"Bayu!" suara Karla menghentikan langkah Bayu dan Jimmy saat hendak memasuki mobil di area tempat parkir.
"Ada apa, Karla?"
"Aku ingin membicarakan sesuatu denganmu."
Bayu sudah paham. Akan panjang jika berhubungan dengan Karla. "Jim, kamu pulang duluan saja." pinta Bayu.
Jimmy memandangi wanita bernama Karla dari ujung kaki hingga kepala. Wanita dengan riasan wajah tebal dan pakaian menggoda iman. Kelihatan sekali seperti wanita murahan. Kalau bukan istri Pak Andri mungkin ia akan menghinanya. Sudah punya suami tapi masih kecentilan dengan lelaki lain.
"Oke. Aku pergi dulu." Jimmy langsung masuk mobil dan membawa mobilnya sendiri meninggalkan Bayu.
Bayu paling malas untuk berurusan dengan Karla. Dia tipe wanita yang tidak mudah menyerah untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Bayu sudah tahu, Karla benar-benar menyukainya sejak jaman mereka kuliah dulu. Hingga kinipun Karla tetap menyukainya. Ia tak bisa menyuruh Karla untuk berhenti menyukainya. Ia tak bisa menyingkirkan Karla, karena dia salah satu teman terbaik yang pernah dia miliki selain Tyo, Angga, dan Jaka.
Sebenarnya dulu dia merasa bersalah juga beberapa kali pernah mengajak Karla tidur bersamanya. Itu yang semakin membuat Karla jatuh cinta padanya. Padahal, orang seperti Bayu tak pernah melibatkan cinta dalam setiap hubungannya. Dia bisa tidur dengan wanita manapun hanya karena ingin, hanya karena kebutuhan. Tak terlalu penting siapa partnernya, asalkan cantik dan bisa memuaskannya akan ia sikat.
Saat itu juga Karla yang menawarkan diri untuk menghiburnya saat ia butuh seorang wanita. Dan Bayu menerima tawaran itu dengan pemikiran jika apa yang mereka lakukan hanya sebatas keisengan hubungan pertemanan. Tapi ternhata Karla memaknainya berbeda.
"Ayo kita cari tempat bicara. Mau di restoran atau kafe."
"Aku mau kita bicara di apartemenmu." Karla berbicara dengan nada manja. Tangannya menggelayut pada lengan kekar Bayu.
"Permintaanmu ngelunjak, Karla. Kamu lupa sudah punya suami?"
"Mungkin kamu yang lupa. Andriyanto adalah suamiku. Tidak ada untungnya kalau kamu mengecewakan istri kesayangannya. Mungkin kerjasama kalian akan batal dan temanmu akan kehilangan banyak uang." Karla tersenyum licik. Kata-katanya cukup intimidatif.
Bayu mengepalkan kedua tangannya. Bayu menahan diri karena bisnis itu berhubungan dengan Jimmy. Meskipun kerjasama itu tak berarti baginya, tapi Jimmy sudah banyak mencurahkan tenaga dan pikirannya untuk merealisasikan kerjasama mereka.
Karla wanita yang sulit dihadapi. Ia bersikap sopan karena dulu mereka memang memiliki hubungan yang baik sebagai teman.
"Bagaimana kalau aku memberikanmu uang? Aku sedang tidak bisa berurusan denganmu." Bayu mencoba memberi penawaran.
"No. Saat ini aku tidak butuh uang. Aku hanya butuh waktu untuk melepas rindu bersamamu." Karla semakin bergelayut manja pada Bayu.
Akhirnya Bayu menyerah. Ia menelepon Alex untuk menjemputnya di hotel Cassanova kemudian mengantar mereka ke apartemen Bayu di Tanzania Tower.
Bayu menghembuskan nafas kasar saat memasuki apartemennya. Karla menarik-narik tangannya dengan tidak sabaran membawa Bayu ke dalam kamar.
"Karla... hentikan. I'm not in the mood."
Bayu berusaha menolak Karla yang sudah menggerayangi tubuhnya. Dalam beberapa saat kemeja di tubuhnya sudah terlepas. Karla meraba-raba dada bidang lelaki di hadapannya dengan tatapan penuh hasrat.
"Karla.... "
Karla merebahkan kepalanya di dada Bayu. Tangannya berkelana mengusap-usap permukaan kulit lelaki yang sangat ia cintai.
"Biarkan aku seperti ini dulu. Tubuhmu sangat nyaman. Aku jujur saat mengatakan aku merindukanmu." tangan Karla terus menjelalah antara dada dan perut six pack Bayu.
"Ini bukan tingkah seorang wanita yang sudah bersuami, Karla."
"Bagiku mereka bukan suami tapi sumber saldo rekening. Lelaki yang ingin aku jadikan suami hanya dirimu, Bayu. Tidak ada lelaki yang bisa memuaskanku selain dirimu. Kamu harus bertanggung jawab. Aku ingin merasakan kembali saat-saat kita dulu."
Karla memeluk tubuh Bayu. Rasanya nyaman dan hangat.
"Aku kira uang adalah segalanya. Aku kira aku hanya butuh uang untuk bisa tetap hidup bahagia. Tapi ternyata tetap ada yang terasa hampa. Meskipun sudah mencoba berganti-ganti teman tidur, aku tetap merindukanmu setiap hari."
"Bayu... bukankah wanita itu sudah pergi darimu? Kenapa kamu tidak mau menikah denganku?"
"Aku hanya menganggapmu sebagai teman baik. Selamanya juga akan tetap begitu."
"Tapi kita sudah sering tidur bersama."
"Aku melakukannya hanya karena ingin, bukan karena cinta."
"Aku kurang apa, Bayu... sampai kamu tak bisa mencintaiku. Apa aku terlalu materialistis? Aku bisa bekerja sendiri dan kamu tak perlu lagi memberiku uang."
"Tidak, tidak ada yang kurang darimu. Kamu cantik, baik, perhatian... model terkenal idaman banyak lelaki. Aku rasa matre itu wajar. Aku juga tak pernah mempermasalahkan besar uang yang kamu minta padaku. Aku hanya tidak bisa mencintaimu saja. We are just friend, best friend."
Karla menghela nafas. Matanya terpejam sesaat. Ia melepaskan pelukannya. Kedua tangannya menangkup pada wajah Bayu dan kedua pasang mata mereka bertemu.
"Terserah apapun status hubungan yang kamu inginkan ada di antara kita, entah itu hanya teman, asalkan aku tetap bisa merasakan pelukanmu."
"Pulanglah. Suamimu pasti sudah menunggu."
Karla menyingkirkan tangan Bayu. Ia tetap ingin melanjutkan apa yang diinginkannya.
"Hahaha... sejak kapan Bayu peduli dengan orang lain?" Karla tertawa kecil. "Tidak usah khawatir, Suamiku tak akan mencariku karena aku sudah meminta ijin untuk menginap di rumah teman."
Bayu mencekal tangan Karla, "Karla, cukup. Kamu akan kecewa kalau melanjutkannya."
Cup!
Karla langsung menciumi bibir Bayu. Bayu ikut menyambut ciuman itu. Keduanya saling mencecap rasa manis bibir lawannya. Deru nafas bersahutan di sela-sela aktivitas keduanya.
"Ahhh.... "
Karla memang selalu ingin mendominasi dan menguasai lelaki di setiap aktivitasnys. Bayu juga merasa itu hal yang menarik meskipun ia lebih suka menjadi yang mendominasi.
"Ah, Bayu... kok jadi begini.... " keluh Karla ketika mereka tak bisa melanjutkan apa yang mereka mau.
Karla tampak kecewa. Ia berusaha kembali, namun tetap gagal.
Bayu menangkupkan kedua telapak tangan pada wajahnya. "Sudah hentikan Karla, itu tidak akan berhasil." katanya.
"Sebenarnya kamu kenapa? Bukankah tadi kamu sudah sangat siap untuk melakukan ini? Kenapa bisa mati seperti ini?" keluh Karla.
"Tadi kan aku sudah bilang, aku sedang tidak mood. Kamu yang terus memaksakan diri untuk tetap melanjutkannya."
"No. I think there's something wrong with you. Biasanya kamu tidak seperti ini. Ini seperti bukan kamu. Why?"
Bayu menggelengkan kepala pertanda ia tak memiliki jawaban atas pertanyaan Karla.
"Kamu harus berobat ke dokter, Bayu. Aku tidak mau kalau kamu sampai punya penyakit seperti ini. Milikmu yang berharga harus bisa diselamatkan."
"Jangan bercanda, Karla! Aku... harus ke dokter? Big no! Seperti yang sudah aku katakan, mungkin aku hanya sedang tidak mood."
"Kalau kamu menolak, aku akan umumkan pada semua orang kalau milikmu mati! Pokoknya kamu harus cek ke dokter bersamaku besok. Titik!"
Karla mengenakan kembali pakaianya. Ia terlihat kecewa karena tidak bisa mendapatkan apa yang ia inginkan.
Cup
Karla kembali mendaratkan ciuman di pipi Bayu. "Aku pulang dulu. Tidur yang cukup karena besok aku akan datang lagi. Jangan coba-coba kabur. Kamu tahu kan, perkataanku bukan main-main. Bye." Karla melenggang pergi meninggalkan Bayu sendirian di kamar.
Bayu mengacak kasar rambutnya dan merebahkan kembali tubuhnya di atas kasur. Rasanya malu sekali saat Karla mengetahui kelemahannya. Ya, Bayu memang sudah lama tidak tidur dengan wanita lain. Bukan karena ia sudah tidak menyukai wanita, namum miliknya kini tidak lagi bisa berfungsi maksimal seperti dulu.
*direvisi*
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Nur Lizza
kasihn bayu si otng gk bs berdiri lg.mungkin kebtemu prita baru berdiri kali y
2023-04-28
0
Öžôŕã
aq lbih suka prita sma bayu thor.... kasihan anaknya.......
2021-09-04
1
Sagitarius
Lah kirain si bayu udh Insyaf😌
2021-09-04
0