Anda mau memecat saya? silakan!

Meira terus meronta, sebisanya. Dirinya penuh atas kuasa Darel, hingga dia kesulitan bernapas. Otaknya sendiri sebenarnya mulai tidak beres saat dia menikmati tiap sentuhan bibir Darel di atas bibirrnya. Masalahnya, sekarang, mereka sedang berada di kantor. Jika ada orang yang masuk tiba-tiba, entah bagaimana nasibnya nanti.

Hingga aksi Darel yang sudah puas mempermainkan bibir Meira selama sepuluh menit itu terhenti saat lawannya memberanikan diri untuk menggigit bibirnya. Meira terpaksa berlaku kasar, jelas saja dia amatir karena ini pengalaman pertamanya.

“Aw,” keluh Darel, mengusap bibirnya yang perih. “Kasar.” ucap lelaki itu, lalu tersenyum gemas mengingat kelakuan Meira selama berada dalam kuasanya tadi.

Saat ini, keduanya sama-sama sedang menetralkan detak jantung yang berantakan. Meira tiba-tiba melemah. Padahal, dia sudah tak lagi terkunci. Namun dia masih tidak bergerak dari tempatnya, pangkuan Darel. Atau lebih tepatnya tidak berani bergerak karena merasakan sesuatu yang sangat keras sedari tadi, menusuk-nusuknya di bawah sana.

pengalaman paling gila seumur hidup Meira, ciuman pertamanya di ambil oleh bosnya sendiri, yang baru dia kenal selama tiga hari. Sungguh luar biasa.

“Apa buktinya masih kurang? kalau aku masih normal!” Darel mengusap bibir Meira yang sedikit membengkak akibat ulahnya.

Ingin sekali Meira menampar lelaki ini, yang telah mencuri ciuman pertamanya, tapi dia justru takut jika di pecat. Meira ingin, ciuman pertamanya itu berkesan dan dilakukan dengan orang yang dia cintai. Bukan dalam keadaan yang sedikit tidak normal seperti ini? dengan atasannya sendiri. Darel memang masih muda, tampan dan tentu dia menjadi idaman setiap wanita. Tapi sifatnya yang arogan membuat Meira harus berhati-hati dengan lelaki ini.

Meira turun dari pangkuan Darel secara paksa, “Kalau sekedar ciuman, siapapun bisa melakukannya, bahkan untuk cowok yang nggak normal sekalipun.” gadis itu seperti kehabisan akal, dia berucap tanpa berpikir, hingga membangkitkan emosi Darel yang merasa ditantang.

“Kamu mau lebih dari ciuman?” Darel bangun dari kursinya, dan mencekal lengan Meira yang hendak keluar dari kamarnya.

Penyesalan menerpa Meira saat dia merasa tak bisa menjaga mulutnya dan menyaring ucapannya. “Lepaskan saya!” hentak Meira menepis tangan Darel.

“Itu pertama kalinya untukmu?” tanya Darel. Lalu dia tertawa, seakan meremehkan.

“Kalau iya, kenapa? ada masalah?” Meira yang sudah di rundung emosi pun tak peduli lagi, dia berucap dengan siapa saat ini.

“Nggak masalah, kita sama-sama pengalaman pertama, tapi aku nggak nyangka responmu akan seburuk itu.” Darel tertawa lagi. bahkan dia tak lagi berbicara formal pada Meira.

Baru kali ini, Meira melihat lelaki itu tersenyum, lalu tertawa seolah-olah menunjukkan kalau dia sedang bahagia. Meira berbalik menghadap Darel lagi. “Apa Anda sangat bahagia, karena baru merasakan ciuman pertama? agak aneh sih, untuk lelaki seperti Anda. Kalau ini, ternyata ciuman pertama.” Meira balas mengejek lelaki itu.

“Jangan menantangku, Meira. Aku memang belum berpengalaman, tapi aku bisa membuatmu hancur berantakan, bahkan merasakan kenikmatan. Dan jangan sekali-sekali berpikir, kalau aku bukan lelaki normal.” tegas Darel.

Meira hanya mengangkat bahunya, malas merespon. “Anggap hari ini, nggak pernah terjadi apapun di antara kita. Supaya kita bisa bekerja profesional.” Meira pun juga memberikan penegasan, lalu kembali melangkah.

“Kamu melupakan permintaan maafmu tadi?” tanya Darel, sebelum Meira keluar. “Masih butuh pekerjaan ini?” tantang Darel.

“Anda mau memecat saya? silakan!” Meira kehabisan kata-kata, yang jelas dia hanya kesal dengan perlakuan Darel yang seenaknya.

“Kamu benar-benar nggak butuh maaf dariku? kalau kamu berani keluar dari pintu sekalipun itu hanya selangkah, itu berarti kamu benar-benar nggak butuh pekerjaan ini lagi!” hentak Darel, emosinya tersulut karena merasa di abaikan.

“Oke, surat pengunduran diri secara resmi, akan saya kirimkan besok ke bagian HRD!” tegas Meira. Dia tak peduli lagi, dan tetap melangkah keluar meski Darel sudah mengancamnya. Darel pun terlalu enggan menahan wanita keras kepala itu.

\~

Darel mendesah frustasi, kenapa dengan mudahnya dia mengancam Meira dan membiarkan wanita itu pergi. Bagaimana dengan pekerjaan yang sudah menanti di kemudian hari. Tanpa wanita sigap dan cerdas seperti Meira, Darel tak yakin mampu menjalaninya.

Bukan hal yang sulit, untuk mencari yang baru, hanya saja, Meira adalah orang yang sudah menguasai bagian marketing, tanpa cela. Bahkan dengan paras dan pesonannya, klien bisa dengan mudahnya ingin menjalin kerja sama. Itu cerita yang dia dengar dari sang ayah.

“Meira!!” dia menyebut nama Meira sembari merebahkan tubuhnya di atas sofa.

Masalah lain pasti akan muncul, ketika ayah mengetahui kalau karyawan seperti Meira mengundurkan diri, dan Darel pasti akan tertuduh sebagai penyebab perginya Meira dari perusahaan itu. Walau sebenarnya memang dialah penyebabnya.

Satu jam setelah menenangkan diri dengan memejamkan mata, Darel nyatanya tetap tak bisa tenang. Selain memikirkan masalah yang akan muncul di kemudian hari, jika Meira pergi, bayang-bayang nikmatnya bibirr Meira satu jam yang lalu juga terus terlintas. Bibirr Meira yang basah dan lembut itu, dia ingin menikmatinya lagi. Entah karena ini adalah pengalaman pertamanya, hingga meninggalkan kesan ketagihan, atau Meira sudah berhasil memikatnya.

😚😚😚

Terpopuler

Comments

Selvianti María

Selvianti María

waduhh jadih gak fokus kerja nih si boss

2025-03-29

0

Rahma Inayah

Rahma Inayah

nagih kn lo..mangkanya jd org jgn gengsi di besarin.tnp mei bkl klbkn kerjaan mn numpuk...siap2 aj lembur trs pulg mlm trs

2023-01-04

0

Anik Rochaya

Anik Rochaya

nggak bapak nggak anak sama saja, bikin sekretarisnya jengkel

2022-11-03

0

lihat semua
Episodes
1 Awal dari semuanya
2 Buah tak jauh jatuh dari pohonnya
3 Kamu yang nabrak, kenapa kamu yang nangis?
4 Alkohol dan Hansaplast
5 Oke, kamu boleh pulang!
6 Direktur gondrong, kok bisa?
7 Kopi
8 Awalnya berdebar, lama kelamaan gemetar
9 Dia, nggak suka perempuan?
10 Saatnya kita buktikan!
11 Akan menerima hukuman
12 Anda mau memecat saya? silakan!
13 Saya nggak sengaja menciumnya
14 Sangat Merepotkan
15 Supaya kita nggak canggung lagi
16 Kejujuran membawa petaka
17 Tolong, saya mohon, jangan pecat saya
18 Aku nggak akan menolak
19 Karena First kiss ku, ada di kamu
20 Darel atau Dimas?
21 Wanita seribu alasan
22 Ucapanmu adalah motivasiku
23 Besok kita ke KUA
24 Belum membuka hati untuk siapapun
25 Saya belum menyentuhnya sejauh itu
26 Bukan Update
27 Seperti lamaran sungguhan
28 Aku Siapa?
29 Ya ampun…
30 Membuatmu Menangis
31 Mau jalan sendiri, atau aku gendong?
32 Dosis obatnya masih kurang
33 Pemberi Harapan Palsu
34 Foto Kesayangan
35 Tentang Kanaya
36 Supaya hidupku lebih baik, setelah kamu pergi
37 Kita jalani saja
38 Berkenalan
39 Apa itu cemburu?
40 Dasar Penyihir
41 Makan Hati
42 Menanti kabar baik
43 Tertawalah sepuasnya
44 Mari kita belajar saling mencintai
45 Apa kamu siap?
46 Ahli dalam segala hal
47 Boneka cantik yang bernyawa
48 Posesif akut
49 Mengakui dan menyesali
50 Ibu Bos
51 Aku nggak akan membawamu pulang!
52 Memastikan Perasaan
53 Perasaan yang rumit
54 Menyingkirkan masa lalu
55 Akibat kesalahpahaman
56 Tindakan Darel
57 Prasangka Nia
58 Sebuah keputusan
59 Persahabatan Palsu
60 Saling menyindir
61 Menjelang resepsi pernikahan
62 Menantu yang baik
63 Beruang kutub yang hangat
64 Asinan Mangga
65 Rasa kesal tanpa alasan
66 Membeli sesuatu
67 Ingin pindah ke planet lain
68 Yes
69 Hamil anak orang lain
70 Lebih suka kamu yang polos
71 Tamu tak diundang
72 Pembohong yang manis
73 Memutuskan Pergi
74 Permintaan terakhir
75 Bawa dia kembali ke sini
76 Kehilangan
77 Pergi!!!
78 Tak akan kembali ke dalam kehidupanmu
79 Meski mencintai, namun sulit memaafkan
80 Wanita berhati iblis
81 Memulai perjuangan
82 Janda kembang
83 Perang batin
84 Terkunci
85 Mulai luluh?
86 Tidak semudah itu
87 Lebih dari cukup
88 Pendekatan yang halal
89 I love you more
90 Jangan khawatirkan dia
91 Kembali
92 Membuat tidurku lebih tenang
93 Memperbaiki
94 Setitik harapan
95 Tiga Bulan
96 Suami Laknat
97 Derita penuh nikmat
98 Bekerja sama
99 Sebuah kesempatan
100 Mesra sampai tua
101 Drama di pagi hari
102 The second ‘yes’
103 Menyerahkan seluruh hidupku, padamu (END)
104 Stuck With You
105 Ekstra Part 1
Episodes

Updated 105 Episodes

1
Awal dari semuanya
2
Buah tak jauh jatuh dari pohonnya
3
Kamu yang nabrak, kenapa kamu yang nangis?
4
Alkohol dan Hansaplast
5
Oke, kamu boleh pulang!
6
Direktur gondrong, kok bisa?
7
Kopi
8
Awalnya berdebar, lama kelamaan gemetar
9
Dia, nggak suka perempuan?
10
Saatnya kita buktikan!
11
Akan menerima hukuman
12
Anda mau memecat saya? silakan!
13
Saya nggak sengaja menciumnya
14
Sangat Merepotkan
15
Supaya kita nggak canggung lagi
16
Kejujuran membawa petaka
17
Tolong, saya mohon, jangan pecat saya
18
Aku nggak akan menolak
19
Karena First kiss ku, ada di kamu
20
Darel atau Dimas?
21
Wanita seribu alasan
22
Ucapanmu adalah motivasiku
23
Besok kita ke KUA
24
Belum membuka hati untuk siapapun
25
Saya belum menyentuhnya sejauh itu
26
Bukan Update
27
Seperti lamaran sungguhan
28
Aku Siapa?
29
Ya ampun…
30
Membuatmu Menangis
31
Mau jalan sendiri, atau aku gendong?
32
Dosis obatnya masih kurang
33
Pemberi Harapan Palsu
34
Foto Kesayangan
35
Tentang Kanaya
36
Supaya hidupku lebih baik, setelah kamu pergi
37
Kita jalani saja
38
Berkenalan
39
Apa itu cemburu?
40
Dasar Penyihir
41
Makan Hati
42
Menanti kabar baik
43
Tertawalah sepuasnya
44
Mari kita belajar saling mencintai
45
Apa kamu siap?
46
Ahli dalam segala hal
47
Boneka cantik yang bernyawa
48
Posesif akut
49
Mengakui dan menyesali
50
Ibu Bos
51
Aku nggak akan membawamu pulang!
52
Memastikan Perasaan
53
Perasaan yang rumit
54
Menyingkirkan masa lalu
55
Akibat kesalahpahaman
56
Tindakan Darel
57
Prasangka Nia
58
Sebuah keputusan
59
Persahabatan Palsu
60
Saling menyindir
61
Menjelang resepsi pernikahan
62
Menantu yang baik
63
Beruang kutub yang hangat
64
Asinan Mangga
65
Rasa kesal tanpa alasan
66
Membeli sesuatu
67
Ingin pindah ke planet lain
68
Yes
69
Hamil anak orang lain
70
Lebih suka kamu yang polos
71
Tamu tak diundang
72
Pembohong yang manis
73
Memutuskan Pergi
74
Permintaan terakhir
75
Bawa dia kembali ke sini
76
Kehilangan
77
Pergi!!!
78
Tak akan kembali ke dalam kehidupanmu
79
Meski mencintai, namun sulit memaafkan
80
Wanita berhati iblis
81
Memulai perjuangan
82
Janda kembang
83
Perang batin
84
Terkunci
85
Mulai luluh?
86
Tidak semudah itu
87
Lebih dari cukup
88
Pendekatan yang halal
89
I love you more
90
Jangan khawatirkan dia
91
Kembali
92
Membuat tidurku lebih tenang
93
Memperbaiki
94
Setitik harapan
95
Tiga Bulan
96
Suami Laknat
97
Derita penuh nikmat
98
Bekerja sama
99
Sebuah kesempatan
100
Mesra sampai tua
101
Drama di pagi hari
102
The second ‘yes’
103
Menyerahkan seluruh hidupku, padamu (END)
104
Stuck With You
105
Ekstra Part 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!