Tetua Yu Yin

Masih di ruang makan di dalam rumah Liu Bing.

Ling Jin termenung memikirkan peristiwa yang terjadi pada dirinya saat ini.

“Jin’er, apa kau tidak ingat kejadian terakhir sebelum kau pingsan dan berakhir tergeletak di depan pintu gerbang sekte?” Pertanyaan Liu Bing membuyarkan lamunan Ling Jin.

“A-aku. Seingatku waktu itu aku sedang berbincang bersama kedua kakekku dan Qing Long. Kami berbincang-bincang di depan rumah kami (gua). Lalu kakek Ling mengajariku eeee...” Ling Jin menghentikan kata-katanya karena teringat pesan dari kakeknya Shen Ling untuk tidak membocorkan rahasia mengenai kalungnya.

“Eeee. Lalu tiba-tiba saja pandanganku menjadi gelap. Entahlah, setelah itu aku tidak ingat apa-apa lagi paman Bing,” ucap Ling Jin.

Liu Bing manggut-manggut mendengar penjelasan Ling Jin.

“Apa mungkin mereka yang melakukan ini padamu? Atau mungkin waktu itu kalian mendapatkan serangan secara tiba-tiba dari orang-orang yang sangat kuat sehingga kalian tidak sempat menyadari serangan itu?” ucap Liu Bing mengatakan kemungkinan yang masuk akal yang menyebabkan Ling Jin pingsan.

“Mustahil kakekku yang melakukannya paman. Mereka sangat menyayangiku. Kalaupun mereka akan pergi jauh, aku yakin mereka pasti akan mengajakku. Sedangkan untuk serangan, aku masih ragu paman karena kedua kakekku sangatlah kuat,” kata Ling Jin.

Liu Bing mengangguk mengiyakan perkataan Ling Jin karena dia berpikir mana ada cucu yang menganggap kakeknya lemah.

“Lalalalalaaaa...” Terdengar suara mungil Yin Mei Lin yang sekarang sedang bermain di halaman rumahnya sambil berdendang.

“Jin’er, berapa usiamu saat ini? Dan sampai di tingkat apa kultivasimu?” Liu Bing bertanya karena dia tidak bisa merasakan tingkat kultivasi Ling Jin.

“Usiaku enam tahun paman. Aku belum belajar kultivasi karena kakekku bilang fisikku belumlah kuat untuk melakukan kultivasi,” jawab Ling Jin.

Liu Bing kemudian memegang tangan Ling Jin untuk memastikan.

“Benar usianya enam tahun. Tapi ini... Dia tidak memiliki dantian???” Liu Bing terlihat terkejut dengan kondisi yang dialami Ling Jin.

“Ada apa paman?” Ling Jin bertanya kepada Liu Bing.

“Ah. Tidak apa-apa Jin’er. Paman pikir usiamu saat ini tujuh atau delapan tahun,” jawab Liu Bing menutupi keterkejutannya.

Ling Jin sedikit heran dengan ekspresi Liu Bing, tapi dia tidak memikirkannya lebih jauh.

***

Di luar rumah Liu Bing.

“Lin’er.” Sebuah suara yang halus terdengar.

Merasa ada yang memangilnya, Yin Mei Lin menoleh ke arah sumber suara.

Melihat siapa sosok yang memanggilnya, wajah Yin Mei Lin langsung berubah sangat cerah.

Terlihat seorang wanita cantik berusia tiga puluh lima tahun sedang berdiri tak jauh dari tempat Yin Mei Lin bermain. Meski begitu, dia masih terlihat seperti berusia dua puluh tahunan.

“Bibi Yiiiin!” Yin Mei Lin menghamburkan dirinya menghampiri wanita itu.

Ya, wanita itu adalah tetua Yu Yin. Meski sudah berusia tiga puluh lima tahun, tetua Yu Yin belum menikah maupun memiliki kekasih. Karena prioritasnya saat ini adalah menjadi kultivator yang kuat. Usia tiga puluh lima tahun menurutnya masih terlalu cepat untuk menuju jenjang pernikahan.

Tetua Yu Yin merentangkan kedua tangannya menyambut Yin Mei Lin kemudian menggendongnya.

***

Di dalam ruang makan.

“Jin’er, apa kau tahu di mana rumahmu? Mungkin paman bisa mengantarmu pulang,” tanya Liu Bing.

“Aku tidak tahu paman. Saat ini saja aku tidak tahu di mana aku berada. Tapi aku pasti akan mencari kedua kakekku,” jawab Ling Jin.

“Ah benar. Paman belum memberitahumu. Saat ini kau sedang berada di dalam sekte Pedang Langit Jin’er,” ucap Liu Bung menjelaskan.

“Sekte Pedang Langit?” Ling Jin bergumam kecil. Dia tahu apa itu sekte dari kedua kakeknya.

“Bibi Yiiiin!” Terdengar suara mungil Yin Mei Lin memanggil sebuah nama dengan lantang di luar rumah.

Liu Bing langsung menjadi salah tingkah mendengarnya. Tentu dia tahu siapa pemilik nama yang dipanggil putrinya saat ini. Liu Bing segera merapikan rambut dan pakaiannya.

Tak lama kemudian,

“Selamat pagi tuan Bing.” Sebuah suara yang sangat merdu membelai dengan lembut.

“Ee-eee sesss-selamat pagi tet-tetua Yin,” ucap Liu Bing salah tingkah. Kini kedua matanya tampak membulat sempurna.

Di hadapannya berdiri seorang dewi yang sangat cantik tiada tara yang sedang menggendong seorang anak perempuan. Bahkan bulanpun akan bersembunyi apabila bertemu dengannya karena malu. Seluruh tubuhnya memancarkan kemilau sinar yang sangat menenangkan dan memabukkan. Terlihat juga bunga-bunga yang indah mengitari tubuh dewi itu.

“Suamiku. Susu anak kita sudah habis.”

Lantunan indah itu terdengar di telinga Liu Bing dengan sangat halus dan penuh kasih sayang bagaikan sajak-sajak suci yang turun dari nirwana.

“Tuan Bin? Tuan Bing??” Perkataan tetua Yu Yin membuyarkan lamunan surga yang sedang dihayati oleh Liu Bing.

“Eh. Eeee-eee. Iya tetua Yin? Liu Bing gelagapan menjawab perkataan tetua Yu Yin.

“Apa tuan Bing mendengarku?” tanya tetua Yu Yin lagi.

“Ee-ee iya. Tentu aku mendengarnya. Ada yang bisa aku bantu?” Liu Bing kembali bertanya.

“Huuuffff.” Tetua Yu Yin menggeleng-gelengkan kepala karena harus mengulangi perkataannya.

“Patriak memanggil tuan Bing dan anak laki-laki ini,” ucap tetua Yu Yin.

Sebenarnya dalam hati tetua Yu Yin kagum dengan ketampanan Ling Jin. Namun dia berhasil menyembunyikan kekagumannya dengan baik. Itulah salah satu kehebatan dari wanita.

“Aku akan mengajak Lin’er jalan-jalan keluar,” imbuh tetua Yu Yin.

“Baik tetua Yin. Maaf sudah merepotkan,” jawab Liu Bing.

“Yeeeeyyy. Jalan-jalan!” Yin Mei Lin bersorak sangat senang karena akan diajak jalan-jalan.

“Apa Lin’er senang bibi ajak jalan-jalan?” tanya tetua Yu Yin sambil tersenyum hangat kepada Yin Mei Lin.

“Eeeen.” Yin Mei Lin mengangguk senang.

“Baik. Nanti bibi belikan manisan untuk Lin’er,” kata tetua Yu Yin lagi.

“Horeeeee. Terima kasih bibiiii,” sorak Yin Mei Lin kegirangan sambil memeluk tetua Yu Yin.

Tetua Yu Yin pun membalas pelukan Yin Mei Lin dengan hangat.

Gleeekk.

Liu Bing menelan ludahnya melihat pemandangan yang kini dia saksikan di hadapannya.

“Harusnya aku yang di sana.”

“Tuan Bing. Sebaiknya bergegas sekarang karena patriak mungkin sudah menunggu di aula sekte.” Tetua Yu Yin kembali berkata.

“Ee-eee. Baiklah. Titip Lin’er tetua Yin,” kata Liu Bing yang masih gugup.

“Eeem.” Tetua Yu Yin mengangguk sambil mengusap pucuk rambut Yin Mei Lin.

“Kalau begitu saya pamit ke aula sekte tetua Yin,” ucap Liu Bing lagi kemudian mengajak Ling Jin untuk bergegas menuju aula sekte Pedang Langit.

Setelah itu tetua Yu Yin beranjak keluar untuk jalan-jalan di kota sekitar sekte bersama Yin Mei Lin.

Berita mengenai ditemukannya seorang anak laki-laki berambut putih yang pingsan di depan pintu gerbang sekte memang sudah menjadi perbincangan hangat di seluruh wilayah sekte Pedang Langit. Patriak sekte Pedang Langit memanggil Liu Bing dan Ling Jin karena tahu dari seorang murid senior jika Liu Bing membawa anak laki-laki itu ke rumahnya.

“Paman. Sebenarnya apa yang ingin dibicarakan patriak itu hingga memanggil kita ke aula?” Ling Jin bertanya kepada Liu Bing di tengah perjalanan mereka.

“Mungkin patriak ingin menanyakan beberapa hal mengenai dirimu Jin’er, karena paman memang belum melapor tentang keberadaanmu di rumah paman kepada tetua maupun patriak,” jelas Liu Bing.

“Paman. Apa nanti paman akan dihukum karena aku? Kalau begitu aku minta maaf paman. Aku akan menjelaskan kepada patriak dan setelah itu aku akan segera pergi agar paman tidak terkena hukuman dari patriak.” Ling Jin berkata sambil membungkukkan badannya.

“Haiiss. Kau ini bicara apa? Tidak akan ada yang dihukum. Patriak hanya akan bertanya beberapa hal saja,” Liu Bing berkata sambil menegakkan tubuh Ling Jin.

Terpopuler

Comments

Agus Mariman

Agus Mariman

mantttaaafff jiwa

2022-10-28

0

B_A

B_A

ntah kenapa gua rasa si tetua itu bakal jadi istri MC kek komik sebelah"reinkarnasi dewa kematian "🤣

2021-10-14

0

Ismaeni

Ismaeni

mulai suka nih baca ceritanya, semoga sampai tamat yaa, tidak berhenti ditengah jalan.. lanjut thor

2021-10-07

1

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman
2 Meteor dan Bayi Laki-laki
3 Kakek Putih dan Kakek Hitam
4 Situasi Di Istana.
5 Ling Jin
6 Sebuah Ramalan
7 Tak Terpecahkan
8 Kakek yang Protektif
9 Qing Long
10 Identitas Kakek Putih dan Kakek Hitam
11 Pertempuran Shen Ling Vs Mo Jin
12 Dantian Alam
13 Perkenalan dan Kembali Pulang
14 Anak Laki-laki yang Pingsan
15 Perpisahan
16 Tetua Yu Yin
17 Kenyataan Pahit dan Teman Baru
18 Xin Xiao Yu
19 Kedatangan Rombongan Kaisar
20 Hadiah Untuk Yin Mei Lin
21 Amarah Terpendam Ling Jin
22 Terbukanya Dantian Alam
23 Elemen Kegelapan
24 Kitab Dewa Iblis
25 Yin Mei Lin Yang Berubah
26 Bermain Peran
27 Mu Yinfeng Yang Malang
28 Pertemuan Kembali
29 Menjadi Buronan I
30 Menjadi Buronan II
31 Amukan Yin Mei Lin
32 Keputusan Ling Jin
33 Mengunjungi Mo Lianfeng
34 Memasuki Dunia Buatan Shen Ling
35 Kelicikan Patriak Mu Bai
36 Aliansi Bintang Hitam
37 Melawan Tetua Agung Fang Dan I
38 Melawan Tetua Agung Fang Dan II
39 Kekhawatiran Ling Jin
40 Turnamen Benua Tengah I
41 Turnamen Benua Tengah II
42 Serangan Aliansi Bintang Hitam
43 Ling Jin Melawan Dua Patriak
44 Kemunculan Pasukan Iblis
45 Mode Iblis
46 Pedang Dosa
47 Pahlawan Kota Changlin
48 Pertengkaran Segitiga
49 Huang Xiuren
50 Dua Hati Mulai Bersemi
51 Menghancurkan Keluarga Besar Chang I
52 Menghancurkan Keluarga Besar Chang II
53 Kebenaran Terungkap
54 Bing Xie
55 Tehnik Linghun
56 Klan Naga Iblis
57 Merampok Perampok
58 Sembilan Gerbang Jiwa
59 Dewa Obat
60 Shi Shen Zhe Sang Pembantai Dewa
61 Pohon Kegelapan Abadi dan Embun Iblis
62 Kecemburuan Bao Chun dan Kedatangan Qing Long
63 Terbukanya Kitab Dewa Naga
64 Lima Pangeran Neraka
65 Kabar Peperangan
66 Segel Maha Dewa Mulai Terkikis
67 Makan Bersama
68 Hari Peperangan
69 Formasi Kuno Xiwang Xunhuan
70 Reinkarnasi Dewa Panah Xin Chen
71 Tujuan Xin Chen
72 Nama yang Tidak Bisa Disebutkan
73 Kutukan Budak
74 Kedatangan Shen Ling dan Mo Jin
75 Kemalangan Qing Long dan Xin Chen
76 Mimpi Buruk Ling Jin
77 Perbincangan Bao Chun dan Han Jieru
78 Penasbihan Penguasa Bangsa Iblis Dimulai
79 Bertemu Kakek Buyut
80 Jiu Huangzi
81 Rasa Terima Kasih Ling Jin
82 Pemimpin Baru Klan Naga Iblis
83 Kota Zhongyang
84 Membantu Desa Bianyuan
85 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar I
86 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar II
87 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Tombak Api (Kemunculan Sang Naga Raksasa)
88 Memasuki Dunia Jiwa
89 Mencari Informasi
90 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Kelelawar Darah
91 Firasat Buruk Qing Long
92 Menyerang Istana Kekaisaran Tang
93 Menyerang Istana Kekaisaran Tang II
94 Menyerang Istana Kekaisaran Tang III - Kemunculan Sang Iblis Raksasa
95 Bao Chun Menipu Qing Long
96 Pertemuan yang Tidak Disadari
97 Menjadi Alkemis Besar - Hanya Perlu Membayangkannya Saja!
98 Rencana Pertunangan
99 Ling Jin Sang Pengacau
100 Kegundahan Bao Chun
101 Tunjukkan Usahamu, Jendral!
102 Bandit Salah Sasaran
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Pengumuman
2
Meteor dan Bayi Laki-laki
3
Kakek Putih dan Kakek Hitam
4
Situasi Di Istana.
5
Ling Jin
6
Sebuah Ramalan
7
Tak Terpecahkan
8
Kakek yang Protektif
9
Qing Long
10
Identitas Kakek Putih dan Kakek Hitam
11
Pertempuran Shen Ling Vs Mo Jin
12
Dantian Alam
13
Perkenalan dan Kembali Pulang
14
Anak Laki-laki yang Pingsan
15
Perpisahan
16
Tetua Yu Yin
17
Kenyataan Pahit dan Teman Baru
18
Xin Xiao Yu
19
Kedatangan Rombongan Kaisar
20
Hadiah Untuk Yin Mei Lin
21
Amarah Terpendam Ling Jin
22
Terbukanya Dantian Alam
23
Elemen Kegelapan
24
Kitab Dewa Iblis
25
Yin Mei Lin Yang Berubah
26
Bermain Peran
27
Mu Yinfeng Yang Malang
28
Pertemuan Kembali
29
Menjadi Buronan I
30
Menjadi Buronan II
31
Amukan Yin Mei Lin
32
Keputusan Ling Jin
33
Mengunjungi Mo Lianfeng
34
Memasuki Dunia Buatan Shen Ling
35
Kelicikan Patriak Mu Bai
36
Aliansi Bintang Hitam
37
Melawan Tetua Agung Fang Dan I
38
Melawan Tetua Agung Fang Dan II
39
Kekhawatiran Ling Jin
40
Turnamen Benua Tengah I
41
Turnamen Benua Tengah II
42
Serangan Aliansi Bintang Hitam
43
Ling Jin Melawan Dua Patriak
44
Kemunculan Pasukan Iblis
45
Mode Iblis
46
Pedang Dosa
47
Pahlawan Kota Changlin
48
Pertengkaran Segitiga
49
Huang Xiuren
50
Dua Hati Mulai Bersemi
51
Menghancurkan Keluarga Besar Chang I
52
Menghancurkan Keluarga Besar Chang II
53
Kebenaran Terungkap
54
Bing Xie
55
Tehnik Linghun
56
Klan Naga Iblis
57
Merampok Perampok
58
Sembilan Gerbang Jiwa
59
Dewa Obat
60
Shi Shen Zhe Sang Pembantai Dewa
61
Pohon Kegelapan Abadi dan Embun Iblis
62
Kecemburuan Bao Chun dan Kedatangan Qing Long
63
Terbukanya Kitab Dewa Naga
64
Lima Pangeran Neraka
65
Kabar Peperangan
66
Segel Maha Dewa Mulai Terkikis
67
Makan Bersama
68
Hari Peperangan
69
Formasi Kuno Xiwang Xunhuan
70
Reinkarnasi Dewa Panah Xin Chen
71
Tujuan Xin Chen
72
Nama yang Tidak Bisa Disebutkan
73
Kutukan Budak
74
Kedatangan Shen Ling dan Mo Jin
75
Kemalangan Qing Long dan Xin Chen
76
Mimpi Buruk Ling Jin
77
Perbincangan Bao Chun dan Han Jieru
78
Penasbihan Penguasa Bangsa Iblis Dimulai
79
Bertemu Kakek Buyut
80
Jiu Huangzi
81
Rasa Terima Kasih Ling Jin
82
Pemimpin Baru Klan Naga Iblis
83
Kota Zhongyang
84
Membantu Desa Bianyuan
85
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar I
86
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar II
87
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Tombak Api (Kemunculan Sang Naga Raksasa)
88
Memasuki Dunia Jiwa
89
Mencari Informasi
90
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Kelelawar Darah
91
Firasat Buruk Qing Long
92
Menyerang Istana Kekaisaran Tang
93
Menyerang Istana Kekaisaran Tang II
94
Menyerang Istana Kekaisaran Tang III - Kemunculan Sang Iblis Raksasa
95
Bao Chun Menipu Qing Long
96
Pertemuan yang Tidak Disadari
97
Menjadi Alkemis Besar - Hanya Perlu Membayangkannya Saja!
98
Rencana Pertunangan
99
Ling Jin Sang Pengacau
100
Kegundahan Bao Chun
101
Tunjukkan Usahamu, Jendral!
102
Bandit Salah Sasaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!