CWUSZHSH...
Raja angga sabil menggendong putri shintadewi, tiba di depan sebuah goa berukuran diameter 10 meter tinggi 20 meter, ya goa yang cukup besar. Raja angga melangkah masuk ke dalam mulut gua.
TAP...TAP...TAP....
Terlihat sebuah formasi ilusi berbentuk naga merah yang sangat besar yang tidur menjaga mulut gua, bagi yang bukan pamilya puntadewa ini hanya sebuah goa yang dijaga naga merah besar. Ketika orang lain yang masuk maka formasi ilusi naga akan meraung sehingga membuat nyali ciut.
Raja angga menempelkan tangan pada moncong naga merah besar untuk meng konfirmasi dirinya adalah salah satu petinggi di pamilya puntadewa.
SRIING...
Tangannya di selimuti aura biru tipis, terlihat sebuah portal berukuran 3 meter, raja Angga masuk portal itu.
SYUURP....
Sementara di istana Kumara bergegas mencari Ratu Adiningrum di aula istana, ratu sedang duduk di singgasananya yang berada di samping singgasana raja Angga.
"Lapor yang mulia ratu, hamba membawa pesan dari yang mulia raja Angga." ucap kumara sambil membungkukan hormat pada sang ratu lalu memberikan sebuah gulunga surat.
"Terima kasih baladika adilaga, kalian boleh pergi." ucap ratu dengan wajah penuh kekhawatiran.
"Sendiko, yang mulia ratu, hamba dan para prajurit undur diri." ucap kumara sambil mundur dengan membungkukan badannya.
Ratu Adiningrum membuka gulungan surat yang diberikan kumara. Surat itu berisi pesan darurat kepada sang ratu untuk menyusulnya ke tempat rahasia pamilya punta dewa.
"Ternyata mimpiku benar-benar terjadi, oh dewata agung maafkan hamba ini yang tidak bisa menjaga anak hamba ini." ucapnya penuh penyesalan dan khawatir hingga ia tak terasa meneteskan air mata.
Segera ia mengambil bola bening sebesar 2 kepalan tangan dan mengulurkan telapak tangannya dengan energi chakra, bola bening itu bersinar hijau terang.
SRIIING...
CWUSZHZH...
Seketika muncul 10 pria paruh menggunakan jubah berwarna hitam, berlogo bawang merah dan bawang putih dibelakang jubahnya menggunakan ikat kepala berwarna putih.
"Ada apa gerangan, yang mulia ratu memanggil kami dengan pesan darurat?." Ucap pemimpin salah satu pria berjubah hitam dengan membungkukan badan dengan hormat.
"Lebih baik kita langsung cepat ke tempat rahasia."perintah ratu
"Sendiko, yang mulia ratu."ucap salah satu pemimpin berjubah hitam.
"AJIAN PANCER BUMI : MELIPAT BUMI."ucap serentak kesepuluh pria berjubah hitam dan Ratu Adiningrum.
CWUSZHZH...CWUSZHZH...CWUSZHZH...
Seketika mereka menghilang dari pandangan.
*POV Kekosawaan Siliwangi*
Di istana agung kekosawaan, para raja sedang berkumpul membahas adanya batu mustika seukuran bola baseball berwarna jingga di pintu gerbang kotaraja Gajah Saluyu. Akibat batu mustika itu jatuh 2 ksatria binting, seketika, 2 bargawa, 5 bargawa Slira, dan juga 10 bargawa sura tewas seketika.
"Hormat yang mulia, hamba melaporkan batu mustika itu sudah kami amankan di gudang harta perbendaharaan kekosawaan," ucap baladika adilaga senopati Bomawikhata yang berlutut satu kaki dan wajah menunduk.
"Baik, terima kasih Senopati Bomawikhata. panggil beberapa peneliti untuk memecahkannya," titah Sri Maharaja Baduga.
"Sendiko yang mulia kosawa, hamba pamit undur diri," Senopati Bomawikhata yang berlutut dengan satu kaki dan menunduk wajahnya, kemudian berjinjit mundur untuk pamit.
"Mohon maaf yang mulia Kosawa Sri Maharaja Baduga jika hamba lancang!, hamba hanya ingin melaporkan mungkin sangat erat kaitannya dengan batu mustika itu. Balakosawa perbatasan kerajaan Kemuning Loka dan alas apuy penangsang memberitahukan, bahwa ada pertarungan di gunung Ciremai tepatnya di puncak alas apuy penangsang 1 hari yang lalu. Balakosawa malam itu sempat tujuh benda seperti batu melayang kemudian terbang berpencar, salah satunya menuju ke istana agung kekosawaan. Hanya itu saja yang Mulia Kosawa Sri maharaja Baduga," Ucap Raja Kemuning Loka Citrabaya kemuning.
"Terima kasih raja Citrabaya, mungkin ini akan menjadi petunjuk!" ucap Sri Maharaja Baduga.
"Ini sudah menjadi tugas hamba yang mulia kosawa," ucap raja Citrabaya Kemuning.
"Dengan begini Kemuning Loka masih punya muka di depan yang mulia kosawa, kalau tidak habis sudah tak ada cara lain untuk membujuk Kosawa agar mau memberikan bantuan kelonggaran terkait kegagalan panen dan kurangnya upeti yang di setorkan ke kosawaan," batin Raja Citrabaya Kemuning.
"Cih, dasar muka tebal cari muka sudah jelas-jelas raja sampah masih berani bertutur kata," batin Raja Satrunjaya Marangga, raja kerajaan Majalaya.
"Rasanya aku muak dengan tingkah laku raja sampah itu, punya wilayah yang bagus namun tidak bisa memanfaatkannya. Pamilyanya juga sampah, aku akan membuat rencana untuk merebut kerajaan sampah itu, lihat saja nanti!" batin Raja Bimarata Danurjaya, raja kerajaan caruban nagari.
Kerajaan Caruban Nagari, kerajaan Majalaya, Kerajaan Kemuning Loka dan kerajaan Brabang sari wilayahnya berdampingan dan mempunyai beberapa konflik, terutama kerajaan Caruban Nagari dan kerajaan Kemuning Loka.
"Segera panggil irabazlea senopati Danurdara," titah Sri Maharaja Baduga.
Ksatria Binting maju menghadap Sri Maharaja Baduga, "Sendiko yang Mulia Kosawa, hamba segera laksanakan titah yang mulia Kosawa!, hamba pamit undur diri!" Ucap ksatria binting sambil berlutut dengan satu kaki dan menundukan kemudian berjinjit mundur untuk pamit.
Setelah beberapa saat ksatria binting membawa irabazlea Senopati Danurdara dan ksatria binting kembali berjaga, "Hamba menghadap yang mulia Kosawa!, hamba menunggu perintah!" Ucap Danurdara.
"Bawa prajurit tingkat ksatria berammatia endacaka, avancuesa, dan kerkuesa menuju gunung Ciremai di puncak alas apuy penangsang untuk menyelidiki masalah ini," titah Sri Maharaja Baduga.
"Sendiko yang mulia kosawa!, titah paduka hamba segera laksanakan, hamba pamit undur diri!" Senopati Danurdara yang berlutut dengan satu kaki dan menunduk wajahnya, kemudian berjinjit mundur untuk pamit.
"Mohon maaf yang mulia kosawa, jika hamba lancang. Dua hari yang lalu hamba menerima gulungan surat dari kerajaan Brabang sari, isinya meminta izin untuk menamai salah satu anak dari putri Shintadewi bernama Wijaya Kusuma. Nama Kusuma adalah nama dari bagian pamilya Kusuma yang tidak bisa di pakai seenaknya jadi kerajaan Brabang sari meminta izin untuk mencatut nama Kusuma. Namun dari informasi yang hamba tahu putri Shintadewi sudah 1008 tahun telah menghilang dari Kerajaan Brabang Sari dan hilangnya tepat di Alas apuy penangsang. Hamba akan pergi ke kerajaan Brabang Sari, dan mencari informasi tersebut karna raja angga adalah sahabat saya, yang mulia kosawa," ucap raja dharma ayu Surya Kusuma.
"Terima kasih raja Surya, kamu selalu bisa di andalkan. Selalu punya pandangan luas menuju ke depan, tak heran kerajaan Dharma Ayu menjadi pilar pertama dan utama kekosawaan siliwangi," Puji Sri Maharaja Baduga.
"Terima kasih yang Mulia Kosawa, ini sudah menjadi kewajiban hamba. Kami juga akan berbuat yang terbaik untuk keberlangsungan kekosawan Siliwangi," ucap Raja Surya Kusuma dengab menunduk hormat dan menangkupkan tangannya.
POV END
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Wak Jon
🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔
2021-10-27
0
Whwha Barack Jie
1008 tahun ? jadi bingung
2021-10-21
2