"Farrel.." ucapnya
Metta menepis tangan " Sudah aku sudah gak minat dengan nama kamu"
Farrel tertawa melihat Metta tengah fokus mengotak atik ponselnya dan terlihat mencebik kan bibirnya.
" Kenapa kakak sangat menggemaskan" Batin Farrel.
"Apa kakak gak masalah pulang larut seperti ini?"
" Mungkin saja enggak" sahut Metta
" Ingat aku ini sudah dewasa, selagi bisa menjaga diri ibu juga gak akan mempermasalahkan, aku juga udah bilang hari ini aku lembur" lanjut Metta.
Farrel terlihat mengangguk nganggukkan kepalanya dan bibir yang dimajukan beberapa senti hingga berbentuk huruf Oo.
" Bodoh kenapa juga gue harus bilang padanya" Metta menepuk jidatnya sendiri.
Mobilpun berhenti tepat didepan rumah Metta,
" Apa Kakak yakin akan pulang kerumah dengan keadaan kakak seperti ini?" Farrel menatap Metta yang terlihat tak karuan, dengan mata yang membengkak karena menangis.
" Tentu saja, memangnya aku akan pulang kemana?" sahut Metta.
Metta membuka selfbelnya dan membuka pintu.
" Dan kamu segera pulang, ini sudah larut malam"
Farrel mengangguk dengan bibir yang di tarik keatas " Tentu saja aku akan pulang, memangnya kakak akan mengajakku tidur ditempat kakak? Ujar Farrel tertawa.
Metta mendengus, " Sudah jangan berfikir yang tidak tidak"
Farrel terkekeh..
" Sudah Kakak masuk sana"
Metta mengangguk dan berlalu dari sana.
Farrel melajukan mobilnya setelah memastikan Metta masuk kedalam rumah. Sementara Metta menyandarkan punggungnya dibalik pintu, menepuk pelan dadanya dengan telapak tangan " Astaga, jantung gue sepertinya bermasalah"
Metta bergidik tak ingin terus larut dalam kegamangan, beranjak menuju kamar dan menjatuhkan tubuhnya langsung ke ranjang empuknya. Terlelap begitu saja bahkan tanpa mengganti baju.
🍁🍁
tuk..
tuk..
"Kak..kaak.." Terdengar ketukan keras di pintu kamarnya.
" kaak woi ..kerja gak loe woi" ketukan itu berubah menjadi gedoran.
dug..dug...
Suara riuh sudah menggema disegala penjuru rumah, rutinitas pagi yang disertai celoteh celoteh khas dari kedua adiknya selalu meramaikan suasana.
Setelah beberapa saat.
Metta menggeliat, manik hitamnya belum terbuka dengan sempurna. Tangannya Meraba raba meja untuk mencari ponsel yang dia letakan, Seketika mata nya terbelalak, manik hitam itu membulat dengan sempurna.
" Astaga, gue kesiangan " Metta beranjak dengan cepat, berlari meraih knop pintu kamarnya menuju kamar mandi.
" Ahk kenapa gak ada kamar mandi di kamar gue sii" celotehnya dengan kesal.
Brukk.
" Aw.."
Metta terjengkang menabrak sesuatu, tidak keras namun tidak juga lembut. Metta beralih melihat sepasang kaki,
" Ahh.. Dasar adik kurang ajar" , ngapain si lo diem didepan pintu kamar gue"
Metta menepuk bokongnya yang sakit, beranjak berdiri dan mengepal tangan nya hendak meninju.
" Kau.." mata Metta terbelalak, melihat orang yang dia kira adiknya itu ternyata adalah Farrel, yang berada didepannya tengah tersenyum.
" Ke.. kena.kenapa kamu ada disini" tukas Metta heran.
Manik hitam nya memutar kesekeliling rumahnya.
" Pada kemana ini orang" gumamnya.
Bola mata metta beralih kembali pada Farrel yang tengah berdiri didepannya dengan tersenyum.
" Apa gue mimpi" gumamnya.
Farrel masih memandang Metta tanpa mengedip, tersenyum memperlihatkan semua giginya yang berderet dengan rapi. Melihat perempuan itu tetap cantik meski masih dengan muka bantalnya, dan rambutnya yang masih berantakan.
" Ah..sudahlah aku mau mandi."
Metta berlari menuju kamar mandi, melakukan ritual mandinya namun kali ini secepat kilat, meski setiap hari juga dia lakukan tidaklah lama, tak sampai 10 menit Metta selesai dengan rutinitasnya, Lalu keluar dengan menggunakan jubah mandinya.
"Aaakk..."
Metta berteriak melihat pria yang dia rasa ada di mimpinya masih berada disana, terduduk dengan ponsel ditangannya.
" Kenapa kau masih ada disini" tukas Metta dengan berteriak.
" Kakak kenapa"
" Cepat sekali mandinya" sahut Farrel terkekeh.
" Sha ada apa kenapa berteriak" tukas sang ibu yang muncul dari arah dapur.
Metta menghampiri ibunya dan berbisik " bu kenapa dia ada disini"
" Oh dia kan sengaja mau jemput kamu lah sha"
Metta terhenyak dan melotot ke arah Farrel yang tengah tersenyum ke arahnya.
jari telunjuk menunjuk dirinya sendiri " Aku??"
Ibu mengangguk " Benar, dan dia bilang dia pacar kamu"
sang ibu nampak menahan tawa ketika mengatakannya,
" Sudah ibu duga dia bukan driver online kan" Ganteng dan manis gitu anaknya.
Metta terhenyak " Apa pacar?
"Ahk sudahlah lebih baik aku bersiap siap dulu bu"
Ibu mengangguk " Ya sudah cepet sana, kasihan dia sudah nunggu kamu dari tadi" sahut ibunya kemudian ikut berlalu menuju ke dapur dan kembali melakukan aktifitasnya yang terhenti tadi.
🍁🍁
Flashback on
Farrel tiba didepan rumah Metta, menunggu beberapa saat kemudian memutuskan untuk memasuki pekarangan rumah sederhana itu, yerlihat berbagai tanaman yang tumbuh subur bertanda sang pemilik merawatnya dengan baik,
" Assalamualikum" ucap Farrel didepan pintu.
" Waalaikumsalam, " ucap Andra dari dalam.
" Berlari menuju pintu dan membukanya.
" Mmmph..cari siapa yaa" ucap Andra dengan mulut penuh, memperhatikan Farrel dari ujung kaki hingga ujung kepala.
" Cari kak Mettasha, Mm ka Sha??
" Ahk iyaa tunggu sebentar yaa" sahut Andra kemudian berlari menghampiri sang ibu.
" Tunggu seben.." ucap Sri terhenti setelah melihat Farrel.
"Lho kamu kan driver online itu yaa"
Farrel hanya tersenyum..
" Perkenalkan bu nama saya Farrel "
" Saya mau jemput kakak, "
Ayo masuk, Sha masih dikamar! tidak biasanya belum bangun, tunggu sebentar yaa"
Farrel duduk di ruang tamu..memperhatikan keluarga Metta, kedua adiknya yang ribut, celoteh ibunya dari dapur.
" Ayoo kak ikut sarapan, sambil nunggu kak Sha yang masih tidur " ujar Nissa.
" Ayo sini nak, sarapan dulu." ujar Sri
" Kaa Sha tumben budeg" sahut Andra yang lelah mengetok bahkan menggedor pintu kamar kakaknya.
"Hus..kamu ini" tukas Sri memukul bahu Andra .
"Buu sakit"
" Syukurin.." ucap Nissa yang seketika mendapat jambakan kecil dirambutnya yang sudah rapi.
"Abang.." menghentakkan kaki karena jambakan Andra membuat rambut yang sedikit rusak.
Farrel tersenyum melihat interaksi antar keduanya.
" Ahk seperti ini rasanya punya adik" bayinnya.
Andra menoleh pada Farrel,
" Siapanya kakak" ucap Andra ketus,
Naluri Sebagai anak laki laki satu satunya muncul begitu saja, Andra merasa berkewajiban untuk melindungi ketiga perempuan di keluarga nya.
" Pacarnya" ucap Farrel
Semua mata memandangnya tak percaya,
" Apa kau seriuse" tanya Andra.
" Yaa tentu saja".
" Apa kamu sedang bercanda" ucap Andra.
" Tidak aku seriuse" Farrel terkekeh..
Sementara Nissa hanya melongo.
" Gilaa, pacarnya kak Sha masih muda gini!! mana cakep lagi.." Batin Nisaa.
" Ka Sha dapet berondong donk yaaa" ucap Nissa langsung menutup mulutnya dengan kedua tangan.
Andra menepak kepala Nissa , membuat Nissa Meringis dan terkekeh bersamaan.
sementara Farrel tertawa.
" Yaa sudah cepat habiskan sarapan kalian" ucap Sri.
Mereka pun melanjutkan sarapan nya, sementara Metta masih berada di alam mimpinya.
" Nak Farrel bisa bantu ibu"?
"Kenapa bu.." tanya Farrel.
"Bagaimana kalo nak Farrel yang bangunin Sha"
" Aku bu" tukasnya
" iyaa soalnya ibu barusan dapet telf katanya pesanan sayur ibu sudah datang" ucap Sri
Farrel mengangguk dan berlalu menuju kamar Metta yang tadi ditunjukan oleh sang ibu.
" Kakak pasti kelelahan"
Saat tangannya hendak mengetuk, tiba tiba pintu itu terbuka.
Flashback Off
🍁🍁
Metta dan Farrel sudah berada di dalam mobil yang melaju dengan cepat. Metta terlihat terus melirik jam tangan yang melingkar indah di tangan mungilnya.
" Ah..kenapa gue mesti telat bangun sih, tumben banget lagi gak ada yang bangunin gue, tuh bocah 2 biasanya ribut ribut depan kamar gue, dan ini lagi kenapa dia ada dirumah gue?" Batin Metta
Jam pun berlalu dengan cepat, jalanan sudah sangat penuh kendaraan dengan tujuan masing masing, saling membunyikan klaksonnya.
" Gimana nih aku bisa kesiangan"
" Gak apa apa kak, sekali doank gak akan bikin kakak dipecat kan" sahut Farrel
" Iyaa gak dipecat, tapi gue kehilangan gaji satu hari full, Kejam banget kan tuh yang bikin peraturan" .
Deg..
" Mentang mentang orang kaya bikin peraturan seenaknya, heran gue" tukas Metta dengan berapi api.
"Gue yakin tuh, mereka juga gak tiap hari masuk kantor, secara cuma tau beres doank" tambah Metta kesal.
Farrel mengangguk nganggukan kepala, hatinya merasa tersindir.
" Ahk bego nya gue malah cerita sama loe yang gak ngerti".
" Aku senang bisa dengerin kakak cerita" sahut Farrel dengan menarik sudut bibirnya ke atas.
" Ahk kenapa manis sekali" batin Metta.
" Yaa sudah kakak cepet masuk, masih ada waktu sedikit lagi" ujar Farrel berbarengan dengan Metta yang keluar dari mobil lalu berlari meninggalkan Farrel begitu saja.
" Cx kakak ini"
Farrel kemudian melajukan mobilnya setelah melihat Metta menghilang masuk. Memasuki area parkir digedung itu. Memasuki gedung utama dari pintu masuk yang berlainan .
" Rubah peraturan yang memberatkan karyawan kita" tukas Farrel tiba tiba masuk ke ruangan Alan.
Alan mengeryit, menautkan kedua alisnya, melihat Farrel tiba tiba menerobos datang.
"Heh..".
"Hey..kenapa.. ada apa?" tukas Alan.
" Ahk sudah lah kau tidak akan mengerti" tukas Farrel dengan mendaratkan tubuhnya di sofa.
" Dasar aneh, datang langsung marah marah" gumam Alan, kembali memeriksa berkas diatas meja.
" Apa aku bilang ayah saja yaa"..
" Ah rapat yaa rapat..." Farrel mengangguk nganggukan kepalanya.
" Atau..."
Farrel bermonolog.
"Aku akan pergi meeting sebentar, kau tunggu lah disini ada beberapa berkas yang harus kau tanda tangani" ujar Alan tanpa menoleh.
" Yaa sudah mana berkasnya, sekalian daftar calon klien kita yang baru, aku akan mengeceknya" ucap Farrel dengan semangat
Alan mengernyit menempelkan telapak tangannya ke dahi Farrel " Apa kau sehat..
"Ada apa denganmu,"
Farrel mendengus dan menepis tangan Alan .
"Cx ..cepat berikan!
Salam Geje😘
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 294 Episodes
Comments
Kinan Rosa
wau farel gercep sekali 👍👍
2023-07-13
0
🌹🪴eiv🪴🌹
mendadak rajin oi.....😜
2022-11-18
1
Bzaa
setidaknya kenal dgn metta, farrel jdi lbh bersemangat buat kerja😆
2022-07-04
0