Jimmy berjalan-jalan sendiri di sebuah pusat perbelanjaan yang tak jauh dari hotel tempatnya meeting. Rencananya ia ingin pergi bersama Bayu dan Alex, tapi kedua orang itu malah kabur sebelum rapat berakhir. Sementara Jimmy harus bersabar mengikuti rapat yang berjalan lambat dan membosankan seperti sedang mendengarkan siraman rohani.
Ketika rapat berakhir, Jimmy lega sekali. Ia langsung menghubungi Bayu untuk memberitahukan rapat sudah selesai. Tapi, ponsel Bayu tidak aktif. Akhirnya kini Jimmy sendirian di pusat perbelanjaan negara Singapura. Ia ingin memberikan mainan untuk anak kesayangannya Leo. Leo pasti akan sangat suka jika ia pulang membawa action figure ironman.
Jimmy sibuk melihat-lihat mainan yang berderet pada etalase toko mainan. Banyak sekali pilihannya hingga ia bingung untuk menentukan pilihan. Andai saja ada Bayu, sudah ia paksa untuk membelikan ironman ukuran 1:1 untuk anaknya.
Saat sedang asyik memilih mainan itulah, tiba-tiba ekor matanya menangkap sosok wanita yang menurutnya tidak asing. Wanita berambut pendek mengenakan setelan kaos dan celana selutut tampak mendorong troli bayi melewati toko yang dikunjungi Jimmy.
Secepatnya Jimmy langsung keluar toko dan berlari mengejar wanita tadi.
"Miss Prita!" serunya.
Wanita itu berhenti dan menoleh ke arah asal suara. Benar, wanita itu adalah Prita, mantan guru TK Leo.
"Pak Jimmy, ya?" kata Prita.
Prita tampak sedikit berbeda, mungkin karena pengaruh potongan rambut atau memang dia kelihatan lebih dewasa. Namun yang pasti, dia masih kelihatan cantik dan anggun.
"Lama tidak bertemu. Saya hampir tidak mengenali. Miss Prita apa kabar?"
"Baik. Pak Jimmy dan keluarga juga apa kabar?"
"Baik juga."
"Mm... kalau Miss Prita ada waktu, apa kita bisa duduk untuk ngobrol sebentar?"
"Oh, boleh. Bagaimana kalau kita ke kafe itu saja?"
Prita menunjuk ke salah satu gerai minuman yang ada di sana. Jimmy mengangguk. Keduanya segera mencari tempat duduk yang nyaman untuk berbicara. Jimmy memesankan 2 kopi untuk menemani perbincangan mereka.
"Apa ini putrimu?" Jimmy melihat seorang balita perempuan yang tampak sedang tertidur di atas stroller.
"Iya, namanya Livy, umurnya baru 13 bulan."
"Imutnya.... pasti menyenangkan memiliki anak perempuan."
"Hahaha.... apa Leo belum memiliki adik?"
"Ah, belum. Renata masih belum ingin menambah anak. Katanya Leo saja sudah cukup untuknya."
Prita mulai mengingat kembali sosok Leo yang pernah ia kenal. Anak kecil yang selalu aktif dan ceria saat di sekolah. Tingkah dan tutur katanya yang polos sering membuatnya tertawa. Rasanya Prita kembali rindu masa-masa menjadi guru TK. Bermain dengan anak kecil merupakan hal yang mrnyenangkan. Kini ia sendiri sudah memiliki tiga anak yang tak kalah lucu dan membuatnya terhibur setiap hari.
"Leo sudah kelas berapa ya sekarang? Apa dia sudah sangat besar?"
"Leo sudah kelas empat SD. Tapi bagi kami, dia masih tetap seperti anak kecil yang manja."
"Hahaha... memang seperti itu ya, setiap orang tua pasti akan terus menganggap anaknya masih kecil."
Jimmy tak menyangka akan bertemu Prita di sana. Apakah nanti ia harus menceritakannya pada Bayu atau harus menyembunyikannya? Mungkinkah Bayu akan menerima jika hidup Prita sudah bahagia bersama orang lain bahkan telah memiliki anak yang cantik.
Sepertinya hal itu tidak mungkin. Bayu belum move on. Mansionnya saja masih dipenuhi dengan barang-barang milik Prita. Katanya dia memang sudah tidak peduli dengan kehidupan Prita. Apa yang kira-kira akan Bayu lakukan jika bertemu dengan Prita? Bahkan Prita masih tetap memiliki pesonanya meskipun telah memiliki anak.
'Ah, Bayu kan juga sudah punya pacar. Masa dia masih peduli dengan wanita yang sudah menjadi istri orang?' gumamnya.
"Pak Jimmy ada kepentingan apa sampai ke Singapura?"
"Saya ada urusan bisnis dengan seseorang yang memiliki restoran di dekat sini. Katanya sesekali rapat ke luar negeri supaya urusan bisnis tidak membuat jenuh."
"Oh, semacam bisnis trip ya. Bisnis sambil liburan."
"Ya, semacam itu."
Prita tertegun sejenak. Entah mengapa rasanya senang bisa bertemu dengan orang yang berasal dari negara yang sama dengannya. Tiba-tiba ia merindukan Indonesia. Selama lima tahun tidak pernah sekalipun ia pulang ke Indonesia. Ia melahirkan ketiga anaknya di Singapura.
Keluarga dan teman-teman dekatnya bahkan harus datang ke Singapura untuk mengunjunginya. Irgi yang lebih sering menemuinya karena memang perusahaannya di Singapura sekarang dijalankan oleh Ayash. Ya, Ayash dan Irgi bekerjasama dan saling bertukar perusahaan. PT Prayoga Jaya di Kota S dikelola oleh Irgi sedangkan Perusahaan MyShoppa, situs belanja online milik Irgi yang berpusat di Singapura dikelola oleh Ayash.
Setidaknya 3-4 kali dalam setahun Irgi akan datang ke Singapura. Begitupula dengan Ayash, terkadang ia berkunjung ke Indonesia tanpa ditemani Prita. Prita masih belum mau menginjakkan kaki di Indonesia.
"Kamu tahu kan kalau aku berteman dekat dengan Bayu.... "
"Tolong jangan katakan padanya kalau kita bertemu, please." Prita sudah memotong perkataan sebelum Jimmy menyelesaikannya.
Prita *******-***** tangannya sendiri. Seperti ada hal yang ia takutkan. Nama Bayu sudah membuatnya merinding walau hanya mendengarnya disebut. Nama yang sangat ingin dilupakannya meskipun sedetikpun ia tak akan pernah lupa.
"Ah, baiklah. Padahal aku harap kalian bisa bertemu setidaknya sekali untuk meluruskan segala permasalahan yang kalian miliki. Karena aku lihat dulu saat kamu menikah dengan Ayash, Bayu tampaknya jadi gila."
"Semuanya sudah lama berlalu, tidak ada yang perlu dibahas lagi. Kami berdua sudah memiliki jalan kehidupan masing-masing."
Prita tak ingin mendengar lebih jauh tentang Bayu. Ia akan bersikap seolah-olah tak peduli. Ia tak peduli bagaimanapun nasib Bayu di Indonesia. Itu bukan urusannya lagi.
"Ya, tentu. Aku tidak akan ikut campur untuk itu. Maaf kalau kamu tidak suka dengan ideku barusan." Jimmy melihat ke arah ponselnya, sudah waktunya ia kembali ke hotel. "Miss Prita, sepertinya aku harus pergi. Senang bertemu denganmu di sini."
"Sama-sama Pak Jimmy."
"Jaga dirimu."
Jimmy berlalu meninggalkannya. Ia menghela nafas, seharusnya ia tak membahas tentang Bayu di depan Prita. Sudah barang tentu Prita tak akan menyukainya. Bisa ia lihat dari raut murahnya saat Jimmy mulai membawa-bawa nama Bayu.
Prita mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah. Ia hampir terbawa emosi saat Jimmy mulai membahas tentang Bayu. Ada bagian dari dirinya yang bergejolak saat mendengar namanya.
Tanpa ada yang menyinggung tentangnya pun setiap hari Prita akan terus mengingat sosok Bayu lewat Daniel. Ya, Daniel terus tumbuh menjadi anak yang semakin mirip dengan ayah kandungnya. Meskipun perlakuan Ayash kepada anak pertamanya itu tetap baik, ada beban mental yang harus Prita tanggung selama membesarkan Daniel.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Nur Lizza
smg jimi bilng sm bayu klu dia bertemu sm prita
2023-04-28
0
Sagitarius
semoga Bayu segera move on, biarkan prita bahagia dengan suami & anak2 nya..
2021-09-09
0