Tetesan air mata itu luruh seketika, bercampur dengan air Shower yang membasahi tubuh molek wanita cantik yang menangis dibawah dinginnya Shower itu.
Dress selutut yang ia pakai tampak tergorok hingga pinggang, punggung putih mulus ditetesi air dingin membuat sang empu tenang dengan sendirinya, kedua kaki Jenjangnya ditekuk membuat goresan luka di kulit sehat wanita itu memerah perih, luka lebam, memar itu tak lagi bisa disembunyikan dari tubuh indahnya.
"Ya Allah.hiks!"
Shena terkadah dengan mata bulatnya yang sembab, hatinya sakit, tubuhnya remuk redam dengan perasaan tak karuan.
Ya Allah! apa aku sanggup hidup dilingkungan yang tak pernah aku bayangkan ini? apa aku sanggup melayani seorang pria yang jauh dari aggamaku sendiri?
Batin Shena berkecamuk, kemana lagi ia akan lari? kenyataan ini selalu menghampiri setiap tarikan nafasnya.
Setelah beberapa lama menangis menumpahkan rasa luka dan sesak itu, Shena berusaha bangkit ditengah rasa nyeri yang melanda tubuhnya.
"Aaauchh!" Shena mendesis saat lukanya terkena sabun yang tumpah, ia mengigit bibir bawahnya melepas semua pakaiannya.
"Shena!!!"
Shena gemetar mendengar suara pria yang baru beberapa jam itu meninggalkannya sendiri, suara berat bass dengan sangat datar.
"Ba..Bagaimana ini?" gumam Shena yang mencoba kembali menutupi tubuh polosnya, tapi, pakaiannya sudah basah, dan handuk pun ia lupa membawanya.
"Bathrobe?"
Shena mencari benda itu dikamar mandi luas ini, tapi tidak ada, ia tak menemukan apapun selain peralatan mandi Mark dan dirinya, Shena terus melangkah pelan, tapi ia tak mengetahui ada ceceran sabun yang ada dilantai kamar mandi.
"Aaauuu!!!"l
Suara jatuhan barang dan tubuh Shena itu membuat sang empu yang menunggu didepan pintu sana panik, Mark terlihat gelisah sekaligus tak bisa diam.
"Shena!!!"
Mark mendobrak pintu kamar mandi itu keras, namun, saat ia menoleh kesamping tubuhnya meneggang sempurna melihat siapa yang tengah tersungkur dengan tubuh polos pulen bak Barbie hidup.
Glek..
Jakun Mark naik turun seiring dengan darah yang mendidih hebat, desiran kuat itu mengalir deras disetiap pembuluh darahnya, kulitnya meremang dengan ludah yang terus membasahi kerongkongannya.
"Sempurna!" gumam Mark nyaris tak terdengar, bagaimana tidak? Kulit putih Shena begitu Glow bersinar dengan bagian inti yang menggiurkan, kedua gudukan sintal yang tampak kenyal dan padat itu menjuntai dengan posisi tubuh Shena yang merangkak, membuat Fantasi liar Mark menggelora.
"Ma..Mark!" Shena terkejut bukan main melihat Mark yang sedang berdiri mematung dengan tatapan lapar menghujaminya.
Shena berusaha meraih pakaian basahnya karna malu sekaligus takut dipandangi begitu.
"Aaaa!!!" pekik Shena saat tubuhnya diseret kuat hingga masuk kepelukan Mark yang berjongkok menyambut Tubuh pulen ini.
Tatapan keduanya bertemu dengan kedua paha Shena yang sudah menghapit pinggang kekar Mark yang mematung. netra kedua manusia itu saling terpaut dalam, Shena sungguh bergetar melihat netra coklat Elang yang sama dengannya, bedanya, Netra Mark itu terlihat berkabut hasrat dan sangat misterius.
"Ma..Mark!" Shena tertunduk, ia merapatkan tubuh mereka untuk menyembunyikan bagian dada dan bawahnya, Mark sungguh dibuat tersengat bersentuhan dengan kulit lembut Shena, bahkan, liurnya hampir saja menetes melihat leher serta punggung mulus ini.
"Ehmm!" Shena menggeram saat bokongnya diremas gemas pria itu, apalagi kedua tangan Mark sudah memeggang dua belahan kenyal dan bulat itu.
"Mark! aku mohon jangan lebih!" lirih Shena tak sanggup jika harus menyerahkan kehormatannya, ia belum siap melakukan itu.
"Kenapa?"
Suara serak berat pria itu membuat Shena sungguh meremang, pesona Mark memang begitu kuat, ia tak tahu bagaimana bentuk wajah pria itu, tapi yang jelas, tubuh gagah ini saja sudah membuatnya mabuk.
"A..Aku belum siap!"
"Karna pria itu?" sambar Mark serak dan geram, Shena menghela nafas berat, sejak mereka sudah terikat dengan tali pernikahan tadi, Mark semakin pencemburu dan suka berburuk sangka.
"Aku mohon jangan bicarakan masalah lagi!"
"Kenapa?"
"Aku ingin istirahat! aku sudah lelah dengan semuanya!" lirih Shena membenamkan wajahnya kebelahan dada kekar Mark yang hanya dilapisi kaos hitam tipis saja.
"Kau tak bisa menghindar dari masalah!"
"Aku hanya ingin istirahat!"
"Kalau tak ingin dibunuh maka membunuh! tekankan itu dalam otakmu!" ucap Mark penuh penekanan seraya bangkit membawa tubuh Shena keluar kamar mandi.
Mark pergi ke Walkcloset mengambil Bathrobe dan juga pakaian Shena, ia hanya mengambil Lingerie dan handuk kecil yang biasa ia gunakan mengeringkan rambut panjang wanita ini.
"Biar aku saja!"
"Diam dan menurut!"
"Tapi aku..!"
Shena terkejut saat kedua tangannya dikunci pria itu dibelakang kepala membuat kedua gudukannya membusung menyentuh wajah bertopeng Mark yang sungguh terbakar.
"Tutup matamu!!"
"Untuk apa?" serak Mark menjawab pekikan Shena yang ingin sekali lari dari tempat ini, ia sangat malu dan juga takut bersamaan.
"Mark! aku mohon, jangan lakukan!"
"Aku tak kenal siapa yang kau panggil!"
Shena mengernyitkan dahinya, memangnya nama Mark siapa lagi? oh shitt..aku baru ingat sesuatu.
"Sian!"
"Hmm!"
"Biarkan aku sendiri!"
"Hmm!"
Mark masa bodoh, ia seakan menuli tak menggubris Shena yang sungguh merasa frustasi.
"Jangan bergerak!"
"Ta..Tapi aku..!"
"Kau memang ingin dikasari!" gertakan gigi itu membuat Shena gemetar, ia mengangguk takut membuat Mark tersenyum licik.
"Mark!" panggil Shena saat melihat Mark membawa kotak obat dan kapas kecil.
"Mark! ini luka biasa, kau tak usah mengobatinya!"
"Shena!!!" bentak Mark panas, kenapa wanita ini tak pernah jera dan sangat keras kepala? selalu membuat ia naik darah bersamaan dengan rasa asing yang memenuhi rongga dadanya.
"A..Aku hanya tak ingin kau pukuli lagi hiks hiks!" isak Shena masuk kedalam selimutnya, ia menangis dengan tubuh yang tersembunyi dibalik selimut tebal itu.
"Apa kau memang hanya bisa menangis. ha?"
"I..Ibu hiks!"
Isakan pilu itu membuat Mark sesak, kenapa ia bisa sesabar ini? kalau yang menyusahkan ini wanita lain, sungguh, jiwa Pshycopatnya sudah naik kepermukaan.
"Lepas!!" geram Shena menyentak kakinya kasar dari tangan Mark yang masuk mencari kulit memarnya.
"Shena!"
"Pergilah !"
"Kau tak Senam lagi?"
"Pergilah hiks! kau tak tahu apapun!"
"Kalau kau masih begini, maka aku akan membakar peralatan senam mu!"
Bugh..
Mark sedikit oleng akan tendangan kaki Shena didadanya, ia tak habis pikir dengan perubahan sikap Shena yang seakan memiliki sesuatu yang lain.
"Apa kau bilang. ha?" geram Shena membuka selimutnya menatap tajam Mark yang diam, ia yakin, Shena itu bukanlah wanita sembarangan, dari auranya saja sudah jelas wanita ini mempunyai darah biru seseorang.
"Peralatan Senam mu akan ku bakar!"
"Senam apanya?! itu Sajadah dan Mukenahku, kalau kau membakarnya maka aku tak akan sudi hidup denganmu!"
Mark bungkam, sepenting itukah benda yang menurutnya peralatan senam bagi Shena karna gerakannya sangat aneh dan membingungkan.
"Terserah kau saja!" dingin Mark kembali menyibak selimut itu hingga paha Shena terpampang nyata membuat tubuh Mark gemetar penuh hasrat.
"5 menit!"
"Berisik!" umpat Mark seraya mengobati luka yang ia sebabkan itu, setiap aktifitas dan pergerakan Mark, bisa dilihat Shena yang tertegun.
"Apa yang membuatmu menjadi iblis dan kucing secara bersamaan?"
Batin Shena berfikir keras, ia harus mencari tahu sesuatu, ia tak ingin Vian mengemban luka berketerusan, dan yang jelas, ia harus membuat Mark sadar dengan jalannya.
.....
Vote and Like sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Zika Bintang
sudah ku ulang lagi dan lagi tapi aku tak bosen membaca cerita ini
2024-02-29
5
SUGA 💙💚💛💜💝💘
😅😅
2023-12-04
0
mama yuhu
bilas dulu woyyy mark🤪😂😂😂
2022-09-17
1