Wijaya Kusuma dan Maung Bodas pergi meninggalkan gua bleta permoda menuju para maung lodaya yang terluka parah di perbatasan bagian dalam alas apuy penangsang.
Kecepatan Maung Bodas Meningkat pesat setelah naik tingkatan praburata baharu. Mereka berdua sampai cuma 10 menit dari gua bleta permoda menuju perbatasan antara wilayah bagian dalam dan luar alas apuy penangsang. Waktu sebelumnya di tempuh kisaran 30-45 menit.
Wijaya Kusuma turun dari punggung Maung Bodas. Melihat mereka berdua kembali, para maung lodaya yang meringkuk lemas tak berdaya menunjukan wajah dengan ekspresi riang gembira. Maung Bodas dengan tubuh lebih besar dari sebelumnya sangat gagah, garis loreng hitam dan bulu putih kebiruan serta tanda mahkota dikelilingi bulatan segel kontrak abadi.
Meskipun para maung lodaya naik tingkatan ke tahap Ksatria beberapa saat lalu, tetap saja luka mereka belum sembuh dan stamina mereka tetap belum kembali. Ajian Baladewa merupakan ajian terlarang yang tidak bisa digunakan manusia biasa, karna penggunaan energinya berbeda harus mempunyai wadah jiwa Quantum meskipun tahapnya masih Chakra. Bagi Wijaya Kusuma itu bukan masalah karna memang dia alien alias makhluk dari luar bumi yang dikirimkan dewata agung.
Begitu pula dengan Shintadewi meskipun manusia biasa tapi ia mendapat energi Quantum karna berkah dari dewata agung jayalaksana. Intinya untuk menggunakan ajian baladewa harus menggunakan wadah jiwa Quantum yang ditransfer langsung dari dewata agung, jika sembarangan mempelajarinya maka akan meledak tubuhnya karna energinya sangat besar dan kuat.
Ketika terkena langsung salah satu ajian baladewa maka seluruh aliran energi dalam tubuh akan terkunci sementara waktu selama 1 hari penuh, kecuali jika sudah pada tahap Suryarama maka efeknya tidak akan berguna.
"Yang mulia prabu telah kembali, terima kasih yang mulia telah menyelamatkan kami semua dari segel leluhur, akhirnya kami semua bisa bebas berkeliaran kembali" ucap salah satu maung lodaya kepada Maung Bodas
"Bukan, bukan aku yang melakukanya tapi tuanku ini yang melakukannya!" bantah maung bodas.
"Apa buktinya jika saudara Wijaya yang melakukanya," ucap salah satu maung lodaya yang menjabat baladika adilaga, Maung Citraksa yang masih meringkuk namun memaksakan diri membantah. Bagaimanapun mana mungkin seorang pemuda bisa mengalahkan leluhur maung sanjaya yang begitu kuat.
"Sudah, sudah jangan berdebat lebih baik kita fokuskan untuk memulihkan saudaraku semua dahulu, biar nanti kalian bisa kembali ke istana. Masalah kalian percaya atau tidak itu tak penting yang jelas aku mempercayai kalian semua tanpa syarat," lerai Wijaya Kusuma.
Wijaya Kusuma mengaktifkan Reinka Aksa dan mengeluarkan bola azula agni dari ripela aksa di telapak tangan kirinya,"BLAR." Wijaya mengeluarkan seribu rumput bintang satu persatu dari ripela aksa di tangan kanannya dan mengontrol azula agni ditelapak kirinya. Pertama-tama Wijaya membuang kotoran dan energi negatif dari tanaman rumput bintang, namun karna Azula agni terlalu besar rumput bintang meledak,"BOOOMMM." Membuat wajah Wijaya kusuma hitam pekat, dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan tersenyum lebar sehingga hanya gigi putihnya yang kelihatan.
Para maung lodaya semuanya tertawa melihat pemuda itu, "maaf-maaf maklum masih pemula, heheheh," ucap Wijaya sambil tersenyum lebar dan menepuk jidatnya sendiri.
Percobaan kedua ia berhasil membuat pil dan ramuan cair berwarna hijau terang yaitu pil parantaja (pemyembuh) tingkat Burna efektifitas hanya 25% menyembuhkan luka ringan dan berat baik luar serta dalam. Wijaya terus membuat pil tanpa henti dengan sangat cepat lebih dari 2 jam. Terkumpul 1000 pil dan 1000 ramuan cair parantaja tingkat Burna dengan efektivitas 50%, 1000 pil dan 1000 ramuan cair parantaja tingkat burna dengan efektifitas 25%, Total semuanya 4000 ramuan parantaja.
Para maung lodaya yang melihatnya hanya bisa terpana dan menjatuhkan rahangnya, bagaimana mungkin seorang pemuda 15 tahun bisa membuat 2000 pil dan 2000 ramuan cair hanya ditempuh dalam waktu 2 jam. Jika tabib tingkat darama membuat satu pil pun belum tentu bisa dalam waktu 2 jam dan mereka akan muntah asam lambung jika tahu Wijaya membuat 4000 ramuan parantaja hanya dalam waktu 2 jam. Di tambah Wijaya berhasil membuat pertama kali pil parantaja efektifitas 25% dalam tingkatan darama, sedangkan pil parantaja efektifitas 25% hanya bisa dibuat oleh bawana tingkat surapala meskipun pil parantaja efektivitas 25% merupakan pil pasaran.
"Ambilah 1000 pil parantaja dengan efektivitas 50% ini," kata Wijaya Kusuma.
"Tidak gusti!, ini sangat berharga bagi kami semua, kami tidak pantas menerimanya," ucap Maung Bodas dengan wajah sungkan.
Mata uang di benua nusantara
1000 kiga \= 1 mega
1000 mega \= 1 giga
1000 giga \= 1 tera
"Sudah ambil saja!, lagi pula itu pil yang gagal aku buat, hanya efetktivitas 50%!" ucap Wijaya Kusuma sambil menyodorkan 1000 pil parantaja pada Maung Bodas.
Mendengar Wijaya Kusuma mengatakan pil efektifitas 50% pil yang gagal, membuat semua semua maung lodaya menjatuhkan rahangnya. Pasalnya 1 pil parantaja efektifitas 50% satu pil nya di jual 1 mega harga yang cukup mahal.
Maung Bodas membagikan pil parantaja itu kepada seribu maung lodaya, mereka pun meminumnya efeknya sangat luar biasa stamina mereka kembali dalam keadaan maksimal, luka mereka juga sembuh seketika tak ada satu bekas lecetpun di badannya dan chakra mereka juga meskipun hanya mengembalikan 10%. Biasanya pil parantaja dengan efektivitas 50% yang beredar di pasar meskipun cukup langka paling hanya bisa mengembalikan 50% penyembuhan luka luar dan dalam saja, tapi pil parantaja buatan Wijaya berbeda lebih dari itu.
"Pil ini luar biasa," ucap serentak semua maung lodaya.
Akhirnya para maung lodaya mempercayai bahwa Wijayalah yang berhasil menghancurkan segel leluhur Maung Sanjaya, setelah bagaimana wijaya membuat ramuan dengan metode lain dari pada bawana biasanya, lebih cepat, efektif dan manfaat pilnya yang luar biasa.
Tak terasa matahari sudah mau pulang ke ufuk barat, cahaya jingga berilau menghiasai indahnya langit di ufuk barat.
"Baiklah saudaraku, kita berpisah di sini. Semua saudara kita juga sudah kembali pulih. Aku harap hukumanku sudah selesai, aku akan kembali ke perbatasan. Dan ini 1000 pil parantaja dengan efektivitas 25%, mungkin bisa sedikit berguna untuk kalian semua, heheheh," ucap Wijaya Kusuma sambil menggaruk dagunya yang tidak gatal.
Melihat Wijaya memberikan pil parantaja para maung bodas terharu dan menambah rasa hormat di dalam hati mereka, meskipun Wijaya juga pernah memukul mereka. Bagi mereka itu hanya masalah kecil
"Terima kasih sauadaraku kebaikanmu akan kami kenang, lebih baik gusti menginaplah dulu di istana kami. Kami juga akan pergi dari tempat ini mencari tempat baru, karna kami semua besok akan melewati perbatasan kerajaan Brabang Sari. Kami semua akan melepaskan segel kurungan leluhur Maung Sanjaya agar kami bisa berubah kembali menjadi tubuh manusia, kami mengundangmu!" pinta Maung Bodas.
"Ya benar gusti!," ucap serentak semua maung lodaya.
Wijaya Kusuma seperti biasa naik ke punggung Maung Bodas, para maung lodaya pun sudah tidak mempermasalahkannya lagi. Karna bagi mereka Wijaya adalah dewa penyelamat mereka.
Setelah 1 jam berlari para rombongan sampai ke istana Maung Bodas disambut dengan meriah oleh rakyat Maung Bodas, melihat Maung Bodas raja mereka di naiki seorang pemuda para pelayan, prajurit dan rakyat biasa merasa heran, tapi mereka tidak berani menanyakannya.
Wijaya pun dihantarkan oleh pelayan istana ke kamar tamu istana dan beristirahat. Sedangkan Maung Bodas memanggil semua para petinggi kerajaan untuk mengadakan rapat darurat membahas Semua rakyat kerajaan akan pindah ke perbatasan dan menyiapkan surat permintaan untuk tinggal sementara di kerajaan sekitar.
Pagi hari yang cerah seluruh rakyat Maung Bodas sudah bersiap untuk mereka meninggalkan kerajaan Maung Bodas, Mereka semua berkumpul di depan Istana.
Wijaya pun sudah bersiap, aura tampan dan aura maheswara yang sangat berwibawa terpancar darinya, memakai jubah putih dan ikat kepala hitam rambut acak sedikit panjang.
Rakyat Maung lodaya yang di halaman istana terpana melihatnya, dan bertanya-tanya siapakah dia.
"Ehem," Maung Bodas berdehem keras.
Riuh ramai rakyat Maung Lodaya terdiam setelah raja mereka berdehem keras.
"Baik, Aku perkenalkan dia adalah gusti Wijaya Kusuma, sahabatku!. Pemuda yang telah menjadi penyelamat kita semua, yang lulus ujian leluhur Mangg Sanjaya, dan menghancurkan segel yang memenjarakan kita semua disini." Terak keras Maung Bodas dengan memegang pundak Wijaya.
Keadaan sangat riuh ramai dengan banyak raungan keras, "GROAAAAAR, HORMAT PADA GUSTI WIJAYA KUSUMA!".
Wijaya yang melihat itu semua senang gembira tak terasa air mata kebahagian jatuh di pipinya, bukan karna dia gila hormat tapi merasa ia menemukan sebuah keluarga.
Wijaya mengeluarkan batu mustika Maung Loka, mahkota Kurusetra Bhevara dan kitab ajian pancer agni saansinu munda dari ripela aksa telapak tangan kanannya,"SYUUUT."
"Ini adalah warisan pusaka dari leluhur Maung Sanjaya milik saudaraku semua, mohon terimalah saudaraku!" seru Wijaya sambil menyerahkan pusaka pada Maung Bodas.
"Tidak saudaraku, pusaka ini adalah milikmu. leluhur pernah mengatakannya jika ada yang mampu mengambil pusaka itu kami harus bersumpah setia padanya dan mengabdi padanya sebagai raja kami," tegas Maung Bodas.
"Menjadi raja?
ya sudahlah aku akan memakainya, aku juga sudah berjanji untuk melindungi saudaraku semua. Tapi apa kegunaan batu mustika ini?" pikir wijaya sambil mengelus dagunya. terlihat di mahkota itu ada 7 lubang berderet seukuran burung puyuh di atasnya. Wijaya melihat lubang itu dan batu mustika Maung Loka sepertinya muat untuk diletakan di sana.
Wijaya meletakan batu mustika Maung Loka ke salah satu lubang mahkota Kurusetra Bhrevara,"SWIIIING."
Mahkota kurusetra bhrevara melayang-layang beberapa saat, susana pagi yang cerah tiba-tiba berubah cepat. Awan hitam menggunung, angin berhembus kencang, petir menggelegar keras memekakan telinga dan suasana mencekam menyebarkan aura ketakutan pada seluruh rakyat Maung Bodas.
"SWUUUSH...JDAAAR...SWUUUSH...JDAAAR...
Mahkota kurusetra bhrevara langsung melesat masuk ke kepala Wijaya Kusuma,"SLURP." Seperti ada beban gunung besar yang menimpa kepala Wijaya,"AAAAAAAKH." Tubuh Wijaya melayang, matanya berubah putih dan terus berteriak keras menggema di seluruh istana kerajaan Maung Bodas.
Tiba-tiba ada petir berwarna kuning menyilaukan sangat besar menggelegar seperti auman naga besar mengamuk, menyambar tubuh Wijaya Kusuma.
JDAAAAAAAARRRRRRR...
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 118 Episodes
Comments