Satu Sekolah

Pagi sekali Meili dengan semangat berangkat ke sekolah. Hari ini ia berniat menceritakan kejadian yang biasa alami kemarin sore dengan teman baiknya.

"Tasya!" teriak Meili ketika ia melihat sahabatnya keluar dari mobilnya.

Gadis cantik berambut sebahu itu menoleh. "Ya," sahut Tasya.

"Apa kamu tau! Kemarin Lisa dan Tia mencoba mengambil gelang kesayanganku waktu di mall?"

Mereka yang bercerita sembari berjalan ke arah kelas.

"Benarkah!" Tasya yang menanggapi.

Meili menganggukkan kepalanya. "Hm, untung saja ada yang menolongku." Ia tersenyum mengingat pahlawan nya kemarin.

"Syukurlah kalau begitu," sahut Tasya.

Tak terasa kini mereka sudah sampai di kelas.

"Tapi, sepertinya aku pernah melihatnya tapi entah di mana?"

Meili mengingat-ingatnya, tapi tetap tidak mengingatnya.

"Siapa?"

"Entahlah." Jawab Meili kemudian duduk di bangku yang bersebelahan dengan Tasya.

*

*

Sedangkan Jessy sekarang, berada di ruang kepala sekolah untuk mengkonfirmasi kehadiran nya.

Jessy mendapatkan seragam dan beberapa buku pelajaran.

"Nanti kamu akan ke kelas bersama BU Sarah, yang juga sebagai wali kelas kamu." Pak sekolah yang memberitahu.

Jessy menganggukkan kepalanya. "Baik, Pak."

Tak lama bel masuk sekolah berbunyi.

"Ayo, kita ke kelas sekarang." ajak Bu Sarah.

Guru perempuan yang berumur 30 tahun itu berpakaian formal, dengan riasan yang cukup tebal. Apalagi bawahan rok span di atas lutut yang lumayan ketat, membuatnya terlihat ****.

"Baik."

Jessy berjalan di belakang Bu Sarah. Saat di koridor, matanya tidak sengaja melihat Lisa dan Tia yang sedang berlari mengelilingi halaman sekolah.

Mungkin kedua gadis itu mendapat hukuman karena terlibat gaduh dengan nya tadi. Dan bisa di lihat Lisa dan Tia sedang menatapnya tajam. Tapi juga namanya Jessy, ia mana peduli.

Dan saat ia mengalihkan pandangan nya, mata itu tak sengaja bertabrakan dengan pandangan seseorang yang juga menatap ke arahnya. Nathan.

Nathan berdiri tak jauh dari tempat Lisa dan Tia menjalankan hukuman. Ia mengawasi Lisa dan Tia sampai menyelesaikan hukuman.

Jessy langsung membuang pandangan nya. Dan mempercepat langkahnya nya.

Di dalam kelas, semua murid seketika terdiam saat Bu Sarah dan Jessy memasuki kelas.

"Ya Tuhan!" Meili membungkam mulutnya, saat tau siapa yang datang bersama Bu Sarah.

Sedangkan Tasya, tatapan matanya sulit di artikan.

"Anak-anak, mulai hari ini kelas sebelas IPA kedatangan murid baru. Ibu harap kalian bisa berteman dengan baik." Bu Sarah kemudian menoleh ke arah Jessy. "Ayo perkenalkan dirimu," titahnya.

"Saya Jessy, salam kenal." Perkenalkan dirinya singkat, padat dan mudah di mengerti.

"Hai," jawab semua murid.

Apalagi semua siswa yang begitu antusias dengan kedatangan Jessy.

"Jessy, kamu boleh duduk di bangku yang kosong." Bu Sarah menunjuk bangku kosong yang berada di samping kiri Meili.

Jessy langsung menuju bangku yang di maksud.

Saat Jessy akan duduk, ternyata ia melihat gadis yang di tolong nya kemarin sore sudah tersenyum lebar di sebelahnya.

Jessy menghembuskan nafasnya pelan.

"Hai, Jessy. Ternyata kita satu sekolah, bahkan satu kelas." Ujarnya dengan senyum yang masih terus mengembang.

Sedangkan Jessy hanya membalasnya dengan senyum datar.

Meili kemudian menoleh ke arah Tasya yang duduk di sebelah kanan nya. "Sya, orang yang menolongku kemarin itu ternyata Jessy anak baru.

Tasya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya.

"Meili ... jika ingin mengobrol, keluar!" Bu Sarah interupsinya.

Meili hanya tersenyum memperlihatkan deretan gigi putih nya.

*

*

Saat jam istirahat tiba, semua siswa yang biasanya langsung menyerbu kantin sekarang justru berkumpul di depan kelas Jessy.

Ternyata kabar soal murid baru itu sudah menyebar luas. Apalagi siswi cantik seperti Jessy, yang membuat siswa ingin berkenalan.

"Ehem, Jessy. Ayo kita ke kantin?" Ajak Meili dengan antusias.

Tasya yang ada di bangkunya sedang merapihkan bukunya, kemudian menoleh ke arah Meili. "Meili, ayo kita ke kantin!"

"Sebentar, aku sedang mengajak Jessy." Sahut Meili.

"Lo pergi aja, gue lagi males ke kantin." Tolak Jessy dan langsung memasang earphone di telinga nya, mendengarkan musik kesukaan nya.

Nyatanya Jessy sejak dulu memang jarang sekali ke kantin, ia lebih suka menghabiskan waktu untuk sendiri.

Meili mengerucutkan bibirnya. "Ya sudah kalau begitu," ucapnya kecewa. "Ayo Tasya kita ke kantin."

Di kantin Lis adanya Tia heran melihat suasana yang hanya di isi oleh beberapa siswi.

"Kok sepi?" Lisa mengedarkan pandangan nya. "Biasanya antri kayak orang antri ambil sembako."

Tia hanya mengangkat bahunya.

Saat kedua gadis itu menikmati makan siangnya samar-samar ia mendengar siswi lain sedang membicarakan sesuatu.

"Denger-denger ada murid baru, katanya dia cantik banget."

"Iya, blesteran juga."

"Wah, tambah berat nih kalau saingan nya kayak gitu. Pasti kaum Adam pada belok ke dia semua."

"Iya, padahal ada Tasya aja udah berat. Ini malah nambah satu lagi."

"Gimana nasib kita yang cuma remahan ini."

Mata Lisa membulat mendengar gosip itu, dan ternyata Tia juga menoleh ke ara Lisa.

"Jangan-jangan." tebak mereka berdua.

Karena sebelum kedatangan Jessy di sekolah itu, Tasya lah yang menjadi pencuri perhatian para siswa.

Selain cantik, ia juga sangat ramah terhadap siapa saja. Soal masalah pelajaran, juga dia sangat unggul. Apalagi dia seorang, wakil ketua OSIS. Menjadikan dia sempurna.

Meskipun ia masih kelas sebelas, tapi ia terpilih menjadi wakil ketua OSIS.

Hingga jam pulang sekolah tiba, Jessy berjalan begitu santai nya dengan earphone yang masih terpasang di telinganya. Bahkan ia tidak memperdulikan semua mata yang telah tertuju padanya.

Dan semua murid terperangah ketika, Jessy mulai mengendarai motor kesayangan nya mulai keluar dari area sekolah.

"Gila bro, nyali gue ciut kalau liat motornya."

"Iya, harga motor dia bisa buat beli tiga mobil honda Jazz."

"Tapi, gue pantang menyerah. Kalau jodoh gak lari kemana."

Ha ha ha ha.

Lisa dan Tia yang kebetulan lewat, semakin geram saja semua siswa memuji Jessy.

Motor yang di kendarai Jessy berhenti di halaman rumah yang di penuhi anggrek. Rumah siapa lagi, kalau bukan rumah nenek nya.

"Sayang, kamu sudah pulang?"

Mariam yang begitu antusias menyambut kepulangan cucunya.

"Hm." Jessy hanya berdehem. "Nek, Jessy lapar." Rengek nya.

"Ya sudah, tadi Nenek masak banyak. Terutama makanan kesukaan kamu."

Mariam segera mengajak Jessy ke meja makan, dan kemudian ikut menemani makan siang.

"Bagaimana, sekolahnya?" Tanya Mariam di sela-sela makan.

"Bagus."

"Terus, teman-teman nya bagaimana?"

"Ya begitulah."

"Ish, kamu ini. Apa tidak ada jawaban yang lain, kenapa pendek sekali." Mariam yang kesal dengan jawaban Jessy.

"Nenek, terus Jessy harus menjawabnya bagaimana? Memang itu kenyataanya. Tidak mungkin di panjang-panjangkan."

"Asal kamu tau, yang panjang itu lebih enak." sahut Mariam.

Uhuk uhuk uhuk.

Seketika Jessy tersedak makanan nya yang masih berada di dalam mulutnya. Tetapi Mariam dengan santai melanjutkan makan nya tanpa rasa berdosa.

...----------------...

Terpopuler

Comments

Deasy Dahlan

Deasy Dahlan

Mungkin jessy lum ketemu pawang ya... Nathan....

2025-02-26

0

☪︎𝘼𝚢𝒊꯱ 𝐐υє፝֟єηzαඞ

☪︎𝘼𝚢𝒊꯱ 𝐐υє፝֟єηzαඞ

otak dirimu kotor jessy/Sweat//Smug/

2024-11-21

0

☪︎𝘼𝚢𝒊꯱ 𝐐υє፝֟єηzαඞ

☪︎𝘼𝚢𝒊꯱ 𝐐υє፝֟єηzαඞ

mobilnya di gas seperti Honda atau gmn

2024-11-21

0

lihat semua
Episodes
1 Pronolog
2 Di Keluarkan Dari Sekolah
3 Tinggal Bersama Nenek
4 Mall
5 Sekolah Baru
6 Satu Sekolah
7 Nathan
8 Hukuman
9 Ketua OSIS
10 Angkringan
11 Berpelukan
12 Bertemu Mama
13 Saudara
14 Kamu menikah ya?
15 Hukuman Lagi
16 Pikir-pikir dulu
17 Makan Siang Bersama
18 Apa Pria Tua?
19 Setuju
20 Calon Suami
21 Pemaksaan
22 Teman kecil
23 Roti Sobek
24 Sekolah Lama
25 Curang
26 Membela Diri
27 Percikan Api
28 Main
29 Persiapan Hampir 100%
30 Jalan Lain
31 Dua Hari Lagi
32 Malu
33 Meminta Restu
34 Andai
35 H-1
36 Sah
37 Pergi tanpa doa
38 Takut Khilaf
39 Pulang
40 Nafkah
41 Suami
42 Siti
43 Rencana Liburan
44 Naik Motor
45 Liburan
46 Liburan 2
47 Secuil Rindu
48 Kembali
49 Gadis Yang Sama
50 Kesal
51 Terjawab Sudah
52 Rasa Nyaman
53 Apa Lo Kecewa?
54 Di Hukum Bersama
55 Undangan Makan
56 Seseorang
57 Makan Malam
58 Sakit Tak Berdarah
59 Rumah Sakit
60 Lelah
61 Salah Tingkah
62 Perlu Gue Bantu Lepas?
63 Pulang
64 Kejutan
65 Menyentuh Lainnya
66 Tragedi Pagi Hari
67 Memperbaiki Hubungan
68 Terima Kasih
69 Bekal
70 Pelajaran Biologi
71 Mencicipi
72 Promosi
73 Berbagi Suka Dan Duka
74 Malu
75 Nathan yang Nakal
76 Panggilan Baru
77 Kesal
78 Kamu
79 Kado Tasya
80 Kejutan.
81 Minta Maaf
82 Menjaganya Untuk Ku
83 Cacar Air
84 Penjelasan
85 Fiesta
86 Meili Dalam Bahaya
87 Hening
88 Haruka
89 Sangat Sulit
90 Tidak Yakin
91 Sorry
92 Rasa Sakit
93 Jarum suntik
94 Lodeh Menjadi Rendang
95 Merindukanmu
96 Piktor
97 Ide Gila Jessy
98 Memberi Semangat
99 Akhir Ujian
100 Rumah Makan Mariam
101 Tidak Suka
102 Menghindar
103 Untuk Mama
104 Hancur
105 Pantai
106 Publish
107 Hari Patah Hati
108 Prom Night Spesial
109 Hak Milik
110 Vila
111 Baby
112 Berubah
113 Drama Jessy
114 Pengakuan
115 Hamil?
116 Rugi
117 Takut
118 Istri Menyebalkan
119 Butik
120 Firasat
121 Kenyataan Pahit
122 Kritis
123 Tidak Berasa
124 Nenek Sadarkan Diri
125 Mengakhiri
126 Masa Lalu
127 Bertemu Kembali
128 Suasana Tegang
129 Baby Boy?
130 Kembali
131 Pindah
132 Aku Baik-baik Saja
133 Penyesalan Yang Terlambat
134 Mencoba Ikhlas (END)
135 pengumuman
Episodes

Updated 135 Episodes

1
Pronolog
2
Di Keluarkan Dari Sekolah
3
Tinggal Bersama Nenek
4
Mall
5
Sekolah Baru
6
Satu Sekolah
7
Nathan
8
Hukuman
9
Ketua OSIS
10
Angkringan
11
Berpelukan
12
Bertemu Mama
13
Saudara
14
Kamu menikah ya?
15
Hukuman Lagi
16
Pikir-pikir dulu
17
Makan Siang Bersama
18
Apa Pria Tua?
19
Setuju
20
Calon Suami
21
Pemaksaan
22
Teman kecil
23
Roti Sobek
24
Sekolah Lama
25
Curang
26
Membela Diri
27
Percikan Api
28
Main
29
Persiapan Hampir 100%
30
Jalan Lain
31
Dua Hari Lagi
32
Malu
33
Meminta Restu
34
Andai
35
H-1
36
Sah
37
Pergi tanpa doa
38
Takut Khilaf
39
Pulang
40
Nafkah
41
Suami
42
Siti
43
Rencana Liburan
44
Naik Motor
45
Liburan
46
Liburan 2
47
Secuil Rindu
48
Kembali
49
Gadis Yang Sama
50
Kesal
51
Terjawab Sudah
52
Rasa Nyaman
53
Apa Lo Kecewa?
54
Di Hukum Bersama
55
Undangan Makan
56
Seseorang
57
Makan Malam
58
Sakit Tak Berdarah
59
Rumah Sakit
60
Lelah
61
Salah Tingkah
62
Perlu Gue Bantu Lepas?
63
Pulang
64
Kejutan
65
Menyentuh Lainnya
66
Tragedi Pagi Hari
67
Memperbaiki Hubungan
68
Terima Kasih
69
Bekal
70
Pelajaran Biologi
71
Mencicipi
72
Promosi
73
Berbagi Suka Dan Duka
74
Malu
75
Nathan yang Nakal
76
Panggilan Baru
77
Kesal
78
Kamu
79
Kado Tasya
80
Kejutan.
81
Minta Maaf
82
Menjaganya Untuk Ku
83
Cacar Air
84
Penjelasan
85
Fiesta
86
Meili Dalam Bahaya
87
Hening
88
Haruka
89
Sangat Sulit
90
Tidak Yakin
91
Sorry
92
Rasa Sakit
93
Jarum suntik
94
Lodeh Menjadi Rendang
95
Merindukanmu
96
Piktor
97
Ide Gila Jessy
98
Memberi Semangat
99
Akhir Ujian
100
Rumah Makan Mariam
101
Tidak Suka
102
Menghindar
103
Untuk Mama
104
Hancur
105
Pantai
106
Publish
107
Hari Patah Hati
108
Prom Night Spesial
109
Hak Milik
110
Vila
111
Baby
112
Berubah
113
Drama Jessy
114
Pengakuan
115
Hamil?
116
Rugi
117
Takut
118
Istri Menyebalkan
119
Butik
120
Firasat
121
Kenyataan Pahit
122
Kritis
123
Tidak Berasa
124
Nenek Sadarkan Diri
125
Mengakhiri
126
Masa Lalu
127
Bertemu Kembali
128
Suasana Tegang
129
Baby Boy?
130
Kembali
131
Pindah
132
Aku Baik-baik Saja
133
Penyesalan Yang Terlambat
134
Mencoba Ikhlas (END)
135
pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!