Ruangan besar dengan hiasan khas Berlian dan Kristal itu terlihat sunyi, detikan jarum jam yang nyaring berbenturan dengan dentingan sendok dan garpu yang beradu bersamaan.
Suasana yang Sepi hanya kefokusan dalam mengunyah apa yang telah dihidangkan itulah yang menjadi objek utama, gestur yang Elegan menambah kelas A untuk Porsi Makan yang sedikit namun begitu menggugah.
"Mark!"
"Yah Mom!"
"Darimana saja kau Tadi?" tanya Nyonya Valeria Alfoenzo yang terlihat menatap wajah Tampan putranya, tak biasanya Mark putranya terlambat datang ke acara makan malam ini, ada apa sebenarnya?
"Hanya mengurus Perdagangan biasa!" jawab Mark datar, ia masih fokus mengunyah hidangannya, tanpa ekspresi apapun yang berlebih.
"Kau sudah menemukannya?"
Mark menghentikan suapannya, ia mengangkat wajahnya menatap bergantian wajah Tuan Antonio dan Momynya itu.
"Belum!"
Pria paruh bayah itu menghela nafas kasar, sudah bertahun-tahun lamanya mereka mencari seorang Pria pembangkang yang ingin menghancurkan keluarga Alfoenzo ini.
"Apa kinerjamu mulai berkurang?"
Mark hanya diam, sudah biasa pria ini selalu mengutuknya jika pekerjaan haram itu tak ia lakukan, tentu ia tak bisa menolak karna ia dibesarkan dan diikat oleh keluarga ini.
"Aku akan berusaha!"
"Kau selalu berusaha! tapi, sedari awal kau memang tak ingin mencari Bajingan itu!"
Prank..
Mark menjatuhkan sendok dan garpunya bersamaan, wajah Tampan Khas dari Pria dingin itu meruak dengan sorot mata tajam yang tak terbaca.
"Aku akan mendapatkannya! kau bisa berhenti mendesaku melakukannya!"
"Nak!!" Nyonya Valeria memanggil Mark yang melangkah pergi setelah melepas Sarbet makannya itu.
"Tidak usah mengejarnya!"
"Anton! kau salah mengambil langkah!"
"Cihh! dia memang tak bisa diandalkan!"
Nyonya Valeria tak perduli, ia tetap melangkah menyusul Putranya Mark yang masih menelfon didepan sana.
"Mark!!"
"Mom!"
Mark menyimpan kembali Ponselnya, ia menatap datar wajah Cantik Nyonya Valeria yang terlihat langsung memeluknya.
"Mark sayang! Maafkan dadymu ya? dia tak bermaksud begitu!"
Mark tampak diam dengan tubuh kekar yang tegap berdiri, ia seakan tak perduli dan hanya tetap pada pendiriannya.
"Mark!"
"Hmm!"
"Kau ingat sayang! Kau harus membalas semua yang dilakukan Wanita penghianat itu termasuk yang dilakukan anaknya!" ucap Nyonya Valeria mengeluarkan air matanya, Mark mengangguk seperti biasa membuat Nyonya Valeria tersenyum senang.
"Terimakasih Nak! oh iya, kau ingin Tidur di disini?"
"Tidak!"
"Hm baiklah! jaga diri baik-baik!"
Mark hanya mengangguk lalu melangkah pergi dengan Janson yang langsung menghampiri Kingnya.
"King!"
"Hmm!"
"Apa kami harus mengatakannya pada Tuan besar?"
"Tidak usah, kau lanjutkan saja apa yang aku perintahakan!"
"Baik King!"
Mark langsung masuk kedalam Mobilnya, ia sedang berfikir, apa ia harus melakukan semua itu? tapi, ia tak yakin dengan keputusannya.
"Janson!"
"iya King!"
"Kau cari keberadaan wanita sialan itu! aku ingin kau mendapatkannya sebelum aku menghabisi seluruh orangnya!"
"Baik King!"
.........
Langkah wanita itu terdengar pelan tanpa deritan, ia menoleh kesana kemari untuk memantau keadaan, bahkan, ia sangat hati-hati menuruni anak tangga yang ada disamping kamar besar itu.
"Aku harus keluar dari sini!" Gumam Shena yang berhasil lolos karna Jendela atas di kamar itu ternyata tak di kunci, ia juga terlihat mengikat Dressnya untuk memudahkannya untuk melangkah cepat.
"Hm, ini terlalu tinggi!" gumam Shena saat melihat pagar besar yang membatasi bagian samping Bangunan dengan sebuah Kandang dibelakang sana, Shena juga bingung itu tempat apa, baru pertama kali ia berkeliling ketempat ini.
Bahkan, jam sudah menunjukan pukul 2 dini hari, ia harus cepat sebelum pria iblis itu datang dan kembali mempermainkannya.
"Ya Allah! bantu aku sekali ini saja, aku janji akan menjalankan kewajibanku setelah ini!" gumam Shena yang sudah berencana untuk lebih mendekatkan diri kepada yang kuasa sana, ia tak akan jatuh ke lubang yang sama lagi.
Saat kakinya sudah menapaki sebuah batu besar yang ia gunakan untuk bertolak itu, pintu dibelakangnya terbuka membuat Shena bergelantungan dengan kedua tangan yang berpeggangan diatas pagar sana.
"Mau kemana?"
Deggg..
Shena langsung meneggang ditempatnya mendengar suara Bariton yang baru beberapa jam ini ia dengar, dan sekarang malah kembali mengalun membuat jantungnya berdetak kencang.
"A..Aku..!"
"Ingin kabur. hm?"
"Bu..Bukan!"
"Lalu?"
Mark yang baru datang dengan Topeng biasanya itupun menatap tajam Shena yang pucat, paha putih wanita itu terpampang nyata membuat Janson mengalihkan tatapannya.
Shitt..Tubuh wanita ini sangat beracun, bagaimana bisa Peri yang cantik ini bisa masuk kedalam lembah hitam Keluarga Alfoenzo diwilayah Alfonso?
"Kau ingin kabur?"
"Tidak!!!"
"Lalu?"
"Ak..Aku tadi ingin melihat-lihat!"
Mark menyeringai licik, ia tak bodoh untuk mengetahui apa yang dilakukan wanita sok berani ini, ia ingin lihat, apa ini wanita yang membuat Pria penghianat itu melarikan diri dan melenceng dari aturan keluarganya?
Srett..
"Auuu!" Shena terpekik saat rambutnya kembali ditarik pria itu kasar, peggangan tangannya terlepas membuat tubuh Shena langsung menempel ke tubuh gagah pria itu.
"Kau mata-mata!"
"Mata-Mata apa? aku tak tahu!" gumam Shena sedikit mendesis, apalagi belitan tangan kekar itu sangat kuat kepinggangnya, ia bahkan berpeggangan ke bahu Mark untuk memberi jarak.
"Kau tak usah mengelak!"
Shena meronta-ronta saat tubuhnya digendong dengan kasar kembali kekamar sana, ia geram saat pahanya yang dipeggang erat Mark.
"Lepas!! Lepaskan aku!"
"Buka pintunya!"
Janson membuka pintu kamar Kingnya, ia bertanya-tanya, apa yang sebenarnya yang ingin dilakukan pria ini, kenapa tak langsung membunuhnya saja? padahal dia sendiri tahu kalau wanita ini ada hubungannya dengan Masalah besar Keluarga Alfoenzo.
"Jangan menggangguku sampai besok!"
"Baik King!"
Pintu itu kembali ditutup membuat Shena histeris, ia takut dilecehkan, ia tak ingin disentuh para manusia menjijikan ini.
"Lepas!!"
Bugh..
Tubuh Shena langsung dihempaskan keatas ranjang sana, Mark berdiri didekat ranjangnya menatap dingin Shena yang beringsut dikepala ranjang.
"Kau sebenarnya mau apa. ha?"
"Kau!"
Shena menghela nafas Frustasi, ia tak tahu apa yang diinginkan pria ini, kalau ingin membunuhnya maka sedari kemaren pasti Pria itu lakukan, tapi ini, ia seakan menjadi Tawanan hidup.
"Aku tak tahu kau siapa dan mau mu apa? tapi, aku mohon lepaskan aku!" ucap Shena halus, ia sudah lelah memberontak terus membuat dirinya lebih sakit dikasari.
"Kau tahu dia!"
Degg..
Shena melihat foto Pernikahannya dan Vian yang ada di Ponsel wanita itu, kepalan tangannya kembali menguat dengan mata yang penuh dengan luka.
Kesakitan beberapa waktu itu, ternyata masih membekas didalam hatinya, Ia sangat mencintai Vian, sampai sekarang, ia masih menyimpan rasa dengan pria itu.
"Untuk apa kau tahu?"
Grett..
Pipinya dicengkram erat tangan kekar itu, Shena hanya bisa terkadah dengan mata yang mengembun,
"Kau sama sepertinya!"
"Apa pria diatas dunia ini semuanya sama?" tanya Shena bergetar membuat Mark tertegun, tatapan sendu dari netra itu terlihat sangat menyakitkan.
Tetesan air bening itu melewati jari-jari Mark yang mencengkram pipi lembutnya.
"Aku bertanya padamu brengsek!!" bentak Shena menuai rasa pada Mark yang tertegun.
"Apa aku salah mencintainya. ha? apa aku salah ha hiks hiks? bahkan, aku tak pernah meminta untuk dia nikahi!" isak Shena menggeleng, ia masih ingat, bagaimana kenyataan mempermainkan hatinya, bagaimana Vian membohonginya hingga satu tahun lamanya.
"Apa aku salah hiks? jawab aku!" lirih Shena menyandarkan kepalanya kedada bidang pria itu saat Mark melepas cengkramannya.
Pria itu hanya bisa diam dengan guratannya sendiri, ia merasakan semua beban yang Shena pikul, bahkan, dari wanita ini membentaknya, terlihat sekali luka itu sudah terpendam sejak lama.
"Aku mencintainya hiks! tapi..tapi kenapa dia membalasku dengan kepalsuan, bahkan.. bahkan dia sudah punya Kekasih sebelum menikahi ku!"
"Hmm!"
Mark beralih menurunkan tangannya membelit pinggang Shena yang menangis dipelukannya.
.......
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Razka Aruna
nkhhukj
2022-08-12
0
Sweet Girl
mulai sedikit lembut hati Mark....
2022-07-17
0
Sweet Girl
di kitti nie..yg dicari....
congkel aja matanya n edel perutnya klo ketemu nanti.
2022-07-17
0