Pertempuran Shen Ling Vs Mo Jin

“Qing Long, akan aku ceritakan sebuah kisah agar kau tidak salah paham dengan Mo Jin.” Shen Ling tiba-tiba berkata kepada Qing Long sambil mata emasnya menerawang ke arah langit.

***

Flashback.

Sepuluh juta tahun yang lalu pada malam hari di suatu tempat di dunia dewa.

DHUUARRR!

DHUUAAARRR!

WHUUUUSSHHH!

BOOOOOMMMMM!!

Dentuman ledakan-ledakan mengerikan menggelegar di atas langit. Siluet energi berwarna putih dan hitam tampak saling berbenturan tiada henti.

Jika orang-orang melihatnya, mereka hanya akan melihat kilatan-kilatan berwarna putih dan hitam yang hilang dari tempat mereka berada dan kemudian muncul di bagian tempat lain. Sebenarnya itu karena kecepatan dari dua siluet tersebut yang sudah berada ditingkat yang sangat mengerikan. Sehingga seolah-olah mereka menghilang lalu muncul kembali di tempat lain.

Dua siluet itu adalah Shen Ling dan Mo Jin. Mereka berdua adalah musuh bebuyutan sejak jutaan tahun yang lalu.

Hoooosshhh hoosshhh hooosssshh!

“Mati kau Shen Liiing!”

“Dewa Iblis Mengguncang Langiiiit!!!”

Mo Jin berteriak mengeluarkan jurus terkuatnya. Muncul Siluet iblis raksasa berzirah perang dengan mahkota hitam di kepalanya yang menggenggam sebuah pedang berwarna merah darah.

Terdapat retakan-retakan pada tubuh iblis raksasa tersebut dan terlihat ada magma serta jiwa-jiwa yang seakan-akan meminta tolong untuk dibebaskan di dalam retakan tersebut. Siluet itu diselimuti api hitam pekat penuh dengan aura terkutuk yang berkobar. Siap untuk menghancurkan apa saja yang ada di hadapannya.

Shen Ling tak mau kalah, dia juga mengeluarkan jurus terkuatnya.

“Dewa Naga Menghancurkan Semestaaa!!!”

Di belakang tubuh Shen Ling, muncul siluet naga raksasa bermahkota megah, bermata emas, berzirah perang menjulang tinggi dengan gagah. Dengan tubuh diselimuti api putih dan petir hitam yang berderak-derak, siap melenyapkan apa saja yang ada di hadapannya. Kemudian Shen Ling dan Mo Jin sama-sama melepaskan kedua siluet itu ke arah depan.

Hyaaaaaaaaa!!!!!

Seketika itu juga, kedua siluet itu melesat dengan kecepatan yang mengerikan.

WHUUUUUUUSSSHH!!

BOOOOOOMMMMMM!!!!

Daratan di bawahnya bergoncang dengan sangat dahsyat dan luluh lantah. Dunia dewa seakan runtuh karena benturan dua siluet tersebut. Hampir semuanya porak poranda. Jutaan penduduk dunia dewa mati akibat dampak dari pertempuran dua dewa itu.

Shen Ling dan Mo Jin sama-sama terpental sejauh ratusan kilometer dan menghantam permukaan tanah dengan sangat keras hingga membentuk kawah yang besar.

BOOOMMM!!

Shen Ling dan Mo Jin memuntahkan banyak darah dari mulut mereka. Bedanya, darah Shen Ling berwarna biru sedangkan darah Mo Jin berwarna hitam.

Shen Ling memunculkan pedang dewa naganya yang berwarna putih bening seperti kristal dari kehampaan. Api putih dan petir hitam berderak-derak dengan hebat menyelimuti pedang itu. Mo Jin tak tinggal diam. Dia mengeluarkan pedang dewa iblisnya yang berwarna hitam pekat. Api berwarna hitam dan aura merah darah berkobar-kobar menyelimuti pedang tersebut.

Tak menunggu waktu lama, keduanya langsung melesat sangat cepat saat itu juga.

WHUUUTTT!

TRAAANGGG!!

DHUUUUUMMMM!!!

Ledakan energi teredam meledak dengan mengerikan saat kedua pedang itu berbenturan. Seketika itu juga daratan di bawah tempat mereka bertempur langsung bergoncang sangat hebat.

“Menyerahlah kau bangsat!!” teriak Mo Jin sambil menekankan pedangnya ke arah Shen Ling.

“Jangan mimpi kau makhluk rendahan! Akulah yang paling pantas untuk menjadi penguasa! Enyahlah kauuu!!” Shen Ling berteriak dan membalas tekanan itu.

Goncangan besar terasa hampir di seluruh dunia dewa akibat dari dua pedang yang saling menekan itu. Mereka mengambil jarak untuk sesaat, kemudian kembali melesat dengan sangat cepat.

WHUUUTTT!

TRAAAAANG!

BUUUMMMM!!

DHUUAAARR!!!

TRAAAAANGG!!

BUUUUMMMM!!!

Setiap dua pedang itu berbenturan, terjadi pula ledakan yang hebat. Tampak ledakan terjadi dimana-mana setiap kali kedua pedang itu diayunkan.

Murka Sang Nagaaaaa!!!

Amarah Dewa Ibliiiiss!!!

Hyaaaaaaa!!!!

TRAAAANG!!

BUUUUUMMMM!!!!

Terlihat bekas sayatan pedang pada banyak bagian zirah perang mereka dan luka-luka sayatan di tubuh mereka. Shen Ling dan Mo Jin telah bertempur bertahun-tahun lamanya. Namun tak terlihat sedikitpun kata menyerah diantara mereka berdua.

Karena bagi mereka,

Ini adalah pertempuran!

Ini adalah pembuktian!

Ini adalah penentuan!

Harus ada yang mati diantara mereka!

Hanya ada satu yang akan menjadi penguasa di tiga dunia!

Shen Ling, atau Mo Jin!

TRAAAANG!

TRRAAAANGG!

BUUUUUMM!!

TRAAAANG!

DHUUAAARRRR!!!

“Sial! Jika seperti ini terus tidak akan ada habisnya! Tak kusangka dia bisa mengimbangiku sampai sejauh ini!” umpat Shen Ling di tengah-tengah pertempuran.

“Apakah jurus yang baru aku kuasai itu bisa menghabisinya? Tapi belum lama aku menguasai jurus itu.” Shen Ling berkata lagi dalam hati.

Akhirnya Shen Ling hanya bisa mengadu nasib dengan keputusannya. “Masa bodoh! Akan kucoba segalanya untuk membunuhnya dan menjadi penguasa tunggal!”

Kemudian Shen Ling menjaga jarak dari Mo Jin secara tiba-tiba dan menghilangkan pedangnya. Lalu dia menutup kedua matanya.

Mo Jin yang melihat hal itu menyeringai.

“Apa kau sudah menyerah karena tidak bisa mengalahkanku Shen Ling?” ejek Mo Jin.

Shen Ling tetap terdiam, tak lama kemudian dia membuka matanya.

"Dalam mimpimu!”

Kedua mata emas Shen Ling mengkilat. Dia mengangkat kedua tangannya ke atas, dan kemudian,

Naga Membalik Langiiiiiitttt!!!

Sebuah bola energi berwarna hitam pekat diselimuti oleh aura kegelapan yang sangat mengerikan terbentuk di atas Shen Ling.

Mata Mo Jin melebar karena sangat terkejut saat itu juga. Dia tidak mau untuk mempercayai apa yang kini dia lihat dihadapannya. Tapi memang itulah kenyataan yang terjadi di depannya saat ini.

Hantaman Dewa Iblis.

Salah satu jurus terkuatnya, kini berada di hadapannya bersiap untuk menghantamnya kapan saja. Sesaat kemudian, Shen Ling melemparkan energi itu ke arah Mo Jin.

Hyaaaaaa!!

WHUUUUUUNGGG!!!

Bola energi itu melesat ke arah Mo Jin.

“Sial! Bagaimana bisa?!!” Mo Jin kini bersiap untuk menghindari bola energi hitam tersebut.

WHUUTT!!

Mo Jin melesat ke atas dengan sangat cepat menghindari jurusnya sendiri. Bola energi itu berbelok arah dan melesat ke atas mengejarnya. Mo Jin tersentak sangat kaget.

“Apa-apaan! Jurus itu bisa mengejarku dan bahkan kekuatannya dua kali lipat dari jurusku sendiri?!” Dia mengumpat tak percaya. Tidak lama kemudian,

BOOOOOOOMM!!!

AAAAAAARRGHHHH!!!!

Bola energi itu meledak sangat dahsyat saat mengenai Mo Jin dengan telak. Tubuh Mo Jin terhempas ratusan kilometer dan menghantam permukaan tanah hingga tanah itu membentuk sebuah kawah yang besar.

BUUUMMM!!!

Kepulan debu dan asap menyelubungi area jatuhnya Mo Jin. Sesaat setelah kepulan debu dan asap itu menghilang, tampak Mo Jin terduduk membungkuk dengan bertumpu pada kedua tangannya. Nafasnya tersengal-sengal, darah menetes dimana-mana, zirah perangnya sebagian telah hancur. Dia masih tak percaya dengan apa yang baru saja menimpanya.

Hoossh hoooss hoooosshh!

Mo Jin terengah-engah.

“Keparat! Darimana makhluk sialan itu menguasai salah satu jurus terkuatku?!!”

Shen Ling muncul tak jauh di depan Mo Jin dan melayang di udara melipatkan tangannya di dada. “Hohoho. Bagaimana rasanya terkena jurus sendiri makhluk rendahan?” Shen Ling mengejek dengan angkuh.

“Keparat kau! Jangan mengira kau sudah menang!!” teriak Mo Jin.

“Hahahahahaaa! Begitukah?” Shen Ling tertawa dengan lantang.

“Baiklah, kalo begitu."

Shen Ling merentangkan kedua tangannya lurus ke arah kiri dan kanan.

“Apalagi yang akan dilakukan keparat sialan itu?” batin Mo Jin menatap Shen Ling dengan kebencian yang tidak terbatas. Kini Mo Jin berdiri dengan susah payah. Namun, baru saja dia dapat berdiri dengan tegak,

Naga Membalik Langiiiiit!!!

Terdengar Shen Ling meneriakkan jurusnya dengan suara yang menggelegar.

Mo Jin membulatkan matanya lebar-lebar. Tubuhnya bergetar sangat hebat. Kini muncul sosok iblis raksasa sama seperti yang Mo Jin keluarkan tadi. Bahkan tinggi dan kekuatannya lebih besar dari iblis raksasa miliknya.

“Hahahahaaaa! akhirnya aku berhasil menyempurnakan jurusku! Inilah saat-saat yang kau tunggu makhluk rendahan! Mati karena jurusmu sendiri! Hahahahaaa!” Shen Ling berkata sambil tertawa terbahak-bahak.

Mo Jin hanya bisa pasrah dan terlihat tak melawan lagi.

“Aku puas jika akhirnya mati di tanganmu Shen Ling,” batin Mo Jin kemudian menutup kedua matanya.

Shen Ling tampak mengangkat kedua tangannya ke atas dan iblis raksasa itu berubah posisinya dengan sikap tempur. Namun, baru saja Shen Ling akan melesatkan iblis raksasa itu tiba-tiba terdengar sebuah suara,

HENTIKAAAAANN!!!

Suara yang sangat menggelegar terdengar di seluruh wilayah tempat Shen Ling dan Mo Jin bertempur. Dunia dewa bergoncang hebat karena suara itu. Shen Ling dan Mo Jin tersentak mendengar suara tersebut. Mo Jin kembali membuka matanya. Akan tetapi Shen Ling tetap melepaskan iblis raksasa itu ke arah Mo Jin.

Hyaaaaaaaaaa!!!

Iblis raksasa itu melesat dengan kecepatan yang mengerikan. Namun baru saja iblis raksasa itu melesat,

WHUUUUT!!!

Sebuah energi cahaya tiba-tiba muncul dari arah samping dan menghantam iblis raksasa tersebut. Namun anehnya tidak terjadi suatu ledakan. IbIis raksasa itu langsung lenyap seketika terkena hantaman energi cahaya tadi tanpa menimbulkan ledakan apapun.

Shen Ling dan Mo Jin tersentak sangat kaget. Sontak keduanya menolehkan kepala ke arah samping, seketika itu juga mata mereka melebar tak percaya dengan sosok yang kini mereka lihat.

"Guru!" Shen Ling dan Mo Jin berkata bersamaan.

Terlihat yang agung sedang melayang menghampiri mereka berdua dengan tenang dan berhenti di tengah-tengahnya. Saat itu juga Shen Ling bersimpuh menjatuhkan diri bersujud di hadapan yang agung. Mo Jin pun tampak mendekati yang agung dengan tertatih kemudian bersujud dihadapannya.

“Apa yang telah kalian perbuat anak-anakku?”

“Apa kalian tidak akan berhenti sebelum dunia dewa ini benar-benar hancur?”

“Lihatlah ke sekitar kalian saat ini!”

Yang agung langsung menghujani mereka dengan kalimat-kalimatnya.

“Guru, Shen Ling berkata bahwa yang terkuatlah yang pantas untuk menjadi penguasa tiga dunia. Akhirnya aku pun menantangnya bertarung sampai salah satu diantara kami berdua mati,” ucap Mo Jin.

“Sampai mati? Jika kau menangpun kau tidak pantas menjadi seorang penguasa tiga dunia Jin!” Yang agung berkata dengan meninggikan suaranya.

“Tapi aku merasa aku lebih pantas menjadi penguasa guru. Aku memiliki darah naga makhluk suci, sedangkan dia darah iblis.” Shen Ling berkata membela diri.

“Bahkan kau pun juga tidak pantas Ling!” ucap yang agung langsung memotong perkataan Shen Ling.

“Kalian berdua lihatlah keadaan sekitar kalian saat ini! Sudah berapa juta nyawa yang terenggut hanya karena kesombongan dan keserakahan kalian!” ucap yang agung kembali.

Lalu Shen Ling dan Mo Jin melihat ke sekeliling mereka dengan bersamaan. Semuanya luluh lantah rata dengan tanah. Mayat-mayat berserakan dimana-mana. Hanya satu kata yang tepat untuk menggambarkan keadaan dunia dewa saat ini.

Kejam.

Shen Ling dan Mo Jin serentak memeluk kaki yang agung. Kini mereka berdua menangis di bawah kaki guru mereka.

"Guru!"

"Guru!"

Mereka terus menangis karena menyesali perbuatan mereka sehingga mengakibatkan dunia dewa diambang kehancuran.

“Apa aku sudah tidak kalian anggap?" yang agung bertanya kepada mereka.

“Jutaan tahun yang lalu aku mengangkat kalian menjadi muridku agar bisa membantuku menjaga keseimbangan di tiga dunia, tapi kalian malah hampir menghancurkan dunia dewa.” Yang agung kembali berucap.

"Guru!"

“Ampun guru. Kami sangat menyesal. Kami akan memperbaiki semuanya dan membantu guru menjaga keseimbangan tiga dunia,” kata Shen Ling sambil menangis.

“Memperbaiki semuanya? Apa kalian pikir kalian bisa mengembalikan nyawa mereka? Beberapa diantara mereka adalah calon-calon dewa di masa depan. Tapi nyawa mereka terenggut begitu saja karena ulah kalian," ucap yang agung.

Shen Ling dan Mo Jin tidak dapat menjawab perkataan dari guru mereka tersebut dan hanya bisa menangis.

“Ini adalah kesalahan terbesarku. Sebagai seorang guru, aku telah gagal mendidik kalian dengan baik.” Yang agung kembali berucap.

“Guru. Ampuni kami berdua guru. Guru adalah yang terbaik, guru adalah ayah kami, guru adalah panutan kami, guru yang paling berharga bagi kami,” kata Mo Jin sambil terus menangis.

Tiba-tiba saja, dua pedang milik Shen Ling dan Mo Jin muncul dalam genggaman kedua tangan yang agung. “Kalian tidak pantas memiliki dua pedang ini dan aku akan memberikan kalian hukuman atas kesalahan yang telah kalian perbuat,” ucap yang agung dengan singkat.

Sekejap kemudian, Shen Ling dan Mo Jin terkejut karena tiba-tiba saja mereka telah berada di dasar sebuah jurang yang sangat dalam. Kemudian terdengar sebuah suara.

“Jalani hukuman kalian di sini sampai kalian melakukan sebuah kebaikan yang aku maksud. Renungkan kesalahan kalian, rasakan bagaimana rasanya menjadi makhluk yang lemah di jurang penghapusan dosa ini. Kalian bisa mencoba melarikan diri. Jika bisa, aku tidak akan menghalangi kalian.” Ucap suara tersebut dan kemudian menghilang.

Shen Ling dan Mo Jin panik karena kekuatan mereka turun dengan sangat drastis secara tiba-tiba. Mereka akhirnya menyadari jika sekarang telah berada di dunia tengah. Mereka berdua mencoba menghilang untuk kembali ke dunia dewa. Tapi setiap kali menghilang, pada akhirnya mereka selalu muncul di jurang itu kembali. Bahkan sampai ribuan kali mencobanya.

Akhirnya Shen Ling dan Mo Jin hanya bisa pasrah menerima hukuman untuk melakukan sebuah kebaikan yang dimaksud guru mereka yang entah kebaikan apa itu mereka sendiri juga tidak tahu.

Flashback end.

 

 

Terpopuler

Comments

Nice

2023-09-22

0

EL Shawieto

EL Shawieto

ternyata begitu ceritanya

2022-11-24

1

merah jambu

merah jambu

ohhhh

2021-12-03

0

lihat semua
Episodes
1 Pengumuman
2 Meteor dan Bayi Laki-laki
3 Kakek Putih dan Kakek Hitam
4 Situasi Di Istana.
5 Ling Jin
6 Sebuah Ramalan
7 Tak Terpecahkan
8 Kakek yang Protektif
9 Qing Long
10 Identitas Kakek Putih dan Kakek Hitam
11 Pertempuran Shen Ling Vs Mo Jin
12 Dantian Alam
13 Perkenalan dan Kembali Pulang
14 Anak Laki-laki yang Pingsan
15 Perpisahan
16 Tetua Yu Yin
17 Kenyataan Pahit dan Teman Baru
18 Xin Xiao Yu
19 Kedatangan Rombongan Kaisar
20 Hadiah Untuk Yin Mei Lin
21 Amarah Terpendam Ling Jin
22 Terbukanya Dantian Alam
23 Elemen Kegelapan
24 Kitab Dewa Iblis
25 Yin Mei Lin Yang Berubah
26 Bermain Peran
27 Mu Yinfeng Yang Malang
28 Pertemuan Kembali
29 Menjadi Buronan I
30 Menjadi Buronan II
31 Amukan Yin Mei Lin
32 Keputusan Ling Jin
33 Mengunjungi Mo Lianfeng
34 Memasuki Dunia Buatan Shen Ling
35 Kelicikan Patriak Mu Bai
36 Aliansi Bintang Hitam
37 Melawan Tetua Agung Fang Dan I
38 Melawan Tetua Agung Fang Dan II
39 Kekhawatiran Ling Jin
40 Turnamen Benua Tengah I
41 Turnamen Benua Tengah II
42 Serangan Aliansi Bintang Hitam
43 Ling Jin Melawan Dua Patriak
44 Kemunculan Pasukan Iblis
45 Mode Iblis
46 Pedang Dosa
47 Pahlawan Kota Changlin
48 Pertengkaran Segitiga
49 Huang Xiuren
50 Dua Hati Mulai Bersemi
51 Menghancurkan Keluarga Besar Chang I
52 Menghancurkan Keluarga Besar Chang II
53 Kebenaran Terungkap
54 Bing Xie
55 Tehnik Linghun
56 Klan Naga Iblis
57 Merampok Perampok
58 Sembilan Gerbang Jiwa
59 Dewa Obat
60 Shi Shen Zhe Sang Pembantai Dewa
61 Pohon Kegelapan Abadi dan Embun Iblis
62 Kecemburuan Bao Chun dan Kedatangan Qing Long
63 Terbukanya Kitab Dewa Naga
64 Lima Pangeran Neraka
65 Kabar Peperangan
66 Segel Maha Dewa Mulai Terkikis
67 Makan Bersama
68 Hari Peperangan
69 Formasi Kuno Xiwang Xunhuan
70 Reinkarnasi Dewa Panah Xin Chen
71 Tujuan Xin Chen
72 Nama yang Tidak Bisa Disebutkan
73 Kutukan Budak
74 Kedatangan Shen Ling dan Mo Jin
75 Kemalangan Qing Long dan Xin Chen
76 Mimpi Buruk Ling Jin
77 Perbincangan Bao Chun dan Han Jieru
78 Penasbihan Penguasa Bangsa Iblis Dimulai
79 Bertemu Kakek Buyut
80 Jiu Huangzi
81 Rasa Terima Kasih Ling Jin
82 Pemimpin Baru Klan Naga Iblis
83 Kota Zhongyang
84 Membantu Desa Bianyuan
85 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar I
86 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar II
87 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Tombak Api (Kemunculan Sang Naga Raksasa)
88 Memasuki Dunia Jiwa
89 Mencari Informasi
90 Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Kelelawar Darah
91 Firasat Buruk Qing Long
92 Menyerang Istana Kekaisaran Tang
93 Menyerang Istana Kekaisaran Tang II
94 Menyerang Istana Kekaisaran Tang III - Kemunculan Sang Iblis Raksasa
95 Bao Chun Menipu Qing Long
96 Pertemuan yang Tidak Disadari
97 Menjadi Alkemis Besar - Hanya Perlu Membayangkannya Saja!
98 Rencana Pertunangan
99 Ling Jin Sang Pengacau
100 Kegundahan Bao Chun
101 Tunjukkan Usahamu, Jendral!
102 Bandit Salah Sasaran
Episodes

Updated 102 Episodes

1
Pengumuman
2
Meteor dan Bayi Laki-laki
3
Kakek Putih dan Kakek Hitam
4
Situasi Di Istana.
5
Ling Jin
6
Sebuah Ramalan
7
Tak Terpecahkan
8
Kakek yang Protektif
9
Qing Long
10
Identitas Kakek Putih dan Kakek Hitam
11
Pertempuran Shen Ling Vs Mo Jin
12
Dantian Alam
13
Perkenalan dan Kembali Pulang
14
Anak Laki-laki yang Pingsan
15
Perpisahan
16
Tetua Yu Yin
17
Kenyataan Pahit dan Teman Baru
18
Xin Xiao Yu
19
Kedatangan Rombongan Kaisar
20
Hadiah Untuk Yin Mei Lin
21
Amarah Terpendam Ling Jin
22
Terbukanya Dantian Alam
23
Elemen Kegelapan
24
Kitab Dewa Iblis
25
Yin Mei Lin Yang Berubah
26
Bermain Peran
27
Mu Yinfeng Yang Malang
28
Pertemuan Kembali
29
Menjadi Buronan I
30
Menjadi Buronan II
31
Amukan Yin Mei Lin
32
Keputusan Ling Jin
33
Mengunjungi Mo Lianfeng
34
Memasuki Dunia Buatan Shen Ling
35
Kelicikan Patriak Mu Bai
36
Aliansi Bintang Hitam
37
Melawan Tetua Agung Fang Dan I
38
Melawan Tetua Agung Fang Dan II
39
Kekhawatiran Ling Jin
40
Turnamen Benua Tengah I
41
Turnamen Benua Tengah II
42
Serangan Aliansi Bintang Hitam
43
Ling Jin Melawan Dua Patriak
44
Kemunculan Pasukan Iblis
45
Mode Iblis
46
Pedang Dosa
47
Pahlawan Kota Changlin
48
Pertengkaran Segitiga
49
Huang Xiuren
50
Dua Hati Mulai Bersemi
51
Menghancurkan Keluarga Besar Chang I
52
Menghancurkan Keluarga Besar Chang II
53
Kebenaran Terungkap
54
Bing Xie
55
Tehnik Linghun
56
Klan Naga Iblis
57
Merampok Perampok
58
Sembilan Gerbang Jiwa
59
Dewa Obat
60
Shi Shen Zhe Sang Pembantai Dewa
61
Pohon Kegelapan Abadi dan Embun Iblis
62
Kecemburuan Bao Chun dan Kedatangan Qing Long
63
Terbukanya Kitab Dewa Naga
64
Lima Pangeran Neraka
65
Kabar Peperangan
66
Segel Maha Dewa Mulai Terkikis
67
Makan Bersama
68
Hari Peperangan
69
Formasi Kuno Xiwang Xunhuan
70
Reinkarnasi Dewa Panah Xin Chen
71
Tujuan Xin Chen
72
Nama yang Tidak Bisa Disebutkan
73
Kutukan Budak
74
Kedatangan Shen Ling dan Mo Jin
75
Kemalangan Qing Long dan Xin Chen
76
Mimpi Buruk Ling Jin
77
Perbincangan Bao Chun dan Han Jieru
78
Penasbihan Penguasa Bangsa Iblis Dimulai
79
Bertemu Kakek Buyut
80
Jiu Huangzi
81
Rasa Terima Kasih Ling Jin
82
Pemimpin Baru Klan Naga Iblis
83
Kota Zhongyang
84
Membantu Desa Bianyuan
85
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar I
86
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Halilintar II
87
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Tombak Api (Kemunculan Sang Naga Raksasa)
88
Memasuki Dunia Jiwa
89
Mencari Informasi
90
Menaklukkan Kekaisaran Tang - Sekte Kelelawar Darah
91
Firasat Buruk Qing Long
92
Menyerang Istana Kekaisaran Tang
93
Menyerang Istana Kekaisaran Tang II
94
Menyerang Istana Kekaisaran Tang III - Kemunculan Sang Iblis Raksasa
95
Bao Chun Menipu Qing Long
96
Pertemuan yang Tidak Disadari
97
Menjadi Alkemis Besar - Hanya Perlu Membayangkannya Saja!
98
Rencana Pertunangan
99
Ling Jin Sang Pengacau
100
Kegundahan Bao Chun
101
Tunjukkan Usahamu, Jendral!
102
Bandit Salah Sasaran

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!