1

Tuk

Tuk

Tuk

Suara langkah sepatu terdengar menemani langkanya dalam menyusuri lorong kampus yang begitu sunyi dan tentram.

"Ana!"

Sosok perempuan berambut panjang itu langsung menoleh ke belakang saat seseorang memanggil namanya, wajahnya yang tadi terlihat lesu seketika berubah ceria saat salah satu teman baiknya di kampus datang menyapa dirinya.

"Apa kabar Tia?" sapanya tersenyum ramah.

"Astaga! Ada apa dengan wajah mu ini, apa kau bergadang lagi?" tanyanya sambil menatap akan wajah Ana.

"Hehehe aku baik-baik saja Tia," jawabnya sambil terkekeh.

"Baik? Apanya yang baik, lihat kantung mata mu itu! Apa kau tidak tau bahwa katung mata mu itu semakin besar saja ku liat, apa selama ini kau mengalami kesulitan selama berkuliah?" tanya anak yang bernama Tia itu.

"Hahaha, maaf sudah membuat mu khawatir Tia, tapi sungguh aku baik-baik saja, hanya saja akhir-akhir ini jam tidur ku agak berantakan."

"Berantakan?"

Dengan tersenyum Ana menganggukkan Kepalanya, "Iya, sudah seminggu terakhiran ini jam tidur ku berantakan."

"Kenapa bisa? Apa kau habis nonton film horor?" tanya Tia penasaran.

Mendengar ucapan Tia lagi-lagi Ana dibuat tertawa, "Kurang lebih seperti itu," jawab Ana sambil tersenyum lebar.

Lama mereka mengobrol, Sampai-sampai mereka tidak sadar bahwa saat ini mereka telah sampai di depan kelas.

"Owh iya Ana, apa kau sudah membaca berita yang lagi hits sekarang?" tanya Tia bersemangat.

"Berita? Berita apa?" tanya Ana sambil melangkah masuk ke dalam kelas.

Ana menaruh tasnya di atas meja, dan Tia langsung duduk di samping Ana dengan tampang yang begitu semangat untuk bercerita.

"Itu novel karya Sana akan kembali terbit."

Deg!

"Apa?"

Mata Ana langsung terbuka lebar saat mendengar nama Sana disebut.

"Aku belum ada dengar soal isu itu, memang Novel apa yang akan dia keluarkan?" tanya Ana penasaran.

"Itu... Seri ke 2 dari cerita Kisah Cinta Pangeran Homounculus, bukankah cerita itu sangat populer waktu 2 tahun yang lalu."

Deg!

Tidak tau harus menjawab seperti apa, seketika badannya menjadi panas dingin, bersamaan dengan tangannya yang tanpa sadar juga ikut bergetar disaat Tia temannya memberitahu soal berita itu.

Itu tidak mungkin, Cerita ke 2? Sejak kapan aku mau menerbitkan cerita itu?"

Ini aneh, padahal aku sudah bertekad akan berhenti menjadi penulis, tapi... Kenapa bisa ada berita seperti ini?

"Tia bisakah aku melihat isi dari berita itu?"

"Owh kau belum melihatnya ya? oke tunggu sebentar ya, aku akan mengirim linknya lewat WhatsApp mu," balas Tia yang langsung membuka headphone miliknya.

"Terima kasih Tia," jawab Ana tersenyum.

Tidak butuh waktu lama, suara notifikasi WhatsApp miliknya pun berbunyi, dengan penasaran dirinya langsung membuka link yang sudah dikirim oleh Tia.

Klik!

Sana penulis misterius asal Samarinda ini kembali viral! Diduga dirinya akan kembali menerbitkan novel seri ke 2 dari cerita "Cinta Untuk Pangeran Homounculus" Yang dulunya sempat viral 2 tahun yang lalu.

Apa? Sejak kapan berita ini muncul?

Matanya masih tidak percaya dengan judul berita yang saat ini dia baca, seri ke 2? Sejak kapan dirinya mau menerbitkan seri ke 2 dari cerita yang dia buat, dia sendiri saja sudah lama tidak menulis karena sebentar lagi akan memasuki semester akhir perkuliahan, jangankan untuk menulis, untuk pergi jalan-jalan saja dirinya tidak punya waktu.

Oleh Liput.com 13 Januari 2022| 06.30 WIT

Apa! berita ini baru saja terbit?

Tangan Ana seketika langsung bergetar hebat di saat matanya melihat tanggal berita itu diupload.

Liput.com Samarinda Novel terbaru dari penulis "Cinta Untuk Pangeran Homounculus" Karya asli buatan Sana, kembali Viral saat diisukan bahwa banyak para penggemar yang menginginkan seri ke 2 dari novel tersebut.

Novel dengan tema kerjaan ini sempat viral 2 Tahun yang lalu, dimana novel ini berhasil terjual sebanyak 8 ribu cetak dalam kurun waktu 2 hari.

Berbeda dengan seri pertamanya, di seri keduanya Sana akan menceritakan, perjalanan hidup Teri sang Antagonis dari novel "Cinta untuk Pangeran Homounculus" dimana karakter ini banyak sekali mendapatkan hujatan, karena begitu terobsesi dengan Putra Mahkota yang terdapat pada cerita tersebut.

"Saya tidak bisa beritahu kapan buku ini akan cetak, mengingat bahwa saat ini saya akan memasuki semester akhir, dimana saya lebih mengutamakan pendidikan dibanding karir saya sebagai penulis, namun dibalik itu saya Sana selaku penulis dari novel tersebut, memohon doa kalian semua untuk bisa secepatnya dapat menyelesaikan semua urusan saya disini, agar saya bisa kembali fokus menjadi penulis," ungkap Sana penulis asal Samarinda pada tanggal (12/01/2022)

Setelah selesai membaca isi berita itu, tubuhnya seketika menjadi kaku, matanya terbuka lebar menatap isi berita itu.

Siapa yang menulis berita ini?

Sulit dipercaya, dirinya yang merupakan penulis asli dari cerita tersebut tidak pernah punya niatan untuk melanjutkan cerita yang dia buat, tapi kenapa tiba-tiba saja muncul berita seperti ini yang mengatakan bahwa dia akan merilis seri ke 2 dari cerita yang dia buat, kira-kira siapa yang sudah berani menulis berita hoax ini?

"Sulit dipercaya," gumam Ana.

"Ana!"

"Ana!"

"ANA!"

"Iya!" jawab Ana yang langsung menoleh ke arah Tia.

"Kau kenapa melamun? Pagi-pagi begini jangan melamun nanti kau kerasukan."

"Cih, mana ada aku melamun, aku baru saja selesai membaca artikel ini," jawab Ana sambil menunjukan layar handphonenya pada Tia.

"Hehehe maaf."

Tia kembali terkekeh saat Ana menatap wajahnya dengan datar, "Tapi Tia apa menurutmu berita ini benar? Bukankah Sana sudah pernah bilang, bahwa dia akan berhenti jadi penulis mengingat sebentar lagi dia akan masuk semester akhir."

"Hmmm, iya dia memang ada bilang seperti itu, Tapi Ana perlu kau tau masa depan mana ada yang tau, siapa tau tiba-tiba dia kembali ingin menulis, mengingat bahwa membuat skripsi itu tidak semudah membuat karangan," jawab Tia ngasal.

"Yang kau ucapkan memang ada benarnya, tapi bagaimana jika berita ini hoax? apakah orang yang membuat berita ini akan dikenakan pidana? Berita ini kan belum terlalu jelas kebenarannya, vidio Sana diwawancarai juga tidak ada."

"Agh... Tidak tau ah, jangan buat aku pusing, aku sudah pusing sama judul skripsi ku yang belum juga di ACC, dan sekarang kau malah buat aku makin pusing dengan masalah berita itu!" ucap Tia dengan nada sedihnya.

"Ana dari pada kau mikirin berita itu, lebih baik kau pikirkan skripsi mu, ingat Ana walaupun pendapatmu tentang hutang negara bagus, tetap saja suara mu tidak akan pernah didengar, oke sampai sini apa kau paham?" tanya Tia dengan ekspresi mendalam.

"Jadi mari kita fokus dalam membuat skripsi, dan lupakan soal berita itu," ucapnya yang kembali fokus pada pekerjaannya.

...~*~...

Malam harinya Ana baru tiba di rumah, hal pertama yang dia dengar setelah dirinya memasuki pekarangan rumah pamannya ialah suara berisik dan teriakan dari suara bininya serta pamannya.

Buk!

Buk!

Prang!

"Kau pikir aku ngapain saja selama bekerja hah? Aku kerja demi kamu! Demi anak kita! Dan juga demi keponakan mu yang menjadi beban itu!"

Ana yang saat itu ingin membuka pintu rumah langsung dibuat diam saat mendengar suara pamannya menyebut namanya.

"Aku sudah capek! Kerja seharian dari pagi sampai sore, pulang-pulang kau langsung minta uang! Paling tidak kau masak, kau bikin masakan yang enak! Biar capek ku itu bisa hilang, Jangan cuman bisanya mengeluh, mengeluh saja!"

Tangan Ana langsung bergetar kencang saat mendengar keluh kesah dari pamannya.

"Aku sudah muak! Aku akan makan diluar! Terserah kau mau ngapain sekarang!"

Brak!

Deg!

Pintu rumah terbuka Ana langsung membesarkan kedua matanya, saat pamannya tiba-tiba saja membuka pintu rumah dihadapannya.

"Pa... Paman.."

"Minggir!" ketusnya yang langsung mendorong tubuh Ana menjauh.

Ana langsung terduduk di teras rumah, sambil menatap pamannya yang sudah pergi menjauh menggunakan mobil miliknya.

Di saat paman Ana sudah pergi, Ana kembali masuk ke dalam rumah, kondisi rumah saat itu begitu berantakan terlihat sekali dengan banyak benda-benda yang berhamburan di sembarang tempat.

Dengan pelan Ana melangkahkan kakinya mendekati bibinya yang masih termenung di meja makan.

"B... Bibi?" panggil Ana.

Bibi Ana langsung menoleh ke arah Ana dengan matanya yang menatap tajam wajah Ana.

"Dari mana saja kau? Apa kau tau sekarang jam berapa?"

"Ma...maafkan saya bibi, saya habis dari rumah dosen untuk bimbingan."

"Hah! Apa! Rumah dosen? Kau pintar sekali ya mencari alasan, untuk apa juga kau berkuliah jika pekerjaan wanita itu hanya di rumah."

"Bibi..."

Brak!

Dengan kuat Bibi Ana memukul meja makan, yang membuat Ana langsung menundukkan kepalanya karena takut.

"Ana perlu kau tau bahwa saat ini Bibi sudah sangat lelah dalam mengurus hidup mu, usia mu juga sudah masuk usia dewasa, sudah waktunya bagi mu untuk menikah."

"Apa? Bibi saya belum mau menikah."

"Diam! Jangan membatah ucapan Bibi, bibi sudah capek mengurus dirimu yang begitu susah untuk di atur, jangan melawan ucapan Bibi, besok siang kita akan pergi untuk menemui anak dari teman bibi."

"Apa? Tapi..."

"Cukup! Sekarang masuk kamar! Bibi tidak mau menerima penolakan dari mu!" tekannya yang langsung diturutin oleh Ana.

TBC

Terpopuler

Comments

Hema Line Aritonang Ajha

Hema Line Aritonang Ajha

ini novel horor gak sih

2022-11-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!