Alex Si Asisten

"Selamat pagi, Pak." sapa para karyawan ketika Bayu memasuki kantornya.

Bayu hanya membalas dengan anggukan kepala sebagai kode. Jangan harap untuk mendapat sapaan balik darinya. Tersenyum saja tidak.

Sikapnya terkesan dingin dan serius membuat karyawannya sungkan dan takut berhadapan dengannya. Bayu dikenal sebagai bos yang kejam. Jika ada kesalahan yang karyawannya buat, ia gak segan-segan untuk memecat atau memutasi ke kantor cabang lain.

Dari segi gaji, dia bukan bos yang pelit. Karyawannya digaji dengan bayaran yang tinggi, di atas rata-rata perusahaan lain, dengan konsekuensi mereka harus benar-benar bekerja dengan serius dan bertanggung jawab.

Meskipun demikian, Bayu tetap menjadi primadona di kalangan karyawan wanita. Kehadiran Bayu di kantor adalah sesuatu yang sangat mereka nantikan karena tidak setiap hari Bayu datang ke kantornya. Seringkali mereka berkhayal bisa menjadi istri seorang Bayu Bagaskara.

Tok tok tok

"Masuk."

Reni, kepala bidang marketing masuk ke ruangan Bayu setelah mendapatkan ijin. Dilihatnya sang bos sedang duduk serius membaca-baca laporan yang ada di mejanya. Sementara sang asisten, Alex, dengan santainya rebahan di sofa mengemut permen lolipop sambil memainkan game di ponselnya.

Reni hanya bisa menggeleng kepala melihat asisen yang bertingkah santai bahkan seperti bos di hadapan bosnya.

"Masuk saja Kak Reni, anggap aku tidak ada." ucap Alex dengan santainya.

Reni langsung duduk di hadapan Bayu.

"Pak, ini laporan penjualan produk perusahaan selama tiga bulan terakhir."

Reni menyodorkan berkas laporannya. Bayu langsung menerima dan membacanya.

"Ini produk baru, kan? Kenapa penjualan terus menurun dalam tiga bulan terakhir? Kerja kalian apa?"

"Maaf, Pak. Tapi, dipasaran semakin banyak produk serupa yang beredar. Pilihan konsumen menjadi lebih beragam dan sepertinya... produk kita kalah saing."

"Ini gunanya aku mempekerjakan kalian agar bisa mencari solusi saat menemukan permasalahan. Bagaimana kalian bisa diam saja melihat penjualan kita yang terus merosot?"

"Sepertinya itu lebih tepat sebagai tugas bagian inovasi produk, Pak. Kami dari bagian marketing telah menjalankan pekerjaan sesuai SOP."

Bayu menyeringai, "Apapun dan bagaimanapun produk yang dihasilkan perusahaan, pada akhirnya tetap bagian marketing yang harus menentukan strategi promosi yang tepat agar produknya laku terjual. Kalau kalian tidak bisa melakukannya, aku anggap kalian gagal."

"Tapi, Pak.... "

"Alex, pergi ke bagian marketing. Bantu mereka menemukan strategi pemasaran yang tepat untuk produk kita."

"Oke."

Alex langsung mematikan ponselnya dan bangkit dari duduk.

"Kalau mereka tetap tidak bisa menaikkan kurva penjualan, pecat semua karyawan di bagian marketing dan ganti yang baru."

Reni membulatkan mata mendengar ancaman bosnya. Bagaimanapun juga, dia adalah kepala bagian, bos bagi bawahannya. Jika terjadi pemecatan pada seluruh anggotanya, berarti itu menjadi tanggung jawabnya juga.

"Pak, saya mohon, jangan gegabah memutuskan sesuatu. Kami sudah lama bekerja untuk Bapak. Kamu juga akan berusaha sekuat tenaga untuk memajukan perusahaan Bapak."

"Saya tidak butuh kata-kata, Reni. Berikan saya bukti.Silakan keluar."

"Permisi, Pak."

Reni pamit keluar dari ruangan Bayu. Di belakangnya ada Alex yang mengikutinya. Anak itu kembali memainkan game di ponselnya setelah keluar dari ruangan Bayu.

"Alex, umurmu berapa?"

"20 tahun. Memangnya kenapa, Kak?"

"Ah, ternyata kamu sudah bukan anak-anak lagi. Tapi kenapa tingkahmu itu masih seperti anak kecil?"

"Anak kecil? Tubuhku bahkan lebih tinggi darimu, Kak."

"Sifat kedewasaan tidak bisa diukur dari tinggi badan. Tapi dari sikapnya."

"Memangnya sikapku kenapa? Bos tidak pernah protes dengan apa yang aku lakukan. Malah Kak Reni dan kawan-kawan kan yang terancam akan dipecat. Hehehe.... "

Reni menelan ludah. Orang yang lebih muda sepuluh tahun darinya itu benar-benar membuat mentalnya jatuh.

"Kamu benar-benar senang ya, kalau aku dan teman-teman dipecat?"

"Loh, kok bilang begitu? Aku sekarang bareng Kak Reni kan juga untuk membantu."

"Halah, nanti kamu pura-pura saja biar dipuji bos."

"Jangan ragukan bantuanku, Kak. Aku ini sangat kompeten."

Alex melirih ke arah Reni yang tampak meragukannya. "Aku buktikan ya, nanti. Kalau Kak Reni tidak jadi dipecat, traktir aku makan selama satu bulan."

"Heh! Kamu mau memerasku? Gajiku bisa habis kalau kamu minta begitu."

"Kalau begitu satu minggu, ya."

"Oke."

Dibandingan dengan Bayu, Alex lebih ramah dengan karyawan lain. Dia memanggil kebanyakan karyawan dengan sebutan 'Kak', 'Pak', atau 'Bu' karena dia orang yang paling muda di perusahaan. Alex mudah akrab dengan siapa saja. Itu yang orang-orang suka.

Meskipun masih muda, wawasannya sangat luas. Memang tidak mungkin Bayu membiarkannya tetap bertahan di sisinya jika Alex tak memiliki kelebihan. Alex cepat sekali belajar. Pemikirannya kritis, mampu menganalisa solusi dari permasalahan yang dihadapi.

Seperti kali ini, tim marketing dibuat melongo memperhatikan contoh desain iklan yang dibuat Alex.

"Ini baru adik kita, Alex." Puji Jonan.

"Lulusan mana kamu, Lex? Jonan saja kalah. Otaknya nggak berfungsi deh di marketing."

"Wah, Bu Reni kata-katanya kejam, ya? Aku ini sudah ditugaskan di lapangan lho, masa harus memikirkan tentang konsep iklan juga? Tuh, Winda kan yang biasanya menyusun konsepnya."

"Lah, kok aku?"

"Sudahlah, Kakak-Kakak tidak perlu bertengkar. Lebih baik kita segera selesaikan saja. Aku juga sudah ingin main game lagi."

"Ini konsep iklannya memang begini, ya, Lex? Apa nanti orang-orang yang melihat tidak bingung karena iklannya ambigu?" tanya Hari.

"Ya, Kak. Semakin mereka bingung, semakin mereka kepo tentang produk kita."

"Gimana kalau untuk promosi ada program undian berhadiah juga? Aku rasa bisa lebih banyak menarik minat konsumen."

"Boleh juga idenya Kak Winda."

"Berarti perlu juga mencari artis terkenal untuk jadi BA?" tanya Hari.

"Aduh, kalau artis terkenal butuh biaya endorse yang besar. Jangan deh." Reni menolak.

"Kalau begitu pakai saja seleb-seleb internet yang sedang viral. Biaya endorse bisa lebih ditekan, produk bisa cepat terkenal." usul Jonan.

"Nah, ini ide bagus." Reni mengacungkan jempol

"Dari awal memang kita sudah salah strategi, ya. Aku kira produk baru kita akan langsung booming di pasaran."

"Ya mana ada hal seperti itu, Jo." ucap Winda.

"Dilihat dari kemasan, rasa, ukuran, produk kita lebih bagus lho daripada produk-produk serupa."

"Masalahnya promosinya kurang, jadi belum banyak orang yang tahu." tambah Hari.

"Em, ini kalian sudah tidak butuh aku, kan? Sepertinya kalian bisa lanjut berdebat dan aku juga mau lanjut main game." Alex menyela di antara perdebagan mereka.

"Jangan dulu, Alex. Tunggu kami selesai diskusinya." cegah Winda.

"Oke."

"Alex, kamu sebenarnya adik Pak Bayu, ya?" tanya Winda penasaran.

Sebenarnya Winda lebih penasaran dengan Bayu. Bayu adalah tipe lelaki idamannya. Namun, Bayu sangat menyeramkan untuk didekati.

"Bukan. Aku hanya anak pungut, kok. Aku dipungut oleh ayah Bayu dari jalanan."

"Kok sepertinya Pak Bayu sangat menyukaimu, ya? Apa dia gay?"

Senua mata langsung mengarah ke Winda. Berani-beraninya dia keceplosan menyebut bosnya itu homo.

"Ya maaf... soalnya Pak Bayu sepertinya tidak terlalu suka berdekatan dengan wanita. Aku kira karena sudah punya pacar cowok. Kamu."

"Hem, Kak Winda perlu aku laporin nih ke Bos."

"Laporin saja, Lex. Mulutnya itu nggak ada saringan astaga Winda.... " Jonan mengompori.

"Jangan dong... aku bisa mati kalau aku kena PHK. Cari kerja jaman sekarang susah. Aku kan hanya penasaran. Aku yakin karyawan lain juga sama."

"Penasaran sih penasaran, Win. Tapi nggak cablak gitu juga kali."

"Ya maaf, maaf.... "

"Bos masih normal, kok. Mungkin karyawan di sini bukan tipenya saja jadi Bos tidak tertarik."

"Tipe Pak Bayu seperti apa?" Reni ikut-ikutan kepo.

Alex mencoba mendeskripsikan Prita, wanita yang bosnya cintai, "Sepertinya tipe Bos itu wanita yang penyayang, ramah, sederhana, mandiri, pantang penyerah, tegar.... "

Reni, Jonan, Winda, dan Hari mendengarnya heran.

"Stop stop... bukannya itu tipe wanita kebanyakan, ya?" kata Winda.

"Iya. Kok sepertinya tidak cocok untuk Pak Bayu."

"Aku sependapat. Aku kira wanita yang tepat bersamanya itu wanita yang cantik, seksi, menantang... "

"Halah, itu paling tipe khayalanmu, Jo."

"Yang aku katakan benar itu, Kak. Aku kan sudah pernah bertemu langsung dengan wanita yang Bos sukai."

"Tapi kok Pak Bayu tidak pernah terlihat bersama wanita itu?"

"Dia sudah menikah dengan lelaki lain dan tinggal di luar negeri."

"Ooh.... " kata mereka serempak.

"Kakak-kakak katanya mau diskusi, kok jadi membahas Bos? Kalau begitu aku tinggal ya, kalian kerjakan sendiri saja. Hati-hati, kalau omset penjualan menurun, kalian semua bisa dipecat."

"Eh, Alex tunggu!" seru Reni.

Alex langsung berlari sebelum ditahan oleh karyawan divisi pemasaran.

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

akhirny bayu jd bahan ngibah para karyawan

2023-04-28

0

Nella Pinontoan Roring

Nella Pinontoan Roring

up

2021-12-09

0

Yeyen Dhevan

Yeyen Dhevan

lnjutty thorrr

2021-10-21

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Mafia itu Bernama Bayu
3 Alex Si Asisten
4 Mafia Belum Move On
5 Wanita dari Holly Hotel
6 Wanita dari Holly Hotel 2
7 Teman yang Gila
8 Bisnis dan Makan Malam
9 Si Agresif Karla
10 Diagnosa Dokter
11 Teman Laknat
12 Shuwan Mey
13 Holly Hotel
14 Pura-Pura Cinta
15 Perjalanan ke Singapura
16 Anak Lelaki yang Mirip denganku
17 Miss Prita?
18 Bermain dengan Daniel
19 Paman Misterius
20 Pertemuan yang Mendebarkan
21 Bayangkan Rasanya Menjadi Aku
22 Galau
23 Kunjungan Mama Maya
24 Perlakuan yang Berbeda
25 Rencana Pulang ke Indonesia
26 Malam yang Kacau
27 Malam yang Kacau 2
28 Mafia Vs Pemuda Songong
29 Sisi Lain Shu
30 Calon Kakak Ipar yang Menyebalkan
31 Karyawan Minata Food
32 Jangan Pulang!
33 Pacar Pak Bayu
34 Pacar Pak Bayu 2
35 Shu Wanita Seperti Apa?
36 Hasil Tes DNA
37 Kembali ke Indonesia
38 Bertemu Shuwan dan Bayu
39 Bertemu Shuwan dan Bayu 2
40 Ikut Papa ke Kantor
41 Masih Terasa Menyesakkan
42 Uncle Yu is Daddy?
43 Jangan Lupa Like
44 Prasangka
45 Bertemu Raya
46 Hampir Tertabrak
47 Di Lorong Gang Sepi
48 Sikap Mama Maya
49 Shuwan dan Moreno
50 Menghabiskan Malam Bersama
51 Penyerbuan
52 Penyerbuan 2
53 Penyerbuan 3
54 Mainan untuk Daniel
55 Anak Adopsi
56 Anak Adopsi 2
57 Anak Adopsi 3
58 Keisengan Bayu
59 Mansion Tengah Hutan
60 Mansion Tengah Hutan 2
61 Arga Ingin Menikah?
62 Klab Diambang Kebangkrutan
63 Kecelakaan
64 Kecelakaan 2
65 Pertengkaran di Rumah Sakit
66 Dalang di Balik Layar
67 Penyakit Daniel
68 Gara-Gara Golongan Darah O-
69 Pertemuan Manager Klab
70 Daniel Bangun
71 Penyelidikan Dimulai
72 Daniel Sakit Kanker?
73 Menjenguk Daniel
74 Berdamai dengan Keadaan
75 Rencana Pernikahan
76 Asal Dendam
77 Dean Hilang
78 Shuwan Kepergok Selingkuh
79 Shuwan Kepergok Selingkuh 2
80 Aku Tidak Mau Putus
81 Kemoterapi untuk Daniel
82 Perkara Anak Haram
83 Ayash vs Bayu
84 Kemoterapi Pertama
85 Menguatkan Daniel
86 Hari Pernikahan Irgi dan Raeka
87 Let's Divorce
88 Let's Divorce 2
89 Titik Terang yang Masih Samar
90 The Last Date
91 The Last Date 2
92 Makan Siang dengan Tuan Zetian
93 Mempercepat Rencana
94 Menginap di Rumah Sakit
95 Skandal Perselingkuhan
96 Skandal Perselingkuhan 2
97 Sidang Putusan Perceraian
98 Rapat Pemegang Saham
99 Kami Sudah Bercerai
100 Klarifikasi Isu
101 Obrolan Sebelum Tidur
102 Why?
103 Kamu Cemburu?
104 Let's Be Friend
105 Curhatan Antar Teman
106 Raya Akan Melahirkan
107 Kepergian Ayash
108 Cara Bersenang-Senang
109 Pernikahan Andin dan Arga
110 Keputusan Mencengangkan
111 Aku Baik-Baik Saja
112 Cara Menghilangkan kesedihan
113 Mencoba Hal Baru
114 Alasan Perceraian
115 Kamu Harus Berterima Kasih
116 Mati Rasa
117 Pergi Ke Club
118 Pergi Ke Club 2
119 Hukuman yang Pantas
120 Aku Butuh Bantuanmu
121 Memutuskan Berkencan
122 Putus dengan Shuwan
123 Tiga Srikandi
124 Ada yang Panas
125 Ada yang Panas 2
126 Obatku Canduku
127 Anak Pak Bayu
128 Perusahaan Milik Ayah
129 Perusahaan Milik Ayah 2
130 Mengantar Dean
131 Dua Orang yang Terluka
132 Berita Gembira
133 Kembali ke Kota J
134 Penculikan Dean
135 Hari Operasi Daniel
136 Ancaman
137 Usaha Penyelamatan
138 Bernafas Lega
139 Super Heronya Dean
140 Interogasi Polisi
141 Kedatangan Shuwan Mey
142 Pengakuan
143 Mengobati Luka
144 Lelaki yang Tidaksabaran
145 Arga dan Anak Perempuan
146 Kisah Tentang Meisya
147 Sudut Pandang Daniel
148 Peristiwa Tak Terduga
149 Bertemu Teman Lama
150 Dilema Karla
151 Bertemu Opa Samuel
152 Bayu Mengamuk
153 Menginap Di Mansion Samuel
154 Another Mission
155 Mama, Daddy, dan Daniel
156 Pesan dari Prita
157 Pikirkalah Kembali
158 Permintaan Sahabat
159 Menuju Altar Pernikahan
160 Sepotong Kisah Masa Lalu
161 Menemui Prita
162 Persiapan Malam Pertama
163 Malam Pertama yang Gagal
164 Malam Pertama yang Gagal 2
165 Menjadi Satu
166 Terlena
167 Selamat Pagi
168 Calon Duda dan Janda
169 Keegoisan Samuel
170 Bayu Vs Anak-Anak
171 Daniel ingin Menginap
172 Kecurigaan
173 Pertemuan di Makam
174 Sikap Mama Maya 2
175 Ikut Latihan Menembak
176 Kick Boxing
177 Di Tempat Panahan
178 Marah Kepada Bayu
179 Perbincangan di Ranjang
180 Camping
181 Penguntit
182 Penguntit 2
183 Mendadak Nonton Konser
184 Mencari Istri yang Nakal
185 Akhirnya Istri Nakal Ditemukan
186 Mobil Bergoyang
187 Hukuman
188 Jangan Dekati Istriku!
189 Telepon dari Suami
190 Bertemu Rafa
191 Menjemput Anak
192 Gosip di Kantor
193 Prita Menjadi Sasaran
194 Dia Masih Bisa Tersenyum
195 Appetizer
196 Hukuman Bagi yang Bersalah
197 Masalah di Perusahaan
198 Perbincangan Rahasia
199 Berita tentang Shuwan dan Moreno
200 Menggugurkan Kandungan?
201 Putri yang Kembali pada Singgasananya
202 Pengecekan Data Perusahaan
203 Kepergian Bayu
204 Hari Tanpa Bayu
205 Mentraktir Teman
206 Teman Baru
207 Rasa Kesepian
208 Perjalanan Menuju Dermaga
209 Kepulangan yang Tertunda
210 Bayu Menghilang
211 Perombakan Jabatan di Perusahaan
212 Berita Buruk yang Menyakitkan
213 Selepas Mengantar Andin
214 Mama Merindukan Daddy
215 Kembali ke Malam Itu
216 Perbincangan Pagi di Desa
217 Dijemput Ben
218 Karena Mabuk
219 Mimpi Indah
220 Jalan Bersama Raeka
221 Makna Kebahagiaan
222 Pertemuan Kalangan Atas
223 Permintaan Maaf Arga
224 Suami dan Mantan Suami
225 Dibawa Lari
226 Pertemuan Suami Istri
227 Takdir Seorang Mafia
228 Awal Mula Perlawanan
229 Menyamar
230 Perjalanan Darat Ke Kota J
231 Terlihat Abnormal
232 Mengunjungi Mansion Samuel
233 Membawa Ben
234 Bertemu Bara
235 Pergi ke Undangan Makan Malam
236 Prita Mendengar Rencana Perjodohan
237 Hal Gila dari Bayu
238 Aksi Tim Fredi
239 Malam yang Berat
240 Kemarahan Prita dan Alex
241 Menuju Bagaskara Corp
242 Peristiwa di Bagaskara Corp
243 Peristiwa di Bagaskara Corp 2
244 Peristiwa di Bagaskara Corp 3
245 Bara dan Ayahnya
246 Dimana Prita?
247 Penangkapan Bayu
248 Penangkapan Bayu 2
249 Ayash Menjenguk Prita
250 Ayash Mengunjungi Bayu
251 Memberi Penguatan
252 Mafia yang Berubah
253 Will You Marry Me?
254 Prita Kembali Sadar
255 Berita yang Mengagetkan
256 Peristiwa Malam
257 Kekesalan Bayu
258 Tamu yang Dibawa Bara
259 Pertemuan yang Terasa Singkat
260 Rengekan Daniel
261 Kedatangan Bapak Jendral
262 Perlombaan di Sekolah
263 Perlombaan di Sekolah 2
264 Siapa yang Jelek?
265 Kemenangan Bersama
266 Kembali ke Rumah
267 Kepanikan di Pagi Hari
268 Berita Kehamilan
269 Sebuah Keluarga Impian
270 Shuwan dan Bayinya
271 Shuwan dan Bayinya 2
272 Wasiat Shuwan
273 Pemakaman Shuwan
274 Mau Menengok Bayi?
275 Acara Makan Bersama
276 Acara Makan Bersama 2
277 Titik Terang Penyebab Kematian Shuwan
278 Permintaan Arsya
279 Ibu Hamil Ngambek
280 Saran dari Dokter
281 Kecemburuan Bayu
282 Nasib Yana
283 Belanja Kebutuhan Bayi
284 Karla Perusak Mood
285 Hot Daddy Idola
286 Tragedi dan Firasat
287 Prita Akan Melahirkan
288 Kelahiran Baby Dylan
289 Kelahiran Baby Dylan 2
290 Welcome to Our Family
291 Extra Part : Meminta Restu
292 Extra Part: Trip to Japan
293 Extra Part: Trip to Japan 2
294 Extra Part: Bulan Madu
295 Extra Part: Dean
296 Extra Part: Daniel
297 Visual Pemain
298 Extra Part: Dylan
299 PURA-PURA MISKIN
300 ISTRI ANTAGONIS JADI KESAYANGAN
301 Penghangat Ranjang Suami Orang
Episodes

Updated 301 Episodes

1
PROLOG
2
Mafia itu Bernama Bayu
3
Alex Si Asisten
4
Mafia Belum Move On
5
Wanita dari Holly Hotel
6
Wanita dari Holly Hotel 2
7
Teman yang Gila
8
Bisnis dan Makan Malam
9
Si Agresif Karla
10
Diagnosa Dokter
11
Teman Laknat
12
Shuwan Mey
13
Holly Hotel
14
Pura-Pura Cinta
15
Perjalanan ke Singapura
16
Anak Lelaki yang Mirip denganku
17
Miss Prita?
18
Bermain dengan Daniel
19
Paman Misterius
20
Pertemuan yang Mendebarkan
21
Bayangkan Rasanya Menjadi Aku
22
Galau
23
Kunjungan Mama Maya
24
Perlakuan yang Berbeda
25
Rencana Pulang ke Indonesia
26
Malam yang Kacau
27
Malam yang Kacau 2
28
Mafia Vs Pemuda Songong
29
Sisi Lain Shu
30
Calon Kakak Ipar yang Menyebalkan
31
Karyawan Minata Food
32
Jangan Pulang!
33
Pacar Pak Bayu
34
Pacar Pak Bayu 2
35
Shu Wanita Seperti Apa?
36
Hasil Tes DNA
37
Kembali ke Indonesia
38
Bertemu Shuwan dan Bayu
39
Bertemu Shuwan dan Bayu 2
40
Ikut Papa ke Kantor
41
Masih Terasa Menyesakkan
42
Uncle Yu is Daddy?
43
Jangan Lupa Like
44
Prasangka
45
Bertemu Raya
46
Hampir Tertabrak
47
Di Lorong Gang Sepi
48
Sikap Mama Maya
49
Shuwan dan Moreno
50
Menghabiskan Malam Bersama
51
Penyerbuan
52
Penyerbuan 2
53
Penyerbuan 3
54
Mainan untuk Daniel
55
Anak Adopsi
56
Anak Adopsi 2
57
Anak Adopsi 3
58
Keisengan Bayu
59
Mansion Tengah Hutan
60
Mansion Tengah Hutan 2
61
Arga Ingin Menikah?
62
Klab Diambang Kebangkrutan
63
Kecelakaan
64
Kecelakaan 2
65
Pertengkaran di Rumah Sakit
66
Dalang di Balik Layar
67
Penyakit Daniel
68
Gara-Gara Golongan Darah O-
69
Pertemuan Manager Klab
70
Daniel Bangun
71
Penyelidikan Dimulai
72
Daniel Sakit Kanker?
73
Menjenguk Daniel
74
Berdamai dengan Keadaan
75
Rencana Pernikahan
76
Asal Dendam
77
Dean Hilang
78
Shuwan Kepergok Selingkuh
79
Shuwan Kepergok Selingkuh 2
80
Aku Tidak Mau Putus
81
Kemoterapi untuk Daniel
82
Perkara Anak Haram
83
Ayash vs Bayu
84
Kemoterapi Pertama
85
Menguatkan Daniel
86
Hari Pernikahan Irgi dan Raeka
87
Let's Divorce
88
Let's Divorce 2
89
Titik Terang yang Masih Samar
90
The Last Date
91
The Last Date 2
92
Makan Siang dengan Tuan Zetian
93
Mempercepat Rencana
94
Menginap di Rumah Sakit
95
Skandal Perselingkuhan
96
Skandal Perselingkuhan 2
97
Sidang Putusan Perceraian
98
Rapat Pemegang Saham
99
Kami Sudah Bercerai
100
Klarifikasi Isu
101
Obrolan Sebelum Tidur
102
Why?
103
Kamu Cemburu?
104
Let's Be Friend
105
Curhatan Antar Teman
106
Raya Akan Melahirkan
107
Kepergian Ayash
108
Cara Bersenang-Senang
109
Pernikahan Andin dan Arga
110
Keputusan Mencengangkan
111
Aku Baik-Baik Saja
112
Cara Menghilangkan kesedihan
113
Mencoba Hal Baru
114
Alasan Perceraian
115
Kamu Harus Berterima Kasih
116
Mati Rasa
117
Pergi Ke Club
118
Pergi Ke Club 2
119
Hukuman yang Pantas
120
Aku Butuh Bantuanmu
121
Memutuskan Berkencan
122
Putus dengan Shuwan
123
Tiga Srikandi
124
Ada yang Panas
125
Ada yang Panas 2
126
Obatku Canduku
127
Anak Pak Bayu
128
Perusahaan Milik Ayah
129
Perusahaan Milik Ayah 2
130
Mengantar Dean
131
Dua Orang yang Terluka
132
Berita Gembira
133
Kembali ke Kota J
134
Penculikan Dean
135
Hari Operasi Daniel
136
Ancaman
137
Usaha Penyelamatan
138
Bernafas Lega
139
Super Heronya Dean
140
Interogasi Polisi
141
Kedatangan Shuwan Mey
142
Pengakuan
143
Mengobati Luka
144
Lelaki yang Tidaksabaran
145
Arga dan Anak Perempuan
146
Kisah Tentang Meisya
147
Sudut Pandang Daniel
148
Peristiwa Tak Terduga
149
Bertemu Teman Lama
150
Dilema Karla
151
Bertemu Opa Samuel
152
Bayu Mengamuk
153
Menginap Di Mansion Samuel
154
Another Mission
155
Mama, Daddy, dan Daniel
156
Pesan dari Prita
157
Pikirkalah Kembali
158
Permintaan Sahabat
159
Menuju Altar Pernikahan
160
Sepotong Kisah Masa Lalu
161
Menemui Prita
162
Persiapan Malam Pertama
163
Malam Pertama yang Gagal
164
Malam Pertama yang Gagal 2
165
Menjadi Satu
166
Terlena
167
Selamat Pagi
168
Calon Duda dan Janda
169
Keegoisan Samuel
170
Bayu Vs Anak-Anak
171
Daniel ingin Menginap
172
Kecurigaan
173
Pertemuan di Makam
174
Sikap Mama Maya 2
175
Ikut Latihan Menembak
176
Kick Boxing
177
Di Tempat Panahan
178
Marah Kepada Bayu
179
Perbincangan di Ranjang
180
Camping
181
Penguntit
182
Penguntit 2
183
Mendadak Nonton Konser
184
Mencari Istri yang Nakal
185
Akhirnya Istri Nakal Ditemukan
186
Mobil Bergoyang
187
Hukuman
188
Jangan Dekati Istriku!
189
Telepon dari Suami
190
Bertemu Rafa
191
Menjemput Anak
192
Gosip di Kantor
193
Prita Menjadi Sasaran
194
Dia Masih Bisa Tersenyum
195
Appetizer
196
Hukuman Bagi yang Bersalah
197
Masalah di Perusahaan
198
Perbincangan Rahasia
199
Berita tentang Shuwan dan Moreno
200
Menggugurkan Kandungan?
201
Putri yang Kembali pada Singgasananya
202
Pengecekan Data Perusahaan
203
Kepergian Bayu
204
Hari Tanpa Bayu
205
Mentraktir Teman
206
Teman Baru
207
Rasa Kesepian
208
Perjalanan Menuju Dermaga
209
Kepulangan yang Tertunda
210
Bayu Menghilang
211
Perombakan Jabatan di Perusahaan
212
Berita Buruk yang Menyakitkan
213
Selepas Mengantar Andin
214
Mama Merindukan Daddy
215
Kembali ke Malam Itu
216
Perbincangan Pagi di Desa
217
Dijemput Ben
218
Karena Mabuk
219
Mimpi Indah
220
Jalan Bersama Raeka
221
Makna Kebahagiaan
222
Pertemuan Kalangan Atas
223
Permintaan Maaf Arga
224
Suami dan Mantan Suami
225
Dibawa Lari
226
Pertemuan Suami Istri
227
Takdir Seorang Mafia
228
Awal Mula Perlawanan
229
Menyamar
230
Perjalanan Darat Ke Kota J
231
Terlihat Abnormal
232
Mengunjungi Mansion Samuel
233
Membawa Ben
234
Bertemu Bara
235
Pergi ke Undangan Makan Malam
236
Prita Mendengar Rencana Perjodohan
237
Hal Gila dari Bayu
238
Aksi Tim Fredi
239
Malam yang Berat
240
Kemarahan Prita dan Alex
241
Menuju Bagaskara Corp
242
Peristiwa di Bagaskara Corp
243
Peristiwa di Bagaskara Corp 2
244
Peristiwa di Bagaskara Corp 3
245
Bara dan Ayahnya
246
Dimana Prita?
247
Penangkapan Bayu
248
Penangkapan Bayu 2
249
Ayash Menjenguk Prita
250
Ayash Mengunjungi Bayu
251
Memberi Penguatan
252
Mafia yang Berubah
253
Will You Marry Me?
254
Prita Kembali Sadar
255
Berita yang Mengagetkan
256
Peristiwa Malam
257
Kekesalan Bayu
258
Tamu yang Dibawa Bara
259
Pertemuan yang Terasa Singkat
260
Rengekan Daniel
261
Kedatangan Bapak Jendral
262
Perlombaan di Sekolah
263
Perlombaan di Sekolah 2
264
Siapa yang Jelek?
265
Kemenangan Bersama
266
Kembali ke Rumah
267
Kepanikan di Pagi Hari
268
Berita Kehamilan
269
Sebuah Keluarga Impian
270
Shuwan dan Bayinya
271
Shuwan dan Bayinya 2
272
Wasiat Shuwan
273
Pemakaman Shuwan
274
Mau Menengok Bayi?
275
Acara Makan Bersama
276
Acara Makan Bersama 2
277
Titik Terang Penyebab Kematian Shuwan
278
Permintaan Arsya
279
Ibu Hamil Ngambek
280
Saran dari Dokter
281
Kecemburuan Bayu
282
Nasib Yana
283
Belanja Kebutuhan Bayi
284
Karla Perusak Mood
285
Hot Daddy Idola
286
Tragedi dan Firasat
287
Prita Akan Melahirkan
288
Kelahiran Baby Dylan
289
Kelahiran Baby Dylan 2
290
Welcome to Our Family
291
Extra Part : Meminta Restu
292
Extra Part: Trip to Japan
293
Extra Part: Trip to Japan 2
294
Extra Part: Bulan Madu
295
Extra Part: Dean
296
Extra Part: Daniel
297
Visual Pemain
298
Extra Part: Dylan
299
PURA-PURA MISKIN
300
ISTRI ANTAGONIS JADI KESAYANGAN
301
Penghangat Ranjang Suami Orang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!