Rutinitas yang dilakukan Shintadewi adalah merawat Wijaya Kusuma setiap hari dengan penuh kasih sayang layaknya anak kandungnya sendiri.
4 tahun kemudian, terlihat seorang anak kecil berumur berambut hitam acak, pupil mata berwarna pelang dengan 7 tomoe berwarna berbeda di setiap tomoe, berkulit putih cukup kekar badannya, dan guratan kotak-kotak diperutnya, serta ada tanda segel bulatan kepala naga di dahi dan punggung tangannya, dia adalah Wijaya Kusuma.
"Lebih baik saya segera melatihnya, untuk mencegah malapetaka, bencana dan peperangan akan menyebar lebih cepat. Saya mendapat firasat buruk, Saya juga belum kembali ke kerajaan Brabang sari 3 tahun yang lalu setelah keluar dari alam dewata. Ayahanda dan ibunda semoga kalian baik-baik saja," batin Shintadewi sambil memprhatikan Wijaya Kusuma berlatih.
Wijaya Kusuma sedang berlatih setiap pagi untuk memprkuat tubuhnya, mulai dari mengambil air sungai di bawah bukit lalu menghantarkannya ke gubuk sederhana miliknya di atas bukit. Push up 200x, sit up 200x, pull up 200x, berlari naik turun bukit selama 10 kali, bahkan ibunya Shintadewi melatihnya dengan keras dengan memberikan gelang segel dengan beban setiap gelangnya 100 kg.
Sesekali Wijaya melakukan gerakan jurus untuk memperkuat pukulan dan tendangannya, di bawah bimbingan Shintadewi, Wijaya Kusuma cepat tumbuh menjadi pendekar yang berjiwa ksatria.
Ketika Wijaya menuruni bukit untuk mengambil air sebagai latihannya.
SRAK..SRAK...SRAK...
Tiba-tiba wanita bercadar hitam menyerangnya dengan sangat cepat dengan melemparkan 3 belati kecil.
SHUA...SHUA...SHUA...
Wijaya kusuma dengan reflek cepat salto ke belakang menghindari serangan itu, ia mendorong kakinya sebagai pijakan, dengan cepat Wijaya Kusuma melesat sambil mengepalkan tangan untuk memukul orang bercadar hitam, dan orang bercadar hitam juga mengulurkan tinju.
BAM
Mereka beradu tinju sangat kuat hingga ada gelombang kejut dengan radius 20 meter.
SWUSH...SWUSH..SWUSH...BRAK
Karena perbedaan kekuatan Wijaya kusuma terpental jauh 100 meter menabrak beberapa pohon, sedangkan orang bercadar itu tetap tak bergeming masih kokoh pada tempatnya.
BRAK...BRAK...BRAK...BRAK
"Aakh," pekik Wijaya kusuma muntah darah.
"CWUSZHZHZH," Orang bercadar hitam muncul tepat di depan Wijaya Kusuma. Wijaya Kusuma menyadari akan ada serangan lanjutan ia menyilangkan tangan dan menaruhnya di depan mukanya, dan benar saja pukulan upercut mendarat di persilangan tangan Wijaya Kusuma. Wijaya berhasil menahannya namun lagi-lagi perbedaan kekuatan membuat Wijaya Kusuma melayang cepat kira-kira 20 meter di atas tanah.
"Habislah sudah diriku ini, sial maafkan aku ibu," batin Wijaya kusuma.
"CWUSZHZH," Orang bercadar hitam kembali muncul di depan muka Wijaya kusuma lalu melakukan serangan bertubi-tubi. Wijaya kusuma terlempar terus di udara ke ke bawah, ke atas, ke kiri, ke kanan oleh serangan orang bercadar hitam.
DAK...DUK...DAK...DUK...DRAK..DRUK...DRAK...DUK... Saking cepatnya seperti banyak orang bercadar hitam di atas langit.
Orang bercadar hitam menaikan kakinya ke atas, mengumpulkan chakra yang kuat pada kakinya dan menghantam perut Wijaya Kusuma.
BOOM....
"Aaakh," pekik Wijaya Kusuma muntah darah.
Tubuh Wijaya Kusuma melesat ke bawah.
SYUUUA... DOOOM...
Tubuh Wijaya kusuma menghantam tanah, membuat kawah dengan diameter 5 meter.
"Aaakh," Wijaya kusuma kembali memuntahkan darah. Belum sempat Wijaya Kusuma bangun, orang bercadar hitam melesat cepat dan menghantamkan lutut ke perut Wijaya Kusuma.
BOOOM...KRAK...DOOOM....
Kawah kini berlubang lebih besar dengan kedalam 5 meter dan diameter 10 meter.
"Aakh,"pekik Wijaya Kusuma. "Sungguh kekuatan yang luar biasa," batin Wijaya Kusuma, ak lama Wijaya pingsan tak sadarkan diri.
Orang bercadar hitam mundur 2 meter dari tubuh Wijaya Kusuma dan melepaskan cadarnya ternyata itu Shintadewi.
"Maafkan aku anaku!, jika ibu berlebihan, ibu harus melakukannya sejauh mana kekuatanmu telah tumbuh. Sudah saatnya kau mempelajari kitab jagat buana."Ucap Shintadewi sambil mengelus rambut dan mencium kening Wijaya Kusuma.
*POV KEKOSAWAAN SRIWIJAYA*
"Sungguh luar biasa batu mustika ini, kekuatan pancer banuku pun meningkat dan evolusi energiku pun meningkat drastis ke tahap Quantum, hahahahaha. Tingkatanku pun sudah naik sangat cepat ke Suryarama Inggil, di bimantala Suramatra tak ada satupun yang mampu mengalahkanku, hahahaha" ucap Kosawa Sriwijaya Hyang Dapunta Sri Jayanasa dengan tertawa jahat.
Seketika energi negatif di aula ruangan istana agung kekosawaan Sriwijaya, menyelimuti aula istana agung bahkan sampai kotaraja.
Perilaku para pejabat tinggi kekosawaan Sriwijaya di kota raja pun berubah drastis, yang biasanya sangat peduli terhadap rakyatnya, malah acuh tak acuh.
Kosawa Hyang Dapunta Sri jayanasa yang terkenal sangat arif bijaksana kini berubah menjadi sosok kejam, bengis, dan diktator.
Memberi kebijakan yang sangat merugikan rakyat di semua kerajaan bimantala suramatra, menarik upeti 100 kali lipat, jika membangkang maka akan di cap sebagai pengkhianat dan di hukum mati.
Namun hanya kerajaan Banjar Betung yang tak mau tunduk dengan kebijakan yang diberikan Kekosawaan Sriwijaya, awalnya 3 kerajaan juga menolaknya yaitu kerajaan Samudra Pasai, bukit tinggi dan para bangsawan di kerajaan pusat Sriwijaya menolak, yang pertama menolak adalah para bangsawan kerajaan pusat Sriwijaya di bunuh dengan cara keji.
Ada yang di penggal, di gantung, dan juga di pasak taruh di atas tiang, pihak kekosawaan melakukannya dengan sengaja di depan umum untuk memberikan ancaman barang siapa tidak taat dan patuh maka akan di binasakan.
Dua kerajaan Samudra Pasai dan kerajaan Bukit Tinggi, akhirnya menyerah karna beberapa orang pamilya mereka termasuk para bangsawan yang di bantai karena menolak kebijakan.
Jika ada salah satu desa atau kadipaten tidak tunduk maka akan di invasi, penduduknya akan di bakar habis tanpa sisa.
Kosawa Hyang Dapunta Sri Jayanasa akan selalu di garis terdepan jika ada wilayah yang menbantah untuk memimpin pembantaian.
Hanya dalam waktu 2 hari invasi kosawa Sriwijaya hanya menyisakan 1 kadipaten yang masih membangkang di kerajaan Banjar Betung, kadipaten Bakaheuni yang di pimpin pamilya Saputra.
Para Pasukan kosawa Sriwijaya dan sekutu di pukul mundur oleh pasukan kadipaten Bakaheuni yang di pimpin pamilya Saputra, pemimpin pamilya saputra adalah Manggala Saputra bukan hanya karna cerdas dalam strategi perang dan politik.
Tapi juga Manggala Saputra Pengguna Ajian pancer banu yang sangat sakti mandraguna di tingkat Suryarama Inggil berammatia balakosawa, dan punya pusaka panah Pasopati di tingkat ajisaka.
Umurnya memang masih cukup muda tapi soal kesaktian hampir menyamai Hyang Dapunta Sri Jayanasa, hanya perbedaan tingkat evolusi energi saja masih di bawah Hyang Dapunta Sri Jayanasa, Manggala Saputra hanya di tingkat evolusi energi Prana.
Senjata tingkat ajisaka panah Pasopati banyak di perebutkan kalangan ksatria dan pendekar di tanah bimantala Suramatra, tapi kesaktian Manggala Saputra tetap tak tertandingi di Bimantala Suramatra.
*POV KEKOSAWAAN SRIWIJAYA END*
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
Putra_Andalas
jujur... gua unyeng² baca NAMA JURUS-JURUS nya.. mana panjang² lagi...ora Mudeng aq 😵
2024-11-08
0
glanter
semoga tetap semangat
2023-01-21
0
Wak Jon
🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏆🏆
2021-10-27
0