GROOOARR.....
Ketika kepulan debu menghilang muncul naga berkepala tujuh, naga tersebut meraung dengan sangat keras hingga bisa memekakan telinga.
"Naga badranaya?, Tidak mungkin ini hanya mimpi entah itu anugrah ataupun kutukan. Aku harus cepat kalau tidak naga ini akan meluluh lantakan benua ini." Ucapnya dengan nada serius.
Lalu Ia meletakan bayi yang sudah tenang dari tangisannya.
"Tiada cara lain aku harus melakukannya, aku harus bertaruh dengan bayi ini. Entah dia akan menjadi apa dimasa depan, tapi ada hal menarik yang aku lihat dengan bayi ini."
"Semoga pilihanku tidak salah, aku mempercayakan semuanya padamu anakku, meski kau bukan lahir dari rahimku tapi aku sudah menganggapmu seperti anakku sendiri, aku akan merawatmu dengan baik anakku." Ucapnya dengan penuh kebahagian, tak terasa air matanya menetes deras di pipi wanita paruh baya.
Ia menyeka air matanya, merobek roknya yang panjang menjuntai sampai ke mata kaki sampai pahanya yang putih mulus kelihatana. Ia selimuti bayi putih mungil itu dengan sobekan roknya, dan melesat cepat menjauh 200 meter dari naga badranaya.
Meletakan bayi itu di atas batu bulat berpermurukaan datar dengan diameter 100 cm, bayi itu tersenyum riang Dan bahagia ke arahnya.
Kemudian Ia menangkupkan tangannya dan merapal ajian pelindung, "ajian pancer bumi, lembu sura. Ajian aksamala baureksa, minaru ekadarma."
Muncul dinding berlian berwarna emas melingkari bayi setinggi 1 meter, kemudian muncul dinding transaparan berwarna emas melingkari dinding berlian berwarna emas setinggi 2 meter.
"Tunggu disini dengan santai ya, sayangku." Ucapnya pada bayi kesayangannya itu.
Wanita paruh baya itu memasang kuda kuda dengan wajah yang sangat serius, kemudian menangkupkan kedua tangannya.
"Ajian pancer bajra, raja kidang kuning". Muncul aura petir di seluruh tubuh wanita paruh baya namun dengan jumlah yang lebih banyak bercampur dengan angin yang menderu keras.
WUSH...WUSH...WUSH
CRZT...CRZT...CRZT...
Kemudian Ia melesat dan hilang meninggalkan bayi kesayangannya itu, tiba tiba Ia muncul tepat dihadapan tujuh kepala naga badranaya.
"Rasakan ini, ajian aksamala baureksa, minaru eksapta." Ucapnya sambil menangkupkan tangan dan merapal ajian tingkat tingginya.
Kemudian melesat dengan cepat menempelkan tanda segel ajian aksamala baureksa : minaru ekasapta secara acak di seluruh tubuh naga badranaya.
SHUA...SHUA...SHUA...SHUA...SHUA...
TAP...TAP...TAP...TAP...TAP...
"Dengan ini persiapan sudah selesai." Batin wanita paruh baya
GROOOARRR...
Naga badranaya kembali meraung sangat keras.
"Hai manusia bodoh, jangan kau pikir dengan gerakan seperti itu bisa membunuhku, hahaha." Ucap naha badranaya penuh kesombongan.
"Oh, naaga peot ompong. Jadi kau bisa bicara, saya pikir kau cuma naga bisu, sudah diam saja dan nikmati permainan ini. Tak usah lagi teriak-teriak tak jelas bikin telingaku sakit saja, suara kentutku masih lebih bagus dari raunganmu itu yang mirip suara kokokan ayam yang kecekik." Ucapnya dengan senyuman menghina.
"Terkutuk kau manusia! aku akan membuatmu jadi rempeyek dan kukunyah dengan keras supaya merasakan kematianmu mengenaskan." Ucap naga badranaya penuh kemarahan.
"Rasakan ini manusia terkutuk." Ucap naga badranaya dengan penuh kesombongan seakan-akan wanita paruh baya itu hanya seekor semut.
"Ajian pancer semesra, mejikihibiniun semesta." Ucap naga badranaya merapal ajian pamungkasnya
Dari dalam 7 mulut naga badranaya muncul bulatan bola awalnya sebesar bola basket dan terus membesar sampai seukuran rumah. Setiap kepala mewakili setiap elemen dan bola semesta yang diciptakan oleh 7 kepala badranaya mempunyai warna yang berbeda.
Kepala naga kumbang karna mewakili elemen kegelapan mempunyai bola berwarna nila.
Kepala naga kumbang karsa mewakili elemen cahaya mempunyai bola berwarna kuning.
Kepala naga pasupala mewakili elemen petir mempunyai bola berwarna ungu.
Kepala naga gokarya mewakili elemen api mempunyai bola berwarna merah.
Kepala naga sugriwa mewakili elemen air mempunyai bola berwarna biru.
Kepala naga bayubraja mewakili elemen angin mempunyai bola berwarna hijau.
Kepala naga amretajaya mewakili elemen tanah mempunyai bola berwarna jingga.
"Tak akan kubiarkan kau naga peot bodoh." Ucap wanita paruh baya dengan wajah yang sangat serius.
"Ajian aksamala baureksa minaru prabeswara. Ajian kanuragan bhandayuda, baladewa among slira. Ajian aksamala baureksa, minaru prabangkara. Ajian aksamala baureksa, minaru suryarama." Ucap wanita paruh baya mengucapkan ajian kesaktian tingkat tingginya.
POFF...POFF...POFF...POFF..POFF...
Seketika muncul 10 bayang tubuh wanita paruh baya dengan wajah yang serius, sudah dalam bentuk formasi persegi sepuluh mengelili naga badranaya dengan jarak 50 meter dengan posisi menangkupan kedua telapak tangannya, di tambah kedua pungggung tangannya muncul bulatan dengan kepala naga didalam bulatannya berwarna merah hitam pekat.
SYUUT...SYUUT...SYUUT...SYUUT...SYUUT
Diikuti dinding transparan berwarna merah hitam pekat mengelilingi naga badranaya dan kesepuluh tubuh bayangan wanita paruh baya sebagai pilar formasi.
Dan dari dalam tanah di bawah area radius 50 meter muncul rune dengan kepala naga di dalam bulatan, keluarlah 100 rantai putih berwarna putih beraura merah hitam pekat, dengan ujung rantai seperti ujung tombak yang sangat tajam yang siap mengoyak daging.
"Yosh, ayo kita lakukan dengan cepat." Perintah wanita paruh baya ke semua bayangan tubuhnya dengan wajah yang serius.
"Ashiyaap bosku, bukakundha!." Ucap serempak para bayangan tubuh wanita paruh baya dengan penuh semangat.
Seratus rantai meluncur secara cepat menusuk tubuh badranaya, dan tepat sasaran sesuai tanda segel yang sudah wanita paruh baya itu tempelkan sebelumnya.
Ada yang mengenai keenam sayap dibagian tiga kiri berwarna hitam dan tiga bagian kanan berwarna putih, ekor, serta menguncinya dengan sangat erat hingga naga itu tidak bisa bergerak bebas.
Beberapa puluh rantai yang menembus bagian leher ketujuh kepala naga badranaya, mencengkram luat seluruh kepala naga badranaya. Sehingga bola energi dari ajian pamungkas itu meredup lama kelamaan hilang. Bahkan naga badranaya tak sanggup untuk berbicara karna terkena rantai tersebut.
"Kau pikir aku menyerangmu tanpa rencana persiapan yang matang, dasar naga peot bodoh. Ajian pancer bumi, ambat bumintala." Ucapnya wanita paruh baya merapal ajiannya, muncul lingkaran rune dibawah kaki wanita paruh baya dan mengarahkan lingkaran rune pada tanah yang dipijaki naga badranaya.
Ketika lingkaran rune sampai dibawah kaki naga itu menjadi besar menyesuaikan ukuran tubuh naga badranaya yang besar itu. Ukuran panjag naga badranaya tinggi 20 meter, panjang 30 meter, dan lebar 10 meter.
Naga badranaya seperti ditarik gravitasi bumi yang puluhan ribu sangat berat dengan cepat ke permukaan tanah.
SHUAT...
KRAK...
DOOMM...
Bulatan kawah besar berdiameter 40 meter dengan kedalam 5 meter setelah naga ditarik oleh ajian tersebut.
"Oh, jadi kamu masih sadar naga peot bodoh, tapi apakah kau bisa menahan seranganku selanjutnya, hah?." Ucapnya penuh dengan wajah kesal. "Karna saya sudah menyerap inti batu bintang bharatayudha apa salahnya aku menggunakannya untuk menghajar muka naga peot bodoh itu, ajian pancer bumi, lembu bharatayuda!, fuh." Ucapnya sambil meniup kepalan tangannya.
Kepalan tangan kanannya berubah menjadi warna hitam pekat berkilau seperti sangat keras kulitnya.
Wanita paruh baya menghilang, kemudian ia muncul tepat di atas tubuh naga badranaya, tengah-tengah antara 3 sayap kanan dan 3 sayap kanannya, karna bekas tanda segel yang ia sudah tempelkan sebelumnya.
"Ah, ketemu disitu kau rupanya, bukakhunda." ucapnya. Muncul bulatan rune seperti yin dan yang berwarna hitam serta putih di atas tubuh naga badranaya.
" Rasakan ini naga peot bodoh." teriaknya. Kemudian ia memukul bagian tubuh naga yang muncul rune yin yang tersebut.
JDUUMMM....
KRAK...
DOOMM...
Kawah yang tadinya 5 meter kini lebih dalam sampai 30 meter. Serangannya berlanjut dengan memukul satu persatu kepala naga badranaya, hingga semua kepala naga badranaya tak sadarkan diri.
"Kuat juga ajian ini aku tak menyangka kekerasan batu bintang sungguh luar biasa, padahal kulit naga badranaya yang hitam legam itu mampu ditembus pertahanannya. Saya harus mengurungnya di dalam kembarannya itu, saya akan bertaruh pada anak kesayanganku. Dengan menggunakan wadah jasadnya aku akan memenjarakan tubuh dan jiwa naga badranaya di dalam tubuh anakku, 1 tubuh 2 jiwa." Pikirnya.
Tubuh naga badranaya perlahan memudar transaparan, hanya terlihat bentuk asal naga tersebut yaitu bola seukuran bola basket berwarna merah hitam pekat.
"Sayuta." Dia melepas seluruh ajiannya, rantai yang menjerat naga badranaya kembali memasuki lingkaran rune tanda segel bulatan kepala naga berwarna merah hitam pekat yang ada pada permukaan tanah.
KRINCING...KRINCING...KRINCING...
Dinding transparan berwarna merah hitam pekat pun perlahan menghilang, baik yang ada di sekitar naga badranaya tadi dan yang melindungi bayi.
SYUUT...SYUUT...SYUUT...
Dinding berlian yang mengelili bayi itu pun perlahan masuk lagi ke permukaan tanah.
GRUUK...GRUUK...GRUUK...
Sepuluh bayangan tubuh wanita paruh baya pun lenyap.
POFF...POFF...POFF...
"Terima kasih, sahabatku."ucapnya.
"Ajian aksamala baureksa, minaru puntadewa ." ucap wanita paruh baya. muncul lingkaran rune berwarna hitam di kanan, dan putih di kiri serta di tengah lingkaran ada gambar kepala naga. Tepat di bawah bayi dan bola sebesar bola basket yang berwarna merah hitam pekat yang merupakan kembaran dari bayi tersebut.
Kemudian siluet putih yang terhubung antara bayi dan bola hitam pekat.
"Bukakhunda". Ucap wanita paruh baya dengan mencengkram kedua telapak tangan saling bertautan.
Siluet putih yang terhubung antara bayi dan bola kembaran bayi itu, tiba-tiba begerak tertarik ke arah bayi. Hingga bola kembaran bayi agak cepat bergerak menuju bayi.
SREET....
Bayi melayang sepuluh meter, di bagian punggung bayi muncul tanda segel bulatan dikelilingi bulu 7 warna dengan warna berbeda setiap bulunya. Ditengah bulatan muncul segel yin dan yang dan kepala naga. Dikening bayi tersebut juga ada tanda yang sama seperti dipunggung, mata pupil pelanginya juga muncul 1 tomoe berwarna merah.
semakin dekat bola kembaran itu tertarik ke tubuh bayi kembarannya menambah 1 tomoe jingga, 1 tomoe kuning,1 tomoe hijau, 1 tomoe biru, 1 tomoe nila. Saat bola kembarannya mulai masuk ke dalam dada bayi itu, bayi itu menangis keras entah tangisan bahagia atau tangisan kesakitan.
EEAAAA.....
EEAAAA....
EEAAAA....
Bayi yang melayang tubuhnya diselimuti cahaya putih yang sangat menyilaukan mata.
SRIINGNGNG....
Semua segel dimata, punggung dan keningnya juga bersinar terang.
EEAAA...
EEAAA...
EEAAA...
"Anak ibu anak yang kuat, tubuh yang hebat mampu menahan kekuatan yang sangat hebat itu sampai energi Quantumku ini tinggal sedikit, hah hah hah hah..." batinnya sambil menyeka air mata karna tangis kebahagiaan, karna selama hidupnya yang lama ia hanya hidup melajang dan hanya mencintai 1 laki-laki di hidupnya. Ketika melihat sorot mata pada bayi itu pertama kali, seolah dia punya perasaan batin yang kuat jadi dia putuskan untuk mengangkatnya jadi anaknya sendiri.
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.
Nantikan chapter selanjutnya terima kasih sudah membaca jika suka silahkan klik like gift dan vote.
mohon dukungan kritik sarannya**.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
glanter
thor tolong diganti nama ajian....jurus2.... aneh banget ....
2023-01-21
0
glanter
ajian apaan nih.....
2023-01-21
0
Lemkari Tanah Laut
thorr nama ajiannya kepanjangan.. sampai keslio lidahku
2022-01-21
4