan terus menganggu kakak, bahkan aku akan membuat kakak peduli padaku dan memulai mencintaimu" batin Farrel.
Sementara Metta yang tengah mengerucutkan bibirnya itu begitu kesalnya, farrel terus membuat kokonyolan, membuat Metta kesal sekali.
" Fokus gak usah terus ngelirik lirik gue terus "
Farrel terkekeh..
" Siap bos" mengangkat tangan nya hormat, sementara Metta menghela nafas.
Farrel mengedikan bahunya dan tertawa.
"Sudahlah berhenti membual bocah, aku sudah sangat lelah hari ini. Cepat antarkan aku pulang" balas Metta malas.
Lembayung sudah beranjak berubah menjadi warna. Semilir angin berhembus semakin menusuk kulit, mobil yang Farrel kemudikan berhenti tepat didepan sebuah rumah, tidak terlalu besar namun terlihat sangat asri.
"Sudah sampai..." seru Farrel menoleh ke arah Metta.
Namun yang ditatap tengah terpejam, dengan raut wajah polos yang nampak kelelahan disana, bulu mata lentik berjajar rapi diatasnya bibir tipis mengatup seiring hembusan nafas lembut.
"Apa dia tidur..?" Gumam Farrel
"Apa dia selelah itu.."
"Cx..dasar kakak" dengan decakan Farrel memperhatikan Metta yang tertidur, Farrel enggan membangunkannya, baginya ini adalah kesempatan untuk memperhatikan lebih dalam. Membiarkan Metta yang tengah dibuai mimpi, Entah bermimpi apa.
Dan tak lama kemudian, Metta menggeliatkan tubuhnya.
"Eugh..."
Metta mengerjap, matanya terbuka perlahan. Menatap sekeliling dengan heran, menunggu nyawanya yang belum berkumpul semua. Sesaat kemudian terhenyak ketika melihat dirinya masih berada di dalam mobil dan melihat Farrel tengah menatapnya, bahkan dengan senyuman yang sangat manis membuat Metta kelabakan seketika itu juga.
"Astaga..." ujar Metta sambil melihat kearah luar yang sudah terlihat gelap.
" Sepertinya kakak sangat lelah," tukas Farrel.
" Apa gue tidur sangat lama, kenapa udah gelap aja" sahut Metta mengedarkan pandangannya
" Enggak koq, gak lama kakak hanya tertidur ti ga pu luh li ma menit saja" ucap Farrel dengan penekanan sambil melihat jam tangannya, dan tersenyum menampilkan gigi putih yang berjejer rapi.
" Hanya, astaga gue tidur selama itu? dan loe diem aja gak bangunin gue" Sinis Metta.
Farrel menggaruk tengkuknya yang tak gatal dengan ragu dia jawab.
"Kakak sepertinya sangat lelah aku tak setega itu bangunin kakak"
" Ah, sudahlah gue mau pulang," Metta membuka pintu mobil hendak keluar, melangkah dengan cepat keluar mobil.
" Kakak .."
Metta menoleh kebelakang
"Apa.."
" Apa kakak melupakan sesuatu?" teriak Farrel.
" Sesuatu, apa.." Metta mencoba mengingat.
" Ah, iyaa terima kasih sudah mengantarku pulang." Metta membungkukan setengah badan nya ke arah Farrel yang masih di dalam kemudi. kemudian membalikan tubuhnya dan berjalan melangkah.
"Kakaak.." Farrel berteriak lagi.
Metta menoleh lagi, kali ini Farrel terlihat tengah keluar dari mobilnya..
"Apa lagi.."
"Ahk kau ingin aku memberi uang untuk ongkos" katanya sambil merogoh tas dan mencari dompetnya.
Metta Berjalan berbalik ke arah Farrel yang saat ini tengah keluar dari mobil, dan menyelipkan paksa selembar kertas yang sangat istimewa untuk hidup.
"Bukan itu..." tukas Farrel sambil berdecak.
Farrel melangkah hendak mengembalikan uang yang disebutnya Metta ongkos antar, namun Metta menepisnya dengan cepat.
" Sudah kau pulang sana, nanti dicariin orang rumah"
Metta menggerak gerakan tangannya terbalik dan mendorong Farrel kearah kemudi. Membuka pintu hingga mendorong masuk Farrel. Kemudian kembali berlalu melangkah kearah rumah.
"Kakak.."
"Apa lagi...kau membuat aku kesal saja
" Apa kakak yakin tidak melupakan sesuatu?"tanya Farrel lagi.
" Tidak, sudah sana berhenti mengganggu ku" Metta berteriak kemudian berlalu begitu saja menuju rumah.
"Kakak.." teriak Farrel lebih keras.
Metta yang sudah berada didepan pintu rumah nya menoleh lagi.
"Apa lagi sekarang..."
" Tidak hanya memanggil saja" tukasnya kemudian tertawa lebar.
" Terserah, dasar gila." memutar mata malas dan masuk kedalam rumah..
Farrel yang tersenyum kemudian masuk lagi kedalam mobil.
"Dasar bodoh "
Farrel tak berhenti tersenyum, senyuman nya kini terlihat lebih lebar lagi.
"Ternyata menggoda kakak membuat aku sebahagia ini." Farrel memutar mutar nametag milik Metta.
"Sangat lucu melihat kakak kesal seperti itu,"
Farrel menyalakan mobilnya namun tidak dengan melajukannya, pandangannya masih tertuju mengarah ke rumah Metta.
" Akan aku pastikan kakak merubah panggilan terhadapku" gumamnya lagi dengan seringaian dibibirnya.
Menancap gas mobil nya kemudian melaju, membelah jalanan yang sudab terlihat gelap.
.
.
.
Dengan bersenandung riang Farrel masuk kedalam rumah, mendaratkan tubuhnya ke sofa diruang tengah.
" Malam yah," ucap Farrel saat mendaratkan tubuhnya.
" Dari mana saja?" tukas Arya tanpa mengalihkan pandangan nya dari ipad nya.
" Biasa yah, dari kampus tapi ada urusan dulu sebentar tadi "
Arya hanya beroh ria.
" Yah..?"
" Hem.."
" Gak jadi..nanti aja "
Arya meletakkan ipad nya di meja.
" Dasar aneh, ada apa?"
Farrel beranjak dan berlalu menuju kamar nya.
" Nanti saja yah, aku ke kamar dulu " Farrel terkekeh.
" Dasar anak nakal.."
Arya meraih ponselnya yang diletakkan di meja.
mencari nomor anak yang tak kalah disayanginya seperti Farrel.
" Halo.."
" Halo yah, apa ada masalah?"
" Cx Kau ini, memang nya harus ada masalah dulu jika Ayah ingin menghubungimu"
" Tidak yah, bukan begitu "
" Adikmu itu aneh, apa terjadi sesuatu!"
Belum ada jawaban dari ujung sambungan,
" Halo kau dengar Ayah kan!"
Terdengar suara menghela nafas dari sana.
"Tidak ada apa apa yah, hanya saja Ael mengalami kecelakaan " tukas nya.
" Apa kecelakaan,?"
" Kecelakaan apa, yang membuat Anak itu begitu kelihatan bahagia?" Batin Arya.
" Hanya kecelakaan kecil yah, jangan terlalu khawatir, dan semua sudah beres kok"
" Ael hanya menabrak motor seseorang, dan sudah dibawa ke bengkel langganan,"
" Tapi Ael tidak bercerita apa apa sama Ayah maupun bunda?"
" Ayah seperti tidak tau saja dia, mana mungkin akan bercerita, dia akan selalu berusaha menyelesaikan masalahnya sendiri, meskipun akhirnya meminta bantuan ku"
" Kau benar, yaa sudah terus awasi dia!"
" Pasti yah."
" Ya sudah,"
Sementara di kamar Farrel.
Farrel keluar dari kamar mandi setelah selesai dengan rutinitas bersih bersih nya. Dengan senandung kecil di bibirnya Farrel masuk ke Walk in closet, memilih baju tidur nya.
Setelah memakainya Dia keluar dan segera menjatuhkan dirinya ke dalam ranjang size king kesayangannya.
Membayangkan pertemuan nya dengan perempuan yang dia tahu bernama Mettasha Kalyna.
" Mettasha ..Mettasha.."
" Ah...Kakak begitu menggemaskan, aku ingin selalu bertemu kakak"
Berulang ulang menyebut nama itu hingga dirinya tertidur.
.
.
.
🍁🍁
Jangan lupa like dan komen disetiap bab nya yaa, jangan lupa🤗
Kalo ada kritik dan saran boleh juga disertakan.
Akan senang hati apalagi kalo itu kritik membangun..
Terima kasih yang sudah like dan komen. Buat aku itu sangat berharga.
itu artinya Karya pertama aku mulai masuk reader apalagi udah masuk Fav kalian..
Ahh..senangnya..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Nur fadillah
Jadinya sambil baca bisa senyum-senyum sendirian...wkwkwk...😃😃
2022-11-17
0
Bzaa
😘😘😘😘
2022-07-04
0
Nanda Afriany
thorrr 💖💖
2022-06-20
1