Harta Bukan Segalanya

Dian kini berada di salah satu restoran yang menjadi tempatnya para orang-orang berdompet tebal. Ia dengan hikmat menikmati serangkaian menu yang tersaji di depannya. Tidak ada kesulitan baginya mengikuti cara konglomerat dalam etiket makan.

Begitulah kehidupan para bangsawan. Ekspetasi kita tak sesuai dengan realita. Terkadang kita dituntut untuk bisa sesuai dengan kebiasaan mereka atau kau hanya akan di anggap kampungan oleh mereka.

Namun, hal itu tidak berlaku untuk Dian. Wanita itu takkan peduli dengan hal-hal yang baginya tidak penting untuk diperdebatkan. Tidak peduli seberapa banyak orang mengganggunya, ini adalah kehidupannya, dan orang lain tak berhak ikut campur.

Dian wanita cantik yang lembut, sederhana, dan baik hati hanya berlaku saat berada di depan anak-anaknya. Dia mungkin berubah, namun sebagian orang tak mampu berubah banyak, salah satunya ia sendiri.

"Dian ... Mama berbicara padamu. Kau bersikap seolah Mama tidak ada disini." Reana berusaha keras menahan emosinya agar tak membuat kesalahan untuk kedua kalinya. Dian sejak tadi tidak menjawab satupun ucapannya dan hanya sibuk menyuap makanannya.

"Aku lupa," jawabnya singkat.

Lupa?

"Aku lupa jika anda disini," sambung Dian, meletakkan sendok dan pisau yang ia gunakan.

Hal itu tentu menyakitkan. Menyaksikan sendiri putrinya bersikap dingin padanya, bahkan tidak menganggap ada kehadirannya?

"Dian ...," lirihnya.

"Ya, Nyonya Reana," balas Dian tersenyum sinis.

"Dian ... Mama serius ingin–"

"Jika anda datang hanya karena ingin aku meneruskan perusahaan keluarga, bukankah sudah kulakukan? Anda tidak perlu takut aku menguasai semua aset, lagipula aku tidak tertarik dengan kekayaan kalian." Wanita ini berbicara dengan mulusnya tanpa beban.

"Dian!" Reana tidak menyangka jika Dian bisa berpikir seperti itu tentangnya.

"Aku sudah lelah jika anda terus berbicara tentang harta, tahta dan jabatan! Mungkin jika aku mati anda tidak masalah selama kekayaan mu masih bertahan." Dian mengatakan dengan menekan setiap ucapannya.

"DIANDRA!" Plakk. Rea tidak tahan lagi. Tangannya lagi-lagi digunakan untuk memukul putrinya untuk kesekian kalinya.

Dian terdiam memegang pipinya yang terasa perih. Senyum kecil tersungging di bibirnya tak lama kemudian. "Sudah lama sekali sejak terakhir kali kau memukulku. Dan anehnya itu terjadi setiap kali aku membahas uangmu." Menegakkan kembali tubuhnya.

Kebal. Ia sudah kebal dengan perlakuan ini. Bukankah ia juga mengalami hal ini selama menikah dulu?

Rea terpaku, tubuhnya mulai lunglai. Ia menjatuhkan diri kembali di kursinya. Ia selalu lepas kendali. Seharusnya ia sadar jika Dian menjadi seperti ini karena ulahnya. Dian selalu banyak diam, namun memendam banyak keburukan di dalam dirinya.

"Nyonya ... aku sudah pernah mengatakan padamu, kan? Jika menyakitiku bisa membuatmu puas, maka lakukan sesukamu karena ini adalah kesalahanku yang terlahir sebagai perempuan!" desis Dian. Ia menyambar tasnya dan berlalu pergi dari ruangan tersebut sebelum ia bertindak lebih jauh lagi.

"Dian ...."

Reana tidak mencegah kepergian Dian. Ia meremas rambut panjangnya stress. Ia mulai gila dengan keadaan. Karenanya, ia harus menyakiti dua hati sekaligus. Cukup ia kehilangan anak pertamanya, ia tak sanggup kehilangan Dian juga.

Diluar, Dian memukul-mukul dadanya sesak. Mengapa begitu sulit menahan diri? Menyandarkan diri di mobil, Dian mulai menangis sesenggukan. Hatinya mulai melemah sejak ia melahirkan dan melihat kedua bayi kembarnya. Mungkin beginilah jika sudah menjadi seorang ibu, tapi mengapa masih banyak yang begitu jahat?

-

-

-

-

-

"Dian?"

Wanita beranak satu itu begitu terkejut melihat kedatangan Dian yang sedikit kacau. Wanita itu langsung terburu-buru kembali kerumah begitu mendengar sang adik datang. Sangat jarang Dian datang tanpa memberi kabar. Biasanya ia akan memberitahu lebih dulu dan datang bersama anak-anaknya.

"Kak Sera ..." Suara Dian terdengar serak dengan mata sembab membuat Serena khawatir.

Serena Ariana merupakan anak pertama dari Nyonya Reana, juga merupakan kakak dari Diandra Selena. Usia keduanya terpaut cukup jauh. Serena telah menikah dan memiliki satu anak laki-laki berusia 9 tahun.

Sama seperti Dian, wanita ini juga memiliki konflik dengan keluarganya terutama sang mama. Ia membenci kehidupan seorang layaknya gadis ningrat . Belum lagi, orang tuanya begitu ikut campur dan memaksa dirinya.

"Ada apa? Mama mengganggu mu lagi!" Serena nampak khawatir, ia begitu menyayangi adik semata wayangnya ini.

Dian menggeleng seraya memeluk Sera yang duduk disampingnya. "Aku merindukan Emi," katanya, membuat Sera menghembuskan nafas heran.

"Kau ini! Bikin kaget saja." Melepas pelukan Dian. "Aku buatkan makan siang dulu, jangan kemana-mana!" ancamnya, meninggalkan Dian ke dapur.

Serena tahu jika Dian berbohong. Ia sudah terbiasa dengan adiknya itu. Namun, Dian bukan tipe wanita yang suka membahas masa lalu. Jadi, lebih baik tidak perlu dibahas terlalu lama.

Terkadang Serena ingin marah. Mengapa ia dilahirkan dalam keluarga seperti ini? Bahkan mereka tidak bisa hidup normal layaknya keluarga lain yang hidup harmonis. Adiknya yang masih begitu muda juga harus mengalami hal yang tak seharusnya ia alami di masa mudanya itu. Itu sebabnya ia bertekad untuk memiliki keluarganya sendiri, menjadikan mereka harta sebenarnya.

Ia ingin membuktikan pada keluarganya bahwa kekayaan dan status bukanlah segalanya. Hidup sederhana bukan berarti kau tidak bisa bahagia.

Lihatlah bagaimana anak-anak kalian pergi satu-persatu karena keegoisan kalian!

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Terpopuler

Comments

Ds Phone

Ds Phone

kelurga kalau penting kan harta dan tahata payah

2025-02-28

0

Samsia Chia Bahir

Samsia Chia Bahir

Hahhhhhhh, i2 kel. yg slalu mementingkn harta 😫😫😫😫😫

2023-10-26

0

Nur Ain

Nur Ain

bagus ceritanya

2023-10-02

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Flashback : Awal Mula
3 Sudah Ada Mama
4 Bahagia?
5 Penyesalan yang Terlambat
6 Menjadi Orang Asing
7 Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8 Flashback : Menderita Sendirian
9 Sedikit Harapan
10 Harta Bukan Segalanya
11 Perbedaan Kasta
12 Yang Tersisa dari Dian
13 Mama Dian
14 Perasaan Akrab
15 Takdir Bukanlah Kebetulan
16 Tujuan Akhir adalah Bahagia
17 Flashback : Akan Ku Coba
18 Emilio
19 Ketemu!!
20 Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21 Sederhana, Namun Berharga
22 Ikatan Batin
23 Jangan Ambil Dia!
24 Sifat Asli yang Tersembunyi
25 Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26 Gangguan Kecemasan
27 Menyesali Keputusan
28 Dian Berbeda
29 Biarkan Aku Pulang!
30 Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31 Kehangatan yang Begitu Nyata
32 Pertunjukan Menarik
33 Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34 Maaf ....
35 Satu Sisi yang Berbeda
36 Flashback : Bukan Anak Haram
37 Flashback: Neraka
38 Luka yang Tak Dapat Sembuh
39 Histerektomi
40 Apapun Alasannya
41 Sudah Berbeda
42 Kenalan Lama
43 Saat itu ....
44 Saatnya Bebas
45 Terungkap
46 Bagian dari Rencana
47 Fakta Lain
48 Tidak Apa-apa
49 Rico
50 Memulai Kembali
51 Ricard
52 Neraka (2)
53 Singkat, namun Membekas
54 Stok Kesabaran
55 Kalau Begitu Lihat
56 Kegelapan Lain
57 Mama Tidak Jahat
58 Kedatangan Rea
59 Gangguan Kepribadian
60 Johan
61 Tidak Bernafas
62 Ruang Seni
63 Ruang Seni (2)
64 Bersama Mama
65 Bertemu Johan
66 Keputusan Rico
67 Mengakui
68 Gadis Kecil Mama
69 Salah Waktu
70 Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71 Extra Part
72 NOVEL BARU
73 P
74 Miss. Rich (new)
Episodes

Updated 74 Episodes

1
Prolog
2
Flashback : Awal Mula
3
Sudah Ada Mama
4
Bahagia?
5
Penyesalan yang Terlambat
6
Menjadi Orang Asing
7
Flashback : Sepenting Itukah Sebuah Status?
8
Flashback : Menderita Sendirian
9
Sedikit Harapan
10
Harta Bukan Segalanya
11
Perbedaan Kasta
12
Yang Tersisa dari Dian
13
Mama Dian
14
Perasaan Akrab
15
Takdir Bukanlah Kebetulan
16
Tujuan Akhir adalah Bahagia
17
Flashback : Akan Ku Coba
18
Emilio
19
Ketemu!!
20
Flashback : Tujuanku, Semangat ku, Hidupku, Anakku.
21
Sederhana, Namun Berharga
22
Ikatan Batin
23
Jangan Ambil Dia!
24
Sifat Asli yang Tersembunyi
25
Bukan Akhir, tapi Baru Dimulai
26
Gangguan Kecemasan
27
Menyesali Keputusan
28
Dian Berbeda
29
Biarkan Aku Pulang!
30
Kesempatan Tidak Datang Dua Kali
31
Kehangatan yang Begitu Nyata
32
Pertunjukan Menarik
33
Kau Istriku, Bukan Ja*langku!
34
Maaf ....
35
Satu Sisi yang Berbeda
36
Flashback : Bukan Anak Haram
37
Flashback: Neraka
38
Luka yang Tak Dapat Sembuh
39
Histerektomi
40
Apapun Alasannya
41
Sudah Berbeda
42
Kenalan Lama
43
Saat itu ....
44
Saatnya Bebas
45
Terungkap
46
Bagian dari Rencana
47
Fakta Lain
48
Tidak Apa-apa
49
Rico
50
Memulai Kembali
51
Ricard
52
Neraka (2)
53
Singkat, namun Membekas
54
Stok Kesabaran
55
Kalau Begitu Lihat
56
Kegelapan Lain
57
Mama Tidak Jahat
58
Kedatangan Rea
59
Gangguan Kepribadian
60
Johan
61
Tidak Bernafas
62
Ruang Seni
63
Ruang Seni (2)
64
Bersama Mama
65
Bertemu Johan
66
Keputusan Rico
67
Mengakui
68
Gadis Kecil Mama
69
Salah Waktu
70
Melakukannya dengan Benar— Sekali Lagi (End)
71
Extra Part
72
NOVEL BARU
73
P
74
Miss. Rich (new)

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!