Lalu kenapa raja Angga tidak khawatir membawa putri semata wayangnya untuk berburu?, karna putrinya itu tomboy meskipun sangat cantik tapi sering sekali menjahili para prajurit dengan mengajaknya bertanding.
Sudah ratusan prajurit dibikin babak belur karna ulahnya. Shintadewi sudah berada di tingkat Dendawa Inggil karna dia suka sekali berlatih. Tak jarang ia sering berlatih dengan salah satu baladika adilaga kerajaan dan bisa menahan imbang serangannya.
Setelah 4 jam para rombongan kerajaan sampai diperbatasan alas apuy penangsang, bagian luar alas apuy penangsang.
"Berhenti, kita akan berkemah disini. Siapkan semua kebutuhan untuk berkemah secepatnya." ucap baladika adilaga bernama kumara dengan melambaikan tangan.
"Sendiko, gusti." ucap serempak para prajurit bertingkat jagatama. Sedangkan para prajurit tingkat bintara menyiapak persenjataan untuk berburu.
Ketika semua sudah bersiap,mereka pun masuk ke bagian luar alas apuy penangsang.
Raja angga melambaikan tangan ke atas. "Tahan posisi, saya mendengar sesuatu. saya tidak mau kalian semua melakukan gerakan yang sia-sia. Saya merasakan binatang ini ditingkat Mahasura".
"APAAAA." para rombongan pun tersentak kaget. Bagaimana mungkin eksistensi yang begitu sangat kuat bisa muncul di alam mamiita (fana). Bahkan tingkat yang paling tinggi di kerajaan brabang sari hanya tingkat praburata inggil.
Para prajurit semuanya merasakan keringat dingin, bagian tengkuk mereka pun semuanya merasakam dingin. Karna tak biasanya mereka semua berburu mendapatkan ancaman bahaya seperti ini.
"Yang mulia, sebaiknya kita urungkan perburuan ini. Saya sendiri merasakan firasat yang tidak baik. Mohon yang mulia mempertimbanhkanya."Ucap kumara membungkung hormat kepada sang raja.
"Baik, kita akan kembali."Ucap raja angga
Tapi sebelum mereka membalikan badan muncul ular sepanjang 1 meter, berwarna putih bersih, sepasang sayap kelelawar berwarna hitam, mata berwarna merah dan mahkota emas kecil di kepalanya sedikit ada tanduk emas dikepalanya. Ular itu mendesis dan melesat cepat menuju shintadewi
SHSHSHSH....
Ular itu terbang sangat cepat, shintadewi kaget dan pucat pasi. Raja angga pun sudah tak bisa berbuat apa- apa karna saking cepatnya. Shintadewi menutup muka dengan kedua tangannya, naas kedua punggung tanggan pun di dgigitnya.
"Akh, sakit ayahanda."Teriak shintadewi
Ular itu pun menuju leher shintadewi dan menggigitnya, seketika shintadewi pun tumbang ke tanah.
BUK...
Muncul ruam hitam di seluruh urat tubuhnya, kening dan punggung tangannya muncul tanda kepala naga berwarna hitam ular berwarna hitam pun masuk kedalam tanda di kening Shintadewi.
SLURP...
"Aaaaaaaaaaaaakh." Shintadewi melolong keras tubuhnya melayang beberapa meter matanya membelalak dan berubah warna merah pekat, pupil birunya pun berubah hitam pekat, muncul mata beriak merah di kedua telapak tangan Shinta dewi. Tubuhnya keluar kepulan asap tipis berwarna hitam pekat dan beraura hitam pekat.
"Tidaaaak, putriku." Teriak raja Angga penuh kekhawatiran dan ingin menolong putrinya namun ditahan oleh kumara.
"Yang mulia, mohon jangan gegabah itu berbahaya. Kita tidak tau apa yang terjadi dengan tuan putri, percaya dengan tuan putri karna tuan putri orang yang sangat kuat aku yakin itu." Ucap kumara untuk menenangkan rajanya.
Shintadewi masih terus melayang muncul dikepalanya dua tanduk hitam kecil sepanjang 5 centimeter dan taring kecil keluar dari mulutnya.
Muncul suara yang menggema di atas langit :" Raja, aku telah memberikan anakmu kutukan naga percola dan jiwa anakmu akan terancam sampai bulan purnama selanjutnya, jika kau tidak menemukan kitab jagat buana. Maka tubuh anakmu akan di ambil oleh naga percola yang berada dal tubuhnya dan akan membawa malapetaka. Kitab itu berada puncak para dewata. Suruh putrimu datang ke sana sendirian, aku akan memberikan kunci tanah para dewa ke dalam tubuh anakmu."
Muncul portal dari langit berdiameter 10 meter, lalu dengan siluet warna emas melesat cepat masuk ke dalam tubuh Shintadewi, Portal pun lenyap dan suara dari langit pun hilang.
SRIIING....
Perlahan tubuh Shintadewi melayang turun ke tanah, aura hitamnya pun lenyap, tubuh shintadewi sudah mirip monster bertanduk tapi tubuh bidadari. Bertanduk dan bertaring, tanda segel kepala naga di kening dan punggung tangannya serta mata beriak merah di kedua telapak tangannya hanya matanya saja masih cantik dengan pupil biru.
DEK...
Raja Angga mendekati putrinya dan memeluknya.
"Maafkan ayah, putriku aku tak mampu menjagamu, apa yang harus kukatakan pada ibundamu."Ucapnya penuh penyesalan dan tak terasa air matanya jatuh. Raja angga memang seorang raja tapi juga ia manusia biasa yang tak mungkin mengkhawatirkan putri semata wayangnya.
"Kumara, kalian pulanglah ke istana aku akan membawa putriku ke tempat rahasia pamilya puntadewa, dan berikan surat ini pada ratu adiningrum.
"Tapi, yang mulia-".ucap kumara
"Sudah, jangan membantah."ucap raja angga tegas meski air matanya mengalir.
"Sendiko, gusti prabu." ucap kumara sambil membungkuk hormat.
"Para prajurit kita kembali ke istana secepatnya." ucap kurama.
"Sendiko, gusti baladika adilaga."ucap serentak para prajurit.
Mereka pun pergi hanya meninggalkan Raja Angga dan Shintadewi di luar alas apuy penangsang.
"Aku harus cepat aku takut terjadi apa- apa dengan putriku, AJIAN PANCER BUMI : MELIPAT BUMI." Ucap raja angga merapal ajiannya.
CWUSZHZH...
Raja angga dan putri shintadewi pun menghilang bersama.
*POV Kekosawaan Majapahit*
"Baladika adilaga senopati Angkasa Mada, bagaimana dengan penyelidikan benda yang jatuh kemarin di depan agung istana Majapahit seperti bola mustika itu? apakah sudah menemukan titik terang?" Tanya Kosawa Majapahit Tribuana Tunggadarsa Kertarajasa Jayawardhana.
"Maafkan hamba yang mulia Kosawa, kami belum bisa memecahkannya. Ini belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah, para peneliti dari berbagai kerajaan yang masyhur pun kewalahan memecahkan teka teki ini, mungkin kita harus mencari Resi Kuncung Putih yang mulia Kosawa," Ucap Angkasa Mada sambil berlutut dengan satu kaki dan wajah menunduk.
"Segera kerahkan semua pasukan khusus untuk mencarinya secepatnya, dan bawa Resi Kuncung Putih kesini," titah Kosawa Kertarajasa Jayawardhana.
"Sendiko yang mulia kosawa, hamba pamit undur diri," ucap Angkasa Mada dengan berlutut dan menundukan wajah. Kemudian Angkasa Mada berjinjit mundur untuk undur diri.
"Jika belum ada yang bisa memecahkan teka tekinya, aku akan coba melihatnya tapi firasatku mengatakan bahwa ini batu mustika merah itu sangat kuat dan berbahaya," batin Kosawa Kertarajasa Jayawardhana.
mohon kritik dan sarannya, author minta maaf jika banyak kekurangan di dalam alur cerita dan penulisan.
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
glanter
👍👍👍👍💪💪💪💪
2023-01-21
1
al-del
tak bisa di bayangkan rasa sedih yang di rasakan oleh raja
2022-11-28
1
⭕ BluJoker
Ya mas....
2022-11-18
2