Akan aku akhiri semua ini, AJIAN KANURAGAN BANDAYUDHA : NAGA KAMBAL BINJAKA!" Wijaya mengeratkan kedua kepalan tangannya, muncul dua siluet naga merah padam memutari tangan Wijaya.
"AAAARGH," Wijaya Kusuma melesat menuju tiga bola Azula Agni beruntun.
Di bawah kedua telapak kaki Wijaya Kusuma muncul aura merah menyala, mendorong Wijaya Kusuma melebihi batas kecepatan dirinya seperti booster Nitrous Oxide System (NOS).
"SHUUAA....SWUUUSH....," Wijaya Kusuma menabrak bola azula agni pertama,"BAM". Wijaya Kusuma berhasil menerobos lurus menuju bola azula agni kedua bertubrukan kembali,"BAM". Wijaya Berhasil menerobos kembali, Wijaya menambahkan booster kecepatannya, "SWUUSH...SHUAAA...," Wijaya Kusuma melesat lebih cepat dengan mata yang lebih tajam kembali menabrak bola azula agni yang ketiga, "BOOOOM...".
"Berhasil, rasakan itu bocah tengik!, berani kau macam macam denganku!" gumam Maung Sanjaya dengan tersenyum lebar.
Senyum lebar itu berubah menjadi wajah yang murung, ketika Wijaya Kusuma berhasil menerobos bola azula agni yang ketiga. Maung Sanjaya membelalakan mata dan mencoba menghindar namun Wijaya Kusuma terlalu cepat, hanya bisa menyilangkan dada untuk menahan serangan Wijaya Kusuma, "BOOOOOOOOM", silangan tangan di dadanya sebagai pertahanan terlepas sehingga pertahanannya terbuka, Maung Sanjaya terpental sangat jauh lima kilometer dari tempatnya berdiri menahan pukulan Wijaya, "SWIIIIIIING."
"SHUA...SWUSH...", melihat Maung Sanjaya pertahanannya terbuka Wijaya kembali melesat cepat menuju Maung Sanjaya yang masih melayang terpental, Maung Sanjaya tidak bisa memprediksikan pola serangan Wijaya Kusuma. Maung Sanjaya kembali jadi samsak Wijaya Kusuma di pukul rahangnya dari bawah, tubuh Maung Sanjaya terpental ke atas 10 meter di atas tanah. Wijaya sedikit berlutut, menumpukan kakinya sebagai tolakan untuk meloncat menuju Maung sanjaya, Wijaya mendaratkan tendangan ke perut Maung Sanjaya,"BAM".
Wijaya Kusuma berhasil membuat perut Maung Sanjaya berlubang,"Aaaakh," Maung Sanjaya muntah darah sangat banyak dari mulutnya.
"BRUK", tubuh Maung Sanjaya jatuh ke tanah. Wijaya pun berputar beberapa kali dan turun perlahan, "TAP.TAP.SYUT."
"Uhuk,uhuk,uhuk, aku tak menyangka kau bocah tengik bisa membuatku semangat bertarung dan bisa mengalahkanku, aku mengakuimu dan jagalah rakyat Kerajaan Maung. Aku memberikan warisanku padamu, ketika kau terbangun warisanku sudah ada di depanmu berupa batu mustika Maung Loka, Kitab pancer agni saansinu munda, dan mahkota Kurusetra Bishava.
BATU MUSTIKA MAUNG LOKA
Batu mustika yang berwana merah mengkilap seperti batu ruby, ukurannya bulat kecil seperti telur burung puyuh yang dimiliki leluhur terkuat siluman harimau dan esensi jiwa Maung Loka yang bermanifestasi. Bagi pemilik batu mustika ini Seluruh siluman Maung akan tunduk dan patuh kepada pemilik batu mustika ini. Maung Loka adalah leluhur binatang suci yang menjaga Bimantala Javaruka.
MAHKOTA KURUSETRA BHEVARA
Mahkota penguasa tujuh binatang Suci penjaga benua Nusantara yang terletak di setiap Bimantala. Bagi pemilik mahkota ini seluruh siluman di benua nusantara akan tunduk dan patuh. Dengan syarat bisa memilik batu mustika setiap leluhur binatang suci.
*Di luar gua*
Sudah satu jam Wijaya Kusuma berada di dalam gua, Maung Bodas mondar mandir khawatir tentang Wijaya Kusuma.
"Apakah tuanku berhasil mengalahkan leluhur?" tanya Maung Bodas dalam batinnya.
Saking gelisahnya Maung bodas kadang berdiri terus mondar mandir gak jelas, berbaring terus berguling ke kiri dan ke kana seperti kucing kecil yang imut.
"Semoga saja dewata agung melindunginya," gumam Maung Bodas sambil meringkuk di tanah dan memejamkan mata.
Tiba tiba ada gempa kecil, Maung Bodas yang sedang meringkuk malas-malasan kaget dan membelalakan mata, gempa itu terjadi hanya 10 detik.
Setelah gempa kecil mereda ia menatap langit di bukit maung loka yang aneh, matahari berwarna jingga dan memancarkan panas dua kali lipat.
"Jangan-jangan?".
Rasa penasarannya muncul dan memejamkan matanya membuka mata batinnya.
Segel kerajaan Maung bodas yang di pasang leluhur Maung sanjaya hancur seketika, "KRAAK...KRAAK...PRANG...", seperti suara kaca retak kemudian pecah dinding gaib transparan yang berwarna jingga hancur menghilang seketika.
"Luar biasa tuanku aku tak menyangka dia bisa lulus ujian leluhur Maung sanjaya," gumam Maung Bodas penuh kebanggan.
Sementara itu di kerajaan Maung Bodas riuh ramai para Maung Lodaya yang sudah berbentuk manusia tiba-tiba berubah jadi harimau semua, mereka kaget dan segera berlari ke arah istana kerajaan. Mereka semua berkumpul di halaman istana kerajaan dengan rasa Khawatir, di tambah raja dan pasukan yang pergi menemui Wijaya Kusuma belum kembali menambah kekhawatiran mereka. Total yang berkumpul di depan halaman istana kerajaan Maung Bodas 9000 Maung Lodaya.
Namun anehnya ketika segel yang dipasang leluhur Maung Sanjaya hancur Para Maung Lodaya yang berada di level taruna, jagatama, dan naik ke level Ksatria inggil. Para Maung Lodaya yang di level Ksatria naik level dendawa inggil.
Di halam istana Kerajaan Maung Bodas seperti ada pesta besar, 9000 Maung Lodaya mengeluarkan suara ledakan, riuh ramai sekali. Para Maung Lodaya tubuhnya berubah sedikit lebih besar dengan kulit loreng hitam dan bulu kuning.
BANG...BANG...BANG...BANG...
Para Maung Lodaya pun meraung keras, "GROAAAR...GROAAAR...GROAAAR...".
Maung Bodas yang berada di luar mulut gua Maung Loka pun naik level dari tahap dendawa ingggil naik ke tahap praburata baharu, tubuhnya bertambah dua kali lipat besar dari sebelumnya dengan loreng hitam dan bulu di semua badannya berwarna putih bersih.
BAM...
Maung Bodas meraung panjang dan keras, "GROOOOOOOOOAAAAARRRR".
"Di temoat lain dalam hutan belantara*
Di seluruh daratan Javaruka terjadi fenomena alam gempa kecil, sinar matahari berubah sedikit warna jingga. Panasnya hampir dua kali lipat seperti biasanya.
GREG...GREG...GREG...GREG...
Seorang resi yang sedang bermeditasi terbuka matanya karna kaget dengan gempa kecil itu. Dia mengedarkan pandangannya ke seluruh bimantala javaruka, sebagai seorang resi pandangan persepsinya luar biasa, bisa melihat hampir seluruh dataran bimantala javaruka begitu akurat. Namun ada satu tempat yang tidak bisa ia tembus persepsinya yaitu bukit Maung Loka.
"Apa yang terjadi?, aku harap ini bukan suatu pertanda buruk!" kata seorang resi berambut putih dan berjanggut putih mengenakan pakaian pendeta hindu berwarna putih sambil mengelus jenggotnya. Resi ini tahu bukit Maung Loka adalah tempat binatang suci berada, jika ada fenomena gempa kecil ini ada kemungkinan mustika batu binatang suci Maung Loka ada yang mengambilnya.
Resi berjanggut dan berkuncung putih berdiri kemudian menghilang dari tempat pertapaannya.
*Kembali ke tempat Wijaya Kusuma*
Maung sanjaya tiba-tiba tubuhnya memudar dan perlahan menghilang, muncul batu mustika Maung Loka melayang terbang dan Wijaya Kusuma bergegas melesat cepat menangkapnya.
Maung Sanjaya adalah leluhur terakhir penjaga warisan batu mustika binatang Suci Maung Loka. Sudah 10000 tahun lebih ia menjaganya baik ketika masih hidup maupun sudah mokswa dan meninggalkan roh penjaga berbentuk dirinya sendiri di bukit Maung Loka.
Kesadaran Wijaya Kusuma diruangan kosong putih perlahan menghilang dan ia kembali ke tubuhnya. Perlahan membuka matanya, dan merasakan dalam genggamannya ada sebuah batu lalu membuka genggaman tangannya, batu mengkilap berwarna merah yaitu batu mustika Maung Loka.
Di depanya ada sebuah peti kayu berukuran sedang dengan panjang 60 centimeter, lebar 30 centimeter dan tinggi 20 centimeter. Perlahan Wijaya Kusuma membuka peti kayu itu, "KRIEET." Dalam peti kayu beralaska. kain sutra merah, ada mahkota dan kitab pancer agni saansinu munda, dan menyimpan keduanya di dalam Ripela Aksa,"SYUUUT."
Mendengar suara raungan panjang dan keras dari luar gua,"GROOOAAAAAAAAAR". Wijaya Kusuma segera beranjak dari tempat persemediaanya untuk keluar gua.
Setelah Keluar gua Maung loka, Wijaya Kusuma terkejut melihat seekor harimau sangat besar melebihi besarnya Maung Bodas, namun keberadaan Maung Bodas tidak ada di tempat Maung bodas menunggunya. Wijaya berjalan perlahan penuh kewaspadaan, Wijaya berpikir bahwa Maung Bodas telah dimakan oleh harimau yang Wijaya lihat sekarang.
Namun ketika melihat tanda mahkota dan segel abadi di kening harimau putih itu ia langsung bergegas menyapa, "Saudaraku, kamu berubah cepat sekali baru saja aku tinggal sebentar, heheh."
Maung Bodas yang berdiri dengan gagah tiba-tiba berlutut dan menundukan kepalanya sebagai tanda hormat, "gusti terima kasih telah menyelamatkan rakyat maung bodas dari kekangan segel yang memenjarakan kami selama ribuan tahun, Kami kerajaan Maung Bodas akan berjanji sumpah setia padamu."
"Sudah tak perlu sungkan saudaraku, ini adalah hukuman untukku yang telah membunuh saudaramu, semoga kematian mereka di tanganku sebagai kematian seorang ksatria sejati. Sekarang aku sudah menyelesaikan hukumanku, mari kita kembali ke para maung lodaya untuk menyembuhkannya. Tapi sebelum itu kita akan masuk ke goa bleta permoda untuk mengambil madu hitamnya dan inti jiwa kakek serta neneku, mari bergegas!, kita tak boleh membuat mereka menunggu!" tegas Wijaya Kusuma.
Wijaya Kusuma naik ke punggung Maung Bodas, mereka melesat cepat menuju goa bleta Permoda. Setelah mereka sampai di depan gua, mereka pun masuk ke dalam terlihat sarang Bleta permoda yang besar berwarna hitam pekat.
Wijaya Kusuma mengaktifkan reinka aksa, dan bola azula agni sebesar bola basket keluar dari ripela aksa di telapak tangan kiri Wijaya Kusuma.
Wijaya kusuma melepar bola azula agni ke sarang bleta permoda, seketika ribuan bleta permoda keluar dari sarang hitamnya. Wijaya melesat cepat, sebelum sarang bleta permoda terbakar habis dan menyerap habis madu hitamnya, "SYUUT."
Ribuan bleta Permoda jatuh ke tanah lemah tak berdaya, salah satu bleta permoda tubuhnya lebih besar dari bleta permoda lainnya dan mempunyai mahkota kecil dikepalanya, dia adalah Bleta Bora pemimpin para bleta permoda.
Melihat rakyatnya lemah tak berdaya ia pun menjatuhkan diri ketanah dengan menundukan kepala, "ampuni kami gusti, ampuni kami, maafkan kami jika bersalah!".
"Sekarang kalian tahu apa salahnya?" tanya Wijaya dengan mata yang tajam.
"Ti-tidak, gusti," ucap Bleta Bora dengan rasa takut di wajahnya.
"Kalian telah mencelakai kakek dan neneku, cepat kembalikan inti jiwa mereka!, kalau tidak akanku bakar semua sampai habis jadi debu kalian semua!" ancam Wijaya Kusuma dengan penuh kebencian.
Bleta Bora mengeluarkan dua bola jiwa seukuran bola kasti berwarna merah dan biru serta memberikannya pada Wijaya Kusuma. Wijaya Kusuma menyimpannya pada ripela aksa di telapak tangan kanannya.
"Terima kasih, kalian semua ku maafkan tapi aku ingin menjadi sahabat kalian. Aku harap tidak ada permusuhan lagi di antara kita lagi!, maukah kau melakukan kontrak abadi denganku?. Aku tahu kalian ragu sebagai gantinya aku tidak akan memperlakukan sebagai budak tapi aku akan selalu melindungi dan menjaga kalian, percayalah!" tegas Wijaya Kusuma.
Bleta Bora menyetujuinya, Wijaya menyerap azula agni yang membakar sarang hitam dan menyembuhkan ribuan bleta permoda dengan ajian jagat saksana kusuma jiwanya sehingga energi mananya habis dan chakranya tinggal 5%.
"Aku akan kembali lagi beberapa hari lagi , persiapkan diri kalian akan pindah tempat dari sini!" perintah Wijaya Kusuma.
"Sendiko yang mulia!" ucap ribuan bleta permoda serentak.
Wijaya Kusuma dan Maung Bodas pergi meninggalkan gua bleta permoda menuju para maung lodaya yang terluka parah di perbatasan bagian dalam alas apuy penangsang.
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Henry Takaendengan
mau kadih hadiah tapi belum cukup
2021-09-25
1
Jumanto Anto
makin seru ceritanya
2021-09-18
1