Saling Menguatkan

Happy reading ❤️

Sedangkan Sabina sibuk dengan pikirannya sendiri, "Amanda sangat sempurna, pasti Gibran akan sulit menerima kenyataan bahwa istrinya ini tidaklah sempurna," pikir Sabina dalam hatinya. Entah kenapa Sabina begitu merasa sedih saat ini.

Sabina berjalan dan berdiri di tepian, memandangi suasana hijau Ubud. Ia menarik nafas dalam dan berusaha melupakan apa yang baru saja terjadi.

"Gibran akan terbiasa dan menerima keadaanmu, Bina. Gibran seorang teman yang baik." Sabina menenangkan dirinya sendiri. Ia selalu berusaha untuk berpikiran positif.

"Bina motornya sudah datang, ayo kita sarapan dan pergi berkeliling." Ajak Gibran yang kini berdiri di sebelahnya.

Nampak raut wajah Gibran yang terlihat cemas, ia takut Sabina tersinggung dan marah dengan apa yang ia lakukan tadi.

"Ayo !" Jawab Sabina penuh semangat. Apa yang Gibran khawatirkan sepertinya tak terjadi. Seketika hatinya merasa lega.

Sabina tidak marah, tidak juga merajuk tapi tetap Gibran menyesali apa yang telah ia lakukan. Baru kali ini ia dan Sabina menjadi begitu dekat. Butuh waktu untuk Gibran menyesuaikan diri.

"Katanya mau makan tapi malah diam." Sabina memajukan wajahnya mendekati Gibran yang sibuk dengan pikirannya sendiri.

Gadis itu tersenyum nakal dan menjulurkan lidahnya menggoda lelaki yang kini menjadi suaminya itu.

"Hayoo ngelamunin apa? Yuk makan dan jalan-jalan," ajak Sabina yang kini membalikkan badannya dan mulai meninggalkan Gibran.

Gibran tersenyum ketika Sabina mulai meninggalkannya, gadis itu begitu tenang dan ceria. Sepertinya Tuhan memang sudah berencana mengirimkan Sabina sebagai teman pelipur laranya.

"Bina, tunggu !" Gibran pun mulai berjalan menyusul istrinya itu.

***

"Kamu udah siap ?" Tanya Gibran pada Sabina.

"Hu'um," gumam Sabina sembari menganggukan kepalanya.

Sabina mengenakan skinny jeans biru navy dengan robekan di beberapa bagian, kemeja flanel kotak-kotak berwarna biru dan merah dengan kaos putih polos di dalamnya dan sepatu kets putih. Rambut panjangnya ia kepang agar tidak kusut bila terkena angin.

Gibran terpukau untuk sesaat, karena Sabina biasanya tampil begitu feminim dan manis tapi terlihat begitu berbeda hari ini.

"Kamu yakin Bina ?" Gibran kembali bertanya karena biasanya jarang sekali seorang wanita yang mau diajak berkeliling menggunakan motor.

"Yakin dong ! Dulu ayah atau kakakku Saka juga suka mengajak aku berkeliling mengenakan motor. Jadi aku sudah terbiasa." Jawab Sabina penuh semangat.

"Hmm..  ayo kalau begitu kita berangkat sekarang biar gak terlalu siang." Ajak Gibran.

Di luar vila telah terparkir sebuah motor besar Harley Davidson yang akan digunakan untuk berkeliling Bali di hari ini.

Gibran menyerahkan sebuah helm dan memasangkannya pada Sabina. Keduanya diam dalam sunyi, meski telah berteman selama satu tahun terakhir ini namun untuk berdekatan seperti ini baru mereka alami setelah keduanya terpaksa menikah.

"Amanda mana mau diajak naik motor, naik mobil pun ia menunggu AC menyala dan mobil sudah dalam suhu dingin baru dia mau masuk ke dalam mobil." Ucap Gibran sembari tertawa mengingat hal lucu tentang wanita yang telah meninggalkannya demi lelaki lain.

"Ah... maaf," Gibran sadar telah membicarakan seorang wanita yang telah menyakitinya juga Sabina.

"Its oke, tak usah meminta maaf. Tentu banyak kenangan tentang seseorang yang kita cintai dan tak mudah bagi kita untuk melupakannya." Jawab Sabina tanpa rasa marah.

Ia tak marah Gibran menceritakan mantan kekasihnya, Sabina mengerti tentu sulit bagi Gibran untuk melupakan wanita yang sangat dicintainya itu.

Gibran tersenyum hambar ketika Sabina mengucapkan itu, tanpa berkata-kata lagi ia menaiki motornya dan kemudian di susul oleh Sabina.

"Pegangan Bina," Gibran menarik tangan Sabina agar memeluk pinggangnya.

Sabina menuruti itu dengan dada sedikit berdebar.

"Eh, kenapa ini ?" Tanya Sabina pada dirinya sendiri.

Sedangkan Gibran, ia tersenyum senang melihat tangan Sabina melingkar di pinggangnya.

***

Mereka berkeliling Bali dengan motor itu dalam beberapa jam, karena Gibran memang sering melakukan itu jadi ia tak membutuhkan seorang guide untuk kegiatan hari ini.

Mereka berhenti ketika telah tiba di sebuah pantai yang indah namun sepi pengunjung.

"Aku suka ke pantai ini, tak terlalu ramai tapi indah." Ucap Gibran seraya menyerahkan buah kelapa yang telah siap untuk dinikmati pada Sabina.

"Terimakasih," Sabina menerima buah itu dan mulai menikmatinya.

"Cape gak ?" Tanya Gibran.

"Nggak," jawab Sabina seraya tersenyum sehingga deretan gigi putihnya yang rapih terlihat jelas.

Senyum yang selalu bisa menular pada suaminya itu. Karena kini Gibran pun tersenyum pada Sabina tanpa alasan.

"Mau main air ?"

"Pengen sih tapi aku gak bawa baju ganti," jawab Sabina sembari terus menikmati buah kelapanya.

"Aku gendong aja mau ?" Tanya Gibran lagi.

"Hah ?" Sabina balik bertanya seraya membulatkan matanya.

"Aku gendong di punggungku aja. Mau ? Jadi gak akan basah. Ayo sini pegangan." Gibran membalikkan badannya dan meminta Sabina untuk memeluknya dari arah belakang sebagai pegangan.

Sabina terdiam menatap punggung lebar dan kokoh itu.

"Ayo," ajak Gibran lagi sembari menolehkan kepalanya.

Meski ragu, Sabina akhirnya menuruti. Ia mengalungkan tangannya pada leher suaminya dan Gibran pun berdiri dengan memangku Sabina di punggungnya.

"Ternyata kamu ringan banget, Bina."  Gibran tertawa ketika mengatakan itu.

"Enak aja, makan aku banyak tau !" Jawab Sabina seraya mengeratkan pelukannya dan Gibran kembali tertawa.

Memang belum ada getaran atau apapun yang di rasakan keduanya saat ini. Namun baik Gibran maupun Sabina merasakan sangat nyaman dengan kedekatan mereka di hari ini.

"Gibran aku bisa jalan, jadi turunin aja gak apa-apa."

"Jangan nanti kaki kamu kotor kena pasir  dan pasti gak akan nyaman jika pakai sepatu lagi" tolak Gibran.

"Nanti aku bersihin kaki aku," Sabina mencari alasan agar Gibran menurunkannya.

"Udah ah gini aja, pokoknya nurut sama aku." Gibran bersikeras. Entah kenapa ia sangat enggan menurunkan Sabina dari pangkuannya.

***

Pada sore hari keduanya telah sampai kembali di vila mereka. Secara silih berganti membersihkan diri, dimulai dari Sabina yang terlebih dahulu melakukan itu.

Sabina duduk di sebuah bangku yang berada di luar vila yang letaknya tak jauh dari kolam renang. Ia duduk dengan pandangan menerawang seolah memikirkan sesuatu. Gibran datang dan duduk di sebelahnya.

"Kamu cape ?" Tanya Gibran membuyarkan lamunan Sabina.

"Nggak, aku malah senang sekali hari ini. Terimakasih Andre." Jawab Sabina tanpa ia sadari telah salah menyebutkan nama.

Gibran tersenyum samar, tanpa Sabina ceritakan pun akhirnya ia tahu siapa yang Sabina lamunkan tadi.

"Ah... Maaf..." Ucap Sabina menyesali apa yang telah ia ucapkan.

"Its oke Bina, seperti yang kamu ucapkan tadi pagi. Pasti sulit melupakan seseorang yang pernah sangat kita cintai meskipun mereka telah menyakiti hati kita."

Sabina menyenderkan kepalanya pada bahu Gibran dan menghela nafasnya.

"Andre adalah cinta pertama aku, meski tak ingin mengingatnya tapi ternyata sulit untuk melupakannya." Ucap Sabina dengan sendunya.

"Amanda juga cinta pertama bagiku, sehingga aku pun sulit menerima ini," timpal Gibran.

"Semoga kita dapat segera menemukan cinta terakhir yang bisa membuat kita bahagia dan melupakan mereka," ucap Sabina lagi.

"Pasti Bina, kita pasti menemukannya dan kita pasti akan bahagia." Jawab Gibran berusaha menghibur Sabina dan juga dirinya sendiri.

Gibran melingkarkan tangannya pada bahu Sabina dan menarik gadis itu untuk lebih dekat dengannya.

Dua insan patah hati ini, sedang saling menghibur satu sama lain. Berusaha saling menguatkan untuk bisa melalui masa pahit ini.

Bersambung...

Masih slow update yaaa

Mumpung Senin vote bagi yang ikhlas ya.

Makasih ❤️❤️❤️

Terpopuler

Comments

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️

tanpa mereka sedar mereka lah cinta terakhir buat masing huhu semoga yaa.

2024-08-07

0

Ayuna Kamelia

Ayuna Kamelia

aduhhh so sweet bgt dua hati yg sedang patah mulai tertaut uwu bgt

2023-12-21

0

Dewi Nurmalasari

Dewi Nurmalasari

biasalah missqueen g tau diri

2023-09-26

0

lihat semua
Episodes
1 Menjelang Pernikahan
2 Akad Nikah
3 Malam
4 Malam ( 2 )
5 The Morning After
6 Kesepakatan
7 Bulan Madu
8 Saling Menguatkan
9 Kembali Ke Jakarta
10 Lamunan
11 Makan Malam
12 Hari Pertama Di Dunia Nyata
13 Masih Di Hari Pertama
14 Memperhatikan
15 Bab Ke 15
16 Memperhatikan Dari Jauh
17 Tentang Rasa
18 Berusaha Saling Mengenal
19 Amanda
20 Jangan Jatuh Cinta Lagi
21 Tak Ada Yang Tahu
22 Marah
23 Sogokan
24 Kembali Bersama
25 Ibu Mertua
26 Kenyataannya
27 Kejutan
28 Bingung Judulnya
29 Patah Hati
30 Memutuskan
31 Memenuhi Pikiran
32 Kamu
33 Kamu (2)
34 Dan Itu Kamu...
35 Cinta
36 Gajian
37 Membatalkan
38 Makan Siang
39 Makan Siang
40 Terkuak
41 Pengumuman
42 Acara Amal 1
43 Acara Amal 2
44 Malam Setelah Acara
45 Yang Kemudian Terjadi
46 Sudah Sempurna
47 Membuktikan Ucapan
48 Perbuatan Bodoh
49 Marahan
50 Ancaman
51 Baikan
52 Gaun Keramat
53 Kesepakatan Baru
54 Kesepakatan Lain
55 Kangen
56 Dinner
57 Menyelesaikan Masalah
58 Masih Di Akhir Pekan
59 Akhir Pekan yang Lain
60 Ketemu Ibu
61 Sakit
62 Dua Garis
63 Pulang
64 Yang Kemudian Terjadi
65 Kamu Yang Meninggalkan Aku
66 Kesempatan
67 Setelah 1 Bulan Berlalu
68 Tanggung Jawab
69 Rahasia Kecil
70 Ancaman Sabina
71 Mangga
72 Rahasia Lainnya
73 Baby Shower
74 Iri
75 Ungkapan Perasaan
76 Bukan Jarak Yang Memisahkan
77 Pengakuan
78 Konsekuensi
79 Masalah Baru
80 Tersiksa
81 Masih Diselimuti Sunyi
82 Sesuai Kesepakatan
83 Tak Seperti Biasanya
84 Hasil Mesin Pencarian
85 Menjelang Satu Tahun
86 Tak Mau Mengerti
87 Menentukan Pilihan
88 Luapan Amarah
89 Penolakan Andre
90 Bertemu
91 Apa Yang Dituai
92 Your Second Best
93 Birthday Dinner
94 Aku Yang Bersalah
95 Bukan Mauku
96 Kejutan
97 Pengakuan
98 Selamat Hari Jadi
99 Masih Di Hari Jadi
100 Resah Yang Sama
101 Kedatangan Andre.
102 Menepati Janji
103 Sudah Memaafkan
104 Perasaan Hancur
105 Selamat Datang Athalla
106 Hadiah
107 Aku !
108 Aku Yang Akan Datang Padamu
109 Menghindari
110 Merasa Lebih Baik
111 Mencari Solusi
112 Tak Habis Pikir
113 Mengabaikan
114 My Only Love
115 Menjelaskan
116 Sudah Memutuskan
117 Impianku
118 Katakan Padaku
119 Tanda Cinta
120 Keindahanmu Hanya Milikku
121 The Finale
122 Bonchap 1 : Dr. Go
123 Bonchap 2
124 Bonchap 3
125 Bonchap 4
126 Bonchap 5
127 Bukan Update Ya, Tapi Mohon Dibaca
128 Bonchap 6
129 Last Bonus Chapter
130 Bonus Lagi
131 Pengumuman
132 Promo Novel
133 Promo Novel Baru
Episodes

Updated 133 Episodes

1
Menjelang Pernikahan
2
Akad Nikah
3
Malam
4
Malam ( 2 )
5
The Morning After
6
Kesepakatan
7
Bulan Madu
8
Saling Menguatkan
9
Kembali Ke Jakarta
10
Lamunan
11
Makan Malam
12
Hari Pertama Di Dunia Nyata
13
Masih Di Hari Pertama
14
Memperhatikan
15
Bab Ke 15
16
Memperhatikan Dari Jauh
17
Tentang Rasa
18
Berusaha Saling Mengenal
19
Amanda
20
Jangan Jatuh Cinta Lagi
21
Tak Ada Yang Tahu
22
Marah
23
Sogokan
24
Kembali Bersama
25
Ibu Mertua
26
Kenyataannya
27
Kejutan
28
Bingung Judulnya
29
Patah Hati
30
Memutuskan
31
Memenuhi Pikiran
32
Kamu
33
Kamu (2)
34
Dan Itu Kamu...
35
Cinta
36
Gajian
37
Membatalkan
38
Makan Siang
39
Makan Siang
40
Terkuak
41
Pengumuman
42
Acara Amal 1
43
Acara Amal 2
44
Malam Setelah Acara
45
Yang Kemudian Terjadi
46
Sudah Sempurna
47
Membuktikan Ucapan
48
Perbuatan Bodoh
49
Marahan
50
Ancaman
51
Baikan
52
Gaun Keramat
53
Kesepakatan Baru
54
Kesepakatan Lain
55
Kangen
56
Dinner
57
Menyelesaikan Masalah
58
Masih Di Akhir Pekan
59
Akhir Pekan yang Lain
60
Ketemu Ibu
61
Sakit
62
Dua Garis
63
Pulang
64
Yang Kemudian Terjadi
65
Kamu Yang Meninggalkan Aku
66
Kesempatan
67
Setelah 1 Bulan Berlalu
68
Tanggung Jawab
69
Rahasia Kecil
70
Ancaman Sabina
71
Mangga
72
Rahasia Lainnya
73
Baby Shower
74
Iri
75
Ungkapan Perasaan
76
Bukan Jarak Yang Memisahkan
77
Pengakuan
78
Konsekuensi
79
Masalah Baru
80
Tersiksa
81
Masih Diselimuti Sunyi
82
Sesuai Kesepakatan
83
Tak Seperti Biasanya
84
Hasil Mesin Pencarian
85
Menjelang Satu Tahun
86
Tak Mau Mengerti
87
Menentukan Pilihan
88
Luapan Amarah
89
Penolakan Andre
90
Bertemu
91
Apa Yang Dituai
92
Your Second Best
93
Birthday Dinner
94
Aku Yang Bersalah
95
Bukan Mauku
96
Kejutan
97
Pengakuan
98
Selamat Hari Jadi
99
Masih Di Hari Jadi
100
Resah Yang Sama
101
Kedatangan Andre.
102
Menepati Janji
103
Sudah Memaafkan
104
Perasaan Hancur
105
Selamat Datang Athalla
106
Hadiah
107
Aku !
108
Aku Yang Akan Datang Padamu
109
Menghindari
110
Merasa Lebih Baik
111
Mencari Solusi
112
Tak Habis Pikir
113
Mengabaikan
114
My Only Love
115
Menjelaskan
116
Sudah Memutuskan
117
Impianku
118
Katakan Padaku
119
Tanda Cinta
120
Keindahanmu Hanya Milikku
121
The Finale
122
Bonchap 1 : Dr. Go
123
Bonchap 2
124
Bonchap 3
125
Bonchap 4
126
Bonchap 5
127
Bukan Update Ya, Tapi Mohon Dibaca
128
Bonchap 6
129
Last Bonus Chapter
130
Bonus Lagi
131
Pengumuman
132
Promo Novel
133
Promo Novel Baru

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!