Ketemu!!

"Kau dimana, Vir? Aku kan sudah bilang tunggu aku di bandara, jangan kemana-mana!"

"Di taman dekat pinggiran kota. Mobilku mogok tiba-tiba."

"Itulah akibatnya jika tidak mendengar!"

"Ya sudah, nanti saja mengomelnya. Cuaca sudah gelap."

Dian benar-benar dilanda kekhawatiran sekarang. Vira baru mengabari jika ia dan Emilio sudah tiba di Jakarta. Dian sudah memperingati dokter muda itu agar menunggunya disana, tapi Vira malah pergi dengan mobil yang diantar sopir.

Cuaca sedang tidak mendukung. Sebentar lagi pasti akan turun hujan dan Dian belum menemukan lokasi dimana mobil Vira mogok. Cuaca buruk ini mengganggu sambungan Vira.

Dian mencoba tenang. Ia membawa mobilnya dengan kecepatan sedang menuju pinggiran kota. Saat di lampu merah, Dian terpaksa berhenti. Ia mengetuk jarinya tidak sabar di setir mobil.

Hingga Dian melihat seorang nenek tua kesulitan membawa dagangannya hendak menyebrang ragu-ragu. Ibu satu anak ini akhirnya turun dari mobil untuk membantu. Dian tidak tahu jika seseorang sedang mengawasinya dari jauh.

-

-

-

-

Setelah pertemuan singkat dengan Emi, Nico memutuskan untuk pulang. Kesedihannya berkurang sedikit setelah bertemu anak tampan itu. Ia bertanya-tanya bagaimana rupa anak-anaknya. Apakah mirip dia atau Dian? Siapapun itu, mereka tetap darah dagingnya.

Senyum getir tersungging di bibirnya. Mengapa begitu sulit menemukan mereka. Sejak melihat bunga Daisy di makam kakeknya, Nico semakin bersemangat mencari wanita yang selama enam bulan mengisi kebahagiaan nya.

Nico berhenti tepat di lampu merah. Jalanan terlihat sepi karena cuaca tidak mendukung. Kebanyakan orang pasti memilih beraktivitas di dalam ruangan di saat seperti ini. Seraya menunggu lampu kembali hijau, matanya tak sengaja menangkap wanita yang berlari keluar dari mobil.

Ia tersenyum tipis, merasa kagum dengan kepedulian wanita itu. Sudah sedikit orang yang bersedia membantu seperti wanita itu. Sayangnya wajah itu tak terlihat karena membelakanginya. Rambut pendek sebahunya mengingatkan ia pada Dian. Tubuh itu hampir sama mungilnya. Ah ... ia kembali rindu.

Nico tanpa sadar terus saja memperhatikan. Hingga wanita itu berbalik hendak menuju mobilnya. Wajah Nico tak lama menampakkan ekspresi lain. Wanita itu ... ia sangat mengenali, sangat!!

DIAN!

Matanya tak bisa berpaling seolah takut sosok itu akan kembali hilang. Sekarang ia yakin wanita yang ia lihat di swalayan memang wanita ini. Ia tidak salah! Itu memang Dian! Wanitanya yang juga ibu dari anak-anaknya.

Nico tak dapat mengontrol tubuhnya yang bergetar. Kerinduan bertahun-tahun menyeruak masuk ke dalam dirinya. Inikah kesempatannya? Maka tak akan ia sia-siakan!

Nico langsung menginjak gas ketika mobil Dian sudah bergerak. Tak akan ia biarkan lolos lagi! Ia tak peduli jika nanti Dian menolaknya. Wanita itu harus jadi miliknya kembali!

Nico menyeringai saat mobil yang dikendarai Dian tiba-tiba bergetar cepat. Sepertinya wanita itu sadar jika ia diikuti.

Larilah. Lari lah sejauh yang kau bisa!

Dan ... Citttt. Nico berhasil menghalau mobilnya.

Didalam Dian memaki kesal. Mood nya semakin rusak melihat mobil yang sejak tadi mengikutinya sudah berhenti tepat di depannya, membuatnya terpaksa mengerem secara mendadak.

Mobil ini mewah. Pemiliknya pasti dari kalangan atas. Apa tujuannya menghentikan dirinya? Ingin merampok? Yang benar saja!

Ia keluar, mendatanginya pemilik mobil yang mengganggunya itu.

Tuk tuk tuk ... mengetuk kaca mobil.

"Apa maksudmu? Mengapa menghalangi jalanku!" Wanita ini terlihat kesal.

Nico sudah berkaca-kaca. Wanita ini terlihat baik-baik saja.Tubuhnya juga semakin berisi. Lihat wajahnya, tak banyak berubah, hanya lebih dewasa dan ... semakin cantik. Bodohnya ia pernah menyia-nyiakan demi wanita lain yang hanya memanfaatkannya. Syukurlah, dia hidup dengan baik.

"Hei! Kenapa tidak keluar? Kau ingin melihat singa mengamuk!"

Tapi sejak kapan sifatnya berubah? Dian yang dulu sangat manis dan lembut. Tak apa. Meski begitu tak ada yang berubah. Ia akan tetap mencintainya.

Begitu pintu mobil terbuka, Dian mundur. Tubuhnya membeku saat pemilik mobil keluar. Perasaan terkejut, takut, dan rindu bercampur. Ia tak dapat mengalihkan pandangannya pada pria yang masih dicintainya hingga kini.

Dian merasa sesuatu mengganggu penglihatannya. Genangan air mata ternyata sudah membasahi manik mata hitamnya. Belum lagi pria itu terlihat lebih kurus. Tidak ada senyum yang pernah ia lihat. Pria ini seperti tak terawat. Ada kumis tipis di sekitar rahangnya.

Ada kesedihan dan rasa kesepian di mata itu. Apa yang terjadi pada pria ini? Apa ia benar-benar bahagia saat dirinya pergi? Pria ini pernah begitu hangat, lembut bahkan memanjakannya. Ia memastikan pria ini bahagia sebelum ia menghilang seolah tak pernah ada. Tapi apa yang dilihatnya sekarang?

Ingin ia mendekat dan memeluk pria yang pernah memberinya kasih sayang. Ia ingin mengadu pada pria ini, bahwa ia membutuhkannya! Ia menderita tanpa keberadaannya! Mengatakan semuanya, bahwa ia lelah, ia butuh sandaran.

Ingin rasanya ia mengadukan semuanya. Juga mengatakan jika Lily dan Emi ada dan selalu mencintainya dari jauh. Tapi alam bawah sadarnya seperti memperingati. Pria ini telah menikah! Pertemuan ini tidak boleh mengubah apapun!

"Dian ..."

Tidak! Jangan katakan apapun.

Selama ini ia selalu menahan diri. Berusaha untuk tak mendengar satu berita pun mengenai Nico atau rasa sakit itu akan kembali lagi. Ia tak ingin satu kata dari Nico meruntuhkan pertahanannya!

"Aku merindukanmu."

Dian menggeleng seraya memundurkan langkahnya. Ini tidak boleh. Sadarlah! Kalian tidak bisa bersama. Genangan air yang menumpuk berusaha keras ia tahan. Dirinya yang dulu kembali lagi. Sekarang ia paham sifat lemahnya hadir saat pria ini datang.

"Kau salah orang," ucap Dian sekuat tenaga.

Ia bergerak cepat memasuki mobilnya dan mengunci. Tak peduli Nico sudah menepuk-nepuk kaca mobilnya. Jalan disana cukup besar untuk Dian memindahkan posisi mobil dan pergi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

dia tak tahu orang tu dah bercerai

2025-02-28

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

hah...

2024-05-31

0

Andry Lenny

Andry Lenny

jd skrg si Melly jg tinggalin Nico y? jd Rico anaknya Melly sm sapa?

2024-03-16

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!