Gundukan selimut itu terlihat membengkak karna tekukan tubuh molek seorang wanita yang meringkuk didalam selimutnya, ia hanya bisa menangis tanpa ingin keluar dari persembunyian benda tebal itu.
Ia tak perduli dengan ceceran darah dari lehernya yang perih serta lengan dan telapak kaki yang memar akibat terkena hantaman dinding dan anak tangga yang ia tabrak saat diseret tadi.
"Shena!"
Suara dingin pria itu membuat Shena bergetar, ia mencengkram Selimutnya kuat merasa takut untuk dikasari dan diseret lagi, ia takut.
"Shena!!"
Mark menghela nafas berat, ia merutuki dirinya yang kelepasan emosi, entah mengapa sangat panas melihat Shena yang menangisi pria itu, ada rasa tak rela dan emosi yang kuat.
"Shena!" suara Mark melembut, ia duduk ditepi ranjangnya dengan tangan yang menggapai ujung selimut sana.
"Shena! bukalah!"
"Ka..Kau pembohong hiks hiks!"
"Apa yang aku bohongi?"
"Kau tega mempermainkan Perasaanku kau sama saja dengan Vian.bahkan kau memukuli suamiku. hiks!"
Mark kembali menggeram mendengar kalimat itu, ia menyibak selimut itu kasar. Shena langsung beringsut kekepala ranjang sana dengan kepala yang tertunduk.
"Apa kau tak bisa sehari saja tak menyebut nama pria itu, ha?" bentak Mark menyala-nyala, ia tak tahan mendengar suara lembut wanita itu mengalun untuk orang lain.
"A..Aku..!"
Grett..
Mark mencengkram pipi lembut Shena kuat membuat Wanita itu meringis, Shena tak tahan dengan sikap kasar Mark sedari kemaren.
"Kau tekankan dalam otakmu! Kau itu Peliharaanku!"
"Lepas hiks!"
Mark menyeringai iblis, ia mendekatkan wajahnya ketelinga Shena yang berusaha lepas dari cengkraman pria ini.
"Kau Milikku!"
"Hm!" Shena menggeram saat kupingnya malah dijilat nakal Mark, ia menoleh kearah lain dengan kepalan tangan yang menguat.
Aku tak menyangka kalau kau sebejat ini! kau sangat pandai memainkan peran
batin Shena berdenyut, alangkah bodohnya ia mudah percaya pada orang lain, kenapa sifatnya yang seperti itu tak bisa hilang? ia benci dengan otak kosongnya.
"Lihat kesini!"
Shena hanya diam dengan lelehan bening yang terus keluar, ia merasa hina disentuh laki-laki selain suaminya sendiri.
"Shena!!"
"Ak..Aku ingin pulang hiks!" isak Shena menekuk kedua lututnya menyembunyikan wajah cantik itu disana, ia sangat takut berada disini lebih lama.
"Kenapa pulang.hm?"
"Jangan sentuh aku!" pekik Shena menjauh dari Mark yang berusaha sabar menghadapi wanita ini.
"Kau tentu tahu aku tak bisa lebih bersabar dari ini!"
"Mau kau apa. ha? sedari kemaren kau sangat aneh! jika kau ingin membunuhku, Bunuh saja!!" cerocos Shena tanpa ingin mengangkat wajahnya dari tekukan lututnya itu.
Mark hanya mencabik sinis saja, ia mengambil Kotak obat dilaci sana dengan mata yang tak lepas dari tubuh molek wanita itu.
"Karna kulitmu belum mencapai target!"
Shena terdiam, ia menatap kulit betisnya yang mulus dan putih, bahkan sangat kenyal dan lembut.
"Kau jangan berbohong!" pekik Shena mengangkat kepalanya menatap kesal Mark yang tampak diam dengan topeng pria itu.
"Aku tidak berbohong! kau itu bodoh, tidak ada bakat dan tidak menarik!"
"Benarkah?"
Mark mengulum senyum geli. pantas saja Shena diperbodohi orang lain, Wanita ini terlalu lugu dan baik hati.
"Hmm! kau itu belum mencapai kriteriaku, makanya aku memberimu hidup lebih panjang!" ucap Mark seraya mengobati luka yang ia buat ditubuh wanita itu.
"Aku tak sejalan dengan ucapanmu! kehidupan semua Mahluk di alam semesta ini diatur oleh Allah, kau juga begitu!"
"Kau salah! aku hidup sendiri dan ditangan ku sendiri!"
"Kau itu mana tahu apa-apa!" gerutu Shena sinis, ia tak habis pikir dengan Mark yang ternyata sangat tak percaya dengan tuhan.
"Sudahlah! ini hanya luka kecil!" ucap Shena menepis halus tangan Mark yang memberi antibiotik ke kulitnya yang memar dan lebam.
"Auu!"
"Lihatlah, kau itu lemah!" ketus Mark yang tadi menekan lebam dibetis Shena, wanita ini sangat jual mahal dan punya paket lengkap, sudah bodoh, lugu, beberapa kali ditipu dan sekarang malah sok kuat.
"Mark!"
Mark menghentikan kegiatannya, ia menatap Shena tajam dengan aura membunuh yang nyata.
"Sian!"
"Bukannya kau sering dipanggil Mark?"
"Kau mau aku menjadi iblis?"
"Maksudmu?"
"Sian! tekankan itu dibenak mu!" Mark berucap tegas, ia tak suka nama itu keluar dari mulut wanita ini.
"Tapi mereka..!"
"Shena!!"
"Baiklah! SIAN!" ketus Shena melempar bantal kewajah Mark yang tercengang, berani sekali wanita ini memperlakukannya seenaknya saja.
"Kau..!"
"Kau marah lagi maka aku akan menangis dan memanggil nama mu Mark dan menangisi dia dan..!"
"Terserah kau saja!" ketus Mark tak bisa berbuat apa-apa, Shena tersenyum senang lalu duduk diatas Meja Sofa sana.
"Kenapa kau mudah sekali bahagia. hm?"
"Aku tadi memang sedih!"
"Kenapa?"
Shena menghela nafas, ia ingin marah, menangis dan berteriak, tapi apakah semua itu akan merubah yang setelah terjadi? sedangkan ia sudah jatuh dalam masalah sebesar ini.
"Aku tidak tahu! tapi..!"
Shena beralih menatap Mark yang juga sedang memandangnya, tatapan keduanya langsung menembus relung hati masing-masing.
"Kau tak akan membunuhnya. kan?"
Degg..
Mark kembali menggeram, aliran darahnya panas bergejolak dengan tangan yang ingin menghancurkan sesuatu.
"Shena! sudahku bilang jangan..!"
"Tapi dia itu masih suamiku Sian! a..aku tak tahu kenapa, tapi aku..!"
Shena tak lagi bisa melanjutkan kata-katanya, ia merasa masih ada cinta, tapi kenapa saat bersama pria ini, ia mulai lupa dengan nama itu?
"Kau masih mencintainya!"
"Hm!" Shena mengangguk, ia tak bisa menyembunyikan apapun.
"Kalau begitu kalau dia mati kau tak akan mencintainya lagi!" geram Mark ingin melangkah pergi, tapi Shena dengan cepat menghalangi jalan pria itu.
"Kau bisa tidak tak main bunuh saja!" cerocos Shena merentangkan tangannya didepan Mark yang tetap dengan wajah dinginnya.
"Kau mau bergabung?"
"Aku serius! kau sebaiknya cari tahu dulu apa masalahnya, aku tak mengerti masalah kalian apa!"
"Kalau begitu jangan mencampuri urusanku!"
"Sian! kau itu diberkati akal pikirankan? coba saja kau cari sesuatu!"
"Kau itu bodoh! kau tak akan tahu masalahku!"
"Kalau begitu, kenapa kau mau padaku?"
"Mau apa?"
"Kau tak membunuhku sama seperti para Tawanan wanitamu itu, kau tahukan aku tak bisa di kasih hati sedikit saja!" ucap Shena dengan mata yang menyipit, jujur ia hanya ingin Mark tak jadi membunuh Vian, karna ia merasa ada yang salah diantara kedua pria ini.
Pletakk..suara jitakan.
"Auuuu!"
"Kau itu peliharaanku! jangan banyak bicara" ucap Mark ketus, ia kembali duduk diatas ranjangnya, seraya bertopang kaki menatap Shena angkuh.
"Duduk!"
"Kalau dilantai aku tak mau!"
Mark menghela nafas berat, sejak kapan ia menjadi penyabar begini.
"Aku tak menyuruhmu duduk dilantai!"
"Kalau dipangkuanmu aku tambah tidak mau!"
"Kau..!!!!"
"Kita tidak Mahrom! jangan dekat-dekat!" ketus Shena duduk kembali diatas meja sofa sana. ia merasa perih dengan lehernya yang terluka.
"Kau tak usah menjadi ahli Surga disini! kau saja tak tahu apa aggamamu!"
"Aku seorang Muslim! kau bisa lihat di KTP ku, hanya saja..!"
Mark mengernyitkan keningnya menatap Shena yang murung.
"Aku lupa akan kewajibanku sejak aku berhasil menjadi seorang Desainer! aku terbuai dengan kesuksesan yang ku capai sampai lupa kalau aku seperti itu karna Tuhan!"
"Cihh! kau hanya membual, Tuhan itu tak ada, dia hanya rumor yang tak nyata!"
Shena menghela nafas berat, kenapa Sian jadi begini? ini sudah terlalu jauh dari Yang kuasa, bahkan, Tuhan saja pria itu tak punya.
"Mana Mukenah. ku?"
Darrr..
Mark tercekat ditempatnya, ternyata wanita ini masih saja ingat dengan benda aneh itu.
Melihat itu, Shena tersenyum miris, ia sudah tahu, Mark pasti tak serius menyanggupi ucapannya.
"Hm! biar aku cari sendiri!"
.........
Vote and Like Sayang..
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
Sweet Girl
duh.... bayangin jadi ikut sakit.
2022-07-18
1
༄༅⃟𝐐Dwi Kartikasari🐢
ceritanya unik
2022-04-04
1
Kadek Eni
👍👍👍👍
2022-02-27
0