“Jin, mari kita lakukan sesuatu terhadap kalung ini seperti yang telah kita rencanakan kemarin,” kata Shen Ling kepada Mo Jin.
“Baik, ayo kita lakukan.” Mo Jin menjawab dengan singkat.
Qing Long yang tidak tahu maksud mereka berdua hanya diam saja mengamati.
Shen Ling kini memegang kalung milik Ling Jin. Setelah mengamati selama beberapa saat, dia lalu menuliskan sesuatu di kalung tersebut dan menyalurkan kekuatan jiwa serta kedua elemennya ke arah tulisan itu. Kemudian dia menyerahkannya kepada Mo Jin. Mo Jin pun melakukan hal yang sama terhadap kalung tersebut. Sesaat kemudian,
“Sudah selesai,” kata Mo Jin sambil memperlihatkan kalung itu. Kalung itu kini bertuliskan kata Ling yang berwarna putih serta kata Jin yang berwarna hitam. Tulisan Ling Jin tersebut masing-masing telah diisi oleh kekuatan jiwa dan elemen mereka berdua.
Tampak tulisan itu kini memancarkan kekuatan api putih berbalut petir hitam pada kata Ling, serta api hitam berbalut aura kegelapan pada kata Jin. Lalu Mo Jin memberi segel pada tulisan tersebut sehingga menjadi seperti tulisan biasa. Energi kekuatan mereka hanya akan memancar dan bereaksi apabila Ling Jin dalam keadaan terancam.
Qing Long tampak kagum terhadap ide mereka berdua.
Mo Jin kemudian menghilangkan segel pada area jurang dan gua karena merasa sudah tidak perlu lagi menggunakannya.
Setelah berdiskusi memikirkan jalan keluar untuk Ling Jin, akhirnya mereka sepakat untuk menitipkan cucu mereka pada sebuah sekte. Karena menurut mereka dengan berada di suatu sekte, maka cucu mereka akan mempunyai banyak teman.
Shen Ling dan Mo Jin tidak mau Ling Jin merasa kesepian setelah kepergian mereka, meskipun akan ada Qing Long yang akan menjaganya.
“Kakek, kalian sedang apa?” Tiba-tiba Ling Jin muncul di depan mulut gua.
Mereka bertiga menoleh ke arah Ling Jin, lalu Shen Ling memberi tanda agar Ling Jin bergabung dengan mereka.
“Kakek, siapa dia?” tanya Ling Jin lagi setelah sampai di depan mereka bertiga. Cucu mereka itu tampak heran saat melihat pemuda tampan berambut biru dan terdapat suatu tanda di keningnya.
“Nyinyin, dia adalah Qing Long murid kakek putih.” Mo Jin menjawab.
“Oh. Salam senior, namaku Ling Jin.” Ling Jin membungkuk kepada Qing Long.
“Sejak kapan kakek punya murid? Kenapa aku tidak tahu?” gumamnya dalam hati. Dia memanggilnya senior karena Qing Long lebih tua darinya.
Qing Long buru-buru menahan Ling Jin agar tidak memberikan hormat kepadanya.
“Ada apa senior Long?” Ling Jin bertanya keheranan karena Qing Long menahannya untuk memberi hormat.
“Saudara Jin, di sini hanya kedua kakekmu lah yang pantas mendapatkan hormat darimu,” jelas Qing Long beralasan karena pada sejatinya, dia lah yang seharusnya memberi hormat kepada Ling Jin. Namun Shen Ling dan Mo Jin memberi perintah untuk merahasiakan jati diri Qing Long untuk sementara waktu agar cucu mereka tidak curiga.
“Emm. Baiklah, mulai sekarang senior panggil namaku saja,” kata Ling Jin sambil tersenyum.
Qing Long menoleh ke arah Shen Ling dan Mo Jin, mereka berdua menganggukkan kepala tanda setuju.
“Baiklah. Kalau begitu kau juga panggil aku dengan namaku saja. Mulai sekarang kita adalah teman,” kata Qing Long.
Wajah Ling Jin langsung cerah saat itu juga.
“Kakek, aku sekarang punya teman!” Ling Jin berseru karena sangat senang sambil menoleh ke arah kedua kakeknya.
Terasa sesak dada Shen Ling dan Mo Jin membayangkan apa yang akan dilalui cucu mereka setelah ini. "Iya Nyinyin, kau punya teman sekarang,” ucap Shen Ling sambil tersenyum sendu.
“Long, besok aku akan menunjukkan tempat di mana biasanya kedua kakekku menyiksaku,” kata Ling Jin dengan wajah antusias.
Bibir Shen Ling dan Mo Jin berkedut saat itu juga. Sedangkan Qing Long tersenyum canggung karena dia sudah tahu tentang latihan fisik Ling Jin.
“Hahaha. Baiklah.” Qing Long menjawab sambil tertawa untuk mencairkan suasana.
Tiba-tiba Mo Jin teringat sesuatu.
“Ling, aku akan mengajak Nyinyin ke sana sekarang karena kita tidak mempunyai banyak waktu lagi.” Mo Jin berkata melalui telepati.
“Baik, ajaklah Nyinyin ke sana,” jawab Shen Ling melalui telepati. Kemudian Mo Jin berdiri.
“Nyinyin, kakek akan mengajakmu ke suatu tempat,” kata Mo Jin.
“Sekarang kek?” Ling Jin bertanya.
Mo Jin menganggukkan kepala dan berkata, “Iya sekarang. Hanya kita berdua saja.”
Ling Jin tampak terheran, namun pada akhirnya dia menurut juga dan berjalan mendekati Mo Jin. Kemudian Mo Jin memegang pundak Ling Jin.
“Tutuplah matamu.” Ling Jin menurut.
Sekejap kemudian, mereka berdua menghilang dan muncul di depan sebuah kerajaan yang sangat besar. Bahkan besarnya empat kali lipat dari kerajaan kekaisaran Han. Tampak seluruh tempat itu dipenuhi dengan aura kegelapan.
“Bukalah matamu sekarang,” perintah Mo Jin.
“Di mana kita kek?” Ling Jin terkejut dengan tempat di mana mereka berada saat ini.
“Ini adalah tempat asal kakek. Sekarang gantilah jubahmu dengan jubah ini.” Mo Jin berkata sambil memberikan sebuah jubah berkerudung kepada cucunya. Ling Jin pun menurut dan langsung mengganti jubahnya, kemudian menutupi kepalanya dengan kerudung jubah tersebut. Mo Jin juga melakukannya.
“Baiklah. Sekarang pejamkan matamu lagi,” perintah Mo Jin.
Ling Jin menurut dan memejamkan kedua matanya. Mo Jin kembali memegang pundak Ling Jin dan kemudian mereka menghilang dari tempat itu.
***
Di dalam sebuah aula yang sangat besar, terlihat sosok menyeramkan dengan dua tanduk di kepalanya sedang duduk di sebuah singgasana yang berbentuk menyeramkan pula. Mata sosok itu berwarna merah darah, memakai jubah hitam dan memegang trisula di tangannya.
Di depannya terdapat puluhan juta sosok-sosok menyeramkan lain yang wujudnya hampir menyerupai sosok di singgasana tersebut. Mereka bersujud di hadapannya. Sosok itu adalah Mo Lianfeng. Raja iblis penghuni dunia bawah.
Di belakang singgasana terdapat sebuah patung iblis yang memakai zirah perang dan sedang memegang pedang, berdiri menjulang tinggi dengan gagah. Ya, patung tersebut adalah patung Mo Jin, sang leluhur dewa iblis.
“Berdirilah!” Suara Mo Lianfeng menggema.
Kemudian puluhan juta pasukan di hadapannya itu berdiri. Terlihat sepuluh iblis di bagian paling depan yang merupakan jendral-jendral dari bangsa iblis.
“Apa kalian sudah siap ber...”
Whuuuushhh!
Kata-kata raja iblis Mo Lianfeng terhenti karena tiba-tiba muncul dua sosok berkerudung di tengah-tengah antara dirinya dan para jendralnya.
“Nyinyin, sekarang bukalah matamu,” ucap Mo Jin.
“Wuah kakek! Siapa mereka!?” Ling Jin berkata sedikit berteriak setelah matanya terbuka karena sangat terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini. Lautan sosok-sosok menyeramkan terpampang di hadapannya.
“Mereka adalah teman-teman kakek,” jawab Mo Jin.
“Kenapa mereka sangat jelek kakek?” tanya Ling Jin lagi.
Belum sempat Mo Jin menjawab,
“Siapa kalian!!??” Mo Lianfeng berteriak marah karena merasa Mo Jin dan Ling Jin adalah penyusup. Tanpa dikomando, sepuluh jendral tersebut langsung mengepung mereka berdua. Namun tiba-tiba saja,
WHOOOOSSSSHHHH!!
Semua yang ada di dalam aula besar itu langsung jatuh tengkurap karena tekanan yang diberikan Mo Jin kepada mereka, kecuali Ling Jin. Seakan tubuh mereka semua ditimpa sebuah gunung yang sangat besar.
“Si-siaaal! Dia sangat kuat! A-aku bahkan tak sanggup menahan tekanan aura darinya!” Mo Lianfeng mengumpat dalam hati.
“Mo Lianfeng. Ini aku Mo Jin.” Tiba-tiba Mo Lianfeng mendengar suara telepati yang ditujukan kepadanya.
“Ya-yang mulia leluhur de-dewa iblis??” Mo Lianfeng terlihat sangat terkejut.
“Sudah jangan banyak tanya. Ikut aku sekarang. Ajaklah semua jendralmu!” perintah Mo Jin kepadanya.
“Ba-baik leluhur yang agung,” ucap Mo Lianfeng melalui telepati. Kemudian Tekanan itu menghilang saat itu juga. Para jendral terlihat akan menyerang Mo Jin dan Ling Jin. Namun Mo Lianfeng segera memberi isyarat untuk tidak menyerang mereka berdua.
“Nyinyin, kau di sinilah sebentar. Kakek ingin berbicara dengan teman kakek. Tenanglah, mereka tidak akan menyakitimu.” Mo Jin berkata kepada Ling Jin.
“Baik kek.” Ling Jin mengangguk menuruti perintah kakeknya. Kemudian Mo Jin berjalan menuju suatu tempat di dalam kerajaan iblis tersebut.
“Kalian semua para jendral. Ikuti aku!” perintah Mo Lianfeng yang kemudian beranjak menyusul Mo Jin diikuti oleh kesepuluh jendral iblis. Sementara Ling Jin hanya terdiam di tempat.
Baru sesaat Mo Jin, Mo Lianfeng dan sepuluh jendral iblis keluar dari aula, tiba-tiba tubuh Ling Jin tidak dapat digerakkan, bahkan dia tidak bisa mengeluarkan suaranya.
“Ada apa ini? Apa yang terjadi denganku?” batin Ling Jin mulai panik.
SWUUUSHHH!
Muncul dua sosok iblis wanita di hadapan Ling Jin. Telinga dua iblis wanita itu runcing dan pakaiannya hanya menutupi bagian-bagian sensitif mereka saja. Kemudian salah satu dari mereka membuka kerudung Ling Jin.
“???”
Dua iblis wanita itu membeku seketika melihat ketampanan yang tidak manusiawi. Seorang bocah berambut putih sebahu dengan mata berwarna biru cerah dan kulit seputih giok berada di hadapan mereka saat ini.
“A-apakah di-dia penghuni nirwana?”
Sesaat setelah menikmati pemandangan yang sangat indah itu, mereka segera menyadarkan diri mereka dan mulai menggoda Ling Jin. Salah satu dari mereka memeluk Ling Jin dari belakang dan mengenduskan hidungnya.
“Sangat harum. Apa kau mau bermain dengan kami? Aku jamin kau akan menyukainya,” ucap iblis wanuta yang berada di belakang Ling Jin tersebut sambil menekankan dadanya di punggung Ling Jin. Sementara iblis wanita yang satunya membelai pipi halus Ling Jin dan membuka sedikit jubahnya.
“Apa yang kalian lakukan!? Pergi kalian! Jangan dekat-dekat denganku!!” Ling Jin berteriak. Namun suaranya tidak bisa keluar dari mulutnya, seolah dia bisu.
“Kau membuatku sangat bergairah tampan, maukah kau menerjangku?” kata iblis wanita yang ada di belakang Ling Jin sambil menjilat tengkuk Ling Jin.
“Rasanya manis sekali. Kikikikikikkkk,” katanya lagi sambil tertawa terkikik.
***
Di dalam sebuah ruangan di istana kerajaan iblis.
Mo Jin duduk di sebuah kursi, sementara Mo Lianfeng serta sepuluh jendral iblis bersujud di depannya.
“Aku tidak peduli dengan apa yang ingin kalian perbuat di dunia tengah. Namun, jika sehelai saja rambut cucuku kalian sentuh, kalian paham kan apa maksudku selanjutnya?” Mo Jin berkata dengan menaikkan suaranya.
“Kami paham yang mulia leluhur,” jawab mereka serempak.
Tiba-tiba Mo Jin memejamkan matanya sesaat, kemudian membukanya kembali. Kedua mata hitam pekatnya mengkilat. “Lancang!!!” Mo Jin berkata lalu dia menghilang dari tempat itu.
Mo Lianfeng yang melihat hal tersebut kemudian ikut menghilang disusul sepuluh jendralnya.
“Ayo tampan, kami sudah sangat bergairah sekarang,” ucap seorang iblis wanita sambil menggesek-gesekkan dadanya di punggung Ling Jin. Terlihat kini jubah Ling Jin hampir terbuka semuanya memperlihatkan tubuh bagian atasnya yang sangat indah. Sekarang dua iblis wanita itu berada di depan Ling Jin dan siap menerkamnya.
WHOOOSSSSHHH!!
Sebuah energi kegelapan yang sangat besar tiba-tiba menghempaskan mereka hingga membuat mereka melesat sangat cepat dan menghantam pilar istana kerajaan iblis dengan keras.
BOOOOOM!!
"Hoaaakkhh!!"
Darah hitam menyembur sangat banyak dari mulut mereka.
Mo Jin yang masih memakai kerudungnya muncul membelakangi Ling Jin disusul oleh Mo Lianfeng bersama sepuluh jendralnya. Kedua tangan Mo Jin mengarah kepada dua iblis wanita itu. Seketika itu juga, dua iblis wanita itu tertarik oleh suatu kekuatan yang dahsyat dan melesat ke arah tangan Mo Jin.
Sreeettt!
Leher mereka kini berada dalam cengkeraman kedua tangan Mo Jin. Dua iblis wanita itu meronta-ronta. Lalu saat mereka melihat mata Mo Jin, mereka terlihat sangat ketakutan dan tubuh mereka bergetar hebat. Sesaat kemudian, dengan api hitamnya Mo Jin melenyapkan tubuh dan jiwa mereka dalam sekejap. Setelah itu dia melepaskan Ling Jin dari jurus belenggu jiwa.
“Terima kasih kakek.” Ling Jin berkata sambil bernafas lega.
“Maafkan kakek Nyinyin karena meninggalkanmu sendirian di sini,” ucap Mo Jin lalu menghadap ke arah lautan pasukan iblis di depannya dan membuka kerudungnya.
Melihat siapa yang ada di hadapan mereka, puluhan juta pasukan iblis itu seketika menjatuhkan diri mereka bersujud kepada Mo Jin.
“Hormat kepada yang mulia leluhur bangsa iblis Mo Jin! Semoga yang mulia leluhur panjang umur!” Mereka berseru dengan lantang.
“Siapa lagi yang ingin menyentuh cucuku!?” Suara Mo Jin menggelegar hingga membuat istana kerajaan iblis seperti dilanda gempa. Tidak ada yang berani bersuara. Semua terlihat ketakutan akan sosok yang sedang berbicara itu.
“Ingat wajah tampan ini baik-baik! Mulai sekarang dia adalah tuan muda kalian! Di seluruh dunia bawah ini, dia adalah aku dan perkataannya adalah perkataanku! Itu artinya jika dia berada di sini, kedudukannya lebih tinggi dari raja kalian Mo Lianfeng!” Suara Mo Jin kembali menggelegar menggetarkan seluruh wilayah istana kerajaan iblis.
Tidak lama setelah itu Mo Lianfeng menuju ke depan Ling Jin dan bersujud di hadapannya diikuti oleh sepuluh jendral iblis dan semua pasukannya.
“Kami bersumpah setia kepada tuan muda kerajaan bangsa iblis!” Mo Lianfeng bersuara dengan lantang.
“Kami bersumpah setia kepada tuan muda kerajaan bangsa iblis!” Puluhan juta suara menggema mengikuti perkataan Mo Lianfeng.
Ling Jin hanya tersenyum canggung dan bingung dengan apa yang harus dia katakan.
“Hai paman.”
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Mantap...
tapi kenapa dibawa ke Istana Iblis
2023-09-22
0
Yuki tanzeela
apalah daya nafsu sama bocil 6 thn, mati no,,,
2023-06-07
0
A.0122
hai paman😆😆
2021-10-21
0