Shu berjalan mengantarkan Bayu ke luar area hotel menuju basement parkir. Tampaknya dia sedikit tidak nyaman ingin mengatakan sesuatu kepada Bayu. Sejak tadi dia *******-***** jarinya seperti ragu-ragu ingin berkata apa.
"Kenapa, Shu?" tanya Bayu yang melihat gelagat aneh wanita itu.
"Mmm.... Apa ini akhirnya kita harus berpisah?"
Bayu sedikit menangkap maksud perkataan Shu. Tampaknya wanita itu tidak rela jika dia harus cepat-cepat pergi. Bayu menyunggingkan senyum, "Apa kamu masih berharap aku tetap di sini?"
"Ya, setidaknya sampai kita menikmati makan malam baru aku merasa pantas melihatmu pulang." Shu membenarkan anak rambutnya kembali ke belakang telinga.
Bayu melihat jam tangannya, "Masih jam empat sore. Terlalu lama kalau harus menunggu waktu makan malam. Kapan-kapan saja."
"Lain kali gantian ajak aku melihat-lihat kantormu."
Bayu menyeringai, "Kalau kamu mau jadi pacarku, baru aku akan mengundangmu ke kantorku."
Shu menganga mendengar perkataan tiba-tiba Bayu. "Sejak tadi kamu menggodaku terus dengan membahas soal pacaran. Bagaimana kalau aku baper? Kamu jangan bercanda."
Cup
Bayu mencium pipi Shu. Reflek Shu memegangi pipinya dan wajahnya memerah malu.
"Aku serius mengajakmu pacaran, Shu. Apa jawabannya iya atau tidak?"
Shu terdiam.
"Kalau kamu butuh waktu berpikir, aku siap menunggu jawabannya."
Bayu mengusap kepala Shu seraya berjalan memasuki mobil.
"Tunggu!" cegah Shu.
Bayu menghentikan langkahnya. Ia urungkan niat masuk mobil dan kembali menatap Shu.
"Ayo kita pacaran!" tegas Shu.
Bayu sebenarnya agak tidak percaya Shu akan mengiyakan permintaannya. Ia menarik Shu ke dalam mobilnya. Di dalam mobil, Bayu langsung mendaratkan ciuman di bibir Shu. Wanita itu tampak terkejut, lelaki yang baru saja mengajaknya pacaran langsung menciuminya dengan intens. Namun, Shu juga turut menikmatinya.
Beberapa menit kemudian, mereka menghentikan aktivitasnya. Nafas Shu masih tersengal-sengal. Malu-malu ia menatap ke arah Bayu yang sedang menatapnya dalam-dalam.
"Em, aku... kembali dulu ke hotel." ucap Shu.
Cup
Bayu kembali mencium pipi Shu, "Terima kasih, Shu."
Shu keluar dari mobil. Ia melambaikan tangan kepada mobil Bayu yang mulai melaju meninggalkan area hotelnya.
Shu kembali memegangi pipinya. Ia membayangkan saat ini wajahnya pasti akan sangat merah seperti kepiting rebus. Baru kali ini ada lelaki yang seagresif itu. Baru jadian sudah mengajaknya berciuman. Tapi memang itu daya tarik seorang Bayu.
*****
"Rasakan ini! Mati! Uhhh.... sialan sialan sialan!"
Bayu melewati ruang tengah mansion dan melihat Alex sedang duduk di sofa memainkan ponselnya sambil marah-marah. Entah mengapa akhir-akhir ini anak itu sering sekali emosi saat bermain game. Biasanya kalem. Apa lagi-lagi dia kalah dengan pemain yang memiliki id user princess charming?
"Alex.... "
Bruk!
Alex terjatuh dari sofa karena terkejut dengan panggilan bosnya.
"Hehehe.... Bos sudah pulang?"
Alex bangkit sendiri dari lantai sambil memegangi kepalanya yang sempat terbentur sudut sofa.
"Kalah game lagi?"
"Sudah bisa ditebak, ya?" ia menggaruk-garuk kepalanya.
"Princess Charming?"
Alex mengangguk.
"Blokir saja akunnya kan beres biar kalian tidak bertemu lagi."
"Bos... aku kan punya harga diri. Selama ini aku main selalu bisa menang. Aku tidak akan berhenti sebelum bisa mengalahkannya. Dia sangat songong."
princess charming: hahaha looser!
Alex menunjukkan percakapanny dengan lawan mainnya Princess Charming.
"Cari dia sampai ketemu! Aku juga ingin tahu seperti apa orangnya yang berani menghina asistenku."
"Nah benar kan, Bos juga pasti akan marah dengan atitudenya yang sangat buruk. Aku akan cari dia sampai ketemu."
Alex berbalik hendak pergi meninggalkan mansion. Tapi, Bayu lebih dulu meraih kerah lehernya.
"Aduh, kenapa ditarik, Bos!"
"Kamu mau kemana?"
"Mencari orang yang memakai nama Princess Charming, kan?"
"Semangatnya kalau mengurusi masalah game. Tugas yang pernah aku berikan apa sudah selesai?"
Alex mengerutkan dahinya, "Hah, tugas apa Bos?"
"Siapa orang yang mau meracuniku?"
Alex melongo. Dia benar-benar lupa tentang tugas itu setelah Bayu menembak mati satu-satunya saksi sekaligus pelaku yang susah payah ia cari.
"Em... itu Bos.... aku belum menemukannya."
"Kamu terlalu banyak bersantai dan bermain game Alex sampai lupa tugas yang aku berikan."
"Otakku buntu untuk berpikir. Bos sudah membunuh saksi kunci kejadian itu. Masa aku harus menginterogasi arwahnya?"
"Lalukan kalau perlu. Aku mau pelakunya segera kita tangkap. Jangan lagi berlarut-larut."
Alex menunduk, "Baik, Bos."
"Pergi ke Skylight Bar, selidiki ulang dari awal. Kalau bisa selesaikan sebelum kita berangkat ke Singapura."
Alex mengangguk. Ia langsung berlari pergi ke luar mansion menjalankan misi dari bosnya.
Bayu menaiki anak tangga menuju kamarnya. Kamar yang penuh dengan kenangan bersama Prita. Ia merebahkan dirinya di ranjang. Rasa kesepian kembali menyelimuti. Jika hari-harinya terasa berisi ketika bekerja dan beraktivitas di luar, di mansion jiwanya serasa kosong.
Drrtt.... drrrt....
Bayu mengambil ponselnya. Sebuah panggilan dari Shu tampak di layar ponselnya. Bayu hampir lupa kalau sekarang dia sudah punya pacar wanita cantik berwajah oriental.
"Halo, Shu.... " sapanya.
"Kamu sudah sampai rumah?"
"Ya, aku baru sampai di rumah. Kamu sudah pulang kerja?"
"Belum. Aku masih menunggu sopirku menjemput."
"Ah, iya. Aku sampai lupa kalau mobilmu sedang rusak. Seharusnya aku mengantarmu pulang. Maafkan aku."
"No... tidak apa-apa. Aku tahu kamu juga pasti seharian sudah lelah. Jangan lupa makan malam."
"Hm. Shu.... besok malam ada waktu?"
"Ya?"
"Ayo kita makan malam bersama di Sky Lounge hotelmu."
"Kamu mau mencoba makan malam di hotelku?"
"Apa kamu ingin makan malam di tempat lain? Kamu bisa menyebutkan dimana."
"No, no.... aku senang sekali kalau kamu mau kembali berkunjung ke hotelku."
"Kalau begitu, sampai ketemu besok malam, Shu."
"Ya.... "
"I love you.... "
"I love you too.... "
Klik
Bayu kembali merebahkan tubuhnya di ranjang. Ponsel ia lempar sembarang di sebelahnya. Ia memijat keningnya. Mulai hari ini akan ada wanita selain Karla yang akan mengganggu hidupnya.
Ya, Bayu tidak benar-benar mencintai Shu. Kalau masalah tertarik, Shu wanita cantik yang pasti setiap lelaki akan tertarik padanya. Tapi Bayu, lebih tertarik pada apa yang Shu miliki daripada kecantikan wanita itu sendiri. Holly Hotel. Itulah alasan Bayu untuk mau berdekatan dengan Shu.
Bayu ingin lebih dekat dengan tujuannya mengambil alih Holly Hotel. Langkah awal yang ia tempuh, mendekati anak pemilik hotel itu.
Dilihat dari kepribadiannya, Shu tipikal wanita yang mudah jatuh cinta. Tak sulit bagi Bayu untuk menarik perhatiannya. Dia tahu, Shu akan tertarik pada lelaki yang terlihat agresif, mendominasi, dan to the point. Apalagi wajah blasterannya yang mempesona, wanita pasti akan langsung terkesima melihatnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Nur Lizza
kbr arga gimana thor apa dh merit.trus ayas dn prita kbrny gimn jg
2023-04-28
0
Iche FLorha Sadi
thoor ayo dong ,,,datangkan pengganti Prita ,,,biar bayu juga bisa move on 😒
2022-12-04
0
Mira Dedipj
shu kau si perdaya
2021-09-24
0