Sedikit Harapan

Dua orang gadis berbeda usia tengah berlutut di samping salah satu nisan yang bertuliskan nama seseorang. Doa telah dipanjatkan dan bunga telah ditebarkan.

Dian mengelus batu nisan tersebut dengan penuh kasih sayang dan kesedihan. Orang ini begitu berarti dalam hidupnya. Mengajarkan ia banyak hal di dunia yang kejam ini.

Kakek, istirahatlah dengan baik dan doakan Dian disini. Dian juga akan selalu mendoakan kakek agar tidur tenang disana.

Emily memperhatikan ibunya dengan bingung. Sebelumnya ia tak pernah kemari. Siapa yang dikunjungi ibunya?

"Mama?" Dian menoleh. Ia melihat putrinya yang kebingungan hanya bisa terkekeh pelan.

"Lily ... perkenalkan ini kakek buyutmu. Kakek dari papa, Sayang."

"Kekek buyut?" Dian mengangguk. "Kakek sudah banyak membantu mama. Dia melindungi mama seperti permata di keluarganya. Dan kakek sangat bahagia saat mendengar kehadiran Lily dan Emi," jelas Dian tersenyum.

Namun, semua tak bertahan lama. Tuan besar hanya bisa menemani Dian selama 6 bulan sebelum akhirnya ia menutup mata untuk selamanya. Selama disana, tuan besarlah yang banyak membantu dirinya selain Nico. Tepat saat itu jugalah ia akhirnya berpisah dengan pria yang menjadi ayah dari dari anak-anaknya.

"Benarkah? Lalu kenapa kakek pergi begitu cepat. Lily kan ingin melihatnya juga." Semua yang baik pada ibunya, maka ia tak ragu untuk berbuat baik juga.

"Kakek sudah lelah dan harus beristirahat, Lily. Kita semua akan mengalaminya." Dian menjelaskan dengan sabar.

"Kakek ... ini Emily, putri Dian. Emilio tidak disini, ia sedang les bahasa bersama Vira di Paris. Sangat jauh ya? Begitulah Emi, ia sangat keras kepala seperti Nic." Dian bercerita seolah kakek ada disana. Hal yang sudah sering ia lakukan beberapa tahun belakangan ini.

Lily diam mendengarkan seraya mengamati tingkah ibunya. Dian terlihat sangat bahagia setiap kali menceritakan anak-anaknya, tapi memunculkan kesedihan setiap menyebut Nico sang papa.

"Halo, Kakek. Aku Lily. Aku juga gadis yang hebat seperti kakak. Suatu hari nanti aku akan mendapatkan banyak uang agar mama tidak perlu bekerja lagi. Biar kami saja yang menghidupi mama menggantikan papa." Lily berbicara begitu polosnya, tak memperhatikan sang mama yang sudah meneteskan air mata terharu.

Seandainya ia masih bersama Nico, anak-anak tak perlu memimpikan hal semacam ini. Cukup mereka bermimpi ingin menjadi apa saat besar nanti, bukan bermimpi ingin memiliki banyak uang demi dirinya.

Percayalah, ia tak butuh banyak uang. Yang terpenting ia selalu bahagia bersama anak-anaknya. Bisa menemani mereka tumbuh menjadi anak-anak yang hebat. Uang bisa dicari, tapi kebahagiaan sulit didapatkan.

Kakek pasti banggakan dengan mereka? Dian juga ... bahkan jika mereka bukan siapa-siapa, Dian tetap bangga memiliki mereka.

.......

...--- o0o ---...

.......

Sebuah mobil berhenti di salah satu toko bunga. Seorang pria keluar untuk membeli salah satu bunga yang ada disana. Nico hari ini tiba-tiba merasa sangat ingin mengunjungi makam sang kakek. Tidak tahu mengapa, rasanya ia akan menyesal jika tidak melakukannya.

Saat tiba di depan gerbang pemakaman, mobil mereka rupanya berpapasan dengan mobil lainnya. Nico pikir hanya ia yang akan datang di siang hari seperti ini, ternyata masih ada yang bersedia.

Nico tanpa sengaja melirik ke arah mobil tersebut. Awalnya ia nampak tidak peduli, namun kemudian ia terkejut dari tempatnya duduk. Ia bangkit dari sandarannya dan terus memperhatikan seseorang yang menyentir mobil tersebut hingga menghilang.

Dian?!

Nico seolah tidak mempercayai penglihatannya. Dian yang ia kenal dulu sangat berbeda dengan yang dilihatnya tadi. Bagaimana jika hanya kebetulan mirip? Jantungnya berdetak cepat, rasanya ingin mempercayai hal tersebut.

Hanya satu hal yang bisa meyakinkannya. "Rob, percepat mobilnya!" Roby sang asisten tidak mengerti mengapa tuannya tiba-tiba bertingkah panik, namun ia hanya menuruti. "Baik, Tuan."

Begitu mobil berhenti, Nico langsung berlari turun dengan cepat, membuat Roby spontan mengikuti. Ia ingin memastikan jika itu memang gadis yang selama ini ia cari. Jika benar, ia sedikit memiliki harapan. Setidaknya Tuhan masih memberinya petunjuk jika gadisnya ada disini.

Tepat di depan makan sang kakek, Nico terhenti. Tubuhnya menjadi lemas begitu saja ketika melihat sebuket bunga Daisy putih berada tepat di makam kakeknya. Roby dengan sigap menangkap Nico. "Tuan?"

Bunga Daisy atau Aster memiliki bentuk yang sederhana. Terlepas dari berbagai macam warna yang dimiliki oleh bunga ini, bunga daisy memiliki makna kesucian, kesederhaan, kelembutan dan kemurnian.

Aku menyukainya karena memiliki banyak makna. Yang terpenting ia begitu sederhana. Sederhana diluar, namun begitu berharga didalamnya

Ya! Tidak salah lagi. Itu memang Dian, gadisnya, hidupnya. Nico berlutut disana, menyentuh bunga Daisy dan nisan sang kakek.

"Jadi benar? Kalian selalu bersama tanpa sepengetahuanku, kan?" gumamnya. "Kakek juga yang menyembunyikan keberadaan dan informasi tentang Dian, kan?"

Tuan besar begitu menyayangi Diandra. Pria tua itu seolah sudah menebak apa yang akan terjadi di masa depan. Meski Dian dan Nico terlihat baik-baik saja dalam rumah tangga mereka, namun kakek tahu ada banyak kesedihan didalamnya.

Ada banyak kebenaran yang belum terungkap dan menjadi teka-teki bagi mereka yang ingin tahu. Takdir punya banyak cara untuk bertindak. Salah satunya melalui perantara seseorang.

"Kakek ingin aku menyadari dengan sendirinya, benarkan? Aku selalu menutup telingaku saat kakek selalu mencoba meyakinkanku tentang perasaanku. Kakek bilang aku akan menyesal karena tidak mendengarmu ...."

".... Ya, kakek benar. Aku sangat menyesal. Aku sungguh menyesalinya, kek. Tolong Nico, bantu Nico, kek. Nico tidak sanggup terus seperti ini." Nico kembali menangis, mengadu pada raga yang sudah tertanam di dalam sana.

Roby mengusap setitik lelehan dimatanya. Tuannya sudah lama menderita. Ia sudah mencoba membantu dengan berbagai cara untuk mendapatkan informasi tentang mantan nonanya, tapi nihil. Tak ada satupun yang di dapatkannya.

Bukan hanya Nico, ia pun merasa bersalah. Andai ia ikut menyakinkan tuannya dan memberitahu kebenarannya, maka belum terlambat mencegah Dian pergi.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

guntur 1609

guntur 1609

rasain kau niko. biar dulu kau hidup dalam penyesalanmu. stlh apa yg kau buat

2025-03-15

0

sherly

sherly

kirain ngejar mobil Dian ternyata malah ke kuburan...

2025-04-01

0

Anggraini Comellest

Anggraini Comellest

kenapa meloo sie thor....
jd sedih🥺

2025-03-28

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!