Tujuan Akhir adalah Bahagia

Akhir dari sebuah hubungan itu bukanlah akhir dari segalanya, namun adalah awal dari coretan tinta perjalanan hubungan baru yang lebih indah. Kehidupan hanya bisa kita pahami dengan mundur ke belakang. Namun kita harus tetap menjalani dengan maju ke depan.

Dalam perjalanan mungkin kita akan merasakan kepahitan, tapi ingatlah tujuan akhir mu adalah kebahagiaan. Diandra tersenyum sambil mengelus perutnya yang sudah membesar. Meski beban berat masih bertahan di hatinya, ia mencoba bertahan demi sang buah hati.

Berdiri menghadap cermin, mata Dian memandang dengan penuh cinta siluet yang menyerupai dirinya. Sudah 8 bulan. Tinggal menunggu 1 bulan lagi untuk melihat buah cintanya dalam bentuk nyata.

Villa tempatnya singgah akan menjadi saksi bisu perjuangannya selama mengandung. Tanpa kerabat maupun sanak keluarga disisinya.

Mereka akan menjadi bukti cinta tulus Diandra yang mencintai suaminya, Nicolas. Ia tak mampu menggenggam pria itu, tapi ia masih mampu menjaga miliknya.

-

-

-

"Sedikit lagi, Nona."

Diandra mencengkeram erat sisi ranjang. Ia mengejan mengikuti arahan dokter. Ternyata begini rasanya ketika melahirkan. Sangat sakit, namun membuatmu ingin terus berjuang. Ia ingin berhenti. Ia ingin istirahat dari rasa sakit ini. Tapi begitu mengingat jika masih ada nyawa yang harus dikeluarkan, ia mengabaikan rasa sakit itu.

Hingga suara tangisan bayi menjatuhkan lelehan air mata Diandra. Ia berhasil. Keduanya mampu ia lahirkan dalam keadaan sehat dan selamat. Lihat wajah mungil dengan tangan mengepal itu. Membuat jiwa Diandra seakan terpanggil kembali untuk terus bertahan.

"Si kakak adalah laki-laki dan adiknya perempuan," ucap Dokter ikut tersenyum bahagia.

Nic, kau lihat? Wajahnya sangat mirip denganmu. Tidak adil! Padahal aku yang berjuang.

Jika melahirkan sesakit ini bahkan harus berkorban nyawa, mengapa masih banyak orang tua diluar sana yang menelantarkan anaknya?

Dian memeluk kedua buah hatinya di dada, memberi kehangatan seorang ibu yang tak akan tergantikan keberadaannya di hati anak-anak. Tak akan ada yang mampu menyayangi kita melebihi seorang ibu.

***

"Mama, dimana papa?"

"Kenapa kami tidak pernah melihatnya?"

"Apa papa tidak sayang kita?"

Pertanyaan ini sudah sering keluar dari mulut bocah kembar yang baru menginjak usia 4 tahun itu. Wajah polos keduanya membuat Dian merasa berdosa.

Mereka mulai bertanya saat Dian membawa mereka untuk jalan-jalan. Disaat anak yang lainnya bermain bersama ayahnya, maka berbeda dengan mereka yang hanya melihat ibunya selama ini.

Keduanya masih kecil. Mata Dian berkaca-kaca setiap pertanyaan yang sama terus terlontar dari mulut kecil itu. Ia payah, ia lemah. Mulutnya kelu hanya untuk sekedar memberi alasan.

"Mama akan beritahu saat kalian sudah besar."

Tak pernah mendapat jawaban jelas dari sang ibu, keduanya tak lagi bertanya. Tapi, saat ulang tahun mereka yang ke-5 tahun, Dian memberi mereka sesuatu yang menjadi jawaban.

"Papa ... itulah papa kalian."

Foto-foto yang Dian ambil selama menjadi istri Nico. Ia menyimpannya sendiri tanpa ada yang tahu.

"Tampan sekali. Mirip seperti Kakak." Lily tersenyum ceria, wajah bahagia itu bukanlah kebohongan.

"Lalu kapan papa akan datang?" tanya Emi.

Dian tersenyum. "Lily, Emi. Papa sudah bahagia. Dia sudah memiliki keluarganya sendiri. Kita tidak boleh mengganggunya."

"Kenapa? Diakan papa kita."

"Mama dan papa sudah tidak bersama. Jika papa datang, maka keluarganya akan bersedih. Apa kalian mau merebut kebahagian mereka?"

Lily dan Emi menggeleng. "Kalau begitu dengan Mama saja sudah cukup." Keduanya memeluk Dian erat.

"Mama akan ceritakan semuanya saat kalian sudah mengerti."

Malam-malam sepi kembali Dian lalui. Berdiri di balkon rumah sambil memeluk tubuhnya sendiri yang tertepa angin malam. Matanya menatap lurus dengan pandangan kosong.

Semua bayangan masa lalu datang menghampiri setiap kali Dian sendiri. Setelah hampir tujuh tahun lamanya semua berlalu, nyatanya tak satupun dapat Dian lupakan. Tak peduli sekeras apapun hati dan wataknya, Dian masih wanita yang membutuhkan sandaran.

Tujuannya kini hanya untuk membahagiakan anak-anaknya. Hidupnya yang sekarang tak lebih dari sekedar menjadi seorang ibu. Bahkan untuk menjalin sebuah hubungan baru, Dian tak lagi berminat.

Merasa sudah cukup lama berdiam diri disana, Dian kembali masuk ke kamarnya. Ia baru ingat jika belum berbelanja, tapi hari sudah malam. Ada swalayan kecil di luar kompleks yang tak jauh dari rumah. Ia bisa membeli beberapa untuk besok pagi.

Tak banyak yang ia beli, hanya beberapa. Ia khawatir Lily dan Rico akan bangun dan mencarinya. Setelah selesai membayar Dian hendak langsung menuju mobil, namun segera terhenti kala melihat seseorang tidak sengaja menjatuhkan barang belanjaannya.

Wanita ini tanpa pikir panjang membantu mengumpulkan barang-barang yang terjatuh. Dian langsung menyerahkan begitu saja tanpa melihat pemiliknya dan pergi secepatnya karena diburu waktu.

Karena tergesa-gesa, Dian tidak menyadari jika orang yang ia bantu sedang berusaha mengejar dirinya, namun tidak berhasil karena wanita itu sudah menghilang dari pandangan.

Dian!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

...Novel yang aku buat ini alurnya lambat ya Say. Mengingat alurnya Maju - Mundur, jadi aku mau selesaikan dulu cerita masa lalunya. Setelah semua masa lalu selesai, baru deh kita fokus sama kehidupan yang sekarang ya🤗...

...Jadi musti sabar buat Nico sama Dian ketemu, karena setelah ketemu aku akan sulit menceritakan masa lalu lagi. Jadi lebih baik selesaikan lebih dulu....

...Update juga lambat karena masih memprioritaskan Cleire dan Chris ya. Bagi yang belum baca, kuy baca dulu😜 Ceritanya gak kalah seru kok....

...Aku tunggu di setiap Novel aku🤗😘 Klik aja bio aku....

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

sangat bijak kau dian. padahal usiamu msh terlalu muda, dlm berumah tangga

2025-03-15

0

Ds Phone

Ds Phone

baru jumpa siket akan jumpa lagi

2025-02-28

0

Arkha Juna

Arkha Juna

aku lompat aja part y

2024-08-09

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!