Pada suatu malam di Kekaisaran Han, tepatnya di kota Giok, suasana masih terlihat ramai. Para penduduk masih banyak yang melakukan aktivitas mereka dengan semangat. Kedai-kedai, penginapan, maupun tempat hiburan tampak masih buka. Sebagai ibukota kekaisaran dan tempat di mana berdirinya istana Kekaisaran Han, kota Giok lebih ramai dan lebih maju dibandingkan dengan kota-kota yang lain di benua tengah.
Di dekat salah satu kedai makan, terlihat dua orang prajurit kerajaan sedang berjalan.
“Hey, apa kau tahu kalau di kota Giok ini ada seorang wanita yang kecantikannya melebihi seorang dewi?” tanya salah seorang prajurit kepada rekannya.
“Siapa? Memangnya ada manusia yang kecantikannya melebihi seorang dewi? Mana mungkin. Ada-ada saja kau ini,” jawab rekannya dengan heran mendengar pertanyaan temannya yang menurutnya tidak masuk akal.
“Tidak..tidak..tidak, semuanya itu mungkin. Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Bahkan aku sudah bertemu dengan wanita itu,” ucap prajurit tersebut sambil mengangkat tangan kanannya dan menggerak-gerakkan jari telunjuknya ke kanan dan ke kiri.
“Benarkah?? Siapa memangnya? Cepat beritahu aku.” Rekannya berkata dengan antusias.
Prajurit tersebut menyeringai, kemudian melakukan gerakan tangan sebagai kode untuk meminta imbalan.
“Tidak ada yang gratis,” jawabnya sambil tersenyum licik.
“Ayolah, apa-apaan kau ini. Hanya informasi seperti itu saja harus bayar. Dasar pelit,” kata rekannya mengeluh. Namun pada akhirnya dia mengeluarkan beberapa koin perak dan memberikan kepada temannya tersebut sambil mendengus.
“Senang berbisnis dengan anda,” ucap prajurit itu dengan penuh kemenangan. Kemudian dia memasukkan koin-koin tersebut ke dalam kantongnya.
“Jadi siapakah wanita itu? Cepat beritahu aku.” Rekannya kembali berkata karena sudah tidak sabar.
Prajurit itu terkekeh sebentar, dan kemudian dia berdehem.
“Ehemm. Dia...”
Namun belum sempat prajurit itu memberitahu rekannya, sebuah meteor berwarna emas yang dikelilingi api biru melintas dengan sangat cepat di atas langit kota Giok dan mengarah ke dalam hutan.
WUUUUUSSSHHHH!!
Beberapa penduduk yang kebetulan berada di sekitar hutan dan tanpa sengaja melihat hal itupun langsung menjadi panik.
“Hei lihat, apa itu??”
“Ada sesuatu yang jatuh dari langit.”
“Benda itu mengarah ke hutan.”
“Cepat selamatkan diri kalian! Segera menjauuuuhh!!!"
Seketika itu juga, mereka berlari berhamburan menyelamatkan diri menjauh dari hutan.
Tidak lama setelah itu terdengarlah suara dentuman ledakan yang dahsyat.
BOOOOOMMM!!!
Bumi seakan bergoncang akibat dari ledakan meteor itu. Bahkan getarannya terasa sampai ke benua sekitarnya. Hal ini menimbulkan kepanikan para penduduk. Semuanya bergidik ketakutan. Bahkan beberapa dari mereka mengira ada dewa yang sedang murka kepada mereka.
“Ayah, apa itu tadi?”
“Ibuuu, aku takuut.”
Anak-anak nampak sangat ketakutan karena peristiwa tersebut. Di dalam rumah, para orang tua sibuk untuk menenangkan anak-anak kecil mereka yang sedang menangis karena takut dengan peristiwa yang baru saja terjadi.
Tidak hanya para penduduk, binatang-binatang buas penghuni hutan dan di sekitarnyapun menjadi panik. Mereka berlarian dan terbang menjauhi tempat terjadinya ledakan untuk menyelamatkan hidup mereka.
“Benda apa itu tadi? Suara ledakannya sungguh mengerikan,” tanya sang prajurit kepada rekannya.
“Aku juga tidak tahu. Benda itu berwarna emas dikelilingi api biru menyala sangat terang,” jawab rekannya, “Ayo, kita harus segera melaporkan kejadian ini ke istana!”
“Baiklah, ayo.” Prajurit itu menjawab sambil menganggukkan kepala. Kemudian kedua prajurit itupun berlari menuju istana untuk melaporkan kejadian ini.
***
Di istana Kekaisaran Han.
Seorang pria paruh baya dengan rambut hitam panjangnya yang tergerai sedang berjalan dengan sedikit tergesa-gesa menuju gerbang pintu depan istana untuk menanyakan apa yang telah terjadi kepada para prajurit yang sedang berjaga. Namun meskipun sudah terlihat tidak muda lagi, tubuhnya masih kekar dan kokoh. Dia adalah Jendral Dong, jendral besar Kekaisaran Han.
Sesampainya di gerbang pintu depan istana, secara kebetulan dua orang prajurit tadi juga telah sampai di depan gerbang dan segera menghadap sang jendral besar. Lalu kedua prajurit itupun memberi hormat.
“Prajurit, apa yang terjadi?” Jendral Dong bertanya kepada mereka.
Kemudian salah satu dari mereka segera melaporkan kejadian yang mereka saksikan. “Lapor jendral, sebuah benda berwarna emas dengan api biru yang menyala terang menyelimutinya jatuh dari langit dan meledak di dalam hutan. Namun, baik kami maupun para penduduk tidak ada yang berani menghampirinya.”
“Benda berwarna emas? Api biru? Apa kalian tidak salah lihat?” tanya sang jendral lagi.
“Mohon ampun jendral, kami tidak akan berani memberikan informasi palsu kepada jendral.” Prajurit tersebut menjawab dengan gugup karena takut dengan sosok yang ada di depannya itu.
“Lalu, bagaimana situasi penduduk kota saat ini?” tanya Jendral Dong.
“Para penduduk saat ini sedang panik jendral. Situasi di kota menjadi kacau karena kejadian ini,” jawab prajurit itu.
Sang jendral tampak sedang berpikir sejenak. Kemudian dia kembali berkata kepada kedua prajurit tersebut.
“Baiklah. Kalian berdua, ajaklah beberapa prajurit yang lain untuk membantu penduduk!” perintah Jendral Dong kepada mereka.
“Kami siap melaksanakan perintah jendral.” Kedua orang prajurit itu menjawab dengan serempak lalu mereka berdua langsung bergegas meninggalkan sang jendral untuk menemui rekan-rekan mereka yang lain.
“Kaliaan...” Jendral Dong sedikit tersentak melihat kelakuan kedua bawahannya itu karena tidak memberi hormat terlebih dahulu sebelum pergi.
Akhirnya sang jendral besar hanya bisa mengelus dada dan menggelengkan kepalanya.
“Dasar.”
Setelah itu, Jendral Dong masuk kembali ke dalam istana untuk melaporkan informasi ini kepada kaisar.
***
Sementara itu di dalam hutan, tepatnya di tempat jatuhnya meteor, terdapat sebuah cekungan kawah yang cukup besar. Api-api berwarna biru tampak masih menyala dari sisa ledakan itu.
Oeekk oeekkkk oeeeekk!
Terdengar suara tangisan bayi yang berasal dari dalam kawah. Nampak sebuah energi berwarna emas yang sangat terang menyelimuti tubuhnya. Jika orang-orang melihat, mungkin mereka akan merasakan silau pada mata mereka. Energi emas itu melindungi tubuh sang bayi sehingga tidak terbakar sama sekali oleh api biru itu. Bahkan tidak terdapat satu luka kecilpun pada tubuhnya.
Tidak lama setelahnya, muncul dua sosok di dekat cekungan kawah itu. Mereka mengerutkan kening dan terlihat heran saat melihat ada bayi yang dikelilingi cahaya berwarna emas sedang menangis di dalamnya.
Mereka berdiri di dekat kawah tersebut. Kemudian salah seorang diantara mereka berjalan masuk ke dalam kawah dan mengibaskan satu tangannya. Seketika itu juga api biru itu langsung padam. Lalu dia menghampiri sang bayi dan menggendongnya.
Bayi itu berjenis kelamin laki-laki, berambut putih, hidung mancung, mata berwarna biru terang dengan sorot yang tajam, serta kulitnya yang putih. Terdapat sebuah kalung yang melingkar di lehernya dengan gantungan giok berwarna putih susu berbentuk tabung kecil melintang sepanjang dua ruas jari. Terlihat energi berwarna emas itu bersumber dari gantungan kalung tersebut.
“Cup cup cup anak tampan, sudah jangan menangis lagi, kau sudah aman sekarang.” Dia menghibur sang bayi sambil menimang-nimangnya. Anehnya setelah bayi itu berhenti menangis, cahaya emas yang melindunginya itu juga langsung padam.
Sosok itu lantas tersenyum karena bayi tersebut mulai tenang.
“Anak pintar.”
Lalu dia berjalan mendekati sosok yang menunggunya di dekat kawah.
Sesaat kemudian, dia bersama sang bayi menghilang begitu saja dari tempat itu diikuti oleh sosok yang satunya.
***
Hai teman-teman. Semoga kalian suka dengan novel saya ini.
Saya tidak tahu apakah nantinya novel ini akan bagus atau tidak dimata teman-teman.
Yang jelas kalau ada yang salah, tolong teman-teman kritik dan kasih saran. Karena saya sangat membutuhkan itu untuk bisa lebih mengembangkan kemampuan menulis saya.
Seandainya teman-teman menyukai novel ini, tolong bantu kasih like, gift, vote dan jadiin favorit ya. Dan jangan lupa rekomendasikan ke teman-teman yang lain.
Terima kasih banyak ❤
Follow IG: ben.gurion14
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Leonardus Ardiansyah
kirain megatron ternyata superboy
2025-01-25
0
awal yg bagus.. moga tdk terputus ditengah jalan
2023-09-21
0
K4k3k 8¤d¤
💖💖💖💖💖
2023-07-30
0