Bayu dan Alex sampai di King Crown. King Crown dan Skylight Bar merupakan klub malam yang paling terkenal jika dibandingkan dengan ketiga klub Bayu lainnya. Penghasilan yang diperoleh dari King Crown dan Skylight Bar juga lebih tinggi. Pengunjung kedua klub malam itu rata-rata pengusaha yang tentunya kalangan berduit.
Klab malam nafas kehidupannya berasal dari tamu. Pengertian tamu disini adalah tamu yang potensial, loyal dan royal. King Crown dan Skylight Bar hanya melayani pelanggan yang memiliki kartu keanggotaan yang sifatnya terbatas dan esklusif. Klub selalu menjaga hubungan baiknya dengan pelanggan setianya. Servis terbaik selalu diberikan. Mulai dari pelayanan, keamanan, kenyamanan sampai hiburan yang dimainkan.
Klab malam yang ramai belum tentu bisa menghasilkan pendapatan yang besar meski meja dan kursinya penuh jika tamu-tamunya hanya minum air mineral dan bir dari buka sampai lagu terakhir.
Berbeda dengan King Crown dan Skylight Bar. Meskipun tamunya tak banyak, namun tamunya biasa memesan minuman sejenis VSOP, Jack Daniels, X.O, Chivas, Martell, Hennesy minimal Long Island yang harganya mencapai jutaan rupiah per botolnya.
Sementara, Bubu Baba, Meridian, dan Shy Shy Cat merupakan versi karnaval klab. Artinya, siapapun bebas berkunjung. Uang yang dihasilkan dari ketiga klab ini tidak seberapa. Namun, keberadaannya tetap membuat seorang Bayu terkenal di kalangan pengusaha klab malam.
Tipikal klub ini biasanya ditandai dari banyaknya pengunjung, terutama pada menjelang akhir pekan mulai dari Kamis malam, Jumat malam, Sabtu malam. Menandainya gampang, cukup dari barisan parkiran mobil yang biasanya meluber sampai ke luar lokasi. Begitu masuk ke dalam tempat hiburan, kursi dan meja sudah terisi tamu. Jangankan untuk duduk, untuk berdiripun susah saking ramainya. Makin larut, giliran mau bernafaspun tak nyaman karena oxygen berkurang akibat padatnya pengunjung.
Manajer King Crown, Fazid, memberikan sambutan ketika Bayu memasuki klubnya. Ia langsung memandu Bayu ke tempat duduk yang sudah dipersiapkan.
Klub malam itu tampak cukup ramai. Banyak pengusaha yang tampak sedang berdiskusi santai dengan rekan bisnisnya sambil menikmati minuman keras. Bisnis tak melulu membahas tentang hal-hal serius. Mengeratkan pertemanan juga hal penting dalam dunia bisnis.
"Apa ada kendala akhir-akhir ini?"
"Tidak, Bos. Semua aman terkendali. Berkat Red Wine tentunya."
Fazid membuka satu botol wiski dan menuangkan ke gelas Bayu. "Klab sebelah kemarin sempat bermasalah karena kasus jual beli narkoba sampai harus ditutup satu bulan. Untunglah klub kita tidak ikut bermasalah."
"Alex, kamu mau ikut minum?" tanya Bayu sebelum meneguk wiskinya.
Alex menggeleng. Seperti biasa, ia tak terlalu memperhatikan sekeliling. Ia asyik menatap layar ponselnya memainkan game.
"Anak ini tampilan sudah keren memakai jas tapi pekerjaannya main game terus. Alex, Alex.... "
"Jangan ganggu kesenanganku, Kak Zid. Nanti aku bisa ngamuk klab mu hancur."
"Hem, galaknya anak ini."
"Sudah, biarkan saja. Namanya juga masih muda."
"Polisi kelihatannya semakin gencar saja melakukan razia."
"Maklum lah, bisnis dunia malam kan baru berkembang di kota ini."
"Klub sebelah juga belum lama buka sudah dapat masalah. Harus libur 1 bulan pula. Entah berapa itu nanti kerugiannya."
"Bisnis dunia malam itu memang bisa dibilang susah-susah gampang. Keuntungannya memang menggiurkan, sebanding dengan resikonya yang juga besar. Masih mending itu kalau hanya disuruh tutup satu bulan. Daripada ijin usahanya dicabut. Aku dengar juga ada lima oknum polisi yang terlibat."
"Hah! Entahlah. Polisi jaman sekarang sepertinya sibuk mencari tambahan uang. Memangnya gaji bulanan mereka kurang sampai harus melanggar hukum segala."
Bayu menyunggingkan senyum, " Siapa yang mau jadi polisi kalau sudah tahu berapa gaji pelayan dan cleaning service di tempatmu ini, Zid."
"Hahaha... benar juga, Bos."
"Tapi kamu juga tetap harus berhati-hati. Jangan sampai ada karyawanmu yang berjualan narkoba."
"Baik, Bos."
"Teliti juga setiap orang yang biasa dibawa tamu member kita. Kamu pasti sudah hafal kan yang biasa pakai narkoba dan ngesex di sini?"
"Iya."
"Pastikan mereka memesan room khusus. Jangan biarkan member seperti itu melakukan kegiatannya di area umum. Kalau ada yang nekad, cabut member card-nya dan usir daripada harus berhadapan dengan resiko yang lebih besar."
"Semua member sudah tahu aturan tak tertulis kita, Bos. Mereka juga tahu cara menyelamatkan diri saat ada razia dadakan. Apalagi Red Wine selalu mengabari jika akan ada razia."
"Terkadang juga ada polisi yang menyamar sebagai tamu. Intinya waspada yang utama."
"Aku benci sekali polisi. Mereka selalu mencari celah kesalahan padahal segala perijinan sudah kita urus dengan baik. Setiap tahun kita juga harus membayar pajak sebesar 35%. Hanya dari klub ini saja sudah menyumbang pajak puluhan miliyar tiap tahunnya. Masih berani mereka mengusik bisnis kita. Apa tidak sayang kehilangan penghasilan?"
"Nanti lama-lama juga mereka terbiasa dengan bisnis semacam ini. Sebuah kota tidak akan maju jika tidak disokong oleh tempat hiburan malam."
"Eh, Bos.... "
Bayu menoleh ke arah Fazid. Fazid memberi kode agar bosnya melihat ke sosok wanita yang baru saja memasuki klab memakai jaket kulit dan celana jeans. Wanita itu berperawakan tinggi, langsing, dan berwajah oriental. Dia tampak menjumpai teman-temannya yang lebih dulu datang. Dari parasnya bisa dinilai dia sosok wanita yang mudah bergaul dan ceria.
"Namanya Shuwan Mey, putri Tuan Zetian Yan yang sekarang menjadi pemilik Holly Hotel."
Bayu memfokuskan pandangannya pada wanita itu.
"Dia sekarang menjabat sebagai GM di hotel itu."
"Apa dia sering kemari?"
"Ini kedua kalinya dia datang. Sepertinya dia berteman baik dengan anggota VIP kita, Tuan Ruben."
"Kalau begitu, berikan sebotol wine terbaik kita sebagai hadiah untuknya."
Fazid memanggil salah seorang pelayan, membisikkan agar ia memberikan sebotol wine kepada wanita bernama Shuwan Mey.
Pelayan itu pergi ke meja Shu dan teman-temannya. Mereka tampak kaget mendapat hadiah wine mahal.
Shu mengarahkan pandangan ke arah Bayu karena pelayan itu mengatakan kalau wine itu hadiah dari Bayu. Mata mereka bertemu. Bayu menyunggingkan senyun sambil mengangkat gelas wiskinya sebagai tanda cheers jarak jauh.
Shu membalas senyuman Bayu dan ikut mengangkat gelasnya yang berisi wine. Tampak teman-teman Shu menyorakinya karena Shu mendapat perhatian dari lelaki tampan di klub bahkan menghadiahinya wine mahal.
"Waow, cantik banget." puji Alex yang ikut-ikutan memperhatikan Shu.
"Selesai main game-nya Lex?"
"Sudah, Kak. Wanita cantik itu mengalihkan duniaku. Bos Bayu... ajak dia duduk bareng di sini. Lumayan untuk cuci mata."
"Kamu saja yang coba ajak, Lex. Kamu berani?" perintah Bayu.
"Bos... lebih baik aku lanjut main game daripada melakukan perintahmu."
"Hahaha... katanya mau kenalan? Kenapa memanggilnya saja tidak berani?" ledek Fazid.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Nur Lizza
alex sok malu2i tp du belakang garong🤣🤣🤣
2023-04-28
0
Sagitarius
Alex malu kak zid,,, maklum masih bocah 😜
2021-09-02
0