Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.

Seorang wanita terlihat sedang memangku seorang gadis kecil di dalam sebuah mobil. Keduanya menatap intens seseorang diluar sana. Di sebelah kedua perempuan itu, bocah laki-laki juga ikut mengamati keadaan luar.

"Apa itu papa?" Gadis kecil itu adalah Lily. Sang ibu akhirnya membawa mereka untuk melihat sosok ayahnya.

"Yes." Mata Dian tak berpaling dari sosok itu. Demi buah hatinya, ia kembali memberanikan diri untuk melihat mantan suami yang masih dicintai.

Sakit, sesak kembali ia rasakan. Meski sudah hampir empat tahun lamanya ia menghindar, nyatanya tak sedikitpun ia dapat melupakan. Selama ini ia selalu berpura-pura kuat, tapi tak ada yang melihat betapa rapuhnya dirinya.

Senyum dan keceriaan selalu ia tampilkan di depan Lily maupun Emi. Menunjukkan jika mereka akan baik-baik saja walau tanpa papa. Itulah Dian. Pandai berpura-pura dalam suatu keadaan.

Percayalah. Ia tak pernah menjadi sosok paling sabar ataupun lembut. Bukan sekali ia sering melawan maupun menentang orang-orang sekitarnya termasuk keluarganya sendiri. Disekolah ia pun sering mendapat teguran karena terlibat pertengkaran.

Broken home. Mungkin itulah julukan yang tepat untuknya.

Namun, pernikahan dengan Nico membawa banyak perubahan untuknya. Pria itu berhasil membawa sosok lembut dan penyabar Dian datang. Berkatnya, Dian tak lagi mengenali sosoknya yang buruk.

Ia berubah ... untuk sesaat. Setelah perpisahan, dirinya yang dulu mulai kembali. Namun kembali bagian dari Nico menahannya. Bayi-bayi kecilnya ... sumber dari semangat hidupnya.

Di kaca mobil gelap itu Lily meletakkan tangannya. Kepala kecilnya bersandar disana seolah sedang menyentuh sang papa yang tak dapat ia raih. Ia tersenyum. Papanya begitu tampan. Ia ingin berlari dan memeluknya, tapi tidak bisa.

"Mama ... apa papa mencintaiku?"

Deg!

Pertanyaan Lily seakan meremukkan hati Dian. Apa yang harus ia jawab? Ia bahkan tidak tahu apakah Nico akan mencintai mereka.

"Tentu saja, tapi papa sudah bahagia." Jawaban itu akhirnya keluar dari mulutnya.

Maaf. Soal perasaan kalian tidak perlu tahu.

Berbeda dengan Lily. Emi pribadi yang begitu peka dengan sekitarnya. Ia tidak seperti bocah pada umumnya. Dirinya seperti sang ibu, tertutup dan tidak begitu suka berinteraksi. Tapi Emi tidak pernah mengenal ayahnya. Dari segi wajah hingga kepribadian sebenarnya mengikuti pria itu.

Emi hanya diam tanpa bertanya meski matanya ikut mengamati. Saat mendengar pertanyaan Lily, Emi langsung menatap ibunya. Senyum palsu itu, ia bisa melihatnya. Ada banyak kesedihan di wajah cantik itu.

Jawaban palsu!

Pelan-pelan ia memeluk lengan Dian, membuat wanita itu menoleh. Emi tersenyum, memberi tahu pada Dian tidak perlu khawatir. Meski masih kecil, keinginan untuk membuat ibunya bahagia tanpa kebohongan sudah ada sejak lama.

Dian mengelus kepala Emi dengan senyuman juga. "Mencintai itu tak harus memiliki. Melihat mereka yang kita cintai bahagia, itu sudah lebih baik. Itulah ikhlas dan tulus yang sebenarnya."

"Tapi Mama akan tetap memiliki kami tak peduli sebesar apa cinta Mama pada kami," kata Lily melebarkannya tangan mungilnya.

Dian terkekeh. Ahh .. inilah semangat hidupnya. Hanya mereka tujuan hidup Dian.

.......

.......

...--- o0o ---...

.......

.......

"Kelamin yang terlihat perempuan, Nyonya," ucap dokter kandungan yang pernah memeriksa Dian.

"Hm, pergilah."

Reana Hanasta memijat kepalanya pusing. "Kau dengar itu? Anak itu perempuan!"

Jika bayi itu laki-laki, mungkin Rea masih bisa mempertimbangkan bayi tak jelas dari mana usulnya itu menjadi pewarisnya. Tapi sekarang putrinya yang mengandung di usia muda ini mengandung anak perempuan!

"Memangnya kenapa?" tanya Dian datar meski sudah tahu jawabannya.

"Dian! Aku tidak tahu apa yang kau lakukan di luar sana. Keadaan mu yang sekarang saja sudah bisa membuat keluarga kehilangan muka!"

"Anak ini perempuan. Gugurkan saja. Kau bisa memiliki anak lagi nantinya."

Tangan Dian mengepal mendengarnya. Bagaimana bisa wanita ini begitu santainya meminta ia menggugurkan kandungan.

"Bagaimana jika anakku kelak adalah perempuan lagi? Mama akan memintaku menggugurkan lagi?"

Bagi wanita berstatus seperti Rea, anak perempuan tidaklah begitu berguna. Namun mereka bisa dijadikan ikatan untuk bekerjasama dengan pebisnis lain. Ia telah berniat menjodohkan Dian dengan salah satu pebisnis besar, namun gadis itu malah kabur dan hilang entah kemana.

Sekarang ia sudah menemukan kembali gadis ini. Tapi betapa terkejutnya ia mengetahui putrinya itu dalam keadaan hamil!

"Kenapa tidak menjadikan aku seorang pembunuh saja!" bentak Dian. Kesabarannya sudah habis.

"DIAN!"

"Kenapa tidak Mama saja yang melahirkan anak laki-laki? Kenapa tidak menggugurkan kami yang adalah anak perempuan? Kami wanita berhak untuk hidup seperti yang lain. Anakku bukan mesin penghasil uangmu! Dan aku bukan mesin pembuat anak!" Rea terdiam.

"Lihat Mama sekarang. Bukankah kau yang memimpin perusahaan? Artinya Mama yang juga perempuan tidak masalah jika menjadi pewaris!"

Rea tak dapat membantah. Semua ucapan Dian benar adanya. Tapi egonya lebih tinggi.

"Aku tak peduli. Sampai kapanpun aku akan mempertahankan bayiku. Tak perlu menjadi pewaris, cukup menjadi anakku saja sudah cukup!" Dian menekan setiap kata-katanya.

"Mulai hari ini namaku hanya Diandra Selena, keluarga Hanasta tak berhak ikut campur kehidupanku. Bayi ini laki-laki atau bukan, dia hanya akan menjadi anakku!"

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

sherly

sherly

kenapa ngk dibahas hidup Nico setelah menikah dgn Melly.

2025-04-01

0

Ds Phone

Ds Phone

emak sendiri punkejam

2025-02-28

0

Sandisalbiah

Sandisalbiah

Rea protes krn Dian mengandung janin perempuan dan tanpa hati dia memintanya utk menggugurkan.. sadar gak kalau dia itu juga perempuan.. dasar gak waras

2024-05-31

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!