Shintadewi melayang ke arah bayi itu dan menangkapnya serta menyelimutinya kembali.
"Anak yang sangat tampan, tapi aku harus menyembunyikan seluruh tanda segel dan matanya. Biarlah tanda ini akan keluar jika kelak ia sudah dewasa. Untuk nama aku akan memikirkannya nanti, terima kasih kakang, aku selalu merindukanmu. " Pikirnya sembari kembali menyeka air mata.
Tomoe di mata bayi itu bersinar terang, tiba-tiba muncul 7 mustika bola seukuran kepalan tangan dengan warna yang berbeda dari keningnya. 7 mustika itu melayang 20 meter di atas tanah berputar putar dengan jarak 1 meter setiap mustika.
"Wanita peot reot jangan senang dulu, meskipun kau sudah mengurung badanku itu hanya 10% dari kekuatanku yang kau segel didalam tubuh bayi itu, dan jiwaku masih melayang bebas, hahahaha. Yang kau kurung itu hanya jiwa bocah lemah tak punya apa-apa, suatu saat aku akan kembali untuk mencabik-cabikmu wanita peot reot." Ucap suara dari dalam 7 mustika bajul badranaya, suara yang penuh kebencian dan kesombongan.
"Lakukan sesukamu naga bodoh, aku tak akan membiarkanmu menyentuh anak ini, hmm."Dengusnya dengan kesal.
7 mustika berputar cepat terus terbang ke atas lalu menghilang.
SWINGG...
Shintawati pun turun perlahan ke tanah dan menghilang.
POFF...
Shintawati kembali ke gubuknya yang sederhana 20 kilometer dari puncak bukit saat pertarungan dengan naga badranaya. Tepatnya kaki bukit gunung ciremai, perbatasan antara kerajaan Brabang sari dan kerajaan kemuning loka.
Dia berjalan perlahan masuk ke dalam gubuknya yang sederhana dan meletakan bayi itu di tempat tidurnya, bayi itu sedari tadi tidur pulas dipelukan shintawai dan termenung mengingat masa lalunya.
*Flashback masa lalu Shintawati*
1000 tahun lalu di kerajaan brabang sari, kerajaan yang sangat makmur, dan sejahtera penduduknya pemandangan alamnya indah. Disebelah utara tampak pemandangan lautan yang menghampar luas, disebelah selatan pegunungan dan hutan yang hijau di kaki gunungnya.
Kerajaan brabang sari merupakan bagian dari kekosawaan majapahit. kerajaan yang berbatasan dengan daerah kekosawaan siliwangi. Di sebelahat timur berbatasan dengan kerajaan Demak bintoro, sebelah selatan gunung ciremai yang sebagian wilayahnya di kuasai oleh kerajaan kemuning loka, sedangkan diwilayah utara berbatasan dengan wilayah lautan yang sebagian di kuasai oleh kerajaan Caruban Nagari, Sedangkan di wilayah Barat berbatasan dengan daerah kekuasaan kerajaan Darma ayu.
Meskipun makmur kerajaan brabang sari adalah wilayah perbatasan kekosawaan, yang gampang sekali menyulut peperangan ditambah dengan bagian selatan berbatasan dengan gunung ciremai yang mempunya hutan misterius bernama alas apuy penangsang.
Konon di alas apuy penangsang banyak para siluman raksasa dan makhluk mengerikan hidup disana sehingga ketika ada manusia masuk bagian dalam hutan sudah dipastikan tak pernah kembali, alas apuy penangsang juga dihuni kerajaan siluman yang dipimpin oleh macan putih bernama maung bodas.
Kotaraja kerajaan brabang sari tepat berada di tengah wilayah antara laut gunungan ciremai yaitu kotaraja Losari.
Ya, Shintawati puntadewa adalah putri dari kerajaan brabang sari merupakan Pamilya (keluarga) bangsawan brahmacaraka tingkat V.
Juga merupakan Pamilya kerajaan yang sudah ribuan tahun berdiri sebelum adanya kerajaan brabang sari. Konon para pamilya puntadewa diberkahi umur panjang dan awet muda sampai ribuan tahun, karna mendapat berkah dewa yaitu kitab obat semesta bernama kitab jagat Saksana. Kitab yang mampu meracik pil air kehidupan yaitu pil amreta sari tingkat nirvana.
Namun para pamilya puntadewa sangat merahasiakan kitab itu, takut ada yang merebut bahkan menghabisi seluruh pamilya puntadewa.
Pagi yang cerah di dalem istana kerajaan brabang sari, seorang perempuan berumur 19 tahun terbangun dari tidurnya.
"Hoaaam, rupanya sudah pagi tidurnya nyenyak sekali ya, aku ingin tidur lagi namun hari ini ayahanda mengajakku untuk berburu kidang merah di alas apuy penangsang. Ya, sudah aku mandi dulu." Ucapnya dengan penuh kemalasan dengan mata masih tertutup rapat.
Skip setelah mandi.
Terlihat wanita berumur 19 tahun dengan gaun kebesaran kerajaan, dan mahkota putri di atas kepala, rambut hitam panjang sepinggul dengan tinggi 175 centimeter. Gunungan kembar yang besar terlihat sedikit belahannya, bibir merah merekah alami, tubuh yang langsing, sintal dan berkulit putih. Mata agak sedikit sipit dengan pupil berwarna biru, hidung mancung bak bidadari turun dari kahyangan. Siapa lagi kalau bukan shintadewi puntadewa.
Shintawati puntadewa merupakan satu-satunya anak dari raja Angga Puntadewa dan ratu adiningrum Puntadewa. Ya, benar raja dan ratu kerajaan brabang sari adalah sepupu dari pamilya puntadewa.
pamilya puntadewa tidak diperkenankan menikah dengan yang bukan pamilya punyadewa, namun juga tidak diperkenankan menikah dengan ponakan mereka.
Shintawati melangkah keluar kamar, dan pergi menuju aula kerajaan untuk bertemu ayahanda dan ibundanya yang sudah menunggu disana.
"Anak ayahanda, sangat cantik sekali bak bidadari turun dari kahyangan."puji raja angga pada putrinya.
"I-iya, ayahanda". ucapnya dengan terbata-bata dan pipi memerah.
"Tapi, bidadari ko bangunnya siang?". ledek ayahandanya.
Beberapa saat yang lalu hati shintawati hatinya diterbangkan sampai setinggi, terus dihempaskan kebumi.
"Ih, ih, ih, ayahandaaa." ucapnya dengan kesal dan mengembungkan pipinya.
Raja angga mengelus rambut anak semata wayangnya itu dengan lembut.
"Ibunda, kenapa ayahanda selalu menggodaku, hmph." dengusnya dengan kesal.
"Sudah, sudah sayang." ucap ratu adiningrum juga membelai rambut dan mencium putri semata wayangnya.
"Baladika adilaga(jendral), mohon siapkan kereta kuda!. Perintah raja angga pada jendralnya dengan sangat sopan.
Raja angga puntadewa meskipun seorang raja, ia tidak pernah sombong selalu arif dan bijaksana. Bahkan sangat sopan dalam bertutur kata kesemua rakyatnya. Jadi wajar saja raja angga sangat dicintai seluruh lapisan masyarakatnya.
"Baik, yang mulia hamba segera persiapkan titah yang mulia." Ucapnya sambil membungkuk hormat pada raja.
Raja Angga dan putri Shintawati pun berjalan keluar pintu istana ditemani ratu Adiningrum, beberapa saat mereka sampai di halaman istana.
"Lapor yang mulia, kereta kuda hamba sudah siapkan." ucapnya sambil membungkuk hormat. Dibelakang kereta kuda berbaris rapi, para pasukan sekitar 50 orang. 20 orang tingkat jagatama inggil, 10 orang tingkat bintara inggil, 5 orang tingkat ksatria naga, 5 orang tingkat ksatria bimantara, 4 orang tingkat ksatria inggil, dan satu baladika adilaga di tingkat Dendawa Asor
Raja Angga sendiri di tingkat praburata inggil sebentar lagi masuk tingkat suryarama Asor.
"Baik, terima kasih baladika adilaga, mari berangkat." titah sang raja.
"Hati-hati, kanda cepat pulang ya dan jaga putri kita baik-baik."ucap ratu adiningrum dengan sedikit wajah khawatir.
"Baik, dinda tentu akan aku jaga bidadari siang bolong ini, hehehe." Ledek raja pada shintawati sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Ih, ayahanda awas saja, hmph."dengusnya dengan kesal.
Merekapun masuk ke kereta kuda dengan total 2 kereta kuda dan 30 kuda untuk para prajurit. mereka pun berangkat.
Shintawati kepalanya keluar dari jendela dan melambaikan tangan pada ibundanya seakan ini adalah tanda perpisahan yang terakhir.
"Ibunda, dadaaaah." ucapnya sambil melambaikan tangan.
"Semoga ini baik baik saja, kenapa perasaan ini muncul kembali, seperti mimpi waktu itu. Ah, semoga saja ini cuma bunga tidur."batin ratu adiningrum
Kereta kuda rombongan rajapun sudah tak terlihat lagi.
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.
Semoga kalian suka ya readers.
apakah yang akan terjadi, yu mari ngopi, SALAM TERNJENGAAT.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments
glanter
maklum dech ayahanda, selendangku disembunyikan jaka tarub.....😂😂😂😂
2023-01-21
1
al-del
ngeuunah pisan 👍👍👍
2022-11-28
0
⭕ BluJoker
Semangat berkarya, Author Wong👍
2022-11-17
0