"Hai, Jim."
Bayu menyapa Jimmy yang baru saja muncul dari balik pintu kamarnya. Bayu tengah bersiap karena malam ini ia dan Jimmy ada acara makan malam bersama rekan bisnis mereka.
Jimmy mengarahkan pandangan ke setiap sudut kamar yang Bayu tempati. Masih sama. Kamar Bayu tertata rapi dengan perabotan seperti layaknya kamar pasangan suami istri. Ada meja rias lengkap dengan berbagai peralatan make up wanita. Pada bagian dinding terpasang belasan figura berisi foto Prita.
Jimmy hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala. Bayu masih sama gilanya seperti dulu. Padahal sudah lima tahun berlalu, dia masih saja hidup dalam khayalannya sendiri.
Jimmy termasuk baru tahu kalau Bayu memiliki sebuah mansion di pinggiran kota yang letaknya agak masuk ke dalam hutan. Tempat yang dulu digunakan untuk menyembunyikan Prita. Jimmy ikut kerepotan karena ulah temannya itu. Ia sampai didatangi oleh orang-orang yang mencari Prita.
"Kamu masih betah tinggal di hutan seperti Tarzan? Kapan pindah?"
"Memangnya kenapa?" Bayu berbicara sambil memasang kancing kemejanya.
"Bertahun-tahun kamu menyiksaku untuk menempuh perjalanan yang lebih jauh agar bisa bertemu denganmu. Padahal perusahaanmu ada di pusat kota semua. Kenapa malah tinggal di daerah pinggiran seperti ini?"
"Hahaha... tapi kamu tetap datang juga kan, ke mansionku."
"Mau bagaimana lagi. Terpaksa, demi kelancaran bisnisku."
Bayu memang lumayan cakap dalam hal mengurus bisnis. Jimmy sering meminta bantuan Bayu untuk membantu bisnisnya. Selain bantuan pemikiran, Bayu juga bisa diandalkan jika dimintai bantuan modal. Intinya, Bayu penting bagi kelangsungan bisnis Jimmy.
"Kalau merasa satu jam perjalanan terlalu lama, kenapa tidak memakai helikopter atau private jet saja kalau ke sini? Bisa lebih cepat, kan? Kamu bisa mendarat di atas atap rumah atau halaman belakang." Bayu berkaca sambil menyisir rambutnya. Tak lupa ia menyemprotkan parfum ke pakaiannya.
"Kamu kira semua orang sekaya dirimu?" Jimmy mulai berjalan masuk ke area kamar Bayu sambil melihat-lihat ke segala arah.
"Pemilik hotel Cassanova apa bisa disebut kere?"
"Kamu pikir hotelku sebesar apa? Mungkin tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan klab malam milikmu. Lagipula itu hotel milik ayahku, bukan punyaku."
"Hem, bagaimana kalau hotelmu dihancurkan dan dibangun klub malam saja? Aku bisa membantumu."
"Sepertinya kamu ingin aku mati dicekik ayahku dan keluargaku ya?"
"Hahaha.... "
"Oh My God! Wow!"
Jimmy menyeru ketika membuka area wardrobe di kamar Bayu. Ruangan itu dipenuhi pakaian Bayu dan tentu saja pakaian wanita. Jimmy berdecak memperhatikan deretan lingerie yang tergantung rapi di lemari.
"Aku yakin kamu sering berfantasi dengan benda-benda ini. Mau sampai kapan kamu akan tetap gila? Prita sudah menikah dan kamu masih menganggapnya sebagai bagian dari hidupmu."
"Sudahlah, lupakan dia. Cari wanita lain yang lebih cantik dan menarik darinya. Aku rasa tampangmu tak akan tertolak oleh wanita manapun. Apalagi kamu punya banyak uang, tak sulit untuk menemukan wanita yang sesuai keinginanmu."
Bayu menyunggingkan senyum. Ia meneguk segelas air mineral yang diambilnya dari atas meja.
"Masalahnya wanita yang aku inginkan tidak tertarik dengan tampangku atau hartaku."
"Maksudku bukan Prita. Gantilah tipe idealmu. Prita kan sudah menikah dan hidup bahagia dengan suaminya. Mungkin juga dia sudah melahirkan beberapa anak. Aku harap kamu jangan mengusik kehidupannya."
"Kamu tenang saja. Aku tidak akan melakukan apapun. Lima tahun ini juga aku tetap diam, kan?"
Sebenarnya Jimmy tak terlalu tega melihat keadaan Bayu. Dia jadi teringat bagaimana kondisi Bayu lima tahun lalu saat benar-benar kehilangan Prita. Dalam kondisi badan yang penuh luka, dia mengamuk di rumah sakit seperti orang gila.
Bayu memaksa keluar dari rumah sakit untuk mencari keberadaan Prita. Sayangnya, Prita telah pergi ke Singapura bersama suaminya. Ia memohon bantuan kepada ayahnya, namun tak dihiraukan. Bayu akhirnya mengamuk berusaha membunuh ayahnya sendiri yang sudah berani melanggar janji.
Tiger King di Kota S hancur. Bayu menghajar setiap anggota Tiger King yang masih setia kepada ayahnya. Akhirnya, banyak yang memilih pergi dari Kota S karena lebih takut kepada Tuan Samuel daripada Bayu. Beberapa di antaranya tetap bertahan dan menjadi anak buah Bayu yang sekarang. Tuan Samuel kembali ke tempatnya semula di Kota J.
Bayu benar-benar menepati janjinya akan menjadi musuh ayahnya jika keinginannya tidak dipenuhi. Dia berlepas diri dari ayahnya dan memulai bisnisnya sendiri di Kota S. Dalam waktu singkat dia sudah bisa membangun jaringan bisnis. Jimmy juga mengakui kemampuan teman baiknya itu.
"Aku kira kamu tipe lelaki yang tidak akan pernah bisa mencintai satu wanita. Tidak aku sangka kamu bisa sampai gila gara-gara seorang wanita."
Bayu mengambil satu jam tangan dari laci perhiasan dan mengenakannya di pergelangan tangan.
"Jujur saja, kamu juga pasti akan mengatakan jika Prita itu wanita yang menarik. Andai saja Renata bukan wanita yang galak, kamu akan meminta Prita sebagai istri keduamu."
"Kata siapa? Bagiku Renata wanita yang paling sempurna di dunia." kilah Jimmy.
Padahal dulu Jimmy memang sempat kagum saat pertama melihat Prita ketika bertamu ke rumahnya. Sejak saat itu, terkadang ia menyempatkan diri untuk menjemput Leo dari TK meskipun pekerjaannya sangat padat. Sayangnya, saat itu Prita sudah tidak lagi mengajar di sana. Mereka bilang Prita telah mengundurkan diri dari sekolah.
"Ayo Jim, aku sudah selesai."
Jimmy mengakhiri tour di kamar Bayu. Mereka berdua keluar kamar menuruni tangga lantai dua menuju halaman depan rumah.
Jimmy duduk di kursi kemudi sedangkan Bayu duduk di sampingnya. Jimmy mulai menjalankan mobilnya melewati pintu gerbang yang dijaga oleh dua orang penjaga.
"Belok Kiri, Jim." pinta Bayu ketika di depan ada pertigaan.
"Loh, katanya jalan buntu. Bukannya seharusnya belok kanan."
Jimmy bingung karena rute yang Bayu katakan berbeda dengan yang biasa ia lewati.
"Sudah, ikuti saja kata-kataku."
Jimmy mengikuti permintaan Bayu. Ia membelokkan mobilnya ke arah kiri menyurusi jalanan terjal dan berbatu. Kondisi dalam mobil bergoyang-goyang karena melewati jalan yang tidak rata. Jimmy hanya bisa diam meskipun dalam hatinya mengumpat kesal. Bayu memang suka seenaknya sendiri.
Beberapa lama setelah melewati jalanan yang buruk, di depan mereka jalan terputus oleh tembok tinggi yang dirambati tanaman.
"Di depan jalan buntu." keluh Jimmy.
Bayu mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Buka gerbangnya." perintahnya.
Tak berapa lama, bangunan yang serupa tembok itu terbuka dan memberikan jalan bagi mobil Jimmy untuk lewat.
"Oh... jadi ini cara curangnya." gumam Jimmy seraya menjalankan mobilnya melewati gerbang kamuflase itu.
Setelah mobil lewat, gerbang kembali tertutup. Jalanan yang dilewati selanjutnya merupakan jalanan yang beraspal halus berbeda dengan jalan yang tadi dilewati.
"Gila ya! Kamu selama ini mengerjaiku. Sialan!" umpat Jimmy.
Pasalnya, hanya butuh waktu sekitar 20 menit dari area mansion Bayu menuju perkampungan penduduk. Selama ini Jimmy melewati jalanan yang jauh untuk bisa datang ke mansion.
"Hahaha... " Bayu hanya tertawa melihat Jimmy yang sedang kesal.
"Mulai besok beri aku rute yang benar. Jangan mengerjai aku terus."
"Kamu tidak bisa melewatinya jika tidak bersamaku. Lewati saja jalan seperti biasanya. Satu jam bukan waktu yang lama, kan?"
"Kamu tega pada temanmu sendiri."
"Standar keamanannya memang seperti itu. Mereka tidak akan mematuhi perintah siapapun kecuali aku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Nur Lizza
lanjut
2023-04-28
0
Fitri Sandi
enggak setuju bayu & shu....
2021-12-14
0