Menjadi Orang Asing

Mita duduk termenung di sebuah taman. Ia duduk menghadap danau yang menunjukkan perairan tenang. Hanya sendiri, seperti yang biasa ia lakukan. Masa tuanya hanya mampu ia habiskan dengan mengingat penyesalannya.

Wanita paruh baya ini bahkan tak memiliki semangat hidup lagi. Ia masih bertahan demi menemukan cucu dan mantan menantu yang dicampakkannya. Betapa sakitnya melihat putranya harus menderita setiap malamnya.

Bukan tidak tahu, Mita selalu menyaksikan Nico yang menangis setiap kali sendiri. Hanya karena menuruti egonya yang tinggi, ia harus melihat sang putra menerima akibat dari pembuatan dirinya.

Ditempat itu, Mita menangis sesenggukan. Ia tak peduli jika dirinya menjadi pusat perhatian banyak orang disana. Yang lain pun tak ada yang berniat mendekat.

Hingga, gadis kecil yang penasaran mendekat. "Nyonya, anda baik-baik saja?" Mita menoleh. Ia melihat gadis kecil bermata bulat dengan wajah manis menatapnya.

Mita dengan cepat menghapus air matanya, tapi gadis kecil itu lebih dulu memberikannya sapu tangan. "Terima kasih," ucap Mita tersenyum.

"Sama-sama, Nyonya."

Mita merasakan perasaan tenang melihat gadis ini. Ia seperti tak ingin berhenti menatap bola mata yang indah itu. "Duduklah denganku sebentar." Mita menggeser duduknya. Gadis itu menurut.

"Anda tidak boleh bersedih, Nyonya. Apapun masalahmu, berdoalah pada Tuhan. Bukankah semua rencana adalah miliknya?" katanya. Ia tidak tahu masalah wanita ini, tapi semua memang dikembalikan pada Tuhan, bukan?

Mita tersenyum. Ia tersentuh dengan perkataan gadis ini, padahal dirinya saja masih kecil, tapi sudah pandai memberi penenang. "Boleh tahu namamu?"

"Tentu saja! Namaku Lily," jawabnya antusias.

Mita terkekeh, manis sekali. "Lalu siapa yang mengajarimu berbicara seperti itu Lily?" Mengelus puncak kepalanya.

"Mama."

"Dia pasti wanita yang baik."

"Tentu saja, mamaku adalah yang terbaik!"

Mita tidak bisa tidak tersenyum. Kesedihannya lenyap begitu saja. Tapi, ada satu hal yang mengganggunya. Wajah ini, mengapa tidak asing?

"Sepertinya Nyonya sudah tidak sedih lagi." Ucapannya membuyarkan lamunan Mita.

"Ya, itu berkat Lily. Terima kasih."

Lily mengangguk dan tersenyum. "Kalau begitu Lily pergi dulu, Nyonya." Mita sedikit tak rela mendengarnya.

"Bisakah temani aku sebentar? Dan jangan panggil aku Nyonya." Mita memohon.

Lily tampak berpikir, tapi kemudian ia mengangguk. "Baiklah. Jadi, Lily harus memanggil anda apa?" Wajah polos itu membuat Mita gemas. Kenapa wajahnya begitu manis dan imut?

"Panggil saja Oma," ucap Mita berharap.

Lily terdiam, ia menatap Mita lama. Tujuannya hanya membantu menghibur Mita, lalu pergi lagi, tapi kenapa jadi berkepanjangan. "Maaf, Nyonya. Anda sepertinya orang terpandang, aku tak pantas memanggil mu seperti itu." Senyum penuh harap itu menghilang.

"Memangnya kenapa? Itu hanya sekedar panggilan, kan?" Mita tetap mencoba tersenyum.

Lily menggeleng. "Pada sebagian orang terpandang, panggilan seperti itu sangat berharga. Kami yang hanya berada di bawah tidak pantas disamakan."

Mita seperti dihantam batu besar. Kata-kata itu mengingatkannya pada Dian. Kala itu ia bahkan tak sudi dipanggil mama olehnya. Hingga akhirnya, panggilan Nyonya yang selalu tersemat di bibir gadis itu.

Lalu, bagaimana dengan cucunya yang hilang? Apakah tidak akan berani memanggilnya oma seperti janji Dian dulu?

"Aku akan tetap memanggilmu Nyonya agar tidak ada penyesalan di masa depan."

-

-

-

"Biar kuantar kau pulang."

"Tidak apa, Nyonya. Lily dijemput oleh sopir." Lily melambai pada Mita seraya berlari ke arah mobil yang menjemputnya.

Di dalam, Lily menyandarkan kepalanya pada jendela mobil, memperhatikan Mita yang masih melihat kearahnya.

Setidaknya, jika Nyonya tahu siapa Lily, Nyonya takkan menyesal karena pernah memintaku memanggilmu oma. Mari jadi orang yang baru saling mengenal, kita hanya orang asing yang baru bertemu.

Lily tak menyangka akan melihat sosok wanita yang menjadi neneknya. Ia merasa heran ketika melihat Mita menangis tersedu-sedu di tempat terbuka seperti itu padahal wanita itu begitu menjaga image nya sebagai nyonya besar keluarga Abraham yang terpandang.

Ia dulu hanya tahu jika Mita wanita jahat yang mengganggu ibunya, tapi kenapa sekarang wanita itu terlihat rapuh? Lily dengan jiwa sosial yang tinggi mengabaikan perbuatan Mita. Ia mendekat, bermaksud memberi hiburan.

Lily juga punya oma dari mama, tapi hubungan mereka juga tidaklah baik.

Mungkin takdirnya memang hanya hidup bersama kakak dan ibunya. Sudahlah, Tuhan punya rencananya sendiri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

ya hidup harus diterus kan

2025-02-28

0

Alanna Th

Alanna Th

astaga, sungguh mngharukn

2025-04-03

0

guntur 1609

guntur 1609

nyesal jau kn

2025-03-15

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!