Perasaan Akrab

Hari ini menjadi hari paling membahagiakan bagi Mita. Lily akhirnya bersedia ikut ke kediaman utama keluarga Abraham setelah dibujuk beberapa kali olehnya. Wanita paruh baya ini selalu kesepian setiap pulang ke rumah, tanpa suami maupun anak bersamanya. Wajar jika ia begitu bahagia dengan kehadiran Lily.

Ia seakan lupa dengan kesedihannya setelah bertemu dengan gadis kecil itu. Di masa tuanya, memang sudah seharusnya ia menikmati hidup dengan santai bersama anak cucu. Tapi, apalah daya karena keegoisannya membuat ia harus kehilangan banyak hal.

Belakangan ini juga ia lebih banyak mendatangi Lily di sekolahnya. Lily juga sudah terbiasa dengan keberadaan Mita. Seringkali wanita itu menemaninya makan siang atau sekedar berjalan-jalan di taman. Namun, Mita tidak tahu jika Lily tak jarang merasa gelisah setiap bersamanya.

Dan tibalah hari ini. Hari yang tak disangka Lily akan ia lakukan. Datang bersama Mita ke rumah ayah kandungnya sendiri. Ia khawatir jika Dian tahu, maka akan marah. Baginya, ini sudah diluar batas dalam mengenal, apalagi keluarga itu tidak menerima kehadiran mereka.

Namun, karena tak ingin membuat alasan yang membohongi Dian, Lily terpaksa pergi ketika jam istirahat berlangsung dan akan kembali sebelum bel masuk.

Saat masuk, Lily dihadapkan dengan furnitur-furnitur mewah berharga fantastik. Ia bagai memasuki sebuah istana. Orang kaya memang luar biasa, pikirnya. Lily mungkin lupa siapa ibunya karena terbiasa hidup sederhana bersama keluarganya atau karena ia memang rendah hati.

Pernah sekali Lily bertanya pada Dian. Mengapa tidak membeli rumah yang besar seperti ini. Dian menjawab jika itu merepotkan dan boros. Toh mereka hanya tinggal bertiga.

Mita terus berbicara di sepanjang jalan, memperkenalkan koleksi-koleksinya di rumah itu.

"Apa kau suka? Jika Lily suka, Lily bisa menginap disini. Biar Oma bicara dengan ibumu."

Lily tidak menjawab, ia berdiri diam di depan sebuah figura yang menunjukkan foto keluarga. Ada sekitar lima orang di dalam sana. Dua diantaranya Lily yakini adalah Mita dan Nico, sedangkan yang lain belum pernah ia lihat.

"Ini ayah dan ibu mertua Oma. Yang ini adalah suami dan putraku," ucap Mita, menunjuk satu persatu orang di figura itu.

"Lalu dimana mereka?" Mendapat pertanyaan seperti itu, Mita tersenyum getir. "Hanya tersisa Oma dan putra Oma. Dia sedang bekerja." Mita belum siap bercerita.

"Lily temani Oma makan siang ya." Mita mengalihkan pembicaraan. Lily mengangguk. "Baik."

Di ruang makan, para pelayan sulit mengalihkan perhatian dari Lily. Gadis itu sangat manis dan cantik. Mereka bertanya-tanya siapakah gadis yang dibawa Mita itu. Baru kali ini Mita terlihat begitu antusias dan terlihat hidup lagi.

Wajah gadis itu tidak asing, terlihat mirip dengan seseorang. Begitulah kira-kira isi pikiran para pelayan yang telah bekerja lama disana.

Lily juga ikut tersenyum. Jujur saja ia senang dapat merasakan kasih sayang Omanya walau hanya sesaat. Mita mungkin akan membencinya suatu saat nanti saat mengetahui siapa dirinya. Maka dari itu Lily mencoba membatasi hatinya.

Keduanya belum selesai. Mita hampir membawa Lily keseluruhan penjuru mansion. Mita juga membawa Lily ke ruang bermain yang ia buat khusus untuk cucunya kala itu. Namun, karena kejadian tak terduga membuat hancur segala keinginannya.

Waktu berjalan cepat, keduanya tak menyadari jika waktu hampir menunjukkan sore hari. Tepat saat itu sebuah mobil memasuki pekarangan dan berhenti di depan pintu masuk utama.

Nico yang baru pulang mengerjitkan dahi ketika mendengar suara tawa dari ruang keluarga. Sudah lama sekali ia tak mendengar tawa bahagia seperti ini. Karena penasaran ia mendatangi arah suara.

Gadis itu ....

Nico sedikit terkejut. Ia nampaknya mengenali gadis kecil yang bercanda bersama Mita itu.

"Tuan, gadis itu yang mengembalikan dompet anda yang tertinggal di cafe." Roby juga langsung mengenal wajah itu. Nico tidak merespon, wajah datar masih setia terpampang disana.

"Ekhem ..." Deheman itu menyadarkan kedua orang itu.

Mita langsung berdiri menyambut Nico. Begitupun dengan Lily yang ikut berdiri tak berkedip, menatap Nico dengan mata berbinar.

Papa! soraknya dalam hati.

"Kau sudah pulang, Nic?" Mendekati putranya. Nico lagi-lagi tak merespon. Ia hanya menatap Lily yang juga menatapnya dengan mata jernih itu.

Wajah dan mata itu ... semuanya nampak akrab. Perasaan ini pun juga terasa akrab. Ia merasa aneh dengan dirinya. Jantungnya pun ikut berdecak cepat. Ia seolah merasakan kerinduan yang begitu dalam saat mereka bersitatap. Belum lagi mata itu benar-benar menyihirnya.

"Ah ... kenalkan ini Lily. Kami saling mengenal beberapa Minggu ini." Ia berpikir Nico penasaran dengan keberadaan Lily.

"Halo, Tuan. Perkenalkan aku Lily. Usiaku 6 tahun." Ingin sekali rasanya Lily menyebutnya papa dan memeluk pria yang selama 7 tahun ini tidak bersamanya.

Tahan dirimu Lily. Jangan membuat masalah! batinnya memperingati.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

ya kau kena kuat

2025-02-28

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

csrita mereka belum lengkap.. kisah percintaan Nico dan gadis pujaannya.. awal Nico tau prihal kehamilan Dian..dan masih banyak yg belum jelas

2024-05-31

0

Andry Lenny

Andry Lenny

Lily yg satuin keluarga nya kembali...

2024-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!