Takdir Bukanlah Kebetulan

Lily menunduk seraya meremas tangannya yang berkeringat. Ia tak berani menatap sosok cantik yang menatapnya tajam itu. Beberapa kali ia mengatur nafasnya agar bisa tenang, tapi yang namanya berhadapan dengan sang ibu memang menakutkan bagi Lily. Marahnya orang sabar memang mengerikan.

Ya, karena cerobohannya yang melupakan waktu, ia harus berhadapan dengan Dian sekarang. Rupanya Dian datang ke sekolah saat jam istirahat berlangsung, namun tak mendapati putrinya itu disana. Dian pun dilanda kepanikan karena tak ada satupun orang disana yang melihat Lily.

Hingga salah satu murid laki-laki yang dibantu Dian bersekolah yang juga merupakan teman Lily mengatakan jika gadis itu pergi bersama wanita yang menyebut dirinya oma, namun dipanggil nyonya oleh Lily.

Dian yang mendengar itu langsung menerka-nerka. Apa mungkin wanita itu Rea ibunya. Tapi, Lily memanggil Oma pada Rea bukan nyonya. Anak laki-laki itu juga mengatakan jika Lily akan kembali sebelum bel masuk. Dian mencoba tenang dan menunggu, namun sampai bel masuk sudah berlalu cukup lama, Lily tak kunjung terlihat.

"Dimana Lily?" katanya langsung saat panggilan terhubung ke nomor ibunya.

"Apa maksudmu? Lily tidak bersama Mama." Padahal ia sudah senang mendapat telpon dari Dian.

"Temannya bilang dia pergi bersama Omanya," kata Dian tidak percaya. Ia tahu ibunya itu begitu menginginkan anak-anaknya.

"Tidak. Apa yang terjadi? Lily hilang?" Nada khawatir terdengar di ujung sana.

"Ya. Dia tidak ada disekolah!"

"Tapi itu bukan Mama, Dian. Mama memang ingin mereka, tapi tidak akan menggunakan cara kotor seperti ini."

"Mama akan kesana mencari Lily," lanjut Rea.

"Tidak perlu!" Dian memutuskan sambungan.

Tak mendapat jawaban, Dian lantas pergi ke ruang keamanan untuk mengecek cctv. Begitu keberadaan Lily terlihat, ia terpaku menatap monitor dengan wajah tanpa ekspresi. Tanpa berkata-kata, ia pergi begitu saja.

Apa yang kau inginkan? Tak puas kau menghina anakku dulu!

Malamnya, Lily kembali diantar oleh Mita hanya sampai depan pagar. Ia sudah merasa was-was saat akan masuk. Dan benar saja, Dian sudah menunggunya di sofa ruang tamu. Tahu apa yang dimaksud ibunya, Lily duduk dengan patuh dihadapan Dian.

"Kau tahu kenapa mama melarangmu mengganggu papa dan keluarganya?" Lily mengangguk. Tentu ingin melindungi mereka dari cercaan.

"Karena kita berbeda. Kita hanya akan menjadi bahan ejekan." Suara Lily bergetar.

"Lalu?" Dian sebenarnya tak tega mengintrogasi Lily, tapi ia ingin putrinya itu mengerti bahwa ini demi kebaikannya juga

"Maafkan Lily, Mama. Nyonya Mita selalu memohon, Lily tidak tega." Entah darimana sifat berbelas kasih Lily datang.

"Lily ..." Suara Dian melunak, membuat Lily menatapnya. "Mama bukan melarangmu. Tapi bayangkan jika suatu hari Nyonya Mita mengetahui identitasmu. Lily pikir Mama akan terima jika dia menghinamu karena Lily anak Mama?"

"Tidak masalah jika Lily menyayanginya sama seperti Lily menyayangi papa. Mama tidak keberatan. Tapi ingat posisi kita dengan mereka."

"Lily tidak mengerti. Bukankah Mama juga kaya, lalu kenapa Nyonya tidak menyukai Mama?"

"Lily ... rasa suka itu tidak datang dari kekayaan, tapi ketulusan. Dia mengira Mama hanya gadis tidak jelas dan tak sederajat, itu sebabnya tidak menyukaiku. Memangnya Lily mau diterima hanya karena kita kaya saat ini? Setelah kita tak punya apa-apa, mereka akan membuang kita." Lily langsung menggeleng. Ia mengerti sekarang.

"Maaf, Mama," ucap Lily lagi. Dian menghela nafas pelan. "Mama tidak marah. Mama hanya mencintai Lily."

Gadis kecil itu akhirnya meneteskan air mata. Ia memeluk Dian begitu erat. Ia takkan membuat membuat masalah yang akan merepotkan ibunya itu. Dian hanya wanita yang berperan sebagai ibu dan ayah untuknya. Tak peduli seperti apa karakter asli ibunya diluar sana.

***

"Huaaa ... Mamaa!" Suara teriakan Lily mengagetkan Dian yang sedang menyiapkan sarapan. Wanita itu buru-buru menyusul Emily yang ada di kamar. Begitu masuk, Lily langsung menyembunyikan tubuh kecilnya di balik kaki sang ibu.

"Ada apa?" Dian ikut panik.

"Mama ... ada penyusup! Cepat tangkap dia." Menunjuk seseorang yang meringkuk di dekat ranjangnya.

Melihat siapa yang dimaksud Lily, Dian menghembuskan nafas kasar. Bikin kaget saja! Ia lupa memberitahu perihal anak angkatnya yang baru.

"Kenapa diam saja, Mam," rengeknya..

"Dia bukan penyusup."

"Lalu apa? Anak Mama? Tidak mungkin, kan!"

"Dia memang anak Mama."

"Apa?!" Lily membulatkan matanya lebar. Ini begitu mendadak. Ia melepaskan pegangan tangannya dari kaki Dian.

"Rico, kemari, Sayang." Rico tidak bergerak. Ia juga terkejut melihat kehadiran Lily tadi. Belum lagi gadis itu berteriak membuatnya takut.

"Mama ..." Suara Lily hendak menangis. Ada apa ini? Ibunya tidak akan menikah lagi, kan?

"Dengarkan Mama dulu." Tahu apa yang dipikirkan otak kecil itu.

"Mama temukan dia di Mall, tapi ibunya tak menyukainya ..." Dian menjelaskan dengan jelas keadaan Rico saat itu. Lily yang mendengarkan pun ikut iba.

"Ayo." Membawa Lily mendekati Rico.

"Namanya Rico. Mulai sekarang dia akan menjadi adik Lily dan Emi."

"Dan Rico. Kenalkan ini kakak Lily. Mulai sekarang dia akan menjadi teman sekaligus Kakak Rico ya."

-

-

-

-

Di tempat lain ....

"Nic, kau tidak marah Mama membawa Lily, kan?" Sejak tadi Nico tidak berbicara apapun. Wajah pria itu selalu saja tanpa ekspresi. Mita selalu berusaha menahan kesedihan melihat bagaimana sikap dingin Nico padanya sejak kejadian dulu.

"Kenapa? Mama menyayanginya?" tanya Nico datar.

"Mama– ya. Rasa itu tumbuh dengan sendirinya," jawab Mita gugup.

Nico tersenyum sinis mendengarnya. "Padahal dulu Mama bisa memiliki dua, tapi sekarang malah memilih orang asing," kelakar Nico seraya pergi dari hadapan sang ibu.

Mita membeku. Rasa sakit dan bersalah itu kembali lagi. Nico tidak salah. Apa yang Nico ucapkan memang benar. Jika ia tidak egois, mungkin sekarang ia sudah bersantai menikmati masa tuanya bersama sang cucu.

Bagaimana jika Dian tidak mempertahankan cucunya?

Dikamar Nico kembali meraih foto-foto Dian. Sampai sekarang ia masih berusaha mencari dimana gadis itu. Tak peduli seberapa keras dirinya mencari, sesuatu seolah menghalanginya. Ia tak ingin berpikir jika takdir tak lagi memberinya kesempatan. Bahkan jika sebuah kebetulan mampu mempertemukan mereka, Nico akan membuat kebetulan itu menjadi sebuah kesempatan.

Ada pepatah mengatakan, 'Kebetulan adalah takdir, dan takdir bukanlah kebetulan.' Dan Nico mempercayai itu.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Jangan lupa Like dan Komennya ya Say😚...

Terpopuler

Comments

Rosita Tumbelaka

Rosita Tumbelaka

lama2 aq suka cerita nya...alurnya bagus dan sistematis... kata2 juga bagus
Senang baca nya...krn aq hobby baca novel..komik dll
aq baca Karya Ian Fleming James Bond Juga serial Kho Ping Ho

2025-03-30

2

sherly

sherly

kenapa dia ngk nikah Ama pacarnya yg model tu...bukannya dia berniat seperti itu setelah si model tu kembali...

2025-04-01

0

Ds Phone

Ds Phone

meraka akan bertemu kalau dia setia

2025-02-28

2

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!