Dulu ayah Teri bekerja sebagai ketua administrasi kerjaan Homunculus saat itu dirinya masih mendapatkan gelar sebagai Duke Ronan, namun itu semua tidak bertahan lama.
Tepatnya pada satu bulan yang lalu gelar ayah Teri turun dari seorang Duke manjadi Baron, turunnya gelar dari ayah Teri bersamaan dengan turunnya ekonomi keluarganya.
Itu semua disebabkan karena Teri yang begitu cemburu dengan Iris, dimana Iris begitu dekat dengan Dylan yang merupakan Putra Mahkota, dibanding dengan dirinya yang dulu merupakan calon dari Putri Mahkota.
Karena begitu terobsesi pada Dylan, Teri sampai nekat meracuni Iris agar dirinya bisa lebih dekat dengan Dylan. Seperti itulah akhir cerita yang dia tulis.
Seharusnya Teri ku buat bahagia juga, agar semua karakter yang ada didalam cerita bisa hidup bahagia.
Setelah gelar ayah Teri turun, ibu Teri yang sekarang menjadi nyonya Baroness dengan berat hati memberhentikan semua para pekerja yang dulu bekerja dibawah pengawasannya.
Luna memberhentikan para pekerja karena merasa tidak akan sanggup jika nantinya dirinya diharuskan untuk membayar upah dari para pekerja, mengingat bahwa ekonomi keluarganya sudah tidak sebagus dulu.
Tak lama dari kejadian itu, ayah Teri dipecat dari Istianah disebabkan karena Dylan takut Regis akan berbuat hal yang sama dengan apa yang telah anaknya perbuat.
Walaupun sudah memohon untuk tidak dipecat, namun Dylan tetap bersikukuh untuk mengusir Ayah Teri dari Istianah, maka dari itu mau tidak mau kelurga Ronan pun pergi dari ibu kota mengingat bahwa kelurga mereka sudah tidak dibutuhkan lagi, bahkan para warga pun menyebut mereka dengan sebutan keluarga hina.
Dengan kejadian itu Regis yang masih menjadi kepala kelurga merelakan kastil tempat mereka tinggal dijual, mereka terpaksa menjual kastil itu untuk mendapatkan modal usaha yang akan mereka mulai kembali dari nol.
Seperti itulah akhir dari pemeran antagonis yang Ana buat ke dalam cerita, melihat kondisi kelurga Teri yang sekarang ada rasa menyesal pada dirinya yang telah membuat kelurga harmonis ini menjadi hancur.
"Sayang kau sudah siap?"
Ana langsung menoleh ke arah pintu kamar, saat Luna memanggil dirinya, saat ini mereka bertiga akan jalan-jalan keluar mengingat selama ini Regis selalu sibuk menjalankan bisnis kelurga mereka sehingga dia lupa bagaimana caranya bersenang-senang.
"Sudah, ayo kita jalan," ajak Ana yang langsung memeluk lengan Luna.
Walaupun sekarang kelurga Ronan diambang kebangkrutan, namun Ana yakin dalam waktu dekat pasti dirinya bisa mengembalikan derajat kelurga Teri dari keterpurukan.
Dengan ilmu dan pengalaman yang dia peroleh dari di dunianya Ana akan membuat usaha dimana, produk yang akan dia pasarkan menjadi produk yang disukai banyak orang.
"Ayah!" panggil Ana saat melihat Regis yang sudah menunggu mereka.
"Kalian sudah siap, kalo begitu ayo kita jalan."
"Iya..."
Ana tersenyum didalam kereta kuda, sudah hampir 5 hari dirinya terjebak kedalam dunia yang dia buat, walaupun awal-awal dirinya tidak terbiasa dengan kehidupan di tempat ini, namun jika dijalankan dengan sepenuh hati lambat laun dirinya mulai terbiasa dengan kehidupan di sini.
"Wah... Ayah ibu liat, banyak sekali orang di sana!" pekik Ana menatap keluar jendela.
"Sepertinya sedang ada pertunjukan di sana," jawab Regis yang ikut menatap keluar.
"Ayah! Bagaimana jika kita turun disini saja, saya ingin melihat pertunjukan yang ada di sana," pita Ana.
"Kau yakin?" tanya Regis, Ana langsung menganggukkan kepalanya.
"Ha... Baiklah jika itu yang kau mau, hey kau bisa turunkan kami di sini?" ucap Regis pada kusir kereta kuda.
Tak lama Regis berbicara kepada kusir itu, kusir pun yang juga pemilik dari kereta kuda langsung menurutkan mereka ditepi jalan, Ana dengan semangat langsung mengajak Luna untuk pergi menuju tempat pertunjukan itu.
"Kenapa kalian cepat sekali jalannya," gerutu Regis yang telah ditinggal oleh Ana dan Luna.
"Ayah! Liat, ternyata sedang ada pertujukan teater."
Ana langsung menunjuk ke arah pertunjukan teater itu begitu juga dengan Luna yang hanya bisa pasrah saat Ana membawa dirinya, lama mereka menyaksikan pertunjukan teater itu sampai sebuah adegan yang tidak asing muncul.
"Iya! Saya sengaja meracuni Nona Iris! Karena saya ingin dia mati dan lenyap dari dunia ini!"
Deg!
Senyum Ana langsung luntur digantikan dengan rasa kesal pada alur yang dibuat oleh sutradara teater ini, Luna langsung terkekeh begitu juga dengan Regis saat melihat adegan itu mirip sekali dengan watak anaknya.
"Ayah! Ibu! Berhenti tertawa itu semua sama sekali tidak lucu!"
Ana kesal saat melihat Luna dan Regis tertawa melihat adegan itu, namun dibalik itu semua Ana sedikit senang melihat ada sebuah kebahagiaan yang muncul dari kedua orang tua Teri.
Lihatlah Teri, bukankah ini yang kau inginkan? Kebahagian dari kedua orang tua mu.
Setelah pertunjukan teater itu selsai Ana dan kedua orang tua Teri kembali melanjutkan perjalanan mereka.
"Owh iya Teri kau bilang kau ingin membeli sesuatu kan? Kira-kira apa yang ingin kau beli?" tanya Regis tiba-tiba.
"Ah... Itu.... Saya ingin membeli bahan serta alat membuat cake."
"Apa!" pekik Luna dan Regis bersamaan.
"Alat untuk membuat cake?" tanya Regis mengulang, Ana langsung menganggukkan kepalanya.
"Kenapa tiba-tiba kau ingin membuat cake? Bukankah selama ini kau tidak pernah membuat cake?" tanya Regis penasaran.
"Ah itu...."
Ana langsung terdiam saat Regis bertanya padanya, dirinya seketika lupa dengan karakter asli dari Teri, dimana karakter Teri sebenarnya tidak pernah memiliki bakat memasak atau pun membuat cake, seketika Ana menjadi keringat dingin melihat tatapan Regis yang begitu tajam menatapnya.
"Ehem... Ayah walaupun saya tidak bisa membuat cake, tidak ada salahnya kan saya belajar, lagian larangan kita untuk belajar masak pun tidak pernah tertulis dalam buku Perdana hukum kekaisaran."
Astaga aku ini ngomong apa, kenapa tiba-tiba aku berbicara ngelantur begini.
"Ya... Yang kau bicarakan memang ada benarnya."
"Tapi... Kenapa kau tiba-tiba ingin membuat cake?" tanya Regis.
"Ah... Itu karena cake merupakan makanan yang sangat banyak digemari banyak orang, dari kalangan bawah, menengah, sampai atas pun semua menyukai makanan ini," ucap Ana penuh semangat.
"Itu sebabnya saya ingin belajar membuat cake, agar saya bisa menjual produk makan saya ini ke seluruh masyarakat kekaisaran."
"Jadi kesimpulannya, saya ingin belajar membuat cake karena saya.... Butuh uang!"
"Uang?" tanya Luna, Ana langsung menganggukkan kepalanya sambil menoleh ke arah Ana.
"Iya, apa ibu tidak tau? Dengan uang maka derajat kita akan kembali naik, semua orang akan menghormati kita, ditambah para warga pasti akan senang jika produk makan yang kita jual disukai mereka."
Luna dan Regis langsung terdiam mendengar penjelasan dari Ana, entah kenapa anaknya yang mereka kenal suka menghamburkan uang ini, tiba-tiba saja berbicara ingin mencari uang.
Ini sangat aneh, sebenarnya apa yang sudah terjadi pada putri mereka, kenapa akhir-akhir ini sifat anak mereka tidak seperti biasanya.
"Luna!"
"Iya?" Luna langsung menjawab saat Regis memanggil dirinya.
"Apa anak kita benar-benar sudah berubah?"
"A.... Aku pun juga tidak tau," jawab Luna yang ikut bingung.
TBC
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 57 Episodes
Comments
orang hebat muncul♪┌|∵|┘
ceritanya menarik next ya kak
2022-06-21
0
itha Nurhayati 😎
doubel up dong Kaka 🥰🥰
2022-06-21
0