Karena First kiss ku, ada di kamu

Meira sangat berharap bahwa Darel masih dalam pengaruh alkohol dan ucapannya barusan tidak bisa dipegang, layaknya orang mabuk yang ngelantur. Besar harapan Meira bahwa lelaki itu sedang bercanda, dan tidak serius dengan ucapannya.

“Bapak… Ibu, saya yakin Pak Darel masih dalam pengaruh alkohol, iya kan Pak?” Meira mengambil langkah, mendekat pada Darel yang sudah mengenakan pakaiannya lengkap.

“Aku sadar Meira, sepenuhnya sadar. Makasih bunda dan Ayah udah repot-repot jemput aku ke sini. Aku kebingungan, nggak tau cara pulang, terpaksa nginap di kos Meira.” Darel beralasan, masih dengan rasa yang tak bersalah sama sekali. Lalu dia melangkah menuju pintu mendahului kedua orang tuanya.

“Pak… Bu…” Meira masih memohon dan dia tidak segan-segan meraih tangan Inayah. “Mohon batalkan rencana pernikahan ini, ya?”

Inayah menatap iba pada gadis ini, meski kesal, tapi dia yakin Meira adalah gadis baik-baik.

“Alasannya?” satu pertanyaan dari Inayah, dia juga berkerut kening, menunggu jawaban Meira.

“Saya belum pantas menikah, saya masih punya tanggungan membiayai ibu dan sekolah adik saya di kampung,” ucap Meira hati-hati.

“Itu bukan alasan, Meira. Jangan pikirkan hal-hal kecil begitu, kita bisa atasi bersama—“

“Tapi, Pak… saya nggak bisa masak, belum pantas jadi istri, jadi menantu.” Meira langsung memotong kalimat Ibra.

“Apapun alasan kamu, semuanya bisa di perbaiki, dan kita atasi seiring berjalannya waktu. Jujur, kalian berdua udah merusak kepercayaan saya. Saya takut, Darel, anak kesayangan saya terjerumus dalam dosa. Kalian akan sering bersama-sama ke depannya meski itu adalah urusan pekerjaan. Jadi, ada baiknya kalian menikah, apalagi sama-sama single.” Inayah berucap panjang lebar memberi pengertian pada Meira yang sudah dia nobatkan sebagai calon menantu.

“Tapi, kami benar-benar nggak ngapa-ngapain Bu, saya bersumpah. Pak Darel cuma numpang tidur. Dan bagaimanapun, saya masih punya keluarga, Bu. Nggak mungkin saya melewati restu dari ibu saya, gimana kalau beliau nggak setuju?” kini Meira ingin bicara dari hati ke hati, bersikap baik dan sabar. Berharap ada keajaiban dari dua orang tua di hadapannya, agar merubah semua rencana dan menarik kembali ucapannya.

“Atas dasar apa ibu kamu nggak setuju, kalau aku jadi suami anaknya, hah?” Darel yang sempat keluar dari kamar Meira, kini muncul lagi. Dia berbicara masih dengan nadanya yang sedikit angkuh, membuat Meira semakin yakin bahwa dia bukanlah calon suami yang baik, alias suami idaman.

“Karena beliau nggak kenal sama Pak Darel!” sahut Meira tak kalah sewot. “Ibu mana sih yang mau, anaknya salah pilih suami?!” tanya Meira lagi, tatapannya pada Darel seakan mengajak lelaki itu bertengkar.

“Salah pilih suami? kamu nggak tau aku ini idaman banyak wanita?!” Darel membulatkan matanya, melangkah mendekati Meira.

“Udah… udah, kenapa kalian malah bertengkar? kalau begini, sepertinya kalian memang nggak ada kecocokan?” Ibra menenangkan keduanya, melihat perdebatan mereka, dia jadi ragu memaksa mereka untuk menikah.

“Kalau kamu mau minta restu, biar kita datang melamar secara resmi. Kamu setuju?” kali ini, Inayah yang bersuara, sembari meminta persetujuan pada anaknya.

“Iya, boleh. Supaya ibu kamu tau gimana tampannya calon menantu.” ucap Darel dengan penuh rasa bangga.

Pletak

Seketika kening Darel disentil oleh ayahnya. “Nggak usah sok ganteng kamu, belum tentu juga Meira mau sama kamu!”

“Duh…” Darel mengaduh, sambil mengusap keningnya sendiri.

“Saya memang nggak mau, Pak.” tegas Meira.

“Eh nggak bisa begitu, harusnya kamu nggak punya alasan untuk menolak anak saya, dia kurang apa sih?” Inayah jelas-jelas membela anak ganteng kesayangannya, dan yang dibela semakin besar kepala.

“Kurang akhlak—“ Meira berucap pelan, dia keceplosan, namun sayang semuanya sudah mendengar ucapannya.

“Hah? sembarangan ya kamu kalau ngomong, mau bukti kalau aku ini cowok idaman?” Darel semakin tertantang untuk berdebat dengan Meira.

Meira hanya diam dan menundukkan pandangan.

Inayah yang tetap bersikeras ingin mereka menikah, sepertinya harus mengeluarkan sebuah jurus ampuh yang akan berhasil membuat Meira luluh dan menurut. “Eum, tadi, kamu takut kan, kalau dipecat dari perusahaan?” tanya Inayah, nada bicaranya terdengar lembut, namun penuh penekanan.

Meira mengangguk tanpa berani menatap, percayalah, dia sangat merasa terintimidasi saat ini oleh satu keluarga aneh, ya menurutnya yang waras hanya Ibra. “Saya masih sangat mau dan butuh bekerja di sana, Bu.” jawabnya dengan nada pelan.

“Nah kalau begitu, ikuti aturan yang saya buat. Kamu, bekerja dengan anak saya, sehari-harinya, dengan anak saya, dia laki-laki dan kamu perempuan. Kamu cantik dan menarik, anak saya lelaki normal yang mungkin bisa saja tergoda sama kamu, jadi siapkan dihalalkan oleh Darel?”

Meira merasa terancam dan diancam, karirnya yang sedang cemerlang harus hilang begitu saja? tapi, demi karir, dia harus menikahi lelaki aneh sok ganteng di hadapannya ini?

“Oke, kalau gitu, kita akan lakukan layaknya lamaran normal. Aku akan meminta kamu dengan ibu kamu secara baik-baik, dan secara resmi. Supaya ibu kamu setuju, kamu bisa jelaskan kalau kita udah kenal lama dan udah menjalin hubungan.” Darel memberikan penawaran, Meira mengangkat kepalanya sejenak untuk menatap lelaki itu.

“Boleh kita ngobrol berdua aja, sebentar?” pinta Meira penuh harap, dengan tatapan memohon. Membuat lelaki yang ditatapnya semakin gemas, dan ingin segera memiliki tatapan itu, hanya untuknya.

“Di sini aja. Kamu tinggal ngomong, nggak perlu ada rahasia-rahasiaan,” sahut Inayah.

Meira mengambil napas dalam, kenapa hidupnya jadi rumit begini. “Pak Darel, saya mau tanya, kenapa Bapak langsung menyetujui pernikahan ini? padahal kita baru kenal?”

“Karena aku suka kamu, dan kamu juga orang yang membuat bibirku nggak perjaka lagi. First kissku ada di kamu, dan aku mau kamu adalah orang yang pertama dan terakhir merasakan bibir ini."

Pengakuan Darel yang membuat semuanya tercengang, termasuk Meira yang pipinya mendadak panas.

Malu-maluin! mesti banget itu di bahas di depan orang tua? apa? dia bilang, suka? gerutu Meira dalam hati.

“Nah kan, kalian udah berani first kiss. Nanti apa lagi? pegang-pegang, sentuh-sentuh, terus tanam benih?! udah deh, pernikahan ini, harus disegerakan. Titik!” Inayah menegaskan, tanpa ingin di bantah. “Besok kita temui ibu kamu!” ucapnya lagi, mengambil keputusan dari masalah ini.

"Ibu saya jauh, nggak ada di sini."

"Di mana?" tanya Inayah dan Ibra bersamaan.

"Di Magelang," sahut Meira. "Jauh, kan, Pak? Bu?" dia meyakinkan dua orang tua di hadapannya.

"Jauh itu kalau di kutub utara atau kutub selatan, jangan banyak alasan kamu, Meira!" tegas Darel, lalu dia tertawa penuh kemenangan.

🤪

Jadi nikah nggak yaaaa

Terpopuler

Comments

Sunarmi Narmi

Sunarmi Narmi

Oalah Bosss Sengklek..Gemblung /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/

2025-03-20

0

Selvianti María

Selvianti María

adhh meira kalah telak deh

2025-03-29

0

Rynda Atmeilya

Rynda Atmeilya

ngakaaaaaaak /Joyful//Joyful//Joyful/

2025-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Awal dari semuanya
2 Buah tak jauh jatuh dari pohonnya
3 Kamu yang nabrak, kenapa kamu yang nangis?
4 Alkohol dan Hansaplast
5 Oke, kamu boleh pulang!
6 Direktur gondrong, kok bisa?
7 Kopi
8 Awalnya berdebar, lama kelamaan gemetar
9 Dia, nggak suka perempuan?
10 Saatnya kita buktikan!
11 Akan menerima hukuman
12 Anda mau memecat saya? silakan!
13 Saya nggak sengaja menciumnya
14 Sangat Merepotkan
15 Supaya kita nggak canggung lagi
16 Kejujuran membawa petaka
17 Tolong, saya mohon, jangan pecat saya
18 Aku nggak akan menolak
19 Karena First kiss ku, ada di kamu
20 Darel atau Dimas?
21 Wanita seribu alasan
22 Ucapanmu adalah motivasiku
23 Besok kita ke KUA
24 Belum membuka hati untuk siapapun
25 Saya belum menyentuhnya sejauh itu
26 Bukan Update
27 Seperti lamaran sungguhan
28 Aku Siapa?
29 Ya ampun…
30 Membuatmu Menangis
31 Mau jalan sendiri, atau aku gendong?
32 Dosis obatnya masih kurang
33 Pemberi Harapan Palsu
34 Foto Kesayangan
35 Tentang Kanaya
36 Supaya hidupku lebih baik, setelah kamu pergi
37 Kita jalani saja
38 Berkenalan
39 Apa itu cemburu?
40 Dasar Penyihir
41 Makan Hati
42 Menanti kabar baik
43 Tertawalah sepuasnya
44 Mari kita belajar saling mencintai
45 Apa kamu siap?
46 Ahli dalam segala hal
47 Boneka cantik yang bernyawa
48 Posesif akut
49 Mengakui dan menyesali
50 Ibu Bos
51 Aku nggak akan membawamu pulang!
52 Memastikan Perasaan
53 Perasaan yang rumit
54 Menyingkirkan masa lalu
55 Akibat kesalahpahaman
56 Tindakan Darel
57 Prasangka Nia
58 Sebuah keputusan
59 Persahabatan Palsu
60 Saling menyindir
61 Menjelang resepsi pernikahan
62 Menantu yang baik
63 Beruang kutub yang hangat
64 Asinan Mangga
65 Rasa kesal tanpa alasan
66 Membeli sesuatu
67 Ingin pindah ke planet lain
68 Yes
69 Hamil anak orang lain
70 Lebih suka kamu yang polos
71 Tamu tak diundang
72 Pembohong yang manis
73 Memutuskan Pergi
74 Permintaan terakhir
75 Bawa dia kembali ke sini
76 Kehilangan
77 Pergi!!!
78 Tak akan kembali ke dalam kehidupanmu
79 Meski mencintai, namun sulit memaafkan
80 Wanita berhati iblis
81 Memulai perjuangan
82 Janda kembang
83 Perang batin
84 Terkunci
85 Mulai luluh?
86 Tidak semudah itu
87 Lebih dari cukup
88 Pendekatan yang halal
89 I love you more
90 Jangan khawatirkan dia
91 Kembali
92 Membuat tidurku lebih tenang
93 Memperbaiki
94 Setitik harapan
95 Tiga Bulan
96 Suami Laknat
97 Derita penuh nikmat
98 Bekerja sama
99 Sebuah kesempatan
100 Mesra sampai tua
101 Drama di pagi hari
102 The second ‘yes’
103 Menyerahkan seluruh hidupku, padamu (END)
104 Stuck With You
105 Ekstra Part 1
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal dari semuanya
2
Buah tak jauh jatuh dari pohonnya
3
Kamu yang nabrak, kenapa kamu yang nangis?
4
Alkohol dan Hansaplast
5
Oke, kamu boleh pulang!
6
Direktur gondrong, kok bisa?
7
Kopi
8
Awalnya berdebar, lama kelamaan gemetar
9
Dia, nggak suka perempuan?
10
Saatnya kita buktikan!
11
Akan menerima hukuman
12
Anda mau memecat saya? silakan!
13
Saya nggak sengaja menciumnya
14
Sangat Merepotkan
15
Supaya kita nggak canggung lagi
16
Kejujuran membawa petaka
17
Tolong, saya mohon, jangan pecat saya
18
Aku nggak akan menolak
19
Karena First kiss ku, ada di kamu
20
Darel atau Dimas?
21
Wanita seribu alasan
22
Ucapanmu adalah motivasiku
23
Besok kita ke KUA
24
Belum membuka hati untuk siapapun
25
Saya belum menyentuhnya sejauh itu
26
Bukan Update
27
Seperti lamaran sungguhan
28
Aku Siapa?
29
Ya ampun…
30
Membuatmu Menangis
31
Mau jalan sendiri, atau aku gendong?
32
Dosis obatnya masih kurang
33
Pemberi Harapan Palsu
34
Foto Kesayangan
35
Tentang Kanaya
36
Supaya hidupku lebih baik, setelah kamu pergi
37
Kita jalani saja
38
Berkenalan
39
Apa itu cemburu?
40
Dasar Penyihir
41
Makan Hati
42
Menanti kabar baik
43
Tertawalah sepuasnya
44
Mari kita belajar saling mencintai
45
Apa kamu siap?
46
Ahli dalam segala hal
47
Boneka cantik yang bernyawa
48
Posesif akut
49
Mengakui dan menyesali
50
Ibu Bos
51
Aku nggak akan membawamu pulang!
52
Memastikan Perasaan
53
Perasaan yang rumit
54
Menyingkirkan masa lalu
55
Akibat kesalahpahaman
56
Tindakan Darel
57
Prasangka Nia
58
Sebuah keputusan
59
Persahabatan Palsu
60
Saling menyindir
61
Menjelang resepsi pernikahan
62
Menantu yang baik
63
Beruang kutub yang hangat
64
Asinan Mangga
65
Rasa kesal tanpa alasan
66
Membeli sesuatu
67
Ingin pindah ke planet lain
68
Yes
69
Hamil anak orang lain
70
Lebih suka kamu yang polos
71
Tamu tak diundang
72
Pembohong yang manis
73
Memutuskan Pergi
74
Permintaan terakhir
75
Bawa dia kembali ke sini
76
Kehilangan
77
Pergi!!!
78
Tak akan kembali ke dalam kehidupanmu
79
Meski mencintai, namun sulit memaafkan
80
Wanita berhati iblis
81
Memulai perjuangan
82
Janda kembang
83
Perang batin
84
Terkunci
85
Mulai luluh?
86
Tidak semudah itu
87
Lebih dari cukup
88
Pendekatan yang halal
89
I love you more
90
Jangan khawatirkan dia
91
Kembali
92
Membuat tidurku lebih tenang
93
Memperbaiki
94
Setitik harapan
95
Tiga Bulan
96
Suami Laknat
97
Derita penuh nikmat
98
Bekerja sama
99
Sebuah kesempatan
100
Mesra sampai tua
101
Drama di pagi hari
102
The second ‘yes’
103
Menyerahkan seluruh hidupku, padamu (END)
104
Stuck With You
105
Ekstra Part 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!