Anak Lelaki yang Mirip denganku

Bayu melonggarkan dasinya, membuka kancing di kedua lengan kemeja kemudian menaikkannya sebatas siku. Ia duduk di salah satu bangku taman menunggu Alex yang tadi ia suruh membelikannya minuman.

Bayu meminta ijin kepada Jimmy untuk keluar dari meeting lebih capat. Ia tidak terbiasa mengikuti durasi meeting yang terlalu lama. Apalagi pembahasannya bukan bidang yang membuatnya tertarik. Kondisi meeting juga berjalan dengan sangat formal. Tidak seperti meeting di perusahaannya yang berjalan dengan santai sesuai dengan kemauannya.

Tampak dari seberang jalan Alex berjalan membawa box coklat berisi minuman pesanannya. Dari arah berlawanan, terlihat seorang anak laki-laki hendak menyeberang jalan tanpa menengok kanan kiri padahal ada mobil yanh cukup kencang sedang melaju.

Bayu langsung bangkit berlari menghampiri anak itu. Ia berlari sekuat tenaga mencoba menyelamatkan anak anak itu agar tidak tertabrak. Tapi terlambat. Jaraknya terlalu jauh untuk bisa menggapai anak itu. Untunglah ada Alex di sana yang berhasil menyelamatkannya.

Mobil yang hampir menabrak anak kecil itu pergi begitu saja. Mungkin pengendaranya sedikit mabuk atau bagaimana, berkendara dengan sangat kencang di area yang telah terpasang papan peringatan batas kecepatan.

Bayu menghampiri Alex yang jatuh tersungkur bersama anak itu. Minuman yang Alex bawa sudah jatuh dan tumpah.

"Oh, My God! Hampir saja." Keluh Alex yang masih kaget dengan kejadian yang baru saja ia alami. Rasanya ingin marah kepada anak kecil yang sembarangan menyeberang jalan.

"Are you okay?" tanya Bayu sembari membantu anak kecil itu bangkit dari aspal.

"Yes, I'm okay. Thank you." anak laki-laki kecil berusia sekitar 4-5 tahun itu menyunggingkan senyum dan berterima kasih kepada Bayu.

Bayu tertegun ketika menatap wajah anak itu. Wajahnya sangat mirip dengannya ketika masih kecil. Warna matanya, bibirnya, hidungnya, bahkan rambut yang pirang itu benar-benar mirip dengannya. Ia seperti bertemu dengan dirinya saat kecil. Bagaimana bisa di Singapura ada anak semirip dirinya.

"Bos... " panggilan Alex membuyarkan lamunan Bayu.

"Ya Alex, ada apa?"

"Lutut anak itu berdarah."

Bayu langsung mengalihkan pandangan pada lutut anak kecil itu. Benar, lututnya berdarah. Bukan darah yang sedikit, tapi darahnya sampai mengalir. Tapi anak itu tidak menangis sedikitpun. Anak itu hanya diam keheranan.

"Ayo kita bawa ke klinik!" seru Bayu seraya menggendong anak itu. Alex mengikutinya.

"Ah! My toy!" anak itu menoleh ke belakang memandang potongan-potongan kayu yang berserakan. Mungkin itu mainannya.

"Alex, punguti mainan anak ini dan bawa kepadaku!"

"Baik, Bos." Alex kembali lagi ke jalanan mengambil mainan yang ditunjuk anak itu.

"Kita ke klinik dulu. Nanti kakak itu akan kembali membawa mainanmu."

Anak itu menurut dan tenang dalam gendongan Bayu.

"Apa kamu merasa sakit?"

Anak itu menggeleng, "No."

Bayu merasa heran, ada anak kecil tidak menangis saat jatuh dan lukanya berdarah. Tiba-tiba ia tersenyum, mengingat dirinya pernah kecil dan dia sudah terbiasa dididik keras oleh ayahnya. Ia dulu sering menangis saat diajari bela diri. Terkena pukulan rasanya sakit. Tapi lama-lama, ia tidak menangis karena sudah biasa terkena pukulan.

Apa anak itu juga sama dengan dirinya, mendapat didikan keras dari ayahnya. Wajahnya benar-benar mirip dirinya.

"Siapa namamu, Nak?" tanyanya.

"I'm Daniel. And you?"

"Em, panggil saja Uncle Yu. Okay?"

"Okay, Uncle Yu." Daniel tersenyum pada Bayu.

"Perawat, tolong obati luka anak ini." perintah Bayu ketika ia sampai di klinik dekat area itu.

Perawat mempersilakan Bayu membaringkan Daniel di atas kasur perawatan.

"Lho, ini kan Daniel. Kenapa ada di sini?" tiba-tiba seorang dokter wanita datang.

"Halo, Dokter Jasmine. Aku tadi jatuh. Hehehe.... "

Sepertinya Daniel dan dokter wanita itu saling mengenal.

"Ah, Anda siapa?" tanya Dokter Jasmine kepada Bayu.

"He's my uncle, Dokter." celetuk Daniel.

"Oh, your uncle. Okay.... apa kali ini kamu kabur lagi dari sekolah?"

Daniel menggaruk-garuk kepalanya, "Hehehe... tidak juga. Aku hanya ke luar sekolah karena ingin menyapa Uncle Yu. Tapi aku malah terjatuh."

Bayu berdecih. Anak kecil itu sudah berbohong.

"Oh, begitu. Baiklah, dokter akan mengobati lukamu sekarang."

Dokter itu mulai membersihkan darah yang mrngalir di lutut dengan cairan alkohol.

"Kamu harus selalu ingat pesan dokter, hati-hati kalau bermain. Jangan sampai terluka. Jangan suka keluar dari sekolah, nanti guru, papa, dan mama kamu akan khawatir. Mengerti?"

"Iya, dokter."

"Nah, sudah selesai. Kembalilah ke sekolahmu dan tunggu mamamu menjemput."

"Siap!"

"Pak, tolong pastikan anak ini kembali ke sekolah ya. Dia sering sekali keluar dari sekolah diam-diam."

"Kali ini dia tidak kabur dari sekolah, Bu. Seperti yang dia katakan, dia melihatku berada di depan sekolahnya. Jadi dia antusias berlari menghampiri saya. Tapi malah terjatuh. Nanti saya juga akan jelaskan kepada pihak sekolah."

"Ya, begitu lebih baik."

"Kami permisi dulu."

"Silakan."

Bayu kembali menggendong Daniel. Sesampainya di kasir, ia hendak membayar namun ditolak. Katanya tidak perlu membayar untuk Daniel karena biayanya sudah ditanggung oleh sekolah.

"Bos.... "

Di depan pintu klinik mereka bertemu Alex.

"Kamu lama sekali." protes Bayu.

"Bos kan menyuruh saya mengumpulkan mainan anak itu. Saya juga kembali ke kafe untuk membelikan bos minuman baru karena yang tadi saya belikan tumpah gara-gara menyelamatkan anak kecil ini."

"Kamu marah padaku?"

"Tentu saja, anak kecil!"

"Heh! Sudah-sudah.... " Bayu menghentikan pertengkaran antara anak kecil dan anak remaja.

Bayu membawa Daniel ke depan sebuah taman kanak-kanak.

"Uncle... aku belum mau masuk lagi ke dalam."

"Kenapa?"

"Aku masih mau bersama Uncle Yu. Uncle harus membantuku memperbaiki mainanku yang tusak."

"Ah, oke."

Bayu mendudukkan Daniel di kursi taman depan sekolah. Ia meminta potongan mainan Daniel yang sudah Alex kumpulkan. Mainan itu berbahan kayu yang bisa disusun menjadi suatu bentuk. Bayu berusaha menyatukan kembali bagian-bagian yang terlepas hingga menyatu kembali membentuk sebuah mainan pesawat.

Mata Daniel tampak berbinar melihat mainannya bisa kembali utuh. "Thank you Uncle." ucapnya dengan bahagia.

"Tadi aku sudah menyusunnya seperti ini di sekolah. Tapi malah hancur saat aku ingin menunjukkannya kepada papaku."

"Papa?"

"Iya, Papaku ada di kantor. Kantornya ada di seberang jalan sana. Aku keluar dari sekolah karena ingin menunjukkan ini kepada Papa. Papa pasti senang melihatnya." Daniel memainkan pesawat-pesawatan itu dengan tangannya.

"Lain kali tidak boleh seperti itu. Kalau ingin menemui papamu, kamu harus ditemani orqng dewasa. Di jalanan berbahaya, banyak kendaraan. Papamu akan sedih kalau sampai kamu tertabrak. Kamu mengerti?"

Daniel mengangguk.

"Sekarang, kamu kembali ke sekolah, ya! Uncle antar ke dalam supaya kamu tidak dimarahi."

Daniel menaikkan kedua tangannya, mengisyaratkan ia ingin digendong. Alex yang melihatnya ingin menjitak anak kecil yang pandai mengambil hati bosnya itu.

Bayu dengan senang hati kembali menggendong Daniel. Dia membawa anak itu memasuki halaman sekolah. Entah mengapa lelaki seperti dirinya tiba-tiba bisa menyukai anak kecil. Padahal, membayangkan memiliki anak saja tidak pernah. Ia tidak ingin jika memiliki anak nasibnya akan sama dengannya. Masa kecil sama sekali tidak menyenangkan.

"Oh, ya Tuhan, Daniel.... kamu keluar lagi dari sekolah?" tanya salah seorang guru yang melihat kedatangan Daniel.

"Tidak, Bu. dia hanya menyapa saya yang kebetulan lewat. Saya Uncle Yu, pamannya Daniel."

Guru itu sama sekali tidak curiga karena wajah Bayu memang ada kemiripan dengan Daniel. Pastilah memang mereka masih saudara.

"Oh, begitu, ya. Terima kasih sudah mengantarnya kembali."

"Tadi dia sempat jatuh, tapi sudah saya obati di klinik. Tolong titip Daniel. Saya pamit dulu."

"Baik, Pak."

"Bye, Uncle. See you tomorrow." Daniel melambaikan tangan me arah Bayu. Bayu membalasnya dengan senyuman.

"Bos beneran paman dari anak itu?" tanya Alex setelah mereka keluar dari area sekolah.

"Bukan."

"Terus, kenapa Bos tadi bilang begitu?"

"Kalau aku tidak bilang seperti itu, nanti aku dikira penculik."

"Ah, iya. Benar juga."

"Alex, simpan ini baik-baik. Kirim ke rumah sakit dan ajukan untuk tes DNA denganku."

Bayu menyerahkan plastik kecil berisi beberapa helai rambut.

"Rambut siapa ini?"

"Rambut Daniel."

"Hah? Apa? Jadi Bos curiga kalau dia adalah anak Bos?:

"Itu mungkin saja. Dia sangat mirip denganku saat kecil. Lakukan apa yang aku suruh tanpa banyak bertanya lagi."

"Baik, Bos. Aku mengerti."

Terpopuler

Comments

Nur Lizza

Nur Lizza

akhirny bayu ketemu sm anakny .dn bayu bergerak cepat melakukan tes DNA

2023-04-28

0

ƒαqqυяσ

ƒαqqυяσ

aahhh Bayu ternyata lebih canggih.. langsung gercep😁

2022-11-02

0

Fenty arifian

Fenty arifian

waaahhh...seeruu nih..

2021-10-04

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG
2 Mafia itu Bernama Bayu
3 Alex Si Asisten
4 Mafia Belum Move On
5 Wanita dari Holly Hotel
6 Wanita dari Holly Hotel 2
7 Teman yang Gila
8 Bisnis dan Makan Malam
9 Si Agresif Karla
10 Diagnosa Dokter
11 Teman Laknat
12 Shuwan Mey
13 Holly Hotel
14 Pura-Pura Cinta
15 Perjalanan ke Singapura
16 Anak Lelaki yang Mirip denganku
17 Miss Prita?
18 Bermain dengan Daniel
19 Paman Misterius
20 Pertemuan yang Mendebarkan
21 Bayangkan Rasanya Menjadi Aku
22 Galau
23 Kunjungan Mama Maya
24 Perlakuan yang Berbeda
25 Rencana Pulang ke Indonesia
26 Malam yang Kacau
27 Malam yang Kacau 2
28 Mafia Vs Pemuda Songong
29 Sisi Lain Shu
30 Calon Kakak Ipar yang Menyebalkan
31 Karyawan Minata Food
32 Jangan Pulang!
33 Pacar Pak Bayu
34 Pacar Pak Bayu 2
35 Shu Wanita Seperti Apa?
36 Hasil Tes DNA
37 Kembali ke Indonesia
38 Bertemu Shuwan dan Bayu
39 Bertemu Shuwan dan Bayu 2
40 Ikut Papa ke Kantor
41 Masih Terasa Menyesakkan
42 Uncle Yu is Daddy?
43 Jangan Lupa Like
44 Prasangka
45 Bertemu Raya
46 Hampir Tertabrak
47 Di Lorong Gang Sepi
48 Sikap Mama Maya
49 Shuwan dan Moreno
50 Menghabiskan Malam Bersama
51 Penyerbuan
52 Penyerbuan 2
53 Penyerbuan 3
54 Mainan untuk Daniel
55 Anak Adopsi
56 Anak Adopsi 2
57 Anak Adopsi 3
58 Keisengan Bayu
59 Mansion Tengah Hutan
60 Mansion Tengah Hutan 2
61 Arga Ingin Menikah?
62 Klab Diambang Kebangkrutan
63 Kecelakaan
64 Kecelakaan 2
65 Pertengkaran di Rumah Sakit
66 Dalang di Balik Layar
67 Penyakit Daniel
68 Gara-Gara Golongan Darah O-
69 Pertemuan Manager Klab
70 Daniel Bangun
71 Penyelidikan Dimulai
72 Daniel Sakit Kanker?
73 Menjenguk Daniel
74 Berdamai dengan Keadaan
75 Rencana Pernikahan
76 Asal Dendam
77 Dean Hilang
78 Shuwan Kepergok Selingkuh
79 Shuwan Kepergok Selingkuh 2
80 Aku Tidak Mau Putus
81 Kemoterapi untuk Daniel
82 Perkara Anak Haram
83 Ayash vs Bayu
84 Kemoterapi Pertama
85 Menguatkan Daniel
86 Hari Pernikahan Irgi dan Raeka
87 Let's Divorce
88 Let's Divorce 2
89 Titik Terang yang Masih Samar
90 The Last Date
91 The Last Date 2
92 Makan Siang dengan Tuan Zetian
93 Mempercepat Rencana
94 Menginap di Rumah Sakit
95 Skandal Perselingkuhan
96 Skandal Perselingkuhan 2
97 Sidang Putusan Perceraian
98 Rapat Pemegang Saham
99 Kami Sudah Bercerai
100 Klarifikasi Isu
101 Obrolan Sebelum Tidur
102 Why?
103 Kamu Cemburu?
104 Let's Be Friend
105 Curhatan Antar Teman
106 Raya Akan Melahirkan
107 Kepergian Ayash
108 Cara Bersenang-Senang
109 Pernikahan Andin dan Arga
110 Keputusan Mencengangkan
111 Aku Baik-Baik Saja
112 Cara Menghilangkan kesedihan
113 Mencoba Hal Baru
114 Alasan Perceraian
115 Kamu Harus Berterima Kasih
116 Mati Rasa
117 Pergi Ke Club
118 Pergi Ke Club 2
119 Hukuman yang Pantas
120 Aku Butuh Bantuanmu
121 Memutuskan Berkencan
122 Putus dengan Shuwan
123 Tiga Srikandi
124 Ada yang Panas
125 Ada yang Panas 2
126 Obatku Canduku
127 Anak Pak Bayu
128 Perusahaan Milik Ayah
129 Perusahaan Milik Ayah 2
130 Mengantar Dean
131 Dua Orang yang Terluka
132 Berita Gembira
133 Kembali ke Kota J
134 Penculikan Dean
135 Hari Operasi Daniel
136 Ancaman
137 Usaha Penyelamatan
138 Bernafas Lega
139 Super Heronya Dean
140 Interogasi Polisi
141 Kedatangan Shuwan Mey
142 Pengakuan
143 Mengobati Luka
144 Lelaki yang Tidaksabaran
145 Arga dan Anak Perempuan
146 Kisah Tentang Meisya
147 Sudut Pandang Daniel
148 Peristiwa Tak Terduga
149 Bertemu Teman Lama
150 Dilema Karla
151 Bertemu Opa Samuel
152 Bayu Mengamuk
153 Menginap Di Mansion Samuel
154 Another Mission
155 Mama, Daddy, dan Daniel
156 Pesan dari Prita
157 Pikirkalah Kembali
158 Permintaan Sahabat
159 Menuju Altar Pernikahan
160 Sepotong Kisah Masa Lalu
161 Menemui Prita
162 Persiapan Malam Pertama
163 Malam Pertama yang Gagal
164 Malam Pertama yang Gagal 2
165 Menjadi Satu
166 Terlena
167 Selamat Pagi
168 Calon Duda dan Janda
169 Keegoisan Samuel
170 Bayu Vs Anak-Anak
171 Daniel ingin Menginap
172 Kecurigaan
173 Pertemuan di Makam
174 Sikap Mama Maya 2
175 Ikut Latihan Menembak
176 Kick Boxing
177 Di Tempat Panahan
178 Marah Kepada Bayu
179 Perbincangan di Ranjang
180 Camping
181 Penguntit
182 Penguntit 2
183 Mendadak Nonton Konser
184 Mencari Istri yang Nakal
185 Akhirnya Istri Nakal Ditemukan
186 Mobil Bergoyang
187 Hukuman
188 Jangan Dekati Istriku!
189 Telepon dari Suami
190 Bertemu Rafa
191 Menjemput Anak
192 Gosip di Kantor
193 Prita Menjadi Sasaran
194 Dia Masih Bisa Tersenyum
195 Appetizer
196 Hukuman Bagi yang Bersalah
197 Masalah di Perusahaan
198 Perbincangan Rahasia
199 Berita tentang Shuwan dan Moreno
200 Menggugurkan Kandungan?
201 Putri yang Kembali pada Singgasananya
202 Pengecekan Data Perusahaan
203 Kepergian Bayu
204 Hari Tanpa Bayu
205 Mentraktir Teman
206 Teman Baru
207 Rasa Kesepian
208 Perjalanan Menuju Dermaga
209 Kepulangan yang Tertunda
210 Bayu Menghilang
211 Perombakan Jabatan di Perusahaan
212 Berita Buruk yang Menyakitkan
213 Selepas Mengantar Andin
214 Mama Merindukan Daddy
215 Kembali ke Malam Itu
216 Perbincangan Pagi di Desa
217 Dijemput Ben
218 Karena Mabuk
219 Mimpi Indah
220 Jalan Bersama Raeka
221 Makna Kebahagiaan
222 Pertemuan Kalangan Atas
223 Permintaan Maaf Arga
224 Suami dan Mantan Suami
225 Dibawa Lari
226 Pertemuan Suami Istri
227 Takdir Seorang Mafia
228 Awal Mula Perlawanan
229 Menyamar
230 Perjalanan Darat Ke Kota J
231 Terlihat Abnormal
232 Mengunjungi Mansion Samuel
233 Membawa Ben
234 Bertemu Bara
235 Pergi ke Undangan Makan Malam
236 Prita Mendengar Rencana Perjodohan
237 Hal Gila dari Bayu
238 Aksi Tim Fredi
239 Malam yang Berat
240 Kemarahan Prita dan Alex
241 Menuju Bagaskara Corp
242 Peristiwa di Bagaskara Corp
243 Peristiwa di Bagaskara Corp 2
244 Peristiwa di Bagaskara Corp 3
245 Bara dan Ayahnya
246 Dimana Prita?
247 Penangkapan Bayu
248 Penangkapan Bayu 2
249 Ayash Menjenguk Prita
250 Ayash Mengunjungi Bayu
251 Memberi Penguatan
252 Mafia yang Berubah
253 Will You Marry Me?
254 Prita Kembali Sadar
255 Berita yang Mengagetkan
256 Peristiwa Malam
257 Kekesalan Bayu
258 Tamu yang Dibawa Bara
259 Pertemuan yang Terasa Singkat
260 Rengekan Daniel
261 Kedatangan Bapak Jendral
262 Perlombaan di Sekolah
263 Perlombaan di Sekolah 2
264 Siapa yang Jelek?
265 Kemenangan Bersama
266 Kembali ke Rumah
267 Kepanikan di Pagi Hari
268 Berita Kehamilan
269 Sebuah Keluarga Impian
270 Shuwan dan Bayinya
271 Shuwan dan Bayinya 2
272 Wasiat Shuwan
273 Pemakaman Shuwan
274 Mau Menengok Bayi?
275 Acara Makan Bersama
276 Acara Makan Bersama 2
277 Titik Terang Penyebab Kematian Shuwan
278 Permintaan Arsya
279 Ibu Hamil Ngambek
280 Saran dari Dokter
281 Kecemburuan Bayu
282 Nasib Yana
283 Belanja Kebutuhan Bayi
284 Karla Perusak Mood
285 Hot Daddy Idola
286 Tragedi dan Firasat
287 Prita Akan Melahirkan
288 Kelahiran Baby Dylan
289 Kelahiran Baby Dylan 2
290 Welcome to Our Family
291 Extra Part : Meminta Restu
292 Extra Part: Trip to Japan
293 Extra Part: Trip to Japan 2
294 Extra Part: Bulan Madu
295 Extra Part: Dean
296 Extra Part: Daniel
297 Visual Pemain
298 Extra Part: Dylan
299 PURA-PURA MISKIN
300 ISTRI ANTAGONIS JADI KESAYANGAN
301 Penghangat Ranjang Suami Orang
Episodes

Updated 301 Episodes

1
PROLOG
2
Mafia itu Bernama Bayu
3
Alex Si Asisten
4
Mafia Belum Move On
5
Wanita dari Holly Hotel
6
Wanita dari Holly Hotel 2
7
Teman yang Gila
8
Bisnis dan Makan Malam
9
Si Agresif Karla
10
Diagnosa Dokter
11
Teman Laknat
12
Shuwan Mey
13
Holly Hotel
14
Pura-Pura Cinta
15
Perjalanan ke Singapura
16
Anak Lelaki yang Mirip denganku
17
Miss Prita?
18
Bermain dengan Daniel
19
Paman Misterius
20
Pertemuan yang Mendebarkan
21
Bayangkan Rasanya Menjadi Aku
22
Galau
23
Kunjungan Mama Maya
24
Perlakuan yang Berbeda
25
Rencana Pulang ke Indonesia
26
Malam yang Kacau
27
Malam yang Kacau 2
28
Mafia Vs Pemuda Songong
29
Sisi Lain Shu
30
Calon Kakak Ipar yang Menyebalkan
31
Karyawan Minata Food
32
Jangan Pulang!
33
Pacar Pak Bayu
34
Pacar Pak Bayu 2
35
Shu Wanita Seperti Apa?
36
Hasil Tes DNA
37
Kembali ke Indonesia
38
Bertemu Shuwan dan Bayu
39
Bertemu Shuwan dan Bayu 2
40
Ikut Papa ke Kantor
41
Masih Terasa Menyesakkan
42
Uncle Yu is Daddy?
43
Jangan Lupa Like
44
Prasangka
45
Bertemu Raya
46
Hampir Tertabrak
47
Di Lorong Gang Sepi
48
Sikap Mama Maya
49
Shuwan dan Moreno
50
Menghabiskan Malam Bersama
51
Penyerbuan
52
Penyerbuan 2
53
Penyerbuan 3
54
Mainan untuk Daniel
55
Anak Adopsi
56
Anak Adopsi 2
57
Anak Adopsi 3
58
Keisengan Bayu
59
Mansion Tengah Hutan
60
Mansion Tengah Hutan 2
61
Arga Ingin Menikah?
62
Klab Diambang Kebangkrutan
63
Kecelakaan
64
Kecelakaan 2
65
Pertengkaran di Rumah Sakit
66
Dalang di Balik Layar
67
Penyakit Daniel
68
Gara-Gara Golongan Darah O-
69
Pertemuan Manager Klab
70
Daniel Bangun
71
Penyelidikan Dimulai
72
Daniel Sakit Kanker?
73
Menjenguk Daniel
74
Berdamai dengan Keadaan
75
Rencana Pernikahan
76
Asal Dendam
77
Dean Hilang
78
Shuwan Kepergok Selingkuh
79
Shuwan Kepergok Selingkuh 2
80
Aku Tidak Mau Putus
81
Kemoterapi untuk Daniel
82
Perkara Anak Haram
83
Ayash vs Bayu
84
Kemoterapi Pertama
85
Menguatkan Daniel
86
Hari Pernikahan Irgi dan Raeka
87
Let's Divorce
88
Let's Divorce 2
89
Titik Terang yang Masih Samar
90
The Last Date
91
The Last Date 2
92
Makan Siang dengan Tuan Zetian
93
Mempercepat Rencana
94
Menginap di Rumah Sakit
95
Skandal Perselingkuhan
96
Skandal Perselingkuhan 2
97
Sidang Putusan Perceraian
98
Rapat Pemegang Saham
99
Kami Sudah Bercerai
100
Klarifikasi Isu
101
Obrolan Sebelum Tidur
102
Why?
103
Kamu Cemburu?
104
Let's Be Friend
105
Curhatan Antar Teman
106
Raya Akan Melahirkan
107
Kepergian Ayash
108
Cara Bersenang-Senang
109
Pernikahan Andin dan Arga
110
Keputusan Mencengangkan
111
Aku Baik-Baik Saja
112
Cara Menghilangkan kesedihan
113
Mencoba Hal Baru
114
Alasan Perceraian
115
Kamu Harus Berterima Kasih
116
Mati Rasa
117
Pergi Ke Club
118
Pergi Ke Club 2
119
Hukuman yang Pantas
120
Aku Butuh Bantuanmu
121
Memutuskan Berkencan
122
Putus dengan Shuwan
123
Tiga Srikandi
124
Ada yang Panas
125
Ada yang Panas 2
126
Obatku Canduku
127
Anak Pak Bayu
128
Perusahaan Milik Ayah
129
Perusahaan Milik Ayah 2
130
Mengantar Dean
131
Dua Orang yang Terluka
132
Berita Gembira
133
Kembali ke Kota J
134
Penculikan Dean
135
Hari Operasi Daniel
136
Ancaman
137
Usaha Penyelamatan
138
Bernafas Lega
139
Super Heronya Dean
140
Interogasi Polisi
141
Kedatangan Shuwan Mey
142
Pengakuan
143
Mengobati Luka
144
Lelaki yang Tidaksabaran
145
Arga dan Anak Perempuan
146
Kisah Tentang Meisya
147
Sudut Pandang Daniel
148
Peristiwa Tak Terduga
149
Bertemu Teman Lama
150
Dilema Karla
151
Bertemu Opa Samuel
152
Bayu Mengamuk
153
Menginap Di Mansion Samuel
154
Another Mission
155
Mama, Daddy, dan Daniel
156
Pesan dari Prita
157
Pikirkalah Kembali
158
Permintaan Sahabat
159
Menuju Altar Pernikahan
160
Sepotong Kisah Masa Lalu
161
Menemui Prita
162
Persiapan Malam Pertama
163
Malam Pertama yang Gagal
164
Malam Pertama yang Gagal 2
165
Menjadi Satu
166
Terlena
167
Selamat Pagi
168
Calon Duda dan Janda
169
Keegoisan Samuel
170
Bayu Vs Anak-Anak
171
Daniel ingin Menginap
172
Kecurigaan
173
Pertemuan di Makam
174
Sikap Mama Maya 2
175
Ikut Latihan Menembak
176
Kick Boxing
177
Di Tempat Panahan
178
Marah Kepada Bayu
179
Perbincangan di Ranjang
180
Camping
181
Penguntit
182
Penguntit 2
183
Mendadak Nonton Konser
184
Mencari Istri yang Nakal
185
Akhirnya Istri Nakal Ditemukan
186
Mobil Bergoyang
187
Hukuman
188
Jangan Dekati Istriku!
189
Telepon dari Suami
190
Bertemu Rafa
191
Menjemput Anak
192
Gosip di Kantor
193
Prita Menjadi Sasaran
194
Dia Masih Bisa Tersenyum
195
Appetizer
196
Hukuman Bagi yang Bersalah
197
Masalah di Perusahaan
198
Perbincangan Rahasia
199
Berita tentang Shuwan dan Moreno
200
Menggugurkan Kandungan?
201
Putri yang Kembali pada Singgasananya
202
Pengecekan Data Perusahaan
203
Kepergian Bayu
204
Hari Tanpa Bayu
205
Mentraktir Teman
206
Teman Baru
207
Rasa Kesepian
208
Perjalanan Menuju Dermaga
209
Kepulangan yang Tertunda
210
Bayu Menghilang
211
Perombakan Jabatan di Perusahaan
212
Berita Buruk yang Menyakitkan
213
Selepas Mengantar Andin
214
Mama Merindukan Daddy
215
Kembali ke Malam Itu
216
Perbincangan Pagi di Desa
217
Dijemput Ben
218
Karena Mabuk
219
Mimpi Indah
220
Jalan Bersama Raeka
221
Makna Kebahagiaan
222
Pertemuan Kalangan Atas
223
Permintaan Maaf Arga
224
Suami dan Mantan Suami
225
Dibawa Lari
226
Pertemuan Suami Istri
227
Takdir Seorang Mafia
228
Awal Mula Perlawanan
229
Menyamar
230
Perjalanan Darat Ke Kota J
231
Terlihat Abnormal
232
Mengunjungi Mansion Samuel
233
Membawa Ben
234
Bertemu Bara
235
Pergi ke Undangan Makan Malam
236
Prita Mendengar Rencana Perjodohan
237
Hal Gila dari Bayu
238
Aksi Tim Fredi
239
Malam yang Berat
240
Kemarahan Prita dan Alex
241
Menuju Bagaskara Corp
242
Peristiwa di Bagaskara Corp
243
Peristiwa di Bagaskara Corp 2
244
Peristiwa di Bagaskara Corp 3
245
Bara dan Ayahnya
246
Dimana Prita?
247
Penangkapan Bayu
248
Penangkapan Bayu 2
249
Ayash Menjenguk Prita
250
Ayash Mengunjungi Bayu
251
Memberi Penguatan
252
Mafia yang Berubah
253
Will You Marry Me?
254
Prita Kembali Sadar
255
Berita yang Mengagetkan
256
Peristiwa Malam
257
Kekesalan Bayu
258
Tamu yang Dibawa Bara
259
Pertemuan yang Terasa Singkat
260
Rengekan Daniel
261
Kedatangan Bapak Jendral
262
Perlombaan di Sekolah
263
Perlombaan di Sekolah 2
264
Siapa yang Jelek?
265
Kemenangan Bersama
266
Kembali ke Rumah
267
Kepanikan di Pagi Hari
268
Berita Kehamilan
269
Sebuah Keluarga Impian
270
Shuwan dan Bayinya
271
Shuwan dan Bayinya 2
272
Wasiat Shuwan
273
Pemakaman Shuwan
274
Mau Menengok Bayi?
275
Acara Makan Bersama
276
Acara Makan Bersama 2
277
Titik Terang Penyebab Kematian Shuwan
278
Permintaan Arsya
279
Ibu Hamil Ngambek
280
Saran dari Dokter
281
Kecemburuan Bayu
282
Nasib Yana
283
Belanja Kebutuhan Bayi
284
Karla Perusak Mood
285
Hot Daddy Idola
286
Tragedi dan Firasat
287
Prita Akan Melahirkan
288
Kelahiran Baby Dylan
289
Kelahiran Baby Dylan 2
290
Welcome to Our Family
291
Extra Part : Meminta Restu
292
Extra Part: Trip to Japan
293
Extra Part: Trip to Japan 2
294
Extra Part: Bulan Madu
295
Extra Part: Dean
296
Extra Part: Daniel
297
Visual Pemain
298
Extra Part: Dylan
299
PURA-PURA MISKIN
300
ISTRI ANTAGONIS JADI KESAYANGAN
301
Penghangat Ranjang Suami Orang

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!