Sebelumnya.
WHUUUSSS!!
Mo Jin kembali muncul di dalam jurang bersama Ling Jin. Tampak hari telah senja saat mereka tiba.
“Kalian sudah kembali?” Terdengar suara Shen Ling yang menyapa mereka.
Terlihat Shen Ling tengah menunggu mereka bersama Qing Long.
Mo Jin dan Ling Jin menghampiri mereka berdua.
“Kakek. Aku tadi pergi ke tempat asal kakek Jin. Ternyata kakek Jin memiliki kerajaan di sana. Kerajaannya sangat besar. Mereka semua yang ada di kerajaan itu memanggilku tuan muda. Bahkan mereka semua bersujud kepadaku kek. Hehehe.” Ling Jin langsung bercerita panjang lebar kepada Shen Ling tentang pengalamannya saat berada di kerajaan iblis di dunia bawah.
Shen Ling tersenyum mendengar cerita dari cucunya.
“Lalu, apa saja yang kau lakukan di sana? Kemarilah. Duduk di dekat kakek.” Shen Ling berkata sambil menepuk-nepuk sebuah batu yang berada di sampingnya.
Ling Jin menghampiri dan duduk di atas batu itu. Sementara Mo Jin beranjak masuk ke dalam gua kemudian disusul oleh Qing Long.
“Tadi aku juga diganggu kek sama dua wanita yang bentuknya aneh. Mereka meraba-raba tubuhnya. Aku ingin berontak, tapi tubuhku tidak bisa digerakkan. Bahkan mulutku juga tidak bisa bicara secara tiba-tiba.” Ling Jin kembali bercerita.
Mendengar hal itu, kedua mata emas Shen Ling mengkilat. Dia ingin memanggil Mo Jin saat itu juga. Namun dia urungkan karena Ling Jin melanjutkan ceritanya.
“Tapi untungnya kakek Jin datang dan menolongku kek. Kakek Jin menghajar mereka berdua dan membunuhnya,” ucap Ling Jin yang terlihat bangga dengan Mo Jin.
“Setelah itu kakek berpesan kepada mereka semua jika suatu saat aku sedang dalam masalah di sini, mereka harus membantuku. Jika tidak, kakek mengancam akan membunuh mereka semua. Paman Feng juga memberikan benda ini kepadaku kek.” Ling Jin kembali berkata sambil memperlihatkan sebuah token berwarna merah darah kepada Shen Ling.
Token itu adalah alat untuk memanggil bantuan jika sedang dalam keadaan terdesak. Di dalam dunia bawah, token berwarna merah darah hanya dimiliki oleh Mo Lianfeng saja. Sedangkan untuk para jendral berwarna hijau tua bercorak hitam, dan untuk bawahan berwarna kuning bercorak hitam.
Selain itu token tersebut menunjukkan status pemiliknya. Mo Jin juga memberikan token berwarna hitam pekat kepada Ling Jin. Di mana token itu adalah simbol keberadaan tertinggi di dunia bawah.
“Itu karena kakek mu hitam sayang kepadamu Nyinyin,” ucap Shen Ling.
“Paman Feng juga bilang jika aku dalam keadaan terancam aku harus menghancurkan benda ini.” Ling Jin kembali menjelaskan kepada Shen Ling meskipun sebenarnya Shen Ling juga mengetahui kegunaan token itu.
***
Di dalam gua.
“Qing Long. Waktunya sudah hampir tiba untukku dan Shen Ling pergi ke dunia atas menemui guru kami. Aku percayakan Nyinyin padamu,” kata Mo Jin.
“Hamba akan menjaga tuan muda dengan semua yang hamba miliki yang mulia. Semoga urusan kedua yang mulia leluhur dewa segera selesai dan bisa kembali berkumpul kembali bersama tuan muda,” jawab Qing Long sambil menyerahkan kalung milik Ling Jin.
Mo Jin memperhatikan kalung itu untuk sesaat. Kemudian dia mengibaskan tangannya dan muncullah jubah berwarna hitam yang sangat banyak dan tampak menggunung. Lalu dia memasukkan jubah-jubah itu ke dalam kalung Ling Jin. Sesaat setelahnya, Mo Jin mengeluarkan banyak sekali pil tingkat saint dan memasukkannya juga ke dalam kalung tersebut.
Pil tingkat saint hanya terdapat di dunia atas dan merupakan pil tingkat tinggi di sana. Di dunia tengah, para pendekar tingkat pertapa sekalipun tidak memiliki pil itu. Bahkan di seluruh dunia tengah tidak ada yang memilikinya. Jika orang-orang tahu keberadaan pil-pil itu, mereka pasti akan saling membunuh demi mendapatkannya.
“Qing Long. Sementara hanya ini yang bisa aku tinggalkan untuk cucuku.” Mo Jin berkata sambil menyerahkan kembali kalung itu kepada Qing Long.
“Baik yang mulia,” jawab Qing Long sambil menerima kalung tersebut.
“Mengenai sesuatu yang ada di dalam kalung itu?” Mo Jin bertanya kepada Qing Long.
“Mohon maaf yang mulia. Untuk yang satu ini, hamba benar-benar tidak bisa mengatakannya karena ini perintah langsung dari yang agung. Benda itu disegel langsung oleh yang agung. Kelak, hanya tuan muda lah yang bisa membukanya.” Qing Long menjawab sambil bersujud.
“Hah. Sudahlah. Karena itu perintah langsung dari guru, maka aku akan memakluminya,” kata Mo Jin.
“Terima kasih yang mulia,” ucap Qing Long.
“Berdirilah. Mari kita keluar menghampiri mereka.” Mo Jin berkata sambil melangkah ke luar gua. Qing Long berdiri kemudian mengikutinya.
Setelah bergabung bersama Shen Ling dan Ling Jin, Qing Long menyerahkan kalung itu kepada Shen Ling.
Shen Ling menerima kalung itu kemudian mengeluarkan sebuah cincin. Cincin itu adalah cincin ruang yang berfungsi untuk menyimpan benda-benda di dalamnya. Namun, hanya bisa menyimpan benda mati saja. Berbeda dengan kalung milik Ling Jin yang bisa dimasuki Qing Long.
“Kakek, cincin itu untuk apa?” tanya Ling Jin.
“Kelak kau akan tahu sendiri Nyinyin,” jawab Shen Ling sambil memasukkan cincin tersebut ke dalam kalung Ling Jin.
“Wuaaah. Ternyata kalungku bisa untuk menyimpan benda. Aku bahkan tidak tahu sebelumnya.” Ling Jin berkata dengan terkejut.
Shen Ling hanya tersenyum menanggapinya. Lalu Shen Ling mengajarkan Ling Jin cara menggunakan kalung itu.
"Nyinyin, untuk bisa menggunakan kalung ini, kau hanya perlu memikirkan benda yang ingin kau keluarkan dari kalung ini. Sedangkan untuk memasukkan benda juga sama, kau hanya perlu memikirkan benda itu dan membayangkannya masuk ke dalam kalungmu," ucap Shen Ling memberi penjelasan.
"Hanya seperti itu kek?" tanya Ling Jin.
Shen Ling mengangguk.
“Kau harus merahasiakan hal ini kepada orang lain karena akan berbahaya jika ada orang jahat yang mengetahuinya,” kata Shen Ling memberi nasehat kepada Ling Jin.
“Kakek tenang saja. Aku akan menghajar mereka jika berani merebut kalungku.” Ling Jin menjawab dengan semangat yang berapi-api.
Shen Ling, Mo Jin dan Qing Long hanya tersenyum mendengar perkataan Ling Jin. Kemudian Shen Ling mengusap kepala cucunya itu. Lalu pandangan Ling Jin menjadi gelap saat itu juga.
Ling Jin pingsan.
Shen Ling memakaikan kalung itu ke leher Ling Jin.
“Kedua yang mulia leluhur dewa, jaga diri kalian baik-baik. Jika memungkinkan kunjungilah tuan muda.” Qing Long berkata sambil memberi hormat. Kemudian Qing Long berubah menjadi cahaya berwarna biru dan masuk ke dalam kalung tersebut.
Setelah itu Shen Ling serta Mo Jin yang menggendong Ling Jin menghilang dan muncul di depan pintu gerbang sebuah sekte yang di atasnya terdapat tulisan,
Sekte Pedang Langit.
Mo Jin meletakkan Ling Jin di depan pintu gerbang itu. Melihat wajah polos Ling Jin yang sedang pingsan membuat mereka tidak tega untuk meninggalkannya. Beberapa saat setelah memantapkan diri, Shen Ling dan Mo Jin menghilang saat itu juga.
Qing Long yang sedang berada di dalam kalung itu tiba-tiba mendengarkan sebuah suara,
“Qing Long. Jika terjadi sesuatu kepada cucuku, akan kukuliti kau hidup-hidup dan aku pajang di pintu gerbang istana langit!”
Glekk.
Qing Long menelan ludahnya kasar. Tentu dia tau bahwa suara itu adalah suara milik Mo Jin. Memang diantara Shen Ling dan Mo Jin, ikatan batin Mo Jin lebih kuat terhadap Ling Jin. Meskipun Shen Ling dan Mo Jin sama-sama menyayangi cucu mereka.
Kriiieeeeekkk.
Gerbang pintu masuk sekte pedang langit terbuka. Terlihat empat orang murid sekte keluar dari pintu gerbang itu untuk berjaga.
“Hey, ada seorang anak yang pingsan!” ucap salah seorang murid dengan terkejut sambil menunjuk ke arah Ling Jin.
Ketiga murid lainnya yang melihat Ling Jin tengah pingsan juga ikut terkejut.
“Mari kita lihat dia!” kata salah seorang murid itu.
Mereka berempat mendekati Ling Jin.
“Wajahnya sangat tampan dan rambutnya berwarna putih. Siapakah anak ini? Sepertinya penduduk di sekitar sekte tidak ada yang berambut putih.” Salah seorang murid itu berkata dengan heran.
“Biar aku bawa dia ke dalam. Kasihan jika dia berada di luar sini dalam keadaan pingsan. Aku akan menyerahkannya kepada tetua. Kalian mulailah berjaga. Aku akan segera bergabung setelah ini,” ucap murid yang paling senior diantara mereka.
“Baik senior,” jawab mereka serempak.
Murid senior itu lalu menggendong Ling Jin dan membawanya masuk ke dalam sekte.
***
Halo teman-teman.
Semoga kalian selalu dalam lindungan-Nya dimanapun kalian berada. Mari berdoa semoga pandemi ini segera berakhir.
Setelah episode ini perjalanan Ling Jin akan di mulai ^_^
Jadi tolong dukungannya ya teman-teman. Beri like, gift, favorit, dan vote.
Novel ini tidak akan berarti apa-apa tanpa kalian semua.
Sekali lagi saya mohon dukungan dari kalian semua. Saya akan berusaha untuk bisa up setiap hari dan kalau memungkinkan saya akan crazy up novel ini.
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak kepada kalian yang telah mendukung novel kecil saya ini ❤
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
ard
ceritanya menarik👍
2024-07-10
0
Harri Novianto
cakep alurnya smoth dan bikin penasaran
2023-10-16
0
Dayat
permainan chapter yg bikin penasaran para reader,
2022-01-29
0