CWUSZHZH...CWUSZHZH...CWUSZHZH...
Sang ratu dan kesepuluh pria berjubah hitam sampai di depan gua.
Pria berjubah hitam merupakan sesepuh pamilya puntadewa sekaligus ksatria binting kerajaan tingkat mereka rata-rata di tingkat praburata daluyan sampai inggil setara dengan raja Angga.
mereka adalah sesepuh ksatria elit pamilya punta dewa bergelar ksatria hudesshalo.
Ratu Adiningrum melangkah cepat ke mulut goa di susul para ksatria hudesshalo.
TAP...TAP...TAP...TAP...TAP...
"Sepertinya kanda prabu sudah di dalam, sesepuh mari kita cepat masuk." perintah ratu.
"Sendiko, yang mulia ratu." ucap para ksatria hudesshalo sambil meninju telapak tangannya.
Mereka pun semua masuk kedalam portal.
SYUURP...SYUURP...SYUURP...
Terlihat bangunan yang sangat mewah seperti istana brabang sari namun dengan ukuran yang lebih kecil herehuisa (mansion) bertuliskan papan nama Puntadewa.
mereka semua bergegas masuk ke dalam herehuisa. Banyak pelayan lalu lalang sibuk karna mereka semua khawatir dengan keadaan putri kepala pamilya raja Angga.
Raja angga sebagai raja, dia juga menjabat kepala pamilya puntadewa. Tapi pamilya puntadewa menyembunyikan keberadaan mereka dari dunia luar.
Para pelayan membungkuk pada raja angga :"hormat pada yang mulia raja."
"Baik, terima kasih keluargaku."ucap raja dengan senyum ketenangan. Meskipun putrinya tidak sedang baik-baik saja raja selalu bersikap tenang jika sedang keadaan darurat, karna tak ingin membuat para pelayan dan seluruh jajaran keluarga terlalu khawatir. Bagi raja angga para pelayan pun keluarganya jadi dia selalu berlaku sopan.
"Tolong, bawa putri shintadewi ke kamar khusus pengobatan."perintah raja
"Sendiko, yang mulia raja."ucap kepala pelayan.
Mereka membawa putri shintadewi ke kamar khusus pengobatan.
suara derap langkah cepat masuk ke aula utama herehuisa puntadewa.
TAP.TAP.TAP.TAP.TAP.TAP. Mereka rombongan ratu Adingrum.
"Kanda, bagaimana keadaan putri kita?."tanya ratu adiningrum.
"Dinda, lebih baik kita cepat ke kamar khusus pengobatan waktunya sangat genting." ucap raja angga dengan wajah cemas.
Mereka semua cepat menuju kamar khusus pengobatan.
Sebelum raja angga masuk, dia memberikan perintah kepada kepala pelayan :"Ambirawa, mohon penjagaan keamanan di herehuisa Puntadewa diperketat.
"Sendiko, gusti prabu."ucap ambirawa dengan meninju kepalan tanganya dan membungkuk hormat.
Pintu besar kamar khusus pengobatan pun ditutup rapat, karna bagi pamilya puntadewa kamar ini adalah kamar yang sangat sakral dan suci.
"Kita akan melakukan Ajian aksamala baureksa : brata sumara."perintah raja angga
"Tapi yang mulia, apakah tidak terburu-buru melakukan ini."bantah Dewanata salah satu pemimpin ksatria hudesshalo.
"Baik, sesepuh bisa melihat dulu putriku dan mempertimbangkannya apakah bisa melakukan atau tidak." ucap raja angga dengan penuh ketenangan.
Mereka semua bergegas melihat kondisi tubuh putri shintadewi dan betapa kagetnya mereka semua kecuali raja angga karna dia tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Apa yang terjadi dengan putri, yang mulia?."ucap serentak ratu adiningrum dan para ksatria hudesshalo dengan wajah kaget.
"Aku meminta maaf, karna aku lalai menjaga putriku. putriku terkena kutukan naga percola." ucap raja angga penuh penyesalan.
"APA NAGA PERCOLA?."ucap serentak kaget mereka semua yang ada di dalam kamar khusus pengobatan.
Kemudian raja angga menceritakan swmua apa yang terjadi, Dewanata memeriksa keadaan putri Shintadewi, ia merupakan tabib dengan level tertinggi di kerajaan brabangsari yaitu tingkat mahadayana.
"Maaf, yang mulia ini harus saya katakan dengan sebenarnya, bahwa yang mulia putri tidak bisa diselamatkan. Hanya menunggu sampai bulan purnama depan yang mulia putri akan meninggal." Ucap Dewanata dengan muka sedih.
"Kanda, apakah itu benar?."ucap ratu Adiningrum sambil terus menyeka air matanya.
"Tidak, Dinda masih ada satu cara. Tapi aku hanya ingin menghilangkan tubuh monster dan kutukannya itu, ya aku takut nanti gara-gara itu putriku jadi perawan tua."canda raja Angga.
Para ksatria hudesshalo menjatuhkan rahangnya semua karena terkejut dengan pola tingkah rajanya yang seperti itu, sudah tahu kondisi lagi genting seperti itu malah bercanda tak jelas.
"Kanda jangan bercanda, kita lagi genting seperti ini malah bercanda tak jelas."dengus kesal ratu Adiningrum sambil mencubit pinggang raja Angga.
"Awww." pekik raja Angga.
"Hanya kitab jagat buanalah yang mampu menyembuhkan putri kita, begitu pesan dewata agung waktu itu. Namun putri kita harus mencarinya seorang diri di tanah para dewa dan dewata agung sudah memberikan kunci pintu tanah para dewa. Yang aku takutkan apakah kitab jagat buana, mampu menghilangkan bentuk tubuh kutukan seperti monster itu pada tubuh putriku?. Aku yakin dengan putriku kalau dia kuat dan pasti kuat. Karna aku hanya tahu satu cara bisa menghilangkan semua kutukan ditubuhnya yaitu pil amreta sari harta yang sangat berharga pamilya Puntadewa, bukan begitu sesepuh Dewanata?."ucap raja angga.
"Tapi yang mulia bukankah pil itu sangat berharga dan sangat susah sekali membuatnya butuh ribuan tahun untuk membuat satu pil serta bahan-bahannya juga cukup sangat langka.?"bantah sesepuh Dewanata.
"Itu benar sesepuh, namun aku masih punya 2 pil amreta sari?." ucap raja dengan santai seolah pil itu seperti pil yang bisa dibeli di warung pinggir jalan.
"APAAA?."semua tersentak kaget bagaimana mungkin pil itu masih ada, sedangkan setipa ketua pamilya hanya diberi 1 pil setiap seribu tahun bahkan ada 2 pil.
Umur raja Angga sudah 2000 tahun lebih seharusnya dia sudah menelan dua pil amreta sari untuk tetap bertenaga dan awet muda, tapi pilnya masih ada 2 artinya dia tidak pernah meminum pil itu sejak 1775 tahun yang lalu.
Berarti Raja Angga punya rahasia kenapa dia bisa awet muda sudah hampir 2000 tahun, mendengar kenyataan ini seakan mereka ingin memuntahkan semua asam lambungnya. Karna yang hanya mereka tahu hanya pil amreta sari yang bisa membuat umur panjang sampai 1000 tahun.
"Baik, yang mulia prabu kita siapkan ritual suci untuk penyembuhan putri Shintadewi, segera."ucap Dewanata
Ratu adiningrum hanya berdiri diam memperhatikan. Raja Angga memasukan 1 pil amreta sari ke putri Shintadewi yang terbujur kaku di tempat tidurnya.
"Baik, persiapan sudah selesai sesepuh mari kita mulakan."perintah raja Angga.
Kesepuluh ksatria hudesshalo berdiri pada satu bulatan melingkari putri Shintadewi, satu bulatan berdiameter 1 meter dengan jarak 3 meter setiap bulatan ke tempat tidur putri shintadewi.
Raja angga yang berada di samping putrinya kemudian merentangkan tangan dengan telapak tangan ke atas. Kemudian menangkupkan tangannya ke bagian diafragma.
PLAK... Suara tangan raja angga sambil merapal ajian teknik segelnya.
"AJIAN AKSAMALA BAUREKSA :BRATA SUMARA."tubuh raja Angga melayang 3 meter ke atas kemudian duduk bersila seperti menduduki sebuah batu berpermukaan datar padahal hanya ada angin yang berhembus di bawah kakinya.
Tubuh raja Angga di selimuti aura berwarna jingga tebal begitu juga dengan kesepuluh ksatria Hudesshalo.
"SAYUTA."ucap raja angga
Seketika kesepuluh ksatria menembakan chkara dari telapak tangan mereka ke tubuh raja Angga.
SWUSH...SWUSH...SWUSH...
Raja Angga menggertakan giginya karna menerima chakra yang begitu kuat dan besar.
Kemudian mengulurkan kedua telapak tangannya ke bawah menuju putri shintadewi.
Putri shintadewi pun tubuhnya di selimuti aura berwarna jingga yang tebal.
SWUUNG...SWUUNG...SWUUNG...
"Aaaaaaaaaaaaakh."lolongan kesakitan putri shintadewi.
Tanduknya perlahan kembali masuk ke kepalanya, taringnya pun mengecil ke dalam mulutnya, bekas gigitan naga percola pun mulai lenyap, ruam hitam di uratnya pun kembali putih seperti sedia kala. Tanda segel di kening dan punggung tangannya pun menghilang, mata beriak merah di kedua telapak tangannya pun tertutup lalu menghilang.
"Aaaaaaaaaakh."lolongan kesakitan putri shintadewi semakin keras.
Sedangkan Ratu adiningrum yang melihat putrinya seperti itu tak kuasa melihatnya, wajahnya dipenuhi air mata dan pucat pasi hampir saja jatuh pingsan, hanya terduduk lemas.
Aura berwarna jingga lenyap dari raja Angga, para ksatria Hudesshalo dan Shintadewi, mendandakan ritual penyembuhan sudah selesai.
Rambut Shintadewi yang tadinya hitam pekat berubah jadi warna jingga, kulitnya semakin kencang bersih berkilau menambah aura kecantikannya lebih maksimal.
"Hah,hah,hah."suara nafas raja Angga dan ksatria Hudesshalo terengah-engah.
"Kita ber-hasil se-sepuh, silahkan minum pil amreta yuda ini bisa memulihkan energi chakra se-sepuh, teri-ma ka-sih sesepuh se-mua."ucap raja angga dengan nafas putus-putus.
"Diam-diam menghanyutkan."batin para sesepuh pamilya puntadewa.
"Loh apa salah saya mereka semua menatapku seperti itu."batin raja Angga.
"Dinda, putri kita selamat namun jiwanya sekarang ada dua ajian aksamala baureksa : brata suamara mengurung jiwa naga percola agar tidak bisa bergerak di dalam putriku, hanya kitab jagat buanalah yang bisa menyembuhkannnya."ucap raja Angga.
"Baik, kanda ini sudah menjadi suratan takdir dewata agung mau bagaimana lagi kita harus melepaskan putri kita pergi mengembara mencari kitab jagat buana. Dan hal ini telah aku impikan sebelumnya, namun aku hanya menganggap itu hanya bunga tidur belaka. Maafkan dinda, kanda jika dinda menganggap mimpi itu adalah sebuah pertanda dan menceritakannya pada kanda pasti ini tak akan pernah terjadi." ucap ratu dengan wajah yang menyesal.
"Sudahlah dinda jangan pernah disesali ini sudah suratan takdir dewata agung." ucap raja Angga sambil mengelus punggung ratu Adiningrum. "Mari siapkan perbekalan untuk putri kita berangkat besok ke tanah para dewa."ucap raja Angga.
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
al-del
semua ibu pasti tak kuasa melihat anak nya menderita 😭😭😭😭
2022-11-28
0
Wak Jon
🆙🆙🆙🆙🆙🆙🆙
2021-10-27
0