15. Tentang kita ( Faiz Dinandra)

"Bagaimana kau sudah bertemu dengannya" pertanyaan to the point itu langsung diajukan pada Alan yang baru tiba diruangannya.

Ruangan yang cukup besar, dengan interior yang klasik modern yang mendominasi, perpaduan warna abu abu dengan coklat. Dan tentu saja ruangan ini adalah karya pertama yang Farrel hasilkan di usia mudanya. Mendesain sendiri ruangan kerja.

"Astaga Aku aja belum duduk" tukas Alan melangkah melewati Farrel, dengan berkas laporan yang baru saja dia bawa dari ruangan Meeting.

" Nih semua laporan yang akan kau periksa "

" Akan ku kerjakan setelah kau menjawab pertanyaanku" sahut Farrel menaikkan kedua turunkan alis tebalnya ke arah Alan.

" Akan ku jawab setelah kau selesai memeriksa laporan ini" telunjuknya menekan berkas yang dia letakkan dimeja Farrel, dengan tatapan mengancam yang dia pasang kearah Farrel.

Farrel berdecak kesal, dia tidak mungkin mampu menolak namun dia enggan untuk mengalah.

" Disini aku bosnya" ucap Farrel dengan lantang.

Alan tak terpancing, dia akan setenang mungkin jika Farrel sedang mode egois seperti saat ini.

" Kalau gitu kau urus semua pekerjaan ini" tukas Alan dengan tenang.

" Aku lelah " berjalan menuju sofa yang berada di ruangan nya Merentangkan kedua tangannya yang ditempelkannya ke belakang kepala yang dia sandarkan di sandaran kursi.

"Rasanya sudah lama aku tidak mengambil cuti, bagaimana kalau besok aku pergi ke luar kota untuk berlibur, ah tidak tidak sekalian ke luar negeri saja " Alan berbicara dengan melihat angit langit kantor.

" Uang yang ada di rekeningku tak pernah keluar sama sekali, sayang sekali" lanjutnya lagi, namun kali ini melirikan ujung matanya ke arah Farrel, dan melihat bagaimana reaksi Farrel.

" Kau ini sombong sekali" Farrel tak berkutik.

" Baik baik kali ini kau menang, aku akan memeriksa laporan ini "

" Kau puas.."

Farrel akhirnya luluh tak berdaya dengan Ancaman dari Alan, dan Alan memang sengaja memancing Farrel.

" Tentu saja tuan muda hahaha" tukas Alan seiring merogoh benda pipih yang berada di balik jas kerjanya.

" Jangan memanggilku dengan sebutan menjijikan itu" sahut Farrel dengan menggebrak meja.

" Hahaaaha..kau memang tuan muda bukan"

" Apa yang salah dengan ucapanku"

ujar Alan yang masih tertawa terbahak.

" Kau terlalu banyak membaca novel " Farrel mendecak.

"Panggilanmu itu sungguh menjijikan, dan aku tidak mau di panggil seperti itu"

Hening tak ada jawaban dari Alan, Farrel menolehkan kepalanya ke arah Farrel yang tengah duduk di kursi yang ada di ruangannya, melihat Alan tengah fokus dengan ponselnya.

" Sialan..Pasti dia sedang membaca novel online " batin Farrel.

Alan memang kerap membaca novel novel online, satu satunya hiburan yang bisa dia lakukan ditengah perintah dari Arya maupun Farrel, satu satunya penghilang stress. Dan tak jarang dia mengucapkan kata kata yang selalu dia temukan didalam novelnya.Seperti kata tuan muda yang disematkannya pada Farrel.

Tidak ada perbincangan lagi diantara mereka, masing masing tengah sibuk menyelami dunianya sendiri. keheningan memenuhi ruangan itu, hanya terdengar jarum jam yang berdetik, dan suara guratan guratan dari pulpen.

"Aku sudah melihatnya, dan kau benar" tukas Alan tiba tiba memecah keheningan, tanpa mengalihkan matanya dari ponselnya.

Farrel yang tengah Fokus dengan berkas laporan nya terhenti dan menoleh

"Dia cantik seperti katamu, hasil pekerjaannya pun bagus" lanjutnya

Farrel tersenyum, wajahnya berubah cerah, manik hitamnya membinar.

" Aku tak pernah salah menilai seorang perempuan kan"

" Cx ucapanmu seolah kau seorang cassanova saja, kau bahkan belum pernah merasakan apa itu cinta, sekalipun cinta monyet"cibir Alan

" Memangnya kau berpengalaman" sahut Farrel

" Tidak pernah juga.."

Hahaha...Tawa mereka memenuhi ruangan, mereka tertawa bersama, saling menertawakan satu sama lain. Sama sama tidak pernah jatuh cinta. Farrel disibukan belajar dan belajar hingga tidak ada waktu mengenal cinta. Begitu juga Alan, waktu nya dia habiskan untuk bekerja dan bekerja mengabdi kepada Arya dan juga Farrel. Memang miris.

" Tapi aku masih muda daripada kau"

" Iyaa dan perempuan itu lebih cocok menjadi kakak iparmu " ledek Alan .

" Sialan, awas saja kalo berani mengambil milikku" sinis Farrel kembali ke mode anak manja yang tidak mau berbagi.

Alan terkekeh melihat perubahan yang ditunjukan Farrel.

" Apa kau sudah yakin"

Farrel mengangguk dengan yakin.

"Tapi sepertinya tidak akan mudah mendapatkannya" tukas Alan.

" Hm aku tau"

" Tapi aku akan berusaha keras"

" Jangan terlalu keras kamu masih kecil hahaah" tukas Alan sambil tertawa.

" Sialan otak mesum" Farrel ikut tertawa.

Denting waktu terus bergerak, seolah tak perduli, tak mau menunggu siapa pun barang sejenak, walau terkadang benak bisa mengelak namun raga tak mampu bergerak.

Farrel keluar dari ruangannya setelah selesai dengan laporan yang menumpuk tadi. Melirik jam tangan yang melingkar ditangannya, berlalu menuju lift, meski di gedung utama terdapat lift khusus untuk pemilik perusahaan, namun Farrel jarang menggunakan nya, dia akan menggunakan lift yang biasa di pakai oleh staf dan bawahan nya. Karena tentu saja belum banyak orang diperusahaan yang mengetahui dirinya, Farrel yang memang tidak pernah memperlihatkan dirinya sebagai Presiden direktur.

Sementara digedung yang lain

" Sha gimana motor loe udah kelar kan?"

ujar Dinda

Metta menggelengkan kepalanya.

"Lah kenapa kan kemaren tuh orang yang loe bahkan gak tau namanya dateng kesini" Dinda terkekeh.

" Dia hanya bilang motor gue rusak parah"

" Trus loe pulang gimana sekarang"

" Loe tenang aja din gue udah order taxi online koq"

" Loe gak mau bareng gue aja, ntar duit tabungan loe habis buat taxy online" Dinda semakin terkekeh ketika mengucapkannya.

" Sorry Din gue gak bilang kalo gue bakal dianter jemput tuh bocah" Batin metta

" Yaa gapapa, dari pada ikut sama loe yang gak searah, trus loe ntar mesti putar balik , malah lebih tekor loe entar sardin" cibir Metta lalu tertawa.

Dinda pun tertawa " iyaa jugaa sih yaaa "

Mereka berjalan keluar dengan tawanya yang belum berhenti.

Sementara dari kejauhan berdiri seseorang yang memperhatikan mereka dibalik mobil.

" Kalo gitu gue duluan yaa sha"

Dinda melajukan mobilnya berlalu meninggalkan Metta.

Metta mengangguk dan melambaikan tangannya kearah Dinda.

saat hendak melangkah tiba tiba ada suara yang memanggil namanya. Suara yang sangat dikenalinya, Metta bergeming, hatinya meragu untuk menoleh kearah suara yang memanggilnya. Hingga derap langkah kaki semakin mendekat.

" Sha.."

" Mas Faiz" lirih Metta memejamkan mata namun Metta enggan berbalik. Metta masih bergeming di posisi membelakanginya.

" Bisa kita bicara sebentar"

Metta mengepalkan tangannya, deru amarah tiba tiba tersulut dalam dirinya, merekatkan giginya menahan amarah yang membara dengan cepat.

" Apa yang ingin kau bicarakan"

"Lebih baik kau pergi dan tak usah kemari lagi"

ujar Metta tanpa merubah posisinya.

" Tentang kita"

Kali ini Metta berbalik, beradu pandang dengan wajah orang yang dulu sangat dicintainya, orang yang pernah membuat dirinya berada di ruang kasmaran, orang yang memenuhi rongga hati dan fikirannya, tapi juga menjadi orang yang membuatnya hancur tak berkeping, yang mengubah segala fikirannya. yang membuatnya kehilangan arah, Meninggalkan luka yang menganga lebar. Faiz Dinandra

" Untuk apa kau kembali " ucap Metta tajam.

" Apa yang kau magsud dengan kita" tanya Metta dengan tatapan mata yang seakan ingin menerkam habis menyisakan tulang belulang.

" Apa hal itu penting, Kurasa sudah tidak penting lagi " ucapnya kemudian berbalik.

Namun Faiz mencekal tangan Metta hingga membuat metta berbalik, tubuh mungilnya yang tidak seberapa itu menghempas dada bidang milik Faiz, kedua tangan Metta berada di atas dada Faiz, menahan tubuhnya agar menjauh, namun tangan kekar Faiz menahan erat pinggang Metta, sedikit menariknya lebih dekat. Terlihat mereka sedang berpelukan, meski kenyataan nya tidak begitu.

Tatapan mereka saling beradu, menyimpan sejuta kata kata yang tercekat di tenggorokan. Banyak tanya yang ingin terucap di mulut Metta namun hati dengan cepat menolaknya.

Metta menggerakan kedua tangan nya dengan kasar, mendorong Faiz hingga mundur beberap langkah. Darahnya kini semakin mendidih, bara api terlihat begitu kentara di hatinya.

" Sha aku mohon.."

" Sudahlah tidak ada yang perlu kita bicarakan bukan"

" Dengar kan aku dulu.."

" Aku tau aku salah, aku minta maaf "

" Maaf.. segampang itu kau meminta maaf hah.."

"Kemana hati nurani mu"

" Ahkkk..sudah lah kau bahkan tidak punya hati."

Metta kembali berbalik, dan hendak melangkah. Ingin segera pergi menjauh dari sana.Sekuat tenaga Metta menahan air mata agar tidak tumpah saat itu juga.

Faiz kembali mencekal tangan Metta, kali ini lebih keras dari tadi. Hingga Metta meringis.

" Lepas..lepaskan aku" teriak Metta dengan menarik tangannya.

" Dengarkan aku dulu..ku mohon" lirih Faiz enggan melepaskan metta dan menarik metta hingga hampir terhuyung.

"Lepaskan dia"

🍁🍁

Aku ingin bilang terima kasih buat kakak Dessy, kakak Reni, kakak syifa reader pertama yang selalu kasih aku jempol berharganya.

Terima kasih yaa kalian💕💕

Salam Geje😘

Terpopuler

Comments

Bzaa

Bzaa

hempaskan mantannn😉

2022-07-04

0

Nanda Afriany

Nanda Afriany

hempaskan Sha 😠

2022-06-20

1

Pipit Sopiah

Pipit Sopiah

lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut

2022-02-23

1

lihat semua
Episodes
1 1.Dasar Bocah
2 2.Dasar bocah 2
3 3.Gara gara Mini konser
4 4.Bengong loe
5 Tulang punggung ( Bukan, dia Manekin)
6 Rel..kereta api?
7 7. Stadium Akhir
8 8. Kopi ?? siapa..
9 Akhirnya Bertemu
10 Berikan Alamat Rumah Kakak
11 Hanya memanggil saja
12 12. Sumber Kebahagian
13 13.Driver gak tau diri
14 14.Nyaris bertemu
15 15. Tentang kita ( Faiz Dinandra)
16 16.Mengaku kekasih( Faiz Dinandra 2)
17 Ayoo Buka bajumu
18 Tempat Rahasia
19 Dapet Berondong donk
20 Ciuman pertama
21 kakak, tunggu aku!
22 Couple Helm
23 Dua adik sudah cukup
24 Alan Alfiansyah
25 Rencana Alan
26 Rencana Alan 2
27 Es Batu
28 Dasar tidak Peka..
29 Marahnya Farrel ( kejadian tak terduga)
30 Rapuh ( Jangan pergi)
31 Apa semalam kita?
32 Hentikan aku atau tuntaskan sampai selesai.
33 Salah memilih lawan ( Astaga, mimpi)
34 Rubah kecil ( Tasya Kirani )
35 Bolehkah aku cemburu?
36 Panggil dia Kekasihnya Farrel
37 Kencan??( Ungkapan Hati)
38 Si pengganggu..Metta(Sha) bukan Ta(Sya)
39 Apa kita jadian?
40 Baru saja jadian..
41 Pajak jadian
42 Panggil aku Calon kakak ipar ( Pajak jadian 2)
43 Keresahan Andra
44 Aku memang beruntung
45 Kejadian di salon
46 Salah lagi, kalah lagi
47 Rubah kecil datang lagi ( Restu)
48 Restu 2
49 Hanya Kamu
50 Gantungan inisial
51 FlashBack On
52 Kembali bekerja
53 Berdamailah dengan masa lalu
54 Biasakan diri
55 Doa sahabat
56 Cacing kepanasan
57 Pemilik rasa ( Kecewa)
58 Pemilik rasa 2
59 Penyebab semua masalah
60 Kesalahpahaman lagi(Penyesalan Tasya)
61 You are my Hero
62 Prasangka
63 Mauku kamu
64 Gak minta tapi gak nolak
65 Ngapel pacar( Misi kenangan)
66 Misi Kenangan( kereta Api)
67 Misi Kenangan (Kereta Api 2)
68 Misi Kenangan 3
69 Bandung (Hadiah dari Hati)
70 1 Love You Just the way u are
71 Perpisahan VS Pertemuan
72 Penyesalan Faiz
73 Foto keluarga
74 Pantas Bahagia
75 Doraemon
76 Peringatan kematian(Tabur bunga)
77 Dipecat secara tidak hormat
78 Muak
79 Terungkap
80 Rapat Direksi
81 Yes, i'do
82 Backstreet lagi
83 Penculikan
84 Menculik Rasa
85 Janji Bastian
86 Rumah sakit
87 Pacar Over Protective
88 Kepala Divisi baru
89 Kepala Divisi baru 2( Hampir meledak)
90 Titik terendah seorang Faiz
91 Belajar belanja
92 Itu....anu!
93 Rencana Ayah
94 Rencana Ayah 2
95 Rencana Ayah 3( Bernegosiasi)
96 Bernegosiasi 2
97 Let's Fight together
98 Kakak, menurutlah!
99 Gedung Utama
100 Hasil akhir(Menjelang peresmian)
101 Kerja sama keluarga
102 Bahagia tidak?
103 Kedatangan Dinda
104 Perasaan seorang ibu
105 kunjungan mendadak.
106 Kunjungan mendadak 2
107 Kunjungan mendadak 3(Kekhawatiran Ibu)
108 Tidak akan!
109 Salah faham
110 Drama
111 Sama- sama Egois
112 Lepaskan!
113 Sayang, lihatlah aku
114 Makan malam
115 Saran Bunda menyesatkan
116 Saran Bunda menyesatkan 2
117 Saran Bunda oke juga
118 Urusan yang tertunda
119 Aksi Tiwi
120 Aksi Tiwi 2 ( Gagal)
121 Siapa dia
122 Cemas
123 Shock...
124 Aku ingin melihatnya
125 Membuat khawatir
126 Modus orang sakit
127 Suster cinta
128 Suster cinta 2
129 Album Foto
130 Aib berponi
131 Tuan bercelana merah
132 Posesif manja
133 Penguping
134 Obrolan Tiga perempuan
135 Cinta dan Cita
136 Cinta dan Cita 2 (Chef gemulai)
137 Mimisan
138 Tiga hari lagi
139 Sama-sama kepala dua
140 Calon tunangan
141 Resah tanpa kabar
142 Aku melihat semuanya
143 Kebodohan apa?
144 Ayo mengumpat lagi.
145 Password ponsel
146 Selamat 20 tahun El, ( Doble pesta)
147 Doble pesta 2
148 latihan
149 Kejarlah cita mu
150 kejarlah cita mu 2
151 Gosip tetangga
152 Gosip tetangga 2
153 Gosip Tetangga 3
154 Gadis berambut merah
155 Murah hanya pada...
156 Akhirnya
157 Terlalu jujur
158 Doni Vs Tiwi
159 Doni Vs Tiwi 2
160 My cherry
161 Teman lama
162 Perdebatan di mobil
163 Seorang kakak
164 Seorang kakak 2
165 Seorang kakak 3
166 Temani aku
167 Obat paling manjur
168 Obat manjur 2
169 Sebentar lagi
170 Sebentar lagi 2
171 locked by you, only you
172 I Love You Like Crazy
173 Don't cry baby
174 Don't cry baby (2)
175 Jewelry eternity
176 Jewelry eternity 2
177 Perfect future wife
178 Cari penyakit
179 Cari penyakit 2
180 Masalah diantara rencana bahagia
181 Masalah diantara rencana bahagia2
182 Masalah diantara rencana bahagia 3
183 Masalah diantara rencana bahagia4
184 Masalah diantara rencana bahagia5
185 Masalah terurai bebas
186 Astaga
187 Astaga 2
188 Ada apa dengan Andra
189 Suddenly a bride
190 Suddenly a bride 2
191 Pesta resepsi
192 Royal Suite Room for MP
193 Royal Suite Room for MP2
194 Royal Suite Room for MP3
195 Royal Suite Room for MP4
196 Surprise lagi
197 Dia tidak akan berhenti
198 Doni terjebak permainannya
199 Temui aku malam ini, atau....
200 Eric Vs Doni
201 She is my wife
202 She is my wife 2
203 Aku takut jatuh
204 Terakhir melihatmu
205 Semua akan baik-baik saja
206 Hari Terakhir di negara B
207 Hari Terakhir di negara B 2
208 Kembali pulang
209 Perdebatan pertama setelah menikah
210 Gak bisa nanti ...
211 Menginap di rumah mertua
212 Menginap di rumah mertua2
213 Lebih penting dari ujian negara
214 Bukan hal penting
215 Mengantar Nissa
216 Mengantar Nissa 2(Semakin penasaran)
217 Aku tidak akan merebutmu, tapi...
218 Jamuan makan
219 Jamuan makan 2
220 Welcome home my beloved wife
221 Welcome home my beloved wife 2
222 Undangan makan malam
223 Undangan makan malam 2
224 Obsesi Chaira
225 Farrel, KELUAR KAU!
226 Membuatku menginginkannya.
227 Fikir saja sendiri
228 Biar Tahu Rasa
229 Kakak galak, tapi aku suka
230 Kakak!!!
231 Kakak luar biasa ..Naughty wife
232 Pengumuman.
233 Semakin manja
234 Bodoh kau Doni
235 Papah Doni
236 Bertemu Nissa
237 Keraguan Doni
238 Keraguan Doni 2
239 Ada ada saja
240 Gara-gara obat gatal
241 Manja luar biasa
242 Penyakit yang tidak ada obat
243 Bahagia Vs sedih
244 Tiwi Kritis
245 Menemui ibu Tiwi
246 Calon Papa ngidam
247 Bersenang-senang
248 Gejala ibu hamil
249 Kondisi Tiwi
250 Terlambat mengenalmu
251 Ini kenyataan, bukan mimpi
252 Ini kenyataan bukan mimpi 2
253 Ke sekolah Andra
254 Hadiah untuk Andra
255 Kak Doni ngapain?
256 Kak Doni ngapain 2
257 Saranghae...
258 Jangan suka nyosor, nanti khilaf
259 Katanya
260 Penggerebekkan
261 Kantor polisi
262 Akhirnya pulang
263 Ibu ter-the best
264 Papa El gak jelas
265 Sampai kapan
266 Amarah Farrel
267 Lakukanlah
268 Pillow talk
269 Rasanya semakin enak
270 Bisa jadi Jodoh
271 Jangan khawatir
272 Jangan ikut campur
273 Ibu hamil semakin berani
274 Manisnya mengalahkan gula
275 Masih tidak percaya.
276 Tidak boleh dapet yang baik?
277 Doni ternyata takut setan
278 Tia vs Doni ( Kecanduan Farrel)
279 Ruanganku atau Lobby
280 F&M Empire
281 Tia VS Nissa
282 Masih Suasana Peresmian
283 Kakak yang semakin manja
284 Wanita jadi-jadian
285 Story Telling Papa El
286 Perasaan Doni
287 Perjanjian (Tia & Doni)
288 Sikap Tia menyebalkan
289 Hadiah Doni
290 Mengatakan semuanya
291 Tidak ada gunanya marah
292 Akhir bahagia
293 Terima kasih
294 Promo novel baru "Istri Sewaan"
Episodes

Updated 294 Episodes

1
1.Dasar Bocah
2
2.Dasar bocah 2
3
3.Gara gara Mini konser
4
4.Bengong loe
5
Tulang punggung ( Bukan, dia Manekin)
6
Rel..kereta api?
7
7. Stadium Akhir
8
8. Kopi ?? siapa..
9
Akhirnya Bertemu
10
Berikan Alamat Rumah Kakak
11
Hanya memanggil saja
12
12. Sumber Kebahagian
13
13.Driver gak tau diri
14
14.Nyaris bertemu
15
15. Tentang kita ( Faiz Dinandra)
16
16.Mengaku kekasih( Faiz Dinandra 2)
17
Ayoo Buka bajumu
18
Tempat Rahasia
19
Dapet Berondong donk
20
Ciuman pertama
21
kakak, tunggu aku!
22
Couple Helm
23
Dua adik sudah cukup
24
Alan Alfiansyah
25
Rencana Alan
26
Rencana Alan 2
27
Es Batu
28
Dasar tidak Peka..
29
Marahnya Farrel ( kejadian tak terduga)
30
Rapuh ( Jangan pergi)
31
Apa semalam kita?
32
Hentikan aku atau tuntaskan sampai selesai.
33
Salah memilih lawan ( Astaga, mimpi)
34
Rubah kecil ( Tasya Kirani )
35
Bolehkah aku cemburu?
36
Panggil dia Kekasihnya Farrel
37
Kencan??( Ungkapan Hati)
38
Si pengganggu..Metta(Sha) bukan Ta(Sya)
39
Apa kita jadian?
40
Baru saja jadian..
41
Pajak jadian
42
Panggil aku Calon kakak ipar ( Pajak jadian 2)
43
Keresahan Andra
44
Aku memang beruntung
45
Kejadian di salon
46
Salah lagi, kalah lagi
47
Rubah kecil datang lagi ( Restu)
48
Restu 2
49
Hanya Kamu
50
Gantungan inisial
51
FlashBack On
52
Kembali bekerja
53
Berdamailah dengan masa lalu
54
Biasakan diri
55
Doa sahabat
56
Cacing kepanasan
57
Pemilik rasa ( Kecewa)
58
Pemilik rasa 2
59
Penyebab semua masalah
60
Kesalahpahaman lagi(Penyesalan Tasya)
61
You are my Hero
62
Prasangka
63
Mauku kamu
64
Gak minta tapi gak nolak
65
Ngapel pacar( Misi kenangan)
66
Misi Kenangan( kereta Api)
67
Misi Kenangan (Kereta Api 2)
68
Misi Kenangan 3
69
Bandung (Hadiah dari Hati)
70
1 Love You Just the way u are
71
Perpisahan VS Pertemuan
72
Penyesalan Faiz
73
Foto keluarga
74
Pantas Bahagia
75
Doraemon
76
Peringatan kematian(Tabur bunga)
77
Dipecat secara tidak hormat
78
Muak
79
Terungkap
80
Rapat Direksi
81
Yes, i'do
82
Backstreet lagi
83
Penculikan
84
Menculik Rasa
85
Janji Bastian
86
Rumah sakit
87
Pacar Over Protective
88
Kepala Divisi baru
89
Kepala Divisi baru 2( Hampir meledak)
90
Titik terendah seorang Faiz
91
Belajar belanja
92
Itu....anu!
93
Rencana Ayah
94
Rencana Ayah 2
95
Rencana Ayah 3( Bernegosiasi)
96
Bernegosiasi 2
97
Let's Fight together
98
Kakak, menurutlah!
99
Gedung Utama
100
Hasil akhir(Menjelang peresmian)
101
Kerja sama keluarga
102
Bahagia tidak?
103
Kedatangan Dinda
104
Perasaan seorang ibu
105
kunjungan mendadak.
106
Kunjungan mendadak 2
107
Kunjungan mendadak 3(Kekhawatiran Ibu)
108
Tidak akan!
109
Salah faham
110
Drama
111
Sama- sama Egois
112
Lepaskan!
113
Sayang, lihatlah aku
114
Makan malam
115
Saran Bunda menyesatkan
116
Saran Bunda menyesatkan 2
117
Saran Bunda oke juga
118
Urusan yang tertunda
119
Aksi Tiwi
120
Aksi Tiwi 2 ( Gagal)
121
Siapa dia
122
Cemas
123
Shock...
124
Aku ingin melihatnya
125
Membuat khawatir
126
Modus orang sakit
127
Suster cinta
128
Suster cinta 2
129
Album Foto
130
Aib berponi
131
Tuan bercelana merah
132
Posesif manja
133
Penguping
134
Obrolan Tiga perempuan
135
Cinta dan Cita
136
Cinta dan Cita 2 (Chef gemulai)
137
Mimisan
138
Tiga hari lagi
139
Sama-sama kepala dua
140
Calon tunangan
141
Resah tanpa kabar
142
Aku melihat semuanya
143
Kebodohan apa?
144
Ayo mengumpat lagi.
145
Password ponsel
146
Selamat 20 tahun El, ( Doble pesta)
147
Doble pesta 2
148
latihan
149
Kejarlah cita mu
150
kejarlah cita mu 2
151
Gosip tetangga
152
Gosip tetangga 2
153
Gosip Tetangga 3
154
Gadis berambut merah
155
Murah hanya pada...
156
Akhirnya
157
Terlalu jujur
158
Doni Vs Tiwi
159
Doni Vs Tiwi 2
160
My cherry
161
Teman lama
162
Perdebatan di mobil
163
Seorang kakak
164
Seorang kakak 2
165
Seorang kakak 3
166
Temani aku
167
Obat paling manjur
168
Obat manjur 2
169
Sebentar lagi
170
Sebentar lagi 2
171
locked by you, only you
172
I Love You Like Crazy
173
Don't cry baby
174
Don't cry baby (2)
175
Jewelry eternity
176
Jewelry eternity 2
177
Perfect future wife
178
Cari penyakit
179
Cari penyakit 2
180
Masalah diantara rencana bahagia
181
Masalah diantara rencana bahagia2
182
Masalah diantara rencana bahagia 3
183
Masalah diantara rencana bahagia4
184
Masalah diantara rencana bahagia5
185
Masalah terurai bebas
186
Astaga
187
Astaga 2
188
Ada apa dengan Andra
189
Suddenly a bride
190
Suddenly a bride 2
191
Pesta resepsi
192
Royal Suite Room for MP
193
Royal Suite Room for MP2
194
Royal Suite Room for MP3
195
Royal Suite Room for MP4
196
Surprise lagi
197
Dia tidak akan berhenti
198
Doni terjebak permainannya
199
Temui aku malam ini, atau....
200
Eric Vs Doni
201
She is my wife
202
She is my wife 2
203
Aku takut jatuh
204
Terakhir melihatmu
205
Semua akan baik-baik saja
206
Hari Terakhir di negara B
207
Hari Terakhir di negara B 2
208
Kembali pulang
209
Perdebatan pertama setelah menikah
210
Gak bisa nanti ...
211
Menginap di rumah mertua
212
Menginap di rumah mertua2
213
Lebih penting dari ujian negara
214
Bukan hal penting
215
Mengantar Nissa
216
Mengantar Nissa 2(Semakin penasaran)
217
Aku tidak akan merebutmu, tapi...
218
Jamuan makan
219
Jamuan makan 2
220
Welcome home my beloved wife
221
Welcome home my beloved wife 2
222
Undangan makan malam
223
Undangan makan malam 2
224
Obsesi Chaira
225
Farrel, KELUAR KAU!
226
Membuatku menginginkannya.
227
Fikir saja sendiri
228
Biar Tahu Rasa
229
Kakak galak, tapi aku suka
230
Kakak!!!
231
Kakak luar biasa ..Naughty wife
232
Pengumuman.
233
Semakin manja
234
Bodoh kau Doni
235
Papah Doni
236
Bertemu Nissa
237
Keraguan Doni
238
Keraguan Doni 2
239
Ada ada saja
240
Gara-gara obat gatal
241
Manja luar biasa
242
Penyakit yang tidak ada obat
243
Bahagia Vs sedih
244
Tiwi Kritis
245
Menemui ibu Tiwi
246
Calon Papa ngidam
247
Bersenang-senang
248
Gejala ibu hamil
249
Kondisi Tiwi
250
Terlambat mengenalmu
251
Ini kenyataan, bukan mimpi
252
Ini kenyataan bukan mimpi 2
253
Ke sekolah Andra
254
Hadiah untuk Andra
255
Kak Doni ngapain?
256
Kak Doni ngapain 2
257
Saranghae...
258
Jangan suka nyosor, nanti khilaf
259
Katanya
260
Penggerebekkan
261
Kantor polisi
262
Akhirnya pulang
263
Ibu ter-the best
264
Papa El gak jelas
265
Sampai kapan
266
Amarah Farrel
267
Lakukanlah
268
Pillow talk
269
Rasanya semakin enak
270
Bisa jadi Jodoh
271
Jangan khawatir
272
Jangan ikut campur
273
Ibu hamil semakin berani
274
Manisnya mengalahkan gula
275
Masih tidak percaya.
276
Tidak boleh dapet yang baik?
277
Doni ternyata takut setan
278
Tia vs Doni ( Kecanduan Farrel)
279
Ruanganku atau Lobby
280
F&M Empire
281
Tia VS Nissa
282
Masih Suasana Peresmian
283
Kakak yang semakin manja
284
Wanita jadi-jadian
285
Story Telling Papa El
286
Perasaan Doni
287
Perjanjian (Tia & Doni)
288
Sikap Tia menyebalkan
289
Hadiah Doni
290
Mengatakan semuanya
291
Tidak ada gunanya marah
292
Akhir bahagia
293
Terima kasih
294
Promo novel baru "Istri Sewaan"

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!