Flashback : Menderita Sendirian

..."Cinta mungkin akan memberikan luka. Tapi, luka akan membuatmu lebih dewasa."...

...•...

...•...

Dian duduk bersandar pada kepala ranjang dengan tangan memelut lutut. Ia termenung memandang kesunyian malam yang terlihat kelam di luar jendela. Nampaknya alam ikut merasakan suasana keadaan dirinya.

Dian beranjak dari duduknya. Ia merapatkan selimutnya yang membalut dirinya yang telanjang, lalu berjalan menghadap dinding kaca yang menampakkan kegelapan malam. Setitik butiran kristal mengalir dari sudut matanya.

Malam ini terjadi lagi. Untuk kedua kalinya ia kembali memberikan tubuhnya pada lelaki yang masa depannya bukan untuknya. Sudah hampir tiga bulan malam itu terjadi dan sekarang kembali terjadi.

Ia menoleh, menatap pria yang terlelap di atas ranjang. Begitu tenang dalam tidurnya. Wajahnya begitu menggoda kaum wanita, siapa yang bisa menolaknya? Dan ia hanya gadis beruntung yang kebetulan menjadi istrinya.

Meski pernikahan ini tidak diinginkan, kau tetap memperlakukanku dengan baik. Kau menepati janjimu untuk membiarkanku menjadi istrimu sampai kekasihmu kembali. Terima kasih dan aku menghargainya.

Malam ini, Nico kembali dalam keadaan mabuk. Entah apa yang terjadi padanya diluar sana hari ini, namun ia terus menyebut nama Melly dalam racauan nya. Begitu cintanya kah Nico pada wanita itu?

Dian hanya mampu menerima itu. Mereka sudah sepakat dan ia bukan gadis yang akan menjilat ludahnya sendiri. Sakit memang, dimana kau menerima kenyataan bahwa kau sudah mencintai pria itu.

Ia mencoba mengabaikannya, lalu kembali menatap keluar sana. Menatap langit, Dian berdoa pada Tuhan.

Tuhan, biarkan aku terus mencoba tersenyum dalam sebuah kesakitan. Langit tidak selamanya cerah, kadang hujanpun bisa membawa bencana dan perasaan juga sering kali bisa terluka. Aku menerima sebuah takdir yang kau tulis untukku, cukup beri aku kekuatan. Maka, aku akan menerima bahagiaku di kemudian hari.

Kenyataan memang tak selalu beriringan dengan harapan tapi bukan berarti kita harus dilanda keputusasaan.

.......

...--- o0o ---...

.......

Dian tersenyum sedih menatap sebuah gambar kecil yang terpampang jelas dua makhluk kecil seukuran kacang. Ia meraba perutnya yang datar dengan lelehan air mata menyakitkan ikut menyertainya. Sudah dua bulan sejak malam kedua mereka terjadi, Dian akhirnya dinyatakan positif hamil bayi kembar.

Ia tidak menangis karena membenci, tapi bagaimana ia akan menjelaskan pada kedua anaknya kelak jika mereka terlahir tanpa seorang ayah? Dian tak bisa membayangkan saat keduanya lahir dan tumbuh tanpa sosok papa yang menjadi pemimpin.

Saat mendengar pintu kamar terbuka, Dian dengan cepat menghapus air matanya. Ia kembali mencoba tersenyum, seolah semua baik-baik saja.

"Dian ..." Nico tidak melihat keberadaan istrinya tersebut. Entah mengapa ia ingin melihat gadis itu untuk menghilangkan suasana hatinya yang buruk.

Hari ini, ia mendapat kabar jika kekasihnya telah kembali. Wanita yang dicintainya selama bertahun-tahun itu akhirnya kembali ke Indonesia setelah membatalkan pertunangan secara sepihak dengan alasan karier.

Namun, bukan itu yang ia rasakan. Mengapa ia tidak sebahagia dulu ketika mendengarnya? Ia mulai ragu dengan keputusannya. Rasanya begitu cepat, ia seolah belum ingin Dian pergi. Apa ia mulai mencintai gadis itu?

"Maaf membuatmu menunggu." Lamunan Nico buyar ketika Dian muncul dari balik kamar mandi. Ia tersenyum, memberi ruang pada Dian agar duduk disebelahnya.

"Kau baik-baik saja?" tanya Dian khawatir. Ia bisa melihat wajah Nico yang berbeda.

Pertanyaan itu membuat Nico kembali tersenyum. Gadis ini selalu tahu perubahan dirinya, tidak seperti Melly yang terkadang sibuk dengan urusannya sendiri. See? Ia bahkan mulai membanding-bandingkan keduanya.

"Aku baik-baik saja." Nico merengkuh wajah Dian dan mengelusnya lembut. Jujur wajah ini selalu membuatnya tenang. Rambut pendek ala anak remaja memang membuat Dian seperti anak SMA.

Ia memang gadis 18 tahun! batin Nico mengingatkan.

"Bohong!" Menurunkan tangan Nico. "Ayo jujur padaku. Ada apa?" desak Dian, membuat pria itu terkekeh.

"Tidak ada, aku hanya merindukan wajah menyebalkanmu ini." Nico mencubit pipi chubby Dian gemas, membuat gadis itu memekik.

"Kau yang menyebalkan. Lepaskan, sakit tahu!" Dian mengelus-elus pipinya yang memerah. Nico tertawa, ah bahagianya.

Tapi tunggu! Ada yang aneh dengan gadis ini. "Kau habis menangis?" Nico hendak menyentuh mata Dian yang terlihat sedikit membengkak. "Tidak! Untuk apa menangis," kilah Dian gugup, menepis tangan Nico.

"Sungguh?" tanya Nico curiga. "Tentu," jawabnya meyakinkan.

Nico menghela nafas pelan. "Katakan saja apa yang mengganggumu. Aku akan mencoba membantu sebisaku," kata Nico lembut, membuat dada Dian berdesir.

Bagaimana mungkin aku tidak mencintaimu jika kau terus memperlakukan ku seperti ini. Memperlakukan seolah kita takkan berpisah.

"Nic ...."

"Hm?"

"Bagaimana jika aku hamil?" tanya Dian ragu-ragu. Ia terus memperhatikan wajah Nico.

"Tidak akan, itu kecelakaan. Hanya sekali tak mungkin membuatmu hamil." Mengelus kepala Dian. Ia berpikir Dian khawatir dengan masa depannya nanti.

"Seandainya iya?" Dian mencoba agar terlihat biasa saja, padahal ia sangat ingin menangis. Mengatakan pada Nico jika ia hamil anak pria itu!

Nico bahkan tidak mengingat malam kedua mereka!

"Aku akan merawatnya dengan baik bersama Melly."

Hancur. Hilang sudah harapan kecilnya. Bagaimana mungkin Nico begitu mudahnya mengatakan itu. Bahkan jika ia masih remaja, ia adalah gadis yang akan menjadi ibu mereka. Dian takkan rela menyerahkan anak-anaknya untuk wanita lain, namun ia juga tak ingin egois.

Meski ia meninggalkan anak-anaknya bersama keluarga Abraham, apa kehadiran mereka tetap diterima? Apa mereka akan diperlakukan dengan baik disini saat ia pergi? Tidak! Lebih baik menjauh daripada memiliki keluarga lengkap namun tidak dihargai kehadirannya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

sunguh menedih kan

2025-02-28

1

Sandisalbiah

Sandisalbiah

berengsek.. kau tak pantas hidup bahagia Nico.. begitupun wanita arogan yg kau panggil mama itu..

2024-05-31

0

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

⚘️💙⚘️ Neng Gemoy ⚘️💙⚘️

gak ada akhlak banget yak ngomong spt itu .... 😡😡😡

2023-12-26

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!