Rerumputan basah itu terlihat becek dipijaki kaki-kaki para manusia memakai sepatu hitam yang berjaga ketat diwilaya Alfonso ini, tak ada mata yang teralihkan dari setiap benda dan sesuatu yang mencurigakan.
Mereka juga mengawasi para pelayan yang menyiapkan acara nanti malam, mereka ingin bertanya hal yang paling mengejutkan itu, tapi, mereka masih ingin hidup.
"Siapkan segalanya!"
Mark yang keluar dengan pakaian serba hitamnya, ia terlihat sangat gagah dengan aura kehadiran yang nyata.
"King!"
"Hmm!"
"Anda yakin ingin menikahi istri Tu..!"
Dorr..
Janson langsung menggeram karna paha menjadi sasaran empuk timah panas pria itu, ia merutuki dirinya yang tak bisa menahan rasa penasaran akan setiap apa yang pria ini lakukan.
"Dia bukan lagi istrinya!"
"Maafkan saya King!" ucap Janson berlutut, pahanya sudah berapa kali menjadi sasaran amukan pria ini.
"Kau tentu ingat saat aku menyuruhmu menyibukan Sialan itu dengan kerja sama perusahaannya! aku sangat hafal kalau Vian itu pria yang ceroboh!"
"Baik King!"
"Sekarang! lakukan semuanya dengan benar, aku tak ingin ada satupun kesalahan!"
"Baik King!"
puluhan anggota King Latina pun bergegas pergi sebelum pria itu mengamuk, Mark menghela nafas berat, kedua tangannya kembali masuk ke kedua saku celana seperti biasa. sangat angkuh dan berkharisma, auranya dapat menundukan apa saja.
Enatah apa yang ia pikirkan, siapapun tak akan bisa menebak isi pikiran pria itu, terlalu Misterius dan pendiam, tak banyak bicara tapi mematikan.
"King!"
Wasloe yang tadi bertugas mencari benda yang diberi tahu Kingnya, ia sangat tahu barang itu, tapi, ia harus sport jantung dengan perintah Kingnya yang aneh, biasanya ia bertugas mencari barang pelengkap senjata dan Bom, tapi sekarang, ia bertugas mencari benda berhubungan dengan kepercayaan yang jauh dari kehidupan mereka.
"Bahannya!"
"Bahan dari rayon, satin dan juga sangat lembut! Kulit Nyonya tak akan iritasi atau luka karna saya sendiri yang meneliti benda ini King!"
"Hm!"
ucap Mark datar, ia melihat bungkusan Paper-bag itu dengan teliti, ia sangat aneh dengan benda ini.
........
Sedangkan didalam Kediaman Alfoenzo sana, pria tua itu sibuk melakukan puja Kimasti untuk Tuhannya generasi Alfoenzo yang ke 6, ia tak henti-hentinya membakar Dupa dan lilin untuk menyebarkan aroma terpai diseluruh Bangunan besar itu.
"Apa semuanya sudah siap?"
"Sebentar lagi Tuan besar!"
Tuan Antonio pun mengangguk memahami, ia menatap dalam Lukisan Nenek Moyang mereka dari 6 Generasi, dan sekarang, hanya menunggu dirinya untuk menciptakan Generasi ke 7.
"Anton!!"
Seorang wanita paruh baya yang tampak cantik dengan balutan Gaun Semi berwarna cerah, kulit putih khas eropa itu memancarkan glow yang pas.
"Irene, kapan kau datang?" sambut Nyonya Valeria yang menyonsong kedatangan Adik iparnya itu.
"Kak! kau tambah cantik saja!"
"Ohh benarkah? kau juga Irene, dimana suamimu?"
"Oh! dia bersama Ricard putraku!"
Nyonya Valeria mengajak wanita itu untuk masuk, hal ini biasa mereka lakukan untuk menyambut Kelahiran Nenek Moyang yang menjadi kepercayaan bagi keluarga Alfoenzo.
"Antonio!!"
"Kau sudah menemukan wanita itu?"
Tuan Fedrico menghela nafas berat, kenapa kakaknya selalu menanyakan mendiang kakak ipar pertamanya itu? ia tak mengerti sama sekali.
"Kak! kau tentu tahu, Nyonya Pertama Arabella sudah meninggal sedari ia melahirkan!"
"Bukankah aku sudah bilang padamu Rico, dia masih hidup, dia bisa menjadi ancaman bagi keluarga Alfoenzo!"
"Kau aneh kak! kau selalu mengatakan kalau wanita itu masih hidup, bukankah kau sendiri yang membunuhnya? jadi aku tak ikut campur dalam masalahmu!"
Tuan Fedrico melangkah pergi menuju Kamarnya, ia tak ingin terlibat lagi dalam masalah yang bergenerasi Alfoenzo ciptakan.
"Shitt! kalau sampai wanita itu kembali, maka bisnis yang sedari pertama Generasi ini rintis akan putus seketika!" umpat Tuan Antonio lalu menunduk dihadapan Lukisan Generasinya.
........
"***! Pelan-Pelan!"
"Maaf!"
Shena terlihat meringis mengobati luka dibibir Vian yang koyak, ia terlihat sangat berhati-hati.
"Vian!"
"Ada apa hm?"
"Dia akan menikahiku!"
Degg..
Vian langsung bangun dari sandarannya, mata pria itu berkilat marah dengan gertakan gigi yang beradu nyaring.
"Dia mau menikahimu?"
Shena mengangguk dengan mata yang kembali mengembun, ia tadi bisa masuk kekamar Vian karna bersembunyi dari Mark, ia ingin menemui Vian meminta solusi dari masalah kegundahan hatinya.
"Shena, aku.."
"Vian..!"
Shena dan Vian saling bicara, keduanya kembali terhenti saat jantung itu kembali berdegup kencang, Shena tak tahu, hatinya nyaman bersama Vian tapi, kenapa ia tak bisa menolak Sian?
"Kau duluan!"
"Aku tak ingin kau menikah dengannya, sayang!" ucap Vian menggenggam kedua tangan Shena lembut, hatinya selalu sakit melihat Shena bersama Mark.
"Tapi, aku tidak tahu!"
"Kita pergi dari sini!" Vian bangkit dari baringannya, walau tulangnya serasa mau patah bangkit begini, Vian akan berusaha keras keluar dari tempat terkutuk ini.
"Vian! Lukamu!" pekik Shena melihat luka Vian yang berdarah kembali, Shena terlihat khawatir membuat Vian senang, ia merasa mempunyai hati istrinya kembali.
"Aku tidak apa-apa sayang!"
"Tapi..!"
"Sutt!" Vian membekap lembut mulut Shena yang tersentuh dengan sikap perhatian dan halus pria ini, sangat berbeda dengan Mark yang kasar.
"Kita akan hidup berdua! aku tak akan menyakitimu lagi, itu janjiku sayang!"
Shena refleks mengangguk, ia membantu Vian berdiri dengan mulut yang meringis menatap luka di seluruh tubuh pria itu.
"Kita lewat mana Vian?"
"Kau tak tahu jalan disini, sayang?"
Shena menggeleng, Vian menghela nafas berat, Mark memang sangat ketat menjaga Shena, ia yakin, Cinta itu sudah mulai tumbuh dihati iblis satu itu.
"Kita lewat barat!"
Shena hanya mengikut dengan Vian yang menggenggam tangannya, ia memeggangi perut Vian yang tadinya terluka parah.
Mereka mengendap dari penjagaan Markas yang ketat, Vian berusaha mencari cela untuk keluar dari kepungan anggota King Latina itu.
"Bagaimana Vian? ini terlalu banyak!"
"Kau tenang saja!" ucap Vian mengelus kepala Shena lembut, Vian menatap tangga dibawah sana, ia yakin, setiap tempat di Markas ini memiliki fungsi tertentu.
"Kau bisa memanjat sayang?"
"Akan ku coba!"
Vian mengiring Shena menuju anak tangga dibawah sana, tempat ini sangat gelap dan amis, hanya kelelawar saja yang mampu hidup di tempat lembab yang minim pencahayaan ini.
"Amm...!"
"Suttt!"
Vian membekap mulut Shena yang ingin berteriak karna menginjak lelehan otak yang dipanaskan dari Oven sana, ia tak menyangka kalau tangga ini tertuju pada ruang penyiksaan bawah tanah.
"Vi...Vian hiks!" isak Shena tertahan, ia takut, sungguh, tempat ini lebih menakutkan dari yang pernah ia kunjungi kemaren.
"Tenanglah, aku disini!"
Vian kembali melangkah setelah menenagkan Shena yang sungguh ingin muntah berada di tangga ini, mereka terus melangkah hingga menemukan sedikit cela.
"Ini tinggi!" gumam Shena menatap pagar besar dibelakang jauh dari kamar atas, Vian terlihat berfikir, ia menatap wajah cantik Shena yang seakan menjadi semangat hidupnya.
"Kita bisa! ayo naik"
"Tapi lukamu..!"
"Shena sayang!" tekan Vian lembut, Shena pasrah untuk menjadikan punggung pria itu sebagai pijakan.
Tringgggg...
Suara alarm yang berbunyi nyaring membuat tempat itu ramai, Shena bersembunyi dibalik tubuh Vian yang terlihat terkejut menatap pasukan Matt Damon yang melangkah menuju mereka.
"Lari Shena!!"
"Tidak!"
"Shena sayang! aku mohon kau pergilah dari sini!" ucap Vian menagkup pipi pucat wanita itu, Shena semakin gemetar melihat para Manusia berbadan kekar yang dibaluti Pakaian hitam mendekati mereka.
"Vian hiks hiks!"
"Pergilah! Aku Mencintaimu!"
Cup..Vian mengecup kening Shena lembut, ia tak ingin wanita ini terluka.
"Tidak Vian!"
Shena menangis memeluk Vian yang juga tak melepaskan dekapannya, ia yakin, kali ini Mark akan membunuhnya, pria itu tak mungkin memberi Toleransi lagi.
"Shena pergi!!"
Vian menghadang anak buah Mark yang langsung menyerang membabi buta, Shena berteriak histeris melihat Puluhan Mahluk itu membantai habis Tubuh Vian yang terus berusaha bangkit menghalangi mereka mendekati Shena.
"Pergi dari sini Sayang!!!"
"Vian hiks hiks!!!" Shena seakan kehilangan akalnya, ia ingin membantu tapi Vian terus meneriakinya untuk pergi.
............
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Ari Peny
aq ko ngrasa mark saudaraan sama shena y
2022-12-04
1
Amel Munthe
ngapain lagi si shena ini mau sama si vian, mereka sudah bercerai, bisa bisanya dia dah lupa sama vian dan keket,,
2022-08-16
0
Zaskia Azzahra Putri Atthur
sadis bener dah😭
2022-07-27
0