Sebelumnya.
Di bagian hutan paling dalam, terdapat sebuah jurang. Jurang itu dikelilingi oleh aura kegelapan dan kematian yang kejam dan sangat mencekam.
Para kultivator terkuat sekalipun tidak akan sanggup apabila bersentuhan dengan aura tersebut. Sebab itulah semua penduduk baik itu penduduk biasa maupun kultivator dan bahkan binatang buas sama sekali tidak mempunyai nyali untuk mendekati jurang itu. Penduduk di benua tengah menyebutnya jurang kematian. Apa yang ada di dalamnya sampai sekarang masih menjadi misteri bagi seluruh penghuni di benua tengah.
Sementara itu di dalam jurang, tampak dua orang kakek sedang bercengkerama sambil membakar daging binatang buas hasil buruan mereka. Sesekali perdebatan kecil terjadi.
Salah satu dari kedua kakek itu berjubah putih, mempunyai rambut panjang, alis serta jenggot panjang yang berwarna putih pula. Hanya matanya saja yang berbeda, Matanya berwarna emas. Kakek itu memiliki aura yang agung dan mendominasi. Tampilannya terlihat bersahaja dan menenangkan.
Sedangkan satu kakek yang lain mempunyai tampilan yang berbanding terbalik dengan kakek putih. Dengan jubah, rambut panjang dan jenggot yang berwarna hitam, serta kedua matanya yang berwarna hitam pekat. Seakan terdapat jurang yang tidak mendasar pada sorot matanya. Kakek hitam itu mempunyai aura kegelapan yang mengerikan dan menindas. Seakan segala hal yang terkutuk terdapat di dalamnya.
“Tidak terasa sudah sepuluh juta tahun kita berada di jurang ini. Entah sampai kapan hukuman ini akan berakhir,” ucap kakek hitam memulai percakapan.
“Bersabar saja. Paling tidak, kita masih bisa saling bertarung satu sama lain. Dan kau masih punya kesempatan untuk bisa balas dendam setelah kekalahanmu yang ke dua puluh sembilan juta tujuh ratus sembilan kali,” jawab kakek putih sambil mengelus jenggotnya yang panjang.
“Kalau saja bukan karena satu jurus sialanmu itu, aku pasti tidak akan kalah darimu,” sanggah kakek hitam yang masih tidak terima dengan kekalahannya.
Bagaimana tidak kesal. Pada setiap awal pertarungan, kakek hitam itu selalu bisa mengimbangi kakek putih selama berhari-hari dan bisa memberikan beberapa luka pada tubuh kakek putih. Namun setiap kali kakek putih mengeluarkan salah satu jurus andalannya, pertarungan dapat dipastikan selalu berakhir dengan kekalahan kakek hitam. Jurus itu bernama Naga Membalik Langit.
“Oh, begitukah? Baiklah-baiklah. Anggap saja pertarungan selanjutnya kau yang menang,” kata kakek putih dengan senyum mengejek.
“Cih, apa-apaan senyumannya itu. Sangat menyebalkan,” gumam kakek hitam dalam hati.
Sesaat kemudian kakek hitam menghela nafasnya, “Hah, bagaimanapun juga aku sudah menyadari kesalahan kita berdua dulu. Kita dibutakan oleh ambisi kita sendiri.”
“Kau benar. Bahkan dulu aku mengira kalau aku adalah yang paling suci dan paling pantas untuk menjadi penguasa tunggal. Namun pada akhirnya, kelakuan kita berdua sendirilah yang secara tidak langsung mengungkapkan sifat tersembunyi dalam diri kita, yaitu kesombongan dan keserakahan,” ucap kakek putih dengan wajah yang tampak menyesal.
Namun penyesalan memang datangnya selalu terlambat. Hingga kini dia harus dihukum di jurang ini bersama kakek hitam mantan musuh abadinya.
“Hey, singkirkan ekspresi wajah jelekmu itu dari hadapanku. Kau terlihat seperti seorang tuan putri yang ditinggalkan pangerannya,” ejek kakek hitam ketika melihat wajah kakek putih yang tampak sedikit murung.
“Akhirnya matang juga. Mari kita coba, apakah daging rusa tanduk api lebih enak dari daging ular berkepala tiga yang kemarin,” gumam kakek hitam dan mulai menggigit daging tersebut dengan gigitan kecil dan merasakannya, “Hmm, ini benar-benar lebih enak.”
Lalu dia mulai memakan daging itu dengan lahap hingga mulutnya penuh.
Kakek putih melirik kakek hitam dengan sinis. Sejenak kemudian, dia tersenyum menyeringai dan mengarahkan jari telunjuknya kepada kakek hitam.
Kakek hitam yang sedang sibuk mengunyah makanannya itu tiba-tiba merasakan jika saat ini dia sedang terancam. Kemudian dia menoleh ke arah kakek putih. Seketika itu juga, matanya melebar dan tampak terkejut.
PFFFTTT DUAARRRRR!
Daging rusa kakek hitam yang masih sebagian itu langsung hancur dan lenyap. Bahkan debunya pun tidak tersisa. Daging itu seakan hilang begitu saja setelah terkena ledakan itu.
“Apa yang kau lakukan dasar bodoh?!” Kakek hitam mengumpat kepada kakek putih.
“Oh tidak, dagingku,” ucap kakek hitam dengan wajah sedikit memelas setelah mengetahui daging bakarnya telah lenyap.
Sebenarnya kakek hitam kesal bukan karena diserang secara diam-diam oleh kakek putih. Tapi dia kesal karena dagingnya kini telah lenyap akibat serangan itu.
“Hahahaha. Lihatlah! Sekarang siapa yang memiliki ekspresi wajah bodoh dan jelek.” Kakek putih berkata sambil tertawa penuh kemenangan.
“Sebenarnya apa yang ada di otakmu itu hah?! Kalau mau bertarung setidaknya biarkan aku selesai makan dulu!” cerca kakek hitam dengan kesal.
Terlihat jubah kakek hitam itu sekarang compang-camping dan mengeluarkan asap akibat terkena serangan kakek putih.
“Hahahaha. Maaf maaf, aku hanya bercanda,” jawab kakek putih masih dengan tawa kemenangan lalu dia mengibaskan satu tangannya.
PLUGH.
Secara ajaib, daging rusa bakar yang lenyap itu tadi muncul kembali dengan kondisi yang sama persis saat sebelum meledak dan melayang di hadapan kakek hitam. Namun kakek hitam hanya diam saja karena masih kesal.
“Kenapa kau ini? Bukankah tadi kau ingin makan daging itu?” tanya kakek putih sambil berusaha menahan diri agar tidak tertawa.
“Tch.” Kakek hitam hanya mendecih. Kemudian dia mengambil daging itu dan beranjak meninggalkan kakek putih menuju ke dalam gua.
“Hey, sejak kapan sikapmu berubah menjadi seperti seorang anak gadis? Aku kan hanya bercanda,” kata kakek putih.
Namun lawan bicaranya tersebut terlihat masa bodoh dengan kakek putih.
Kakek putih hanya menggelengkan kepalanya dan mulai memakan daging rusa miliknya yang kini telah matang.
Beberapa waktu kemudian, kakek hitam kembali lagi dengan jubah barunya yang juga berwarna hitam. Dia lalu duduk di depan kakek putih. Setelah itu dia mengambil dua guci arak dari dalam ruang jiwanya dan melemparkan satu guci kepada kakek putih. Setelah itu mereka berdua menenggaknya.
Beberapa saat kemudian, tiba-tiba saja kedua kakek itu terdiam. Ekspresi mereka berubah menjadi dingin. Lalu keduanya menutup mata mereka. Tak lama setelahnya, terdengar suara ledakan yang sangat menggelegar.
BOOOOOOMMM!!
Seluruh penjuru jurang kematian bergoncang dan bergetar hebat akibat dari ledakan itu.
Sesaat setelah bunyi ledakan dan goncangan reda, mereka kembali membuka mata mereka.
“Hmmm, mari kita lihat ke sumber ledakan itu tua bangka,” ajak sang kakek putih.
Kakek hitam mendengus, dan terlihat asap berwarna hitam tipis keluar dari hidungnya.
“Tch, kau bahkan lebih tua dariku dasar tua keriput.” Kakek hitam menjawab dengan ketus.
Kakek putih hanya terkekeh mendengar jawaban dari kakek hitam.
Lalu mereka berdua menghilang dari tempat dimana mereka berdua bercengkerama (lebih tepatnya bertengkar) sebelumnya dan muncul di dekat sebuah kawah bekas ledakan.
Mereka berdua heran karena sesampainya di sana, mereka melihat ada sosok bayi yang sedang menangis di dalam kawah yang nampak masih terbakar. Bayi itu diselimuti aura berwarna emas.
“Bayi siapakah itu?” tanya kakek hitam, “Biar aku yang mengambilnya.”
Kakek hitam itu lalu berjalan masuk ke dalam kawah. Kemudian dia mengibaskan tangannya dan api itupun langsung padam. Dia lalu mengambil dan menggendong bayi tersebut.
“hmm, anak yang sangat tampan. Tapi anak siapakah ini? Kenapa bisa berada di dalam kawah bekas ledakan?” Kakek hitam bertanya dalam benaknya.
“Cup cup cup anak tampan, sudah jangan menangis lagi, kau sudah aman sekarang.”
Kakek hitam mencoba menghibur sang bayi agar berhenti menangis. Benar saja, tidak lama kemudian bayi itu berhenti menangis. Lalu energi emas yang menyelimutinya langsung hilang seketika itu juga.
“Anak pintar,” kata kakek hitam. Kemudian dia berjalan menghampiri kakek putih.
“Menarik,” ucap kakek putih ketika melihat kejadian itu, “Baiklah, ayo kita kembali!”
Satu kedipan mata kemudian, kakek hitam menghilang bersama sang bayi dan diikuti oleh kakek putih.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Wah kedua Kakek bisa jadi tukang momong
2023-09-21
0
omTe
ternyata bayi laki-laki....
2021-10-29
0
omTe
tercipta kawah besar akibat benturan benda langit dgn tanah
2021-10-29
0