Malam harinya, di ruang makan sudah disediakan berbagai hidangan. Untuk pertama kalinya para koki membuat bermacam-macam menu. Tentu para pelayan bersemangat mempersiapkan banyak hal untuk nyonya baru mereka.
Ketakutan mereka juga sedikit berkurang berkat kehadiran Dian. Nico yang biasanya sangat dingin hingga membuat rumah mencekam sudah terasa sedikit hangat. Meski belum berubah banyak, tapi setidaknya sudah meminimalisir.
Dian menyantap makanan yang di hidangkan tanpa memperdulikan sekitarnya. Tidak peduli berapa banyak pasang mata yang memperhatikannya. Ibu tiga anak itu makan dengan lahap hingga Nico tak henti tersenyum melihatnya.
"Makan pelan-pelan. Tidak ada yang akan merebut makanan mu," kata Nico ingin mengelap sedikit noda di sudut mulut Dian.
"Tidak perlu." Dian menghindari sentuhan Nico dan membersihkan sendiri dengan tisu. Pria itu hanya tersenyum kecut.
"Kau masih menolakku setelah apa yang terjadi semalam?"
Tatapan tajam Dian seketika langsung menyorot Nico. Pria itu malah terkekeh, tangannya tak sungkan mengacak rambut Dian.
"Habiskan makanan mu." Merapikan rambut Dian.
Nico tak dapat mengalihkan pandangannya dari wanita itu. Hari ini ia kembali menyadari jika rasa cintanya pada Dian begitu dalam hingga tanpa sadar berbuat kasar demi mempertahankannya. Ini bukan obsesi karena cinta hadir di antara mereka.
Tak lama ponsel Dian berdering di atas meja. Nico tak sempat melihat siapa yang menghubungi Dian karena wanita itu bergerak sangat cepat. Dian berjalan menjauhi semua orang diiringi tatapan tidak suka Nico yang masih duduk di tempatnya.
"Halo."
"Mamaa!"
"Sayang, jangan berteriak. Kau mau bernyanyi, bukan?"
"Maaf, tapi kenapa Mama belum pulang? Ini kan sudah malam. Mama selalu pulang sore hari," ucap Lily terdengar sedih.
"Mama–" Dian menggigit bibir bawahnya gugup. Haruskan jujur pada Lily? Tidak. Dian sedikit melirik Nico yang masih memperhatikannya. "Mama akan pulang besok. Pekerjaan sangat banyak. Besok Mama akan libur menemani Lily berlatih," b…
Ketika Takdir Kembali Memilih
Biarkan Aku Pulang!
Download aplikasi untuk baca gratis cerita selengkapnya
Updated 75 Episodes
Comments
Cicih Sophiana
perusahaan Dian klo begitu di bawah perusahaan Nico dong...
2025-04-14
0
Ima Kristina
sampai kapan Dian menutupi kenyataan pada Nico
2025-05-17
0
snow Dzero
lucu juga y hehe kasihan 2 maid itu
2025-03-06
0