Bayu dan Jimmy telah sampai di Hotel Cassanova. Kedatangan mereka sudah mencuri perhatian sejak memasuki lobi hotel. Mata wanita tak bisa berpaling dari wajah-wajah tampan dan berkarisma itu. Salah seorang karyawan mendekati mereka dan memandu ke tempat pertemuan yang akan diadakan di restoran hotel Cassanova.
"Menginjakkan kaki di hotelmu selalu membangkitkan kenangan masa laluku."
"Ah, pasti ini tentang Prita lagi, kan?"
"Mudah ditebak, ya? Aku pernah makan siang bersama Prita dan Leo di restoranmu."
"Ya, aku tahu. Leo juga dulu bercerita padaku. Katanya seru seharian menghabiskan waktu bersama kalian. Itu membuatku iri karena Leo memuji orang lain di hadapan kedua orang tuanya. Mulai hari itu aku mengurangi kesibukanku dan mencoba meluangkan waktu untuk Leo. Memiliki kedua orangtua yang sibuk pasti membuat Leo selalu merasa kesepian."
"Makanya kalau sudah berkomitmen untuk memiliki anak, bertanggungjawablah. Anak juga butuh kasih sayang bukan hanya materi."
"Hahaha... aku seperti sedang mendengarkan ceramah dari orang yang sudah pernah memiliki anak. Kamu tidak akan tahu betapa complicated harus berusaha membagi waktu antara mendampingi anak bermain dan mengurusi berkas-berkas kantor."
"Aku tak perlu harus menjadi seorang ayah terlebih dahulu untuk bisa mengatakan hal itu. Karena aku berbicara dari sudut pandang anak yang kehilangan kasih sayang orang tua."
Kata-kata Bayu memang cerminan dari dirinya sendiri di masa kecil. Jimmy terdiam.
"By the way, minggu depan rencananya akan ada kegiatan offsite meeting ke Singapura. Kamu berminat ikut?"
"Entahlah! Mungkin kalau urusan kantor tidak terlalu banyak aku akan ikut."
"Siapa tahu di sana kamu bisa bertemu dengan Prita."
"Hahaha... haruskah aku menculiknya lagi?"
"Oh, seriously... "
"Tenang saja, aku akan memegang kata-kataku. Aku tidak akan mengusik kehidupannya kecuali dia yang mendekatiku."
"Itu tak mungkin."
Ting.
Pintu lift terbuka. mereka telah sampai di lantai yang terdapat area restoran. Tampak sudah banyak yang hadir di sana. Mungkin Bayu dan Jimmy menjadi orang yang paling terlambat hadir.
"Bayu.... " sapa salah seorang wanita yang ikut dalam acara itu.
Bayu tertegun dan bertanya-tanya dalam hati. Kenapa Karla bisa ada di sana?
"Jim, kenapa wanita itu bisa ada di sini?" bisik Bayu kepada Jimmy.
"Oh, kamu kenal dia? Dia istri muda Pak Adriyanto. Aku juga tidak tahu kenapa Pak Andriyanto mengajak istri mudanya."
Bayu melirik ke arah Pak Andriyanto. Seingatnya, suami Karla adalah seorang fotografer yang seumuran dengan dirinya. Sedangkan Pak Andriyanto sudah berusia hampir 60 tahun dan Karla mau menjadi istri kedua?
"Maafkan kami, Pak Andri. Sebagai tuan rumah malah kami datang terlambat."
"Hahaha... tidak apa-apa. Saya yang sengaja datang lebih awal karena istri saya sepertinya sangat antusias untuk mencicipi menu hotel Cassanova. Katanya dia sudah pernah makan di sini dan rasanya enak."
Bayu dan Jimmy langsung ikut bergabung di meja makan. Acara makan malam dihadiri oleh 8 orang, Bayu, Jimmy, Pak Andri, Karla, Pak Reno, Pak Kevin, Tatiana, dan Revi. Tatiana adalah sekertaris Pak Reno sedangkan Revi sekertaris Pak Kevin. Alih-alih Pak Andri membawa sekertarisnya malah membawa istri mudanya.
Jimmy mengangkat tangan memberi kode kepada pelayan untuk mulai menyajikan makanan. Hidangan pembuka yang disajikan berupa canape.
Canape merupakan appetizer yang terdiri dari bermacam-macam bahan makanan. Bahan makanan tersebut terdiri dari bahan hewani, nabati, buah dan kacang. Bahan-bahan tersebut diletakkan pada potongan roti bakar atau biskuit. Bahan dasar canapé yaitu roti dan biskuit. Canape termasuk dalam cold appetizer karena bahan-bahan yang digunakan dalam membuat canapé disajikan dengan suhu dingin.
Keberadaan Karla sangat mengganggu Bayu. Dia tak bisa berkonsentrasi baik pada makanan maupun perbincangan tentang bisnis yang akan mereka jalankan.
Sejak tadi Karla terus memandanginya, memberikan senyuman yang entah apa maksudnya. Karla lebih parah dari yang pernah dulu dia kenal. Karla memang sudah menyukainya sejak dulu. Tapi Bayu tak memiliki perasaan yang sama. Dia hanya memanfaatkan Karla sebagai teman tidur saat ia merasa kesepian. Seberapapun uang yang Karla minta selalu ia berikan sebagai timbal balik karena Karla selalu datang saat ia memanggilnya.
Sejak bersama Prita, Bayu tak pernah lagi berhubungan dengan Karla maupun wanita lainnya. Bahkan, setelah Prita menikahpun Bayu memilih sendiri. Karla pernah memintanya untuk menikahinya, namun Bayu menolak. Akhirnya, Karla memutuskan untuk menikah dengan seorang fotografer yang sering memotretnya.
Lama tak bertemu Karla, ternyata dia sudah menikah lagi dengan lelaki yang sudah berumur. Bayu bahkan tak tahu kapan Karla bercerai dengan suami pertamanya.
"Bayu... Bayu... Bayu!" seru Jimmy.
"Ah, iya Jim. Ada apa?" Bayu tersadar dari lamunannya.
"Pak Andri bertanya, kamu bisa ikut offsite meeting minggu depan?"
"Akan saya usahakan untuk ikut." kata Bayu sambil mengulaskan senyum di bibirnya.
Sebenarnya tidak terlalu berpengaruh keberadaan Bayu di sana. Karena niatnya hanya membantu Jimmy untuk melancarkan bisnisnya. Jimmy meminta bantuan modal kepada Bayu untuk ikut berinvestasi pada restauran yang akan dibangun oleh Pak Adrian dan rekan bisnisnya yang lain di Kota J.
"Offsite meeting itu sesekali penting agar kita tidak jenuh dengan rutinitas biasa. Sekalian bisa refreshing dan jalan-jalan. Nanti akan saya ajak kalian mengunjungi restoran saya yang ada di Singapura." kata Pak Adrian.
"Oh, Anda membuka restoran juga di sana?" Pak Reno tampak terkagum-kagum.
"Restorannya ada di area pusat kota yang strategis, Pak Reno. Dekat dengan pusat perkantoran jadi selalu ramai setiap hari. Saya pernah ke sana dan bagus sekali tempatnya. Makanannya juga enak." puji Pak Kevin.
"Hahaha... Anda bisa saja. Masalah rasa itu relatif tergantung pada selera masing-masing orang."
"Saya yakin berinvestasi di restoran yang akan Anda bangun di Kota J tidak akan rugi, Pak Andri." ucap Pak Reno.
"Semua pebisnis pasti menginginkan keuntungan dari bisnis mereka. Dan saya akan berusaha tidak mengecewakan kalian sebagai investor."
"Ngomong-ngomong, Pak Bayu... istri saya banyak bercerita tentang Anda. Katanya Anda putra dari Tuan Samuel Bagaskara, kan?"
"Iya, benar." Bayu sedikit malas membahas tentang ayahnya.
"Sepertinya ayah Anda sedang kewalahan mengurus bisnis-bisnisnya. Kenapa Anda tidak membantu usahanya saja?"
Bayu tersenyum, "Naik turun usaha itu hal biasa. Ayah saya pasti punya caranya sendiri mengatasi masalahnya. Saya juga belajar mengurusi bisnis saya sendiri di sini dengan ilmu yang ayah saya berikan."
"Oh, ayah Anda ternyata orang yang pandai dalam mendidik anak. Pasti dia senang sekali memiliki anak yang mandiri."
"Em, jadi, Pak Andri. Apa semua perijinan pembangunan restoran sudah didapatkan?" Jimmy berusaha mengalihkan pembicaraan karena sepertinya Bayu kurang menyukai topik tentang ayahnya.
"Oh, iya. Hampir saya lupa mengatakannya. Kemarin sudah saya bereskan semua ijin-ijin yang diperlukan. Kalian tidak perlu khawatir karena ini bukan pertama kalinya saya membangun sebuah restoran."
Pembahasan kembali ke jalur semula membahas tentang rencana pembangunan restoran. Bayu menghembuskan nafas lega. Rasanya sudah tidak ingin lagi mendengar tentang ayahnya yang hanya membangkitkan rasa marah di hatinya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 301 Episodes
Comments
Nur Lizza
semangat bayu
2023-04-28
0
Harna Harna
emang ngak ada yg cewek buat bayu ni
2021-11-16
0