Wijaya segera mengeluarkan segel bulatan tanda kepala naga di punggung tangannya,"ZYUUT," muncul mata beriak berwarna merah di telapak tangannya. Wijaya Kusuma menyerap semua tanaman obat dan tanaman racun yang ia temui dengan Ripela Aksa, "SYUUT...SYUUT...SYUUT..." Semuanya habis di lahap oleh Ripela Aksa (mata beriak air) berwarna merah.
Tak satupun tanaman obat dan racun luput dari pandangan Wijaya Kusuma, semuanya di lahap Ripela Aksa. Wijaya Kusuma panen besar kali ini, meskipun Wijaya Kusuma belum menjadi tabib namun dengan kemampuan Reinka Aksa, bisa dikatakan Wijaya Kusuma adalah bawana (tabib) di level Mahadayana untuk pengetahuan tentang jenis tanaman obat dan racun. Namun untuk membuat ramuan pil masih nihil levelnya.
"Nampaknya sudah tak tersisa," Wijaya Kusuma dengan senyum jahat.
Wijaya Kusuma akhirnya melanjutkan perjalanan menuju gua bleta permoda dengan memutar jalan menuju bagian dalam alas apuy penangsang.
Wijaya mengaktifkan mata Wiel aksa, untuk melihat persepsi pandang meskipun jaraknya hanya radius 10 meter, kemampuan Wiel Aksa kini meningkat setelah Energinya berevolusi menjadi Mana meskipun hanya 20%. Wadah jiwa Chakra dan kontrol Chakranya juga naik menjadi 40%. Dengan wadah jiwa Chakra 40%, Wijaya bisa melihat pergerakan pola serangan musuh 3 detik lebih cepat dengan radius 10 meter. Jika Wiel Aksa dikombinasikan dengan ajian baladewa : papalaka katakawan pamungkas, kekuatan tubuh akan meningkat 35%, mulai dari pertahanan, kecepatan, reflek, stamina, dan daya rusak ajian.
Setalah 15 menit berjalan, akhirnya Wijaya Kusuma sampai di bagian dalam alas apuy penangsang. Dengan kewasapadaan tinggi Wijaya perlahan melangkah.
*Di kerajaan Siluman Maung Bodas*
"Yang mulia prabu, hamba melapor ada penyusup masuk ke wilayah kita," ucap Luftarak (ahli sihir tingkat tinggi) sambil membungkuk hormat.
"Siapa yang berani menyusup ke wilayah kita?, berani-beraninya masuk ke wilayahku. cepat perlihatkan!" suruh Maung bodas dengan wajah marah membara.
"Sendiko, yang mulia prabu", Luftarak menyetujui perintah Maung Bodas. Luftarak membawa sebuah bejana emas berisi air dan memperlihatkannya pada Maung bodas dan merapal ajian pancer bhayangkara : benggala kaca. Muncul aura hitam di telapak tangan luftarak dan memutar-mutar telapak tangannya di atas bejana emas berisi air, "Fuh, munculah! ucap luftarak.
Terlihat di dalam bejana emas berisi air ada seorang pemuda umur 15 tahun, memakai baju pendekar berwarna putih dan rambut hitam acak panjang, dengan pupil mata merah dikelilingi tujuh tomoe berwarna merah.
Maung bodas mengernyitkan keningnya dengan mata merah sedikit terbelalak," bocah itu kemari lagi, sialan! baladika adilaga kumpulkan ribuan pasukan terkuat. Kita akan membalaskan sepuluh maung lodaya yang telah dia bunuh, sekaligus berpesta di perbatasan kerajaan Brabang Sari. Mereka selalu seenaknya keluar masuk wilayah perbatasan kita."
"Sendiko, yang mulia prabu," ucap baladika adilaga sambil membungkuk hormat dengan menempatkan tangan kanan di dada bagian kiri.
*Di tempat Wijaya Kusuma*
Dari jarak 500 meter terdengar suara kawanan maung lodaya meraung keras, lalu berlari menuju Wijaya Kusuma.
GRRRRR....GRRRR....GRRRRR....GROAAAR...
DRUK...DRUK...DRUK...DRUK...
Wijaya Kusuma melompat ke atas pohon hendak melihat berapa Maung lodaya yang bergerak menuju ke arahnya, "Oplet, banyak sekali kawanan Maung Lodaya itu. Jika aku melawannya sendirian belum tentu menang. Lebih baik aku pikirkan strategi untuk melawan mereka."
Lima menit kemudian kawanan Maung Lodaya sampai di tempat Wijaya Kusuma, siap menerkam dan mencabik-cabik Wijaya Kusuma.
GRRR...GRRR...GRRR...GROAAAR...
Muncul pemimpin kawanan dengan tubuh yang lebih besar 2 kali dari Maung Lodaya lainnya, dan ada tanda mahkota di kepalanya yaitu Maung Bodas.
Dengan gagah berani Wijaya Kusuma melambaikan tangan, "berhenti, aku ingin berbicara pada pemimpinmu!".
"Lancang sekali kau bocah, berani-beraninya kau masuk ke wilayah kami. Dan kau juga bocah yang telah membunuh saudara kami waktu itu, akan ku cabik-cabik tubuhmu dan menjadikanmu daging cincang,"geram maung bodas dengan suara yang penuh kesombongan.
"Maafkan aku, yang mulia prabu jika aku telah membunuh saudaramu, aku tahu kata maaf tidak bisa membuat mereka kembali. Namun aku mau bernegosiasi denganmu, dan berbagi manfaat, bagaimana?" Wijaya dengan penuh penyesalan.
"Dasar bocah tengik, lancang kau berani bernegosiasi denganku padahal kau sedang terdesak, "geram maung bodas.
"Sudah kuduga, kucing unyu-unyu itu memang keras kepala! "batin Wijaya kusuma sedikit kesal.
Wijaya langsung melesat menggunakan dua ajian baladewa bersamaan, yaitu ajian baladewa papalaka katakawan pamungkas untuk meningkatkan kecepatan dan daya rusak, serta Ajian baladewa, kambal sanglibo. Wijaya Kusuma menyerang seribu Maung Lodaya di tengkuk Maung Lodaya.
SHUA...BAM...SHUA...BAM...SHUA...BAM
Kecepatan Wijaya Kusuma tidak bisa dilihat oleh mata biasa, semua Maung Lodaya terjatuh pingsan hanya menyisakan Maung Bodas.
"Bocah gemblung sialan, tadi kau meminta maaf sekarang membunuh saudaraku semua!, aku akan mencabik-cabikmu!" Maung bodas dengan wajah semakin geram sehingga tak dapat berpikir rasional.
"Tunggu!, AJIAN JAGAT SAKSANA : KUSUMA JIWA," Wijaya merapal ajiannya. Muncul rune berwarna jingga sangat besar berdiameter 500 meter di bawah seribu Maung Lodaya yang telah pingsan. Dengan energi Wijaya Kusuma berevolusi, dia bisa melakukan penyembuhan area meskipun hanya 10%, ditambah ia sudah mengeluarkan mananya untuk 2 ajian baladewa membuat mananya terkuras 10% jadi hanya bisa menyembuhkan 5% dan tersisa 5%, meskipun cadangan chakranya masih 40% namun efektifitasnya berbeda dengan mana.
Seribu Maung Lodaya tersadar dari pingsan, mereka mulai membuka matanya. Namun tubuh mereka tidak bisa berdiri, hanya bisa meringkuk di tanah.
"Haiiiih, aku juga yang membuat pingsan dan aku juga yang menyembuhkan, "Wijaya sambil menepuk jidatnya sendiri.
Maung Bodas tersentak kaget melihat para Maung Lodaya tersadar dari pingsan, "bocah kau yang sudah menyembuhkan mereka?, Kenapa kau bocah?".
" Aku sudah bilang padamu, yang mulia prabu aku hanya ingin bernegosiasi denganmu, tidak ingin mencelakai semua pasukanmu, tapi yang mulia prabu dan pasukanmu keras kepala," tegas Wijaya.
Kemarahan Maung bodas mereda, "baik, apa yang kau ingin negosiasikan dengan kami?" tanya Maung Bodas.
"Pertama aku ingin membuat kontrak denganmu, bukan sebagai hewan pemanggil tapi sebagai sahabat. Kedua Aku akan membantu setiap masalahmu, anggap saja sebagai hukumanku karna telah membunuh saudaramu. Ketiga setelah melakukan kontrak hewan pemanggil, aku ingin semua Rakyat di kerajaan Siluman Maung Bodas membuka diri untuk Kerajaan Brabang Sari dan bisa melakukan kerja sama. Keempat aku ingin kau membantuku mengambil madu hitam di gua Bleta Permoda. Kelima aku menjamin keamanan semua rakyatmu dari Rakyat kerajaan Brabang sari dan kesejahteraan rakyat kerajaan siluman Maung Bodas, "tegas Wijaya Kusuma.
"Bocah yang menarik, kenapa aku muncul perasaan dan keyakinan mempercayainya auranya mirip aura Maheswara( dewa tertinggi),"batin Maung Bodas.
Aura dibagi lima Aura sita (aura komandan pasukan), aura kinra (aura raja), aura prasudra (aura kaisar), aura Diwanta( aura dewa), dan aura Maheswara (Dewa tertinggi).
"Baik aku menyetujuinya," tegas Maung Bodas. Para Maung Lodaya terkejut meskipun mereka semua meringkuk di tanah, bagi mereka keputusan raja mereka adalah mutlak tidak bisa di tawar. Mau tidak mau para Maung Lodaya menyetujuinya.
"Terima kasih sahabatku yang mulia prabu Maung Bodas!" kata Wijaya Kusuma dengan membungkuk hormat dan menaruh tangan kanannya di dada sebelah kiri.
Wijaya Kusuma mengeluarkan Kitab jagat buana dari dalam Ripela aksa di telapak tangan kanannya,"SYUUT." Kemudian membukanya dan mencari bab ajian beluk sandarawa.
Ajian beluk sandarawa ada 4 tingkatan terdiri dari :
Tingkat pertama Ajian beluk sandarawa : ciung wanara. Ajian memanggil gulungan besar ciung wanara untuk membuat kontrak dengan hewan yang akan dikontrak, dengan panjang 10 meter bisa bertambah tergantung evolusi tingkat energinya. Tingkat Chakra 5 slot, tingkat Mana 10 slot, tingkat Chi 20 slot, tingkat Qi 30 slot, tingkat Reiki 40 slot, tingkat Prana 50 slot dan tingkat Quantum tak terbatas slotnya.
Tingkat kedua ajian beluk sandarawa : Bolo sewu. Ajian ini untuk memanggil hewan kontrak minimal 1 slot hewan kontrak.
Tingkat ketiga ajian beluk sandarawa : lampah lumpuh. Ajian yang bisa membuat ilusi pada target hanya dengan menatap matanya sehingga mampu membuat tubuh target tak bergerak karna masuk dunia ilusi, namun hanya bisa digunakan pada hewan bukan manusia. Efektifitas 10% tingkat Chakra, 15% tingkat mana, 20% tingkat Qi, 25% tingkat Chi, 35% tingkat Qi, 40% tingkat Reiki, dan 50% tingkat Quantum serta 100% efektif jika menggunakan
Tingkat Pamungkas ajian beluk sandarawa : luzion aksa. Ajian yang membangkitkan mata ilusi berbentuk pupil mata kuning dengan tujuh tomoe berwarna kuning. Bisa melepaskan ilusi tak terbatas baik ilusi fisik maupun ilusi mental pada target.
Wijaya Kusuma menyimpan kembali Kitab jagat buana ke dalam Ripela aksa,"SYUUT."
Maung bodas tersenyum, "AJIAN BELUK SANDARAWA : CIUNG WANARA," Wijaya merapal ajian pemanggil sambil menangkupkan tangannya."POFF," muncul gulungan yang besar yaitu ciung wanara, Wijaya membuka gulungan itu, "SRIEEET..." Menggores sedikit kelima ujungjarinya, darah wijaya menetes kemudian menulis namanya, pada satu slot kolom di gulungan ciung wanara dan menempelkan kelima ujung jarinya di bagian bawah slot kolom gulungan ciung wanara. Muncul bulatan rune pada tangan yang berlumur darah, lalu Wijaya tempelkan ke kening Maung Bodas.
Kening Maung bodas bercahaya kuning terang menyilaukan, tanda mahkota di keningnya dilingkari rune ajian beluk sandarawa : ciung wanara sebagai tanda kontrak abadi,"SRIIING."
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
glanter
menarik.....lanjut
2023-01-21
1
Mawan Iwan
Thor sya penggemar novel ini,,tp tolong jgn terlalu banyak penjelasan yg tidak perlu Thor,Krn saya liat setiap penjelasan author itu l.kebanyakan menghabiskan chapter,,
dan untuk nama2 ajian jgn yg terlalu ribet,yg simple2 aja supaya raider bisa memahaminya
2022-12-25
1