Jimmy hampir saja telat pergi ke bandara setelah menghadapi drama di rumahnya. Leo anak semata wayangnya mogok sekolah dan memaksa ikut ayahnya ke Singapura. Setelah menggunakan jurus mengalihkan perhatian dibantu oleh istrinya, akhirnya dia bisa pergi ke Bandara meskipun mungkin di rumah Leo mungkin masih marah.
Leo, walaupun sudah cukup besar tapi terkadang sangat keras kepala. Apa yang dia mau harus didapatkan. Apalagi akhir-akhir ini Jimmy memang sering meluangkan waktu untuk bermain bersama Leo. Itu membuat Leo malah semakin ingin selalu dekat dengannya.
"Aku belum telat, kan?" tanyanya kepada Bayu.
Jimmy melihat di sana ada Alex yang sedang asyik bermain game dan seorang wanita cantik yang berasa di sisi Bayu.
"Kenapa? Biasanya kamu selalu datang paling awal. Sekarang bahkan tak sempat menjemputku."
"Biasalah, Leo memaksa ingin ikut. Dia kira kita akan pergi jalan-jalan. Ah, siapa wanita cantik di sebelahmu?"
"Pacarku." jawab Bayu tegas.
Jimmy mengerutkan dahi. Baru kali ini Bayu mau mengenalkan wanita sebagai pacarnya. Tapi syukurlah kalau Bayu sudah bisa move on.
"Shu, ini Jimmy Marshall, teman baikku."
"Halo Pak Jimmy, saya Shuwan Mey." Shu mengulurkan tangannya.
Jimmy membalas jabat tangan Shu, "Jimmy. Senang bertemu denganmu, Nona Shu."
"Bay, kamu juga membawa anak itu?" Jimmy menunjuk pada Alex. Ia heran, untuk apa juga Bayu membawa Alex.
"Dia memaksa ikut. Aku potong gajinya kok untuk membelikan tiket pesawat. Katanya dia akan banyak berguna jika aku mengajaknya."
"Cih! Anak kecil itu. Alasan saja paling cuma mau pamer foto dengan patung singa kepada teman-temannya. Memangnya dia betah kumpul dengan bapak-bapak."
"Kalian saja yang bapak-bapak, aku masih muda, Jim!" protes Bayu.
Shu tertawa kecil mendengar percakapan mereka.
"Shu, apa kamu setuju kalau Bayu masih muda."
Shu mengangguk-anggukkan kepala, "Dia memang masih terlihat muda. Lebih muda daripada Anda Pak Jimmy."
"Hahaha... Kamu dengar kan, Shu berkata jujur. Kamu memang sudah kelihatan tua."
"Bos, sebentar lagi waktunya Boarding." kata Alex.
Alex melirik ke arah Jimmy. Dia mengisyaratkan rasa kurang suka karena sempat mendengar ucapan Jimmy tentangnya.
"Jangan menatapku begitu, Lex. Aku jadi takut. Tadi aku cuma bercanda kok. Nanti aku belikan kamu coklat Merlion di sana." Jimmy menepuk-nepuk pundak Alex.
Bayu memegang tangan Shu, membenarkan beberapa helai rambut Shu yang menutupi wajah kemudian menyelipkan ke belakang telinga. "Shu, aku pergi dulu."
"Hm, jaga dirimu."
Alex mematung melihat keromantisan yang diciptakan oleh bosnya dan Shu. Alex jadi iri. Shuwan Mey adalah tipe wanita idamannya. Bosnya yang biasanya terlihat kaku dan anti wanita kenapa gampang sekali mendapatkan wanita secantik Shu. Mungkin Alex harus banyak belajar dari bosnya. Sepertinya dia juga menginginkan seorang pacar. Kalau bisa harus lebih cantik dari Shu. Tidak mungkin kan, dia mau merebut pacar bosnya sendiri.
Bayu memeluk Shu dan mencium pipinya sebelum memasuki bandara bersama Jimmy dan Alex.
Shu hanya bisa melihat punggu kekasihnya yang semakin menjauh dan menghilang di antara jajaran toko-toko di bandara.
*****
Bayu, Jimmy, dan Alex berlajan menuju lounge bandara. Di sana tampak sudah ada Pak Andri, Pak Kevin, dan Pak Reno tanpa didampingi siapapun. Bayu sedikit lega karena Karla tidak ada di sana. Mungkin juga Karla sudah menyerah padanya karena masalah penyakitnya.
"Akhirnya kalian datang juga." ucap Pak Andri.
"Maaf Pak, ada sedikit kendala di rumah."
"Tidak perlu minta maaf Pak Jimmy, Anda kan tidak terlambat. Ayo sebaiknya kita langsung masuk saja ke pesawat." ajak Pak Andri.
Tampak dia orang pramugari menemani perjalanan mereka memasuki pesawat.
"Tumben Jim, para bos tidak membawa sekertaris mereka yang seksi-seksi." Bayu berbicara dengan nada lirih sembari memasang seatbelt di pinggangnya.
"Biasanya mereka sudah memberangkatkan wanita-wanita yang akan menemani lebih dulu. Bisa jadi kali ini mereka mengajak sugar baby-nya."
"Kamu juga membawa satu?"
"Membawa apa? Selingkuhanku kan kamu.... " Jimmy memasang raut muka yang membuat Bayu jijik.
"Amit amit.... "
"Hahaha.... kamu sendiri yang bilang kalau kita homo."
"Mana kartu kreditku?" Bayu menagih kartu kreditnya yang belum dikembalikan.
"Masih ingat saja." gumam Jimmy. Dia mengambil dompet dari dalam sakunya, mengambil selembar kartu yang pernah Bayu berikan padanya. "Nih, aku tidak pernah memakainya lagi kamu jangan khawatir."
Bayu menerima kartu itu dan menyimpannya di dalam dompet.
"Heh! Apa benar wanita yang tadi pacarmu?" tanya Jimmy penasaran.
"Maksudmu Shuwan Mey?"
"Iya, itu. Namanya susah dihafal."
"Ya, kami memang sudah beberapa hari pacaran."
"Kok kamu tidak pernah mengenalkannya padaku?"
"Untuk apa? Nanti kamu naksir lagi. Renata bakal marah."
"Ya maksudnya dikenalkan sebagai teman dekatmu. Aku kan tipe lelaki setia. Renata cukuplah untukku. Kalaupun aku butuh selingkuhan, aku rasa aku akan memilihmu daripada wanita lain. Hahaha.... "
"Bay.... "
"Hem?"
"Kamu pasti tahu kan, Prita ada di negara yang akan kita datangi."
"Ya. Memangnya kenapa?"
"Yakin kamu tidak mau mencoba menemuinya?"
"Kamu sedang memancingku? Bukannya kamu sendiri yang melarangku untuk mengganggu hidupnya yang sudah bahagia."
"Aku hanya memastikan. Mana ada seorang Bayu mau mendengarkan perkataan Jimmy Marshall."
"Kata-katamu itu sudah seperti petuah yang tidak bisa aku hindari. Aku berpacaran dengan Shu juga karena saranmu. Kamu senang, kan?"
"Tentu saja aku ikut senang. Semoga kisah cintamu kali ini akan berlabuh dengan baik."
Bayu mengalihkan pandangan pada kaca jendela pesawat. Pikirannya melambung tinggi setinggi pesawat yang tengah ia naiki.
Semalam Bayu tak bisa tidur. Mendengar kata Singapura yang terlintas di benaknya hanya Prita. Meskipun ia sudah mengatakan akan melupakan Prita kepada Jimmy, kenyataannya ia tidak bisa.
Bayu tak lagi terlalu mencari tahu tentang Prita setelah ia pindah ke Singapura. Ia tak tahu secara pasti, di sebelah mana Prita tinggal. Singapura bukanlah negara yang besar. Jika ada kemauan untuk mencari, pasti Bayu bisa menemukannya.
Bayu ingin kembali melihat Prita. Apakah dia masih sama seperti lima tahun yang lalu? Apakah rambutnya telah bertambah panjang atau justru rambutnya lebih pendek? Apakah badannya masih kecil atau lebih berisi? Lima tahun menikah pastilah dia telah memiliki anak. Kebanyakan wanita pasti akan berubah bentuk badannya setelah melahirkan.
Padahal dia sendiri tidak tahu apa yang akan dilakukan jika kembali bertemu Prita di sana tanpa sengaja. Apa dia masih akan timbul rasa suka atau justru rasa benci yang lebih dominan. Wanita tidak tahu terima kasih setelah banyak hal ia korbankan bahkan nyawanya sendiri hampir terancam, tapi wanita itu tetap memilih untuk menikah dengan lelaki lain. Wanita yang tak menghargai perjuangannya sebagai seorang lelaki untuk mendapatkan cintanya dengan jalan yang benar.
Ia selalu menyesalkan ketidaksabaran Prita menunggu dirinya menjadi orang yang lebih baik sesuai dengan usaha yang telah ia lakukan selama ini. Kalau ingat tentang itu, rasa marahnya kembali muncul. Ingin ia kembali menculik Prita dan menyiksanya sampai ia puas.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Nur Lizza
yg sabar y bay
2023-04-28
0
Iche FLorha Sadi
thoor ayolaaah datangkan pengganti Prita,,,kasian bayu
2022-12-04
0
ƒαqqυяσ
di season satu aku sebel sama Bayu meski ga benci sih malah jadi suka sama tokoh Bayu nah di season dua malah kasian liat Bayu 🥺
2022-11-02
0