Suara perdebatan dua manusia itu terlihat meruak disebuah ruangan tertutup yang hanya didiami satu orang pria.
Ia tampak menghela nafas beberapa kali untuk melembutkan suaranya yang hampir saja ingin membentak Wanita itu.
"Sayang! kau tak seharusnya menelfonku jam segini, kau tentu tahu kalau Shena tak akan tidur tanpa aku!"
"Oh! kau sekarang sudah mau mencintainya ha?"
"Ket! kau yang menyuruh aku melakukan Pernikahan ini, bahkan, kau yang merencanakan semuanya, jadi jangan mendesak lebih dari ini!" ucap Vian sudah lelah, ia tak habis pikir dengan Ketty yang tak juga puas menyiksa Shena melalui dirinya dalam satu tahun ini.
Wanita itu sama sekali tak menyadarinya karna Vian adalah orang yang sibuk, tentu wanita lugu itu tak akan bertanya banyak.
Apalagi dengan jalan pernikahan mereka hanya karna Keterpaksaan saja.
"Tapi! aku takut kau jatuh cinta padanya hiks!"
Isakan Wanita itu membuat Vian bertambah pusing, tapi ia juga tak tega, walau bagaimanapun Ketty adalah kekasihnya.
"Sayang! aku tak pernah melakukan hal lebih bersamanya, kau tenang saja!"
"Dia itu licik Sayang, dia bisa saja melakukan hal yang sama saat yang dulu aku lakukan padanya!"
Vian terdiam, jujur, selama ini ia merasa bahwa Shena sangatlah lembut dan tulus, wanita itu tak berniat apapun padanya, Shena selalu berusaha mendapatkan hatinya dengan cara yang wajar dalam tali ikatan rumah tangga.
"Aku rasa kau salah!"
"Vian sayang! ingatlah, Perjanjian kita sedari awal, kau Menikah dengannya itu hanya karna Rencanaku saja, buat dia terus mempertahankan rumah tangga kalian, lalu kita hancurkan hatinya bersama sayang!"
"Hmm! Sudahlah, ini sudah larut! kau bisa tidur sayang!"
"Tapi kau janji jangan macam-macam!"
"Baiklah. kau bisa peggang janjiku!"
"Bay Honey! Umuahhh!"
"Selamat malam!"
"Kauu..!"
Tuttt..
Vian mematikan sambungannya cepat sebelum Ketty bicara, ia menyandarkan tubuhnya ke kursi yang ia duduki.
Kenapa Ketty sejahat itu? apa wanita itu salah menduga tentang Shena? atau memang benar kalau Shena itu wanita licik?
"Aaaa sialan!" geram Vian mengacak rambutnya frustasi, kepalanya berdenyut memikirkan masalah ini.
"Ket bilang, Shena itu wanita yang licik yang sering mengambil Desain bajunya, tapi yang aku lihat selama ini, dia tak seburuk itu!" gumam Vian memijat pelipisnya bingung.
Tok..Tok..
"Sayang!!" suara lembut wanita yang sudah biasa mengalun ditelinga Vian-pun menyadarkan lamunan pria itu.
"Masuklah!"
Pintu itu terbuka, terlihat Shena yang melangkah pelan dengan sangat anggun kedalam Ruang kerja suaminya.
"Kenapa belum tidur?"
"Hm! kau juga belum tidur!"
Vian tak berani menatap Shena yang seperti biasa memakai pakaian yang menonjolkan segala kenikmatan mata dan batin itu, paras Shena yang mempesona membuat Vian selalu susah menahan diri.
"Ayo tidur!"
"Ket itu siapa?" tanya Shena sedikit penasaran, ia berusaha menormalkan detak jantungnya saat tatapan mata pria itu tertuju padanya.
"Memangnya kenapa?"
Shena terdiam, ia menunduk meremas ujung pakaiannya. sungguh, ia tak tahu lagi harus bagaimana mendapatkan hati Vian sedari dulu.
"Vian!"
Shena memeggang tangan Vian yang ingin melangkah pergi, langkah pria itu terhenti dengan tatapan lurusnya.
"Aku ingin bicara!"
"Bicaralah!"
Shena menghela nafas dalam, ia mundur untuk menyamakan posisi tubuh mereka dengan saling berhadapan.
"Bisa kau buka hati untukku?" lirih Shena sendu membuat jantung Vian bergetar, hati pria itu menghangat mendesir halus.
"Aku tahu, Pernikahan ini hanya sekedar Formalitas karna desakan dari semua orang, tapi tak bisakah kau memberi aku kesempatan?" ucap Shena tulus. mau bagaimanapun, ia sudah terlanjur mencintai pria ini, ia tak sanggup jika harus melepasnya.
"Kau mencintaiku?"
Shena mengangguk pasti, tak ada raut main-main atau keraguan sekalipun, bahkan gengaman tangan lembut itu sangat erat seakan ia butuh perlindungan.
"Aku serius! mungkin kau masih belum punya rasa padaku, tapi aku mohon beri aku kesempatan, lagi pula kita sama-sama sendiri!"
Kenapa kau sangat lugu? kau tak berfikir tentang Pernikahan ini, kau tak pernah mencari tahu, siapa yang menjebakmu malam itu.
Pikir Vian merasa sangat bersalah, tapi ia tak berdaya, Ketty adalah kekasihnya yang sudah bersamanya sejak keluar dari keluarga Terkutuk itu, ia tak mungkin meninggalkan wanita itu.
"Aku juga mencintaimu!"
Deggg..
Shena meneggang ditempatnya, ia tak menyangka jawaban yang ia pikir akan butuh beberapa lama lagi akan secepat ini ia dengar.
"Benarkah?" pekik Shena girang, bahkan tubuh keduanya mendempet membuat Vian terbelalak kaget.
Ia rasa hatinya sangat senang melihat lengkungan indah di bibir sexsi itu mekar menunjukan aura dari seorang Shena.
"Yah! aku hanya sibuk, aku tak sempat mengatakannya!"
Vian mengelus pipi lembut itu, hatinya selalu bergetar setiap menatap wajah Shena dan berdekatan dengan wanita itu, makanya ia selalu pergi tak ingin berlama dirumah, ia takut jatuh terlalu curam ke dalam Pesona wanita ini.
"Hm Baiklah sayang! ayo kita tidur!" Shena menggandeng lengan kekar itu untuk kembali kekamar mereka.
Setiap langkah kakinya, senyuman memikat itu selalu mekar membuat Vian meleleh.
"Shena!" lirih Vian tercekat saat pipinya malah di cium mesra wanita itu, ia tak bisa menolak karna tubuhnya tak Munafik.
"Hanya cium pipi sayang! mau cium ini?"
Jari lentik wanita itu menyentuh bibir Vian yang membeku ditempat, tatapan netranya terkunci dengan bibir ranum milik wanita itu.
"Tidak sekarang. sayang!"
ucap Vian mengelak, ia menggendong tubuh molek wanita itu masuk kedalam kamarnya, Shena begitu senang karna ia merasa Vian memang mencintainya.
"Shena!"
"Yah!"
"Tidak jadi!" ucap Vian refleks memeluk tubuh wanita itu, ia begitu menikmati Moment ini, Shena sangatlah manja dan lembut.
ia suka, bahkan rasanya tak ingin lepas sama sekali.
Cup..
"Selamat malam sayang!"
"Hmm! Malam"
Gumam Vian melengkungkan senyumanya, dada bidangnya menjadi bantalan kepala cantik wanita itu.
............
Brakkk..
Lemparan buku-buku yang ada diatas meja kerjanya, serta hamparan rusak kertas yang ia robek karna frustasi.
Netra wanita itu terlihat membara, terbakar panas yang menyulut seluruh jiwanya.cengkraman tangannya menguat di pinggir meja itu.
"Shena!!! Apa lagi yang kau lakukan sekarang?" geram Ketty memporak porandakan kamarnya.
"Kau merusak karirku, hidupku, dan sekarang kau malah mengambil Vianku!!!"
Bentakan wanita itu begitu menggema, ia merobek setiap Desain yang tadi ia rancang, tapi tak ada yang menarik dan bisa dijadikan sebagai Pemenang.
"Belum!" gumam Ketty menatap Foto pernikahan Shena dan Vian yang dilaksanakan dadakan itu, ia tak akan mengampuni Shena secepat ini.
"Belum Shena, Siksaanmu belum berakhir, kau jangan senang dulu!"
ucap Ketty menyeringai licik, ia menyambar tas kecilnya lalu melangkah pergi dari Apertemen yang ia tempati.
Ini tak bisa dibiarkan, Lambat laun Vian juga tak akan tahan jika berhadapan dengan wanita cantik itu.
Vote and Like sayang..
Tentang Masalah Pernikahan Shena dan Vian itu akan author ungkap saat waktu yang telah ditentukan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 167 Episodes
Comments
💥💚 Sany ❤💕
Vian ini bodoh ato gimana sich...?. Masa dah satu th hidup bersama dia gak tau istrinya tu bener2 tulus. Gak kayak dibilang ulat keket.
2023-08-06
0
💥💚 Sany ❤💕
Yang salah tu kamu Ket, bukan Shena. Kamu yg punya penyakit hati alias iri n dengki. Jadi mo gimanapun Shena tetap salah dimatamu.
2023-08-06
0
Susi Susiyati
jngn smpe vian kemakan omongan si ulat keket
2023-05-09
0