Flashback : Akan Ku Coba

Nico tersenyum menatap pantulan dirinya yang berbalut jas putih. Hari ini adalah hari paling membahagiakan bagi Nico terutama Mita. Ada Roby yang selalu setia menemani dan mengikutinya.

Pernikahannya dengan Melly sang kekasih akhirnya terwujud. Siapa yang menolak untuk menikah dengan orang yang kita cintai? Terlebih lagi hubungan mereka sudah terjalin sangat lama.

Merasa puas dengan penampilannya, ia menoleh menatap gadis muda yang berdiri disampingnya. Nico tersenyum, ia mengelus lembut kepala dengan rambut sebahu itu. Gadis itu ikut tersenyum.

"Bagaimana penampilanku?" tanya Nico.

"Sangat tampan," jawabnya.

"Kau memang sangat jujur ya." Mengapit gemas pipi chubbynya. Gadis itu terkekeh.

"Setelah ini aku akan menjalani kehidupan baru. Kau juga akan begitu setelah persidangan kita nanti."

"Aku tahu. Kehidupan barumu harus lebih bahagia daripada kehidupan baruku nanti." Dian berusaha menahan gejolak di dadanya. Bibirnya berusaha keras melengkungkan senyuman palsu

Nico tersenyum mendengarnya. Ia membawa Dian kepelukannya. Ia tak ingin berbohong. Gadis ini banyak membawa perubahan dalam dirinya. Orang lain mungkin melihatnya tersenyum dan bahagia, tapi di dalam hatinya ada perasaan lain yang memberontak.

"Kau harus lebih bahagia. Temukan orang yang kau cintai dan miliki anak yang lucu."

Dian tak dapat menahan lelehan air matanya lagi. Andai pria ini tahu jika ia sudah menemukan bahkan sedang mengandung anak dari pria yang ia cintai.

Aku akan mencoba ... bersama bagian dirimu yang ikut pergi bersamaku.

"Kenapa menangis?" Nico merengkuh wajah cantik itu.

"Aku bahagia ... setidaknya ada yang mengurusmu saat aku pergi." Dian sesugukan.

Sakit sekali ... kau menikah hari ini dan akan melupakanku. Sedangkan aku ... menderita karena tak dapat melakukannya.

Roby yang sejak tadi mengamati menatap iba pada gadis muda itu. Dian begitu pandai menyembunyikan perasaannya.

Anda buta, Tuan. Ada orang yang begitu mencintaimu, namun kau memilih wanita yang jelas-jelas hanya memanfaatkan mu.

Tiba saatnya kedua mempelai memasuki altar. Dian hanya mampu melihat dari jauh. Terkadang cinta butuh pengorbanan. Sama seperti yang ia lakukan saat ini. Melihat pria yang masih berstatus suaminya menikah dengan wanita lain di depannya.

Semua orang terlihat bahagia, kecuali seorang pria paruh baya tanpa ekspresi di salah satu meja. Tuan Ricardo yang merupakan ayah mertuanya tak pernah menunjukkan sikap lebih. Seringkali Dian sulit membaca setiap ekspresinya.

Hingga tepukan di bahunya membuatnya menoleh. Pria tua yang dijuluki Tuan besar itu merangkulnya. "Kehilangan orang yang kita cintai memang menyakitkan. Namun itu bukan soal sakit, tapi bagaimana kau bangkit kembali." Dian tersenyum. Ia memeluk pria tua yang selama ini melindunginya sambil menatap suasana bahagia di depan sana.

Nico tak sengaja menatap pemandangan keduanya. Ia tak mengerti mengapa wajah Dian begitu sedih. Kakeknya juga merengkuh memberi ketenangan. Kemudian tatapannya beralih kepada sang ayah. Pria itu begitu kecewa dengan keputusannya, namun Ricard tak pernah ikut campur.

-

-

-

-

"Beruntung sekali dirimu. Meski bercerai, kau tetap mendapatkan kekayaan mereka."

Melly tahu jika keluarga ini memberinya banyak harta. Ia saja yang telah menjadi nyonya di rumah ini masih dibatasi dengan hal tertentu. Belum lagi kedua tuan besar tampak tak menyukainya.

Dian hanya diam saja membuat Melly memanas. "Sihir apa yang kau berikan pada mereka hingga begitu baik padamu?" cibirnya menghina. "Kau hanya jal*ng yang menggoda Nico!"

"Berkacalah," jawab Dian singkat, meninggalkan Melly yang sudah kesal.

Wanita itu terus-menerus mengganggu dirinya. Melly membenci Dian yang menjadi kesayangan Tuan besar, belum lagi Nico terlihat menyayanginya. Ia khawatir pria itu berubah pikiran sehingga membahayakan posisinya. Hanya dukungan Mita takkan sanggup melawan Ricard dan tuan besar.

Selama dua Minggu ia bertahan disana menunggu persidangan datang. Dian sudah berada di kamarnya sendiri. Karena Nico telah menikah, posisinya digantikan oleh Melly.

"Jaga sikapmu selama disini. Jangan sampai kau berbicara macam-macam!" ucap Mita saat mereka bertemu.

"Bukankah semua itu sudah kulakukan?"

Mita tersenyum sinis mendengarnya. " Ternyata benar, kau sudah berani bicara ya." Yang Melly katakan tidak bohong.

"Lagipula aku tidak peduli. Tutup saja mulutmu perihal bayi itu. Jika sampai Nico atau yang lain tahu, maka jangan salahkan aku berbuat nekat!" ancam Mita pada gadis yang menatapnya itu.

"Semoga kau tidak menyesal pernah mengatakan ini padaku." Dian tak terpengaruh.

"Kami menginginkan pewaris dari wanita yang pantas, bukan gadis seperti dirimu! Bahkan jika bayi itu laki-laki, dia tetap anak yang terlahir dari rahim gadis murahan, tidak pantas menyandang nama Abraham!" Mita menekan setiap kata-katanya di depan gadis yang bahkan tidak pernah melawan dirinya.

"Anda benar, Nyonya. Anak ini akan tetap menjadi anakku, dengan atau tanpa nama Abraham dibelakangnya. Saya berjanji atas Tuhanku dan darahku, kedepannya tidak akan ada yang menyebut anakku sebagai cucumu, bahkan anakku kelak tak akan berani memanggilmu Oma." Untuk pertama kalinya, Mita mendengar gadis itu membela diri. Dan pada saat itu juga Mita merasa perasaan lain dalam hatinya mencoba memberontak.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Sekilas pembicaraan mereka keluar di Episode 5 : Penyesalan yang terlambat. Dan di Episode ini adalah Versi flashbacknya. ...

Terpopuler

Comments

Marseylla Rahayu

Marseylla Rahayu

kenapa gak di perjelas masa lalunya cuman cplikan berpisah dengan Melly karna apa

2025-03-27

1

sherly

sherly

pernah ketemu ternyata... tp kenapa waktu di mall ngk kenal si Melly nya...

2025-04-01

0

guntur 1609

guntur 1609

mampus kau mita. nyesal kau kan sdh berucap sprti tu

2025-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!